OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 533 RAHASIA



“Kamu sudah melamarnya? Ah... serius?” Pekikan Li An yang tengah menelpon Xiao Jun langsung mengundang perhatian Wen Ting yang sedang membaca berita dari gadgetnya. Pria itu menghentikan aktivitasnya kemudian bergeser duduk persis di sebelah Li An. Hendak menguping apa yang kakak adik itu bicarakan.


Li An sadar apa maksud Wen Ting, tapi ia mengkode agar pria itu diam dengan jari telunjuk yang menempel di bibirnya. Mau tak mau, Wen Ting pun menurutinya. Meskipun pensaran dan ingin nibrung langsung menginterogasi adik iparnya.


“Kapan kamu lakukan? Trus, gimana reaksinya? Kamu lamar dengan cara apa?” Pertanyaan yang ingin Wen Ting tanyakan sudah diwakilkan pada istrinya. Pria itu hanya manggut manggut setuju dan semakin mendekatkan telinganya untuk menguping. Li An yang melihat sikap kepo suaminya pun merasa kasihan, akhirnya Li An menurunkan ponsel yang menempel di telinganya dan mengaktifkan speaker.


“Aku melamarnya dengan cara mengingatkan dia tentang masa pendekatan sampai jadian kami kak. Ng... dibantu sama teman teman juga, waktu bikin kejutan di kamar hotel.” Suara Xiao Jun terdengar jelas dan nyaring dari speaker yang volumenya full.


Wen Ting yang mendengar itu langsung menyabotase pembicaraan, ia mendekatkan wajahnya ke ponsel lalu berteriak. “Begitu saja caramu? Aduh... Jun, di mana sisi romantismu? Harusnya kamu berguru padaku, aku kan sudah bilang kalau bingung konsep lamaran, hubungi aku.” Celetuk Wen Ting yang menyayangkan adegan lamaran Xiao Jun kepada Weini tidak seheboh waktu ia melamar Li An.


Li An menatap suaminya dengan raut wajah mengkerut, sebenarnya Li An ingin mengatakan itu juga pada adiknya namun lebih dulu diserobot oleh Wen Ting. Ia pun tidak tega melanjutkan protesnya pada adik laki lakinya itu.


“Ng, ada kak Wen Ting juga ya di sana.” Suara Xiao Jun mengakhiri ajang tatap tatapan sepasang suami istri itu. Li An pun kembali mendominasi pembicaraan.


“Iya nih Jun, main serobot aja dia saking pengeng tahunya. Ya sudahlah, yang penting nona Yue Hwa sudah menerimamu dan kalian tinggal membahas tentang pernikahan.” Gumam Li An yang tidak ingin memperpanjang urusan ini lagi dan mau sepenuhnya memberikan semangat pada adiknya.


“Terima kasih kak Li An. Ng, kakak ipar... apa kau masih mendengarkan?” seru Xiao Jun.


Wen Ting yang mendengar dirinya disebut langsung mendekat lalu berujar, “Ya, Jun aku di sini.” Li An pun cukup peka menyodorkan ponsel ke arah suaminya, merasa bahwa dialah yang sedang dicari oleh Xiao Jun.


“Kak, aku memang masih ingat tawaranmu, namun aku sudah memikirkan ini dengan matang. Aku ingin memintanya dengan cara yang sederhana, karena aku tahu dia menyukai kesederhanaan. Yang penting bagaimana membuat dia merasa berkesan, dan untungnya dia sangat suka. Terima kasih ya kak, aku tahu betul bahwa kamu ingin yang terbaik untuk kami.” Ujar Xiao Jun menjelaskan apa yang ada dalam benaknya.


Wen Ting merasa puas mendengar jawaban yang mantap dari Xiao Jun. “Ini baru pria sejati, tahu bagaimana cara membahagiakan wanitanya.”


Pembicaraan antara dua pria itupun diakhiri setelah mendengar suara para gadis yang keluar dari kamar. Xiao Jun bergegas kembali ke ruang tamu karena demi menerima panggilan dari Li An, ia harus menepi di dekat pintu masuk.


“Gitu kan adil, semua gadis tampil cantik hari ini.” Ujar Grace yang sangat puas melihat hasil riasannya pada tiga gadis – Weini – Dina dan Fang Fang.


