OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 514 KEMBALI KE DUNIA ENTERTAINMENT?



Xiao Jun masih berkutat dengan pekerjaan kantornya, sampai Lau datang mengusiknya dengan secangkir teh hangat. “Tuan muda, jangan terlalu diforsir. Anda belum makan malam loh.” Ujar Lau mengingatkan bahwa tuannya terlalu sibuk bekerja sampai lupa dengan ponsel, kekasihnya bahkan dirinya sendiri.


“Ng, jam berapa sekarang paman?” Tanya Xiao Jun sembari mengalihkan fokus dari layar laptopnya.


Lau tersenyum tipis seraya berucap, “Jam tujuh lewat lima belas menit tuan, dan anda melewatkan tiga miscall dari Gong Zhu.” Ujar Lau sedikit mengungkit kesalahan Xiao Jun.


Xiao Jun terkesiap, tak percaya apa yang disampaikan Lau. “Oya?” Ia bahkan melupakan keberadaan ponselnya, untung saja Lau sigap mengambilkan untuknya. Alat komunikasi itu masih tersimpan dalam saku jas yang Xiao Jun lepas dan gantung di dekat jendela.


“Terima kasih, paman.” Ujar Xiao Jun seraya tersenyum. Setelah mengecek kebenarannya, barulah Xiao Jun kelabakan.


“Ya ampun, ternyata sudah malam begini, kasihan Hwa menungguku. Paman, darimana kau tahu dia menelponku tiga kali?” karena tebakan Lau benar, maka Xiao Jun penasaran.


Lau menunjukkan ponselnya dengan enteng, membiarkan Xiao Jun melihat sendiri histori panggilan yang tercantum nomor Weini di sana. “Gong Zhu terpaksa menghubungiku karena tidak berhasil terhubung dengan anda, Tuan. Silahkan pulang dan istirahatlah, anda sedang dinantikan.”


Xiao Jun bergegas merapikan alat kerjanya, ia pun berdiri dan menarik jasnya. “Terima kasih sudah diingatkan ya, paman. Ayo kita pulang, paman juga perlu istirahat.” Ujar Xiao Jun yang tak ingin pulang sendirian.


“Ah, jangan cemaskan saya tuan. Gini-gini saya masih jago lembur. Selama Gong Zhu di Jakarta, anda jangan khawatir tentang pekerjaan. Saya siap menggantikan anda seperti biasa. Jika ada berkas pentingyang perlu tanda tangan langsung anda, maka saya akan bawakan. Jadi, saya harap tuan bisa menikmati waktu yang berkualitas dengan Gong Zhu.” Seru Lau sembari mengedipkan mata.


Xiao Jun ternganga melihat respon Lau yang di luar dugaan. Dan saat melihat Xiao Jun yang terkejut, barulah Lau membungkuk hormat untuk menutupi kesalahannya.


“Baiklah paman, terima kasih atas pengertianmu. Maaf sudah menyusahkanmu, paman.” Seru Xiao Jun dengan senyuman tulusnya.


Lau mendongakkan kepalanya lagi, membalas senyuma penuh arti dari tuannya. “Sudah semestinya saya membantu anda, Tuan.”


❤️❤️❤️


“Bos Jun belum pulang juga? Ya ampun deh, pacarnya lagi ke sini eh dia malah gila kerja.” Dina berdecak, tak habis pikir kalau bos mudanya itu kalau sudah fokus kerja sampai melupakan orang terdekat yang menunggunya. Tapi kalau sudah libur, kadang kebablasan lamanya karena urusan pribadi.


Weini menanggapi ketidak-sabaran Dina dengan senyuman. “Bentar lagi juga sampai kok, lagi OTW orangnya.” Gumam Weini tenang.


Dan benar saja, bel pun berbunyi. Kejadian yang familiar saking seringnya terjadi (dalam adegan novel ini maksudnya he he), ketika sedang membicarakan seseorang tiba-tiba orangnya muncul. Fang Fang seperti biasa berlari hendak membukakan pintu, namun Weini lebih gesit melampauinya.


“Biar aku aja Fang, aku tahu siapa yang datang.” Uajr Weini lembut dan seketika membuat Fang Fang mundur.


Weini membukakan pintu, hal pertama yang dilihatnya adalah senyuman manis Xiao Jun. Menggetarkan hati Weini, rasanya seperti menunggu suami pulang kerja dan bahagia betul saat menyambutnya. “Kamu sudah pulang.” Gumam Weini.


“Bukannya lebih tepat, kamu akhirnya pulang juga?” Timpal Xiao Jun yang sengaja mewakili Weini untuk menyindir dirinya. Keduanya pun tertawa, Weini masih berdiri memalang pintu, dan baru sadar untuk memberi jalan saat melihat senyum Lau yang terkulum melihat keromatisan mereka.


