OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 395 PUNCAK KEKACAUAN KLAN LI



Chen Kho memegang baju Weini di bagian pinggang, pikiran yang spontan karena tak sanggup melihat darah di baju gadis itu. Ia menatap sejenak wajah Weini ketika pikirannya terkontrol. "Maaf, aku terpaksa melakukan ini sepupu." Ungkap Chen Kho yang masih tahu sopan santun untuk minta ijin pada si pemilik tubuh.


Tangan pria itu mulai menarik ujung baju hingga kulit perut mulus Weini mulai terlihat, namun reflek Chen Kho melepaskan pegangannya. Wajahnya berpaling, tak berani menatap Weini. Chen Kho mengusap wajahnya sebentar, kemudian kembali melirik wajah gadis itu. Baju yang dikenakan Weini masih tampak seperti semula. Chen Kho menggertakkan gigi, lalu balik badan meninggalkan ruangan itu.


"Pengawal...." Pekik Chen Kho memanggil satu-satunya pengawal yang ada di sini.


Pengawal bertubuh tinggi tegap itu berlari sigap menemui tuannya. Ia membungkuk hormat saat tiba di hadapan Chen Kho.


"Segera carikan pelayan wanita dan suruh mereka bawa ke sini hari ini juga!" Perintah Chen Kho. Ia tak sampai hati harus memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Sekalipun ia pecinta wanita, namun ia tak suka memperdaya wanita dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tidak ada tantangan yang ia rasakan jika harus menggauli wanita dalam keadaan seperti itu.


Chen Kho tak mengerti pikirannya sekarang, ia terlalu peduli pada musuh yang seharusnya ia singkirkan segera, namun yang terjadi justru ia hendak merawatnya. Memperdulikannya sampai harus mencari pelayan wanita untuk mengurus Weini. Entah apa yang bergejolak dalam hatinya, Chen Kho pun mulai merasa dipermainkan perasaannya.


"Baik tuan. Dan ada yang harus saya laporkan...." Pengawal itu berhenti bicara, ia menunggu persetujuan Chen Kho untuk meneruskannya.


Chen Kho mengangguk mantap, kemudian pengawal itu kembali menunduk dan bicara.


"Chen Yin sudah berhasil menciptakan kepanikan publik di sana, pihak tuan besar juga kelabakan menangani. Tetapi, nona Grace justru mengacaukan segalanya. Dia berdiri di pihak musuh, tuan." Seru pengawal itu.


Chen Kho menyeringai, "Adik kecilku memang tak pernah dewasa. Abaikan saja dulu, kita bisa memberikan kejutan yang lebih dasyat."


Pengawal ini mengangguk paham, "Lalu bagaimana dengan tuan Kao Jing? Apakah kita harus segera bergerak membebaskannya?"


Chen Kho tampak berpikir kemudian tersenyum sinis, "Biarkan saja! Aku rasa tempat itu lebih aman untuknya saat ini." Seru Chen kho kemudian tertawa puas.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


**Waktu sebenarnya berjalan semestinya


Tidak berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat


Yang membuatnya terasa cepat, jika kamu menikmati setiap detik, menit, jam dan hari yang terasa menyenangkan


Dan terasa lambat, andai kamu terus berkutat dengan masalah serta duka yang berkepanjangan.


Kamu sedang menikmati bagian yang mana dari waktumu sekarang?


Kalau aku... Entahlah....


_Quote of Weini aka Yue Hwa**_


Lau kembali ke apartemen setelah pagi, wajahnya terlihat lelah dan mengantuk. Banyak hal yang harus dia urus sepanjang malam hingga subuh, dan rela bermalam di kantor polisi guna memperlancar penyelidikan.


"Adik, kamu sudah kembali?" Sosok pertama yang menyambut Lau justru orang yang tidak terduga. Lau mengira tuannya masih terlelap karena lelah, tapi nyatanya yang muncul malah seorang pria tua yang ia kenal sebagai seniornya. Lau terkejut bukan main dengan wajah itu, ia memang tak pernah bertemu langsung dengan si pemilik wajah itu. Tetapi Lau yakin betul bahwa inilah sosok ayah Xiao Jun yang sebenarnya. Pengawal senior yang terkenal akan kesetiaan, kepiawaian, serta kesaktian sihirnya, dialah Wei Ming Fung.


Haris berjalan mendekati Lau yang masih tampak terguncang, kemudian ia menepuk ringan di pundak Lau sambil tersenyum. "Ya, ini aku... Haris, tapi sekarang panggillah nama asliku, Wei Ming Fung." Bisik Haris pelan.