Para pria yang ada di ruang tamu langsung membelalakkan mata begitu melihat penampilan yang berbeda dari gadis mereka. Su Rong bahkan lupa berkedip saking terpana melihat Fang Fang yang biasanya sederhana dan enggan bersolek, tiba tiba keluar dengan tampilan yang segar dan lebih modern. Xiao Jun tidak kalah kagumnya saat bersitatap dengan Weini, kecantikan gadis itu seperti memancarkan aura yang begitu jelas. Cukup satu kata yang Xiao Jun ungkapkan untuk mendeskripsikan penampilan Weini kali ini, anggun!


“Ehem... sudah? Kalian jangan lupa berkedip ya!” canda Grace yang paling tenang di sini lantaran Stevan tidak akan muncul. Mereka janjian bertemu di ballroom karena Stevan akan berangkat bersama managernya.


Xiao Jun dan pria lainnya langsung salah tingkah, mereka pun tersenyum canggung untuk menutupi sedikit rasa malu. Dina yang diam dari tadi pun punya topik pembahasan, ia akhirnya kalah dan bersedia memakai gaun Weini serta dirias oleh Grace.


“Kita sarapan dulu yuk, nanti di sana pasti lama loh acara.” Seru Dina. Mereka pun menuju ruang makan, hanya para anak muda saja yang terlibat sarapan yang sebenarnya sudah siang. Kao Jing lebih dulu menyantap lantaran terbiasa sarapan rutin pada jam tujuh pagi.


❤️❤️❤️


“Hwa, kamu yakin aku tidak perlu ikut?” Xiao Jun masih berusaha mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam gala premier film Weini. Ia bahkan sudah menyiapkan diri dengan maksimal, tampilannya dengan setelan jas hitam sangatlah tampan dan rapi. Xiao Jun pun berani menjamin bahwa kehadirannya tidak akan malu maluin Weini, mereka akan terlihat serasi dan sepadan. Tapi tetap saja Weini melarang Xiao Jun untuk ikut. Sedikit mematahkan hati Xiao Jun yang sudah totalitas ingin dilibatkan.


“Jangan Jun, nanti kita jadi incaran media lagi. Di sana mau tidak mau aku harus disorot, ditambah kamu muncul malah ranahnya bisa terpancing ke pembahasan pribadi.” Jelas Weini, tentu saja ia merasa tak nyaman, apalagi kemunculannya sekarang dengan wajah yang berubah total, membuat ia merasa stress sendiri memikirkannya. Bagi Weini, belum waktunya ia mengenalkan sosok calon pendamping hidupnya kepada dunia luar. Nanti ketika waktunya tiba, ia pasti dengan bangga akan menggandeng pria itu untuk disorot secara langsung.


Weini tersenyum, meraih tangan Xiao Jun untuk digenggam. “Kan banyak pengawal di dekatku. Kamu sudah mengutus paman Lau, Wen Ting dan Su Rong untuk mengawalku. Harusnya kamu tidak perlu cemas Jun.” Seru Weini meyakinkan.


Xiao Jun terdiam sejenak, dalam hatinya menggerutukan kekecewaannya. Justru karena mereka semua aku kirim ke sana, mana mungkin aku bisa tenang sendirian di kantor? Aku mau di dekat kamu, Hwa. Gumam Xiao Jun kecewa dalam hatinya.


“Nona, kita harus siap siap di sana juga loh. Ayo berangkat sekarang!” Teriakan Dina seperti alarm yang memisahkan pasangan itu. Padahal Xiao Jun belum mengiyakan namun Weini sudah mengambil keputusannya.


“Ng, Jun aku berangkat dulu ya. Tenang saja, semua pasti berjalan lancar. Aku pasti segera kembali begitu selesai. Dan... aku ingin berpamitan dengan tenang di depan media. Bagaimanapun aku juga besar karena dunia itu, aku masuk baik baik dan ingin keluar dengan cara yang baik. Kamu paham kan maksudku? Jadi aku tidak mau menyisakan rumor tentang kita, lebih baik kita muncul di muka publik di momen yang lebih pas. Bukan menciptakan rumor baru tapi untuk mengklarifikasi hubungan.” Jelas Weini, karena ia tahu apa yang Xiao Jun pikirkan sejak tadi. Meskipun tidak bisa membaca isi hatinya, namun dari sorot mata kecewa pria itu, Weini sudah peka menyadarinya.


