OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 490 IMPIAN



Coba lihat berita di media luar, baik online maupun siaran TV masih hangat membahas kasus itu. Wajah lamamu masih terus dijadikan potret utama, untungnya wajah itu sudah hilang jadi kamu bisa tenang sementara. Tapi tidak bisa terus-terusan, dimulai dari pembahasan internal yang tidak pasti dibungkam sampai kapan....


Kata-kata Xiao Jun tadi malam masih terus terngiang dalam ingatan Weini. Semenjak kembali ke tempat asalnya, Weini tak pernah mengurus pemberitaan di luaran. Terutama rumornya yang tersebar di berbagai negara, termasuk tempat ia tinggal dulunya. Weini duduk di aula utama, di tempat inilah ia menunggu Haris yang ia yakini akan datang mengabarinya hal baik.


“Seperti apa kabar mereka tentang aku di sana?” Weini pun tergerak rasa penasaran kemudian mengambil ponselnya, ia perlu berselancar sejenak di dunia maya dan menemukan apa yang ia cari.


“Wei ni....” Ia mengetikkan kata kunci itu di Google lalu muncullah sederet berita dari portal online yang memuat tentang dirinya. Benar saja apa yang dikatakan Xiao Jun, pemberitaan tentang dirinya masih ramai di mana-mana. Tangan Weini bahkan mengepal saking geramnya membaca satu persatu berita yang simpang siur. (Coba kamu cari nama Wei Ni di google he he nanti benaran muncul visual Weini yang seorang artis di China).


“Hah... sudahlah, setelah ini pasti mereka akan bungkam.” Gumam Weini yang nyaris hilang kesabaran, daripada emosi hanya karena berita tak benar itu, ia memilih menutup berita tentang dirinya. Rasa penasarannya masih besar tentang perkembangan di Jakarta, tak bisa ditepis bahwa ia pun sangat merindukan tempat yang memberinya banyak kenangan manis.


Jemari Weini menggeser berita yang muncul di beranda, mulai dari berita politik hingga berita entertainment pun dibacanya sepintas dari judul. “Eh?” pencarian Weini terhenti pada sebuah berita yang judulnya membuat rasa penasarannya muncul. Firasatnya berkata lain, ia yakin berita itu sangat erat kaitannya tentang dirinya.


“Seorang wanita hilang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, wanita muda itu tidak mengerti bahasa lokal dan tampak ketakutan saat pertama kali ditemukan warga. Wanita itu pun kini diamankan aparat untuk penyelidikan lebih lanjut