OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 427 PENGKHIANATAN



Ujung pistol masih menempel di kelapa Xiu Fung. Nyawanya sudah di ujung tanduk, salah sedikit ia bicara, mungkin peluru akan menembus di kepalanya. Ia merasakan sekujur tubuhnya dingin, keringat pun mengucur saking takutnya.


"Tidak ada lagi...." Lirih Xiu Fung, ia mencoba tetap tenang bicara, namun saat pengawal itu menggerakkan pistol, ia kembali terkejut dan takut.


"Kamu yakin akan terus berbohong? Kamu sungguh tidak sayang nyawamu? Ini terakhir kali aku tanya, serahkan kertas itu!" Bentak si pengawal.


"Aku sudah jujur, kalau tidak percaya geledah saja aku!" Jawab Xiu Fung. Ia begitu meyakinkan pria itu, karena hanya itu satu-satunya cara ia mempertahankan nyawanya.


Pengawal itu tersenyum menyeringai, kesempatan sudah diberikan dan mubajir jika ia biarkan lewat begitu saja. "Kalau itu maumu, jangan salahkan aku!" Ujar pengawal itu, ia menurunkan pistolnya kemudian tangannya dengan sigap menyingkap baju yang dikenakan Xiu Fung.


Xiu Fung hanya pasrah memejamkan mata, tubuh bagian atasnya diperiksa, bahkan milik pribadinya sedang digerayangi oleh tangan nakal si pengawal. Kesadarannya entah ke mana, padahal sebelumnya ia berontak keras menolak Chen Kho yang berusaha menjamahnya, tapi sekarang ia malah diam saja.


Pengawal itu mengerutkan dahi, ia sudah menuruti perintah Chen Kho.


Flashback dari versi si pengawal....


"Gadis pelayan itu menyembunyikan kertas rahasia di pakaian dalamnya, sesampainya di sana, ancam dia untuk menyerahkan. Jika dia menolak, geledah paksa. Jika masih menolak, habisi saja dia dan cari pelayan baru lagi."


"Siap tuan." Jawab pengawal itu lantang.


Flashback off....


Pengawal itu yakin Chen Kho memberitahunya bahwa Xiu Fung menyembunyikan di bagian itu, namun setelah ia menelanjangi bagian atas tubuh gadis itu, tetap saja tidak ada.


Xiu Fung memejamkan matanya, ia tak mampu melihat ketika dirinya dilecehkan. Satu-satunya alasan ia pasrah diperlakukan seperti itu karena ia mencoba bertaruh untuk kebebasan, setelah jet itu mendarat di daratan walaupun terasa asing. Asalkan ia bisa terlepas dari kurungan di bawah laut.


Pengawal itu berpikir sejenak, pikirannya mulai menerawang jauh, menduga jika Xiu Fung berlaku licik. Tanpa pikir panjang, ia mulai menyingkap rok panjang yang gadis itu kenakan.


Xiu Fung terkesiap lalu membuka matanya, ia tak menyangka bahwa pria itu akan bertindak lebih jauh. Tangan kekar si pengawal mulai mendekati pakaian dalamnya. Spontan Xiu Fung memberontak.


"Apa yang kau lakukan? Tidak cukupkah kau memeriksaku? Sudah kubilang tidak ada kertas lain lagi, hanya itu yang nona berikan padaku." Teriak Xiu Fung berjalan mundur mengindari rabaan tangan si pengawal.


"Kalian gadis licik, apa kalian pikir aku akan percaya dengan tipu muslihat murahan kalian? Kenapa? Apa benar dugaanku? Kamu menyimpannya di bagian itu?" Tanya pengawal itu kembali mengacungkan pistol.


Xiu Fung berhenti bergerak, ia menanggapi serius ancaman itu. "Apa maumu?"


Si pengawal tersenyum menyeringai, "Mau kamu yang buka sendiri atau aku yang lakukan?" Ancam pengawal itu sungguh-sungguh.


Xiu Fung menuruti permintaan pria itu, harga dirinya terlanjur dilecehkan sekarang, akan lebih hina jika ia membiarkan tangan kotor pria itu yang melakukannya. Dengan tangan gemetaran, ia melepaskan satu-satunya pakaian dalam yang melekat di tubuhnya. Kini ia berdiri dengan tubuh polos di hadapan seorang pria.


"Kau puas sekarang? singkirkan pistolmu karena apa yang kau cari tidak ada." Ujar Xiu Fung, ia kembali memakai pakaiannya dan memunguti bajunya yang tercecer di lantai.