Xiao Jun meraih dua tangan Weini lalu menggenggamnya lembut, tersenyum penuh arti pada gadisnya yang telah memberinya penjelasan yang melegakan. Kini ia mengerti mengapa Weini bersikap demikian, mungkin Xiao Jun yang terlalu egois atau terlenakan kebersamaan dengan gadis itu. Ia lupa bahwa kekasihnya adalah seorang penguasa sihir, tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebih. Ia yakin Weini pasti bisa mengatasinya.


“Hwa, terima kasih sudah mempertimbangkan posisiku. Aku percaya kamu akan baik baik saja di sana. Tapi tetap jaga dirimu ya.” Gumam Xiao Jun, seperti hendak melepas kekasihnya pergi ke tempat berbahaya saja.


Weini mengangguk. “Kamu tenang saja, tunggu aku kembali. Ada yang ingin aku bahas denganmu.” Xiao Jun pun menyanggupinya. Mereka pun berjalan beriringan menuju pintu keluar, di luar sana teman teman mereka sudah menunggu.


Grace langsung menggandeng tangan Weini saat melihatnya di ambang pintu. Sengaja memisahkannya sebentar dari Xiao Jun, toh ada acara di depan mata yang harus mereka lewati dulu. Dan Grace perlu saran dari Weini yang sudah berpengalaman. Ini adalah kesempatan pertama Grace memperkenalkan dirinya sebagai artis pendatang baru. Wajar bila ia merasa sedikit grogi meskipun ia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, tetap saja ia ingin mendengarkan pendapat dari seniornya.


Dina berjalan bersama Ming Ming di belakang Weini, namun hanya beberapa langkah saja bisa bersama kekasihnya. Xiao Jun yang merasa ditinggalkan di belakang pun tak ingin sendiri, ia melihat Weini dan Grace yang sudah mendekati lift, sementara mereka masih di koridor.


“Dina.” Panggil Xiao Jun dengan suara yang sedikit dikontrol volumenya.


Dina mendengar namanya dipanggil oleh suara tuannya, dengan segara berhenti melangkah bersama Ming Ming dan menoleh ke belakang. Baru menyadari bahwa tuannya tertinggal di belakangnya. “Eh, tuan maaf aku nggak sadar tuan malah jalannya di belakang.” Ujar Dina serba salah, semestinya ia mengawal di belakang tapi malah memperlakukan Xiao Jun seperti pengawal.


Xiao Jun hanya tersenyum tipis, bukan itu maksudnya memanggil gadis manager itu. Selagi ada kesempatan dalam kesempitan, Xiao Jun harus segera mengatakan keinginannya. “Tidak masalah, bukan karena itu aku memanggilmu. Kamu tahu kan Yue Hwa melarang aku ikut.”


Dina mengangguk cepat, jelas ia tahu karena tadi mereka sudah membicarakannya di kamar.


Xiao Jun melanjutkan apa yang ia pikirkan sebagai rencana rahasia. “Aku mau kamu melakukan sesuatu untukku. Tentu saja ini rahasia, kamu mengerti kan?”


Dina yang berotak encer pun dengan mudah menangkap maksud tuannya, sembari tersenyum lebar gadis itu menjawab. “Siap tuan, pokoknya beres!”


Xiao Jun tersenyum puas, itulah sebabnya ia sangat klop dengan Dina yang sangat tanggap. Tinggallah Ming Ming yang berdiri bengong karena tidak paham sama sekali dengan kode kekasih serta tuannya. Entah apa yang mereka rencanakan, Ming Ming hanya bisa angkat bahu. Sepertinya ia harus banyak berguru pada Dina dalam memahami bahasa isyarat Xiao Jun.


❤️❤️❤️


Nah guys, kira kira Xiao Jun mau ngapain sih? Nih Visulanya Xiao Jun yang lagi nungguin Weini di tempat tersembunyi, hi hi... gantengnya kebangetan ya. 😍