Lau mengangguk pelan, binar di matanya menunjukkan kebahagiaan. "Da ge (kakak pertama), kamu selamat dari maut? Syukurlah...." Seru Lau bahagia.


"Terimakasih juga sudah menjaga putraku, kau tampak lelah, istirahatlah sejenak." Ujar Haris perhatian.


Lau mengangguk, "Aku tidak apa da ge, aku akan istirahat sebentar setelah bertemu tuan muda." Jawab Lau, ia harus menyampaikan informasi pada Xiao Jun tentang tugas yang diembankan padanya.


Xiao Jun keluar dari kamarnya, ia mendengar suara Lau dan ayahnya yang berbincang. Bergegas dihampirinya pengawal tuanya itu. "Paman, maaf merepotkanmu hingga pulang pagi. Kau pasti lelah." Ujar Xiao Jun, ia merasa tak enak telah membebani Lau tugas berat padahal pria itu baru pulih sejenak dari racun.


Lau membungkuk hormat, "Aku tak mengapa tuan, terimakasih sudah mencemaskanku. Masalah Dina sudah berhasil aku jelaskan pada polisi. Bams dan saksi lainnya juga sudah boleh kembali ke rumah, tapi tetap harus melapor begitu pihak polisi memanggil. Lalu untuk urusan pers, sudah dijadwalkan siang ini tuan. Tim pengacara akan angkat bicara pada media, sementara ini tudingan untuk nona Weini cukup berat, nona diduga pelaku kejahatan kelas berat yang kabur dengan komplotannya." Cerita Lau, khusus bagian Weini, ia sampaikan dengan penuh penyesalan.


Xiao Jun mengangguk paham, "Jangan bersedih paman, yang paman lakukan sudah sangat membantuku. Nanti aku akan minta tim pengacara datang kemari, mereka harus punya alibi untuk mewakili Weini."


Lau mengangguk paham, Haris hanya menjadi pendengar setia lantaran ia masih belum punya pandangan untuk menyelesaikan masalah runyam ini.


Wen Ting keluar dari kamarnya dengan tergesa, ponsel dalam genggamannya pun ditujukan untuk Xiao Jun. Ia berjalan mendekati Xiao Jun untuk menunjukkan sesuatu. "Ayah, Jun, lihat ini!" Seru Wen Ting tampak bingung. Rasanya masalah dalam klan Li bertubi-tubi, mereka mungkin sedang berada dalam puncak kesulitan yang sesungguhnya.


Xiao Jun dan Haris serta Lau tersentak saat membaca berita online dari luar negeri yang heboh membahas soal wajah topeng Weini, wajah asli Weini yang masih tanda tanya, bahkan nama dan foto Weini sudah tersebar di sana. Tak bisa dipungkiri bahwa nanti siang media luar pun akan memenuhi konferensi pers di sini. Yang lebih parah lagi, Grace ikut terseret dalam berita gara-gara pengakuan kontroversialnya.


"Bagaimana ini tuan? Di sana tampaknya lebih kacau." Tanya Lau was-was dengan kondisi kediaman Li yang tak bisa mereka jangkau sekarang. Perhatian mereka tersita pada dua tempat, urusan di Jakarta belumlah beres, namun di Hongkong pun keluarga mereka diguncang juga.


"Si penyihir itu sudah menyiapkan segalanya, inilah strategi yang tidak terdeteksi olehku. Kita sungguh di puncak masalah sekarang." Gumam Haris, ia tampak serius berpikir.


Xiao Jun bergeming, pikirannya dipaksa untuk memikirkan solusi dengan cepat. Sekarang ia mengerti maksud Liang Jia menghubunginya semalam mungkin ingin menyampaikan masalah ini, tetapi karena berita duka yang ia sampaikan membuat Liang Jia mengurungkan niatnya. Keberadaan Chen Kho dan Weini masih belum terlacak, namun kaki tangan Chen Kho tampaknya tersebar di mana-mana. Si licik itu tak bisa dibiarkan terus, Xiao Jun mengepalkan tangannya kala teringat Chen Kho. Betapa ingin ia membonyokkan wajah pria yang sudah memporak-porandakan kehidupannya.


"Kakak ipar, kami perlu bantuanmu sekarang." Pinta Xiao Jun serius, ia melirik tajam pada Wen Ting. Setidaknya mereka punya seseorang di luar Klan Li yang berkuasa dan bisa diandalkan.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Teman-teman, mohon dukungan votenya ya plis. Thanks