Pria itu menelan ludah hingga jakunnya bergerak naik turun karena tak tahan dengan godaan di depan mata. Situasi yang sangat menunjang untuk dia bersenang-senang sejenak bersama gadis yang memang sudah siap disentuh itu.


"Lepaskan aku! Toloooong!" Xiu Fung menjerit ketakutan, ia sadar telah mengundang hasrat seseorang untuk menjamahnya.


Suara tawa si pengawal terbahak-bahak, jeritan Xiu Fung yang tidak berdaya, ditambah pukulun yang tiada artinya yang terus dilayangkan Xiu Fung, justru kian memancing hasratnya. "Teriaklah, sampai kau tak bisa bersuara lagi. Aku semakin menginginkanmu tiap melihatmu memberontak. Tidak akan ada yang menolongmu, kau hanya buang tenagamu."


Tubuh Xiu Fung yang sudah separuh berpakaian itu diangkat oleh si pengawal lalu dengan kasar dijatuhkan di lantai. Xiu Fung kesakitan, punggungnya serasa cidera namun ia terus berusaha meronta.


"Kau keterlaluan, aku sudah buktikan tuduhanmu salah. Lepaskan aku, akan kuadukan pada tuan." Ancam Xiu Fung.


"Adukan saja, kamu pikir dirimu terlalu berharga sampai tuan akan membelamu? Sekalipun dia tahu, dia akan tetap membiarkan aku menikmatimu!" Teriak si pengawal lalu tertawa. Ia enggan bermain lagi, dengan paksa ditindihnya tubuh Xiu Fung.


Xiu Fung terus meronta, menghindari cumbuan paksa itu, tangannya terus bergerak hendak menyingkirkan tubuh pria itu, hingga ia menyentuh sesuatu yang teraba dari luar celana pria itu. Xiu Fung tak mengerti jelas caranya, tapi ia tahu bahwa itu adalah pistol. Dan....


Doorrr....


Sebuah tembakan meletus seiring teriakan keras Xiu Fung. Darah sudah mulai merembes keluar hingga mengotori lantai. Xiu Fung masih mematung ketakutan dengan tubuh yang tak bisa digerakkan. Perlu sedikit waktu baginya untuk sadar dari rasa terguncang, sementara itu tubuh pria yang masih menindihnya itu tampak sudah tak bergerak. Darah yang berceceran itu keluar dari perut si pria yang tertembus peluru.


Xiu Fung terkesiap, ia tidak bisa terus diam dan shock. Jalannya masih panjang, ia pun bergegas mendorong tubuh pria itu menyingkir dari tubuhnya. Ini satu-satunya kesempatan baginya untuk meloloskan diri.


Pakaiannya sedikit ternodai darah yang masih basah, ia tak peduli karena itulah satu-satunya pakaian yang ia punya. Xiu Fung bergegas merapikan pakaiannya lalu berlari menuju pintu keluar dan membuka pintunya sendiri. Ia harus segera pergi, sebelum siapapun menemukannya.


🎬🎬🎬


Flashback Xiu Fung di dalam toilet....


Gadis pelayan itu tak jadi membuka pintu toilet untuk keluar, ia tiba-tiba berubah pikiran dan mengeluarkan secarik kertas yang diselipkan dalam pakaian dalamnya. Teringat lagi wajah penuh harap dari nona yang memohon pertolongan padanya, nona yang katanya menggantungkan harapan hidupnya di tangan Xiu Fung.


Xiu Fung menepis ingatan itu dengan menggeleng cepat. Ia tidak mau terbebani rasa bersalah ataupun tanggung jawab terhadap seseorang yang baru ia kenal dan tidak ada utang piutang dengannya.


Kertas kecil yang ia pegang itu kemudian disobek-sobek hingga menjadi serpihan kecil.


"Jangan salahkan aku, aku tidak punya tanggung jawab untuk menolongmu. Kita cari cara menyelamatkan diri masing-masing, aku juga mengambil resiko besar untuk lolos dari maut. Kau juga tidak mungkin menanggung pengorbananku karena dirimu. Jika terjadi sesuatu yang buruk padaku, kau pun belum tentu berterima kasih padaku. Jadi nona, kita berjuang sendiri untuk lepas dari cengkeraman dia. Semoga kau beruntung bisa bebas."


Xiu Fung membuang serpihan kertas itu ke dalam kloset, seiring pernyataan maafnya kepada Weini yang tak mungkin tersampaikan.


Flashback off....


Xiu Fung berlari keluar, ia tak punya tempat tujuan dan tak punya siapapun di Jakarta. Yang pasti ia akan terus berlari dan bersembunyi, ia tak menyesal telah mengingkari tugas yang Weini berikan padanya.


❤️❤️❤️