OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 410 JAWABAN GRACE



Berita tentang kecelakaan mobil yang dialami Stevan langsung tersebar luas media online dan televisi. Pemberitaan yang langsung heboh lantaran dikaitkan dengan tindakan rencana pembunuhan, pasalnya kejadian itu dialami aktor malang itu sesaat setelah menyampaikan fakta penting tentang Weini.


Haris dan Wen Ting yang sudah kembali ke apartemen pun ikut menonton tayangan itu, Xiao Jun sengaja menyetelnya untuk melihat reaksi publik. Sementara itu pengawal yang baru menjadi orangnya itu dibiarkan istirahat di kamar yang lain. Haris membiarkan pria itu tidur sebelum mengintrogasi selanjutnya.


Satu narasumber yang masih gencar diincar publik, membuat Haris menghela napas prihatin. Xiao Jun dan Wen Ting langsung menoleh ke ayah mereka, ekspresi datar ayahnya membuat penasaran mereka.


"Aku prihatin sama Felix dan istrinya, mereka berdua pasti terbebani dikejar media terus-terusan." Ucap Haris melengos.


Xiao Jun memperhatikan orang-orang yang dimaksud ayahnya di TV, "Apa mereka yang membantu Weini mengurus pemakamanmu, ayah?"


Haris mengangguk, "Sepertinya begitu, Weini pasti perlu bantuan orang yang bisa dipercaya dan paham urusan itu. Mereka memang satu-satunya temanku di sini, yang aku salut adalah mereka tetap diam padahal tahu soal kematianku." Ujar Haris dengan decak kagumnya.


Wen Ting tak paham berita itu, ia hanya menyimak pembicaraan Haris dan Xiao Jun.


"Apa ayah perlu bantuanku untuk mereka?" Tanya Wen Ting menawarkan bantuan.


Haris menggeleng pelan, "Biarkan saja dulu, biar dia mengira Haris sudah mati. Akan sangat membingungkan jika mereka tahu sekarang, setelah nona Yue Hwa kita selamatkan, aku akan menjelaskan langsung pada mereka."


Wen Ting setuju dengan saran ayah mertuanya, begitupun Xiao Jun.


"Apa rencana ayah selanjutnya? Anak buah Chen Kho sudah berpihak pada kita, apa sebaiknya segera kita tanyakan padanya?"


Xiao Jun bertanya dengan antusias, ia merasa sudah cukup memberi pria pengawal itu waktu istirahat.


Haris belum menjawab, tatapannya bahkan tertuju pada layar TV. Berita tentang Weini dan kecelakaan Stevan masih jadi tontonan mereka, hingga terdengar berita yang menggelikan Haris dan Xiao Jun.


"Menurut keterangan manager Stevan, kondisi aktor itu sudah melewati masa kritisnya. Sementara itu sang sutradara yang ikut dalam kecelakaan tragis itupun terselamatkan. Namun pelaku yang merencanakan pembunuhan justru tak selamat dalam insiden ini. Setelah dirawat di rumah sakit dan mendapatkan penjagaan ketat dari polisi, pelaku justru tak tertolong dan meninggal."


Berita itu membuat Haris tersenyum simpul, begitu pula dengan Xiao Jun yang makin kagum dengan ayahnya.


"Pengawal itu dikabarkan meninggal, mereka akan percaya bahwa bantal itu adalah jasadnya." Jelas Haris kepada menantunya yang malang lantaran tak mengerti bahasanya.


Wen Ting manggut-manggut, "Ayah memang luar biasa. Apa ayah berniat menerima murid? Aku ingin mendaftar sebagai muridmu, ayah." Seru Wen Ting yang tak henti mengagumi Haris.


"Bantal?" Xiao Jun mengernyit heran. Ia tak menyangka ayahnya memakai bantal sebagai perantara sihirnya untuk mengelabui mata publik.


Wen Ting mengangguk, "Ayah menyuruhku mengambil bantal sofa lalu ayah memakaikan jas orang itu. Hebat kan Jun?"


Xiao Jun berdecak kagum, tetapi Haris malah biasa saja. "Saatnya kita meminta orang itu buka mulut." Ujar Haris kemudian bangkit dari duduknya.


Xiao Jun dan Wen Ting mengikuti jejak Haris menuju ruangan di mana pria itu dirawat. Ketika mereka masuk, tampak pria itu terbaring dengan tatapan kosong ke langit-langit. Tetapi saat mendengar pintu di buka, dan saat menatap Xiao Jun, pria itu mulai bergerak seperti hendak menyambut tuan barunya.


"Berbaring saja di sana dengan tenang, kamu bisa melewatkan penghormatan formal dulu." Seru Xiao Jun mencegah anak buahnya memperparah kondisi tubuhnya.


Pria itu menurut, ia mengangguk pelan sebagai bentuh patuhnya. Haris menatapnya dengan tenang, sekaligus memberikan senyuman tipisnya.


"Di luar sana orang-orang percaya kamu sudah mati, kamu tidak perlu cemas karena mantan tuanmu pasti mengira berita itu benar. Sekarang aku perlu tahu namamu, dan apa kau mau berganti wajah untuk hidup baru?" Seru Haris dengan mimik serius.


Pria itu menerawang sejenak, ia tak mengira akan menghadapi kenyataan seperti ini. Tetapi melihat langsung kondisi Haris yang hidup lagi dengan wajah baru, membuatnya percaya bahwa kemampuan Haris bisa diandalkan untuk melindungi dia dan keluarganya dari ancaman Chen Kho.


"Saya Lin Su Rong, hormat kepada tuan-tuan." Ujarnya memberikan anggukan tegas.


Haris mengangguk menyetujui, "Baiklah, itu pilihanmu, aku tidak akan memaksa. Sekarang beritahu kami, di mana tempat persembunyian Chen Kho!"


Suasana berubah tegang ketika Su Rong menceritakan apapun yang ia ketahui tentang Chen Kho.


🎬🎬🎬


Grace berlari cepat memasuki rumah sakit, setelah beberapa jam perjalanan udara dengan hati gusar, ia langsung menuju rumah sakit yang diberitahu Lau sebelum ia berangkat dari Hongkong. Hatinya tak bisa tenang sebelum melihat langsung keadaan Fang Fang, Stevan dan Bams.


Ketiga orang yang sudah ia anggap keluarga, meskipun baru beberapa bulan mengenal. Bahkan untuk Bams yang baru beberapa hari ia kenal, Grace tetap menaruh kekhawatiran. Sepasang kaki jenjangnya yang berlari kencang di koridor itu akhirnya menemui harapan, saat melihat Lau menunggunya di depan sebuah ruangan.


"Selamat malam nona Grace." Sapa Lau sedikit menganggukkan kepalanya.


Grace menata napasnya yang tak beraturan, lelah dan cemas begitu tersirat dari raut wajahnya. "Paman Lau, di mana dia?" Tanya Grace tanpa bertele-tele.


Dia yang dimaksud Grace itu bisa dipahami Lau, bahwa yang gadis itu cari pastilah Stevan. Lau menggeser badannya agar tidak menghalangi pintu, kemudian tangannya menunjuk pintu yang ada di sampingnya.


"Dia baik-baik saja nona, silahkan masuk. Dan setelah ini saya permisi pulang dulu. Anda tidak apa-apa saya tinggal? Tapi tenang sajaz ada pengawal pengganti yang akan menjaga anda sampai Fang Fang pulih."


Lau memperkenalkan seorang pengawal dari Wen Ting kepada Grace, dan hanya direspon dengan anggukan dari Grace.


"Pulanglah paman, kau pasti capek menungguku. Maaf sudah menyita waktumu." Ujar Grace lirih.


Lau tersenyum tipis seraya memberi hormat sebelum pamit dari hadapan Grace. Tugasnya hari ini di rumah sakit telah selesai, ia bergegas pulang untuk memenuhi perintah Xiao Jun yang menyuruhnya pulang berisitirahat.


Selepas kepergian Lau, Grace bergegas masuk dan mendapati Stevan terbaring dengan kondisi dikelilingi selang sebagai alat bantu pernapasan. Air mata Grace luruh, ia menghambur ke samping Stevan. Perlahan dan penuh hati-hati ia meraih tangan Stevan untuk digenggam.


"Hei, cepat bangun! Aku sudah kembali... Aku di sampingmu!" Lirih Grace, ia tak peduli Stevan mendengar atau tidak, yang pasti dia ingin mengutarakan segala rasa dalam hatinya.


"Hei bangunlah... Aku tidak suka dicueki, kamu belum dengar jawabanku kan? Kamu berkali-kali bilang mencintaiku, sekarang aku akan menjawabmu.... Buka matamu, dan aku akan bilang jawabanku!" Lirih Grace, ia berusaha tenang bicara dalam kondisi sesenggukan.


Stevan belum meresponnya, mata pria itu tetap terpejam namun Grace tak mau tahu.


"Aku mencintaimu...."


🎬🎬🎬


Yuhu update lagi nih menjelang pengunjung bulan Juli. Tetap semangat ya, guys 😍


Nah update kali ini, author akan munculkan visual dari karakter cewek yang nekad, manja, sempat bucin sama cowok orang. Dia tidak jahat meskipun muncul sebagai orang ketiga, dan kalian pasti tak tega membencinya kan? he he he...


Pasti sudah pada tahu siapa dia, yup?


Dia Grace, sepupu Weini yang berdarah campuran bule. Dia gemar berpakaian seksi, dan sangat memperhatikan penampilannya. ingat kan dulu dia sempat bucin dan menggoda Xiao Jun tapi gagal, setelah melihat betapa cantiknya Grace, semoga kalian paham betapa kuat Xiao Jun menahan dirinya sebagai pria normal. Demi cinta serta kesetiaan pada Weini, ia bisa menahan diri. Jadi semoga visual ini sreg di hati kalian ya.


Gimana guys? Cocok kan ama Stevan? πŸ’–πŸ’–πŸ’–