“Ng masuklah, yang lain sudah nungguin. Dina malah nggak mau makan malam sebelum kalian datang.” Ujar Weini yang seketika itu juga dikomplain oleh Dina.


Weini malu malu memangkiri semuanya. “Sudah ah, yang penting udah lengkap. Mari makan keburu dingin masakannya.” Ujar Weini, ia lupa bahwa tuan rumahnya lah yang lebih berhak meneriakkan itu, hanya karena gugup saja hingga ia terbawa suasana seperti di kediaman Li.


❤️❤️❤️


Makan malam dengan suasana akrab dan ramai itu berakhir sudah, kini masing-masing memilih mojok bersama pasangannya. Kecuali Fang Fang yang minta ijin ke kamarnya dan menikmati drama Korea daripada galau karena hanya dirinya yang tidak berpasangan di sana. Dan juga Lau yang undur diri untuk kembali ke apartemen dan meneruskan kerjaan Xiao Jun yang belum selesai tadi.


Kesempatan ini dimanfaatkan Xiao Jun untuk membahas masalah yang tadi siang Lau sampaikan padanya. Tak bisa ditunda lagi lantaran Bams pun menunggu keputusan secepatnya.


“Jun, apa besok kau punya waktu? Atau kalau tidak, aku ingin keluar bersama Dina dan yang lainnya. Nggak apa apa kan?” Tanya Weini meminta persetujuan kekasihnya, meskipun masih ada haknya untuk jalan begitu saja, namun ia tetap menghargai Xiao Jun yang memintanya laporan sebelum bertindak selama ia berada di Jakarta.


Xiao Jun mengernyitkan dahinya, “Kalian mau ke mana rencananya?”


“Belum tahu juga, tapi Dina bilang mau ngajak jalan pacarnya, jadi sekalian saja bisa kencan triple. Itupun kalau kamu bisa.” Ujar Weini, padahal ia berharap Xiao Jun berkata ‘bisa’.


Xiao Jun tersenyum tipis kemudian mengangguk, “Baiklah. Aku ikut ke manapun kalian pergi, tapi sebaiknya kamu pakai masker saja Hwa. Nggak enak kalau jalan-jalannya malah jadi kerumuman massa.”


Weini tertawa kecil, membayangkan jika khayalan Xiao Jun barusan sungguh menjadi nyata. “Kau ada ada saja, apa masih seterkenal itukah aku?”


Xiao Jun mengangguk mantap, membenarkan pertanyaan Weini. “Ya, mereka tidak akan bisa melupakan sosok lamamu dan akan terus mencarinya dari sosokmu yang sekarang.”


“Hmm....” Weini tak bisa berkata apa-apa lagi.


“Hwa, ada hal penting yang perlu aku sampaikan dan aku harap mendapat persetujuanmu.” Seru Xiao Jun mulai dengan pembahasan seriusnya.


Weini menatapnya lekat, “Katakan saja, Jun.”


“Kau masih ingat film yang kau bintangi terakhir kali? Sampai sekarang nasib film itu belum bisa ditentukan karena pemeran utamanya. Ah, kau tahu sendirilah Hwa, aku juga tidak bisa menyalahkan kalian. Kejadian kapan hari itu memang di luar perkiraan.” Gumam Xiao Jun yang masih menjaga perasaan Weini.


Weini tertegun, ia pun serasa disentil kembali dengan tanggung jawab kontraknya yang belum usai. “Jadi mereka menuntut aku untuk muncul lagi sampai selesai?”


Xiao Jun mengangguk, “Mereka mengirim surat peringatan pada Bams. Jika kalian tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan sampai premier selesai, maka mereka akan melayangkan somasi. Tadinya aku pikir untuk membayar semua kerugian mereka, dua atau tiga kali. Tapi aku mikir lagi, mungkin kamu tidak masalah. Buat Stevan dan Grace yang masih berharap panjang karier, mungkin bakal jadi masalah. Bagaimana baiknya menurut kamu, Hwa? Aku tidak akan memaksamu andai itu memberatkanmu, kita akan cari solusi lain.”


Weini berpikir sejenak, tak mudah baginya untuk langsung menyuarakan jawaban. Ada banyak pertimbangan, seperti yang Xiao Jun gumamkan. Hanya saja Weini pun tidak bisa berlaku egois, nasib teman-temannya ikut dipertaruhkan di tangannya. Terlebih ia tak ingin melihat Grace kehilangan mimpinya untuk menjadi bintang ternama di sini. Di mana Grace akan menetap dan menjalani kehidupan barunya, ia perlu kepercaya dirian yang besar serta relasi yang bisa mengangkat dirinya.


“Sesuai yang mereka inginkan saja, aku akan penuhi semua tanggung jawabku. Kabari kak Bams segera, aku siap diaturkan jadwal kerja sesuai yang mereka mau.” Jawab Weini tanpa keraguan sedikitpun.


❤️❤️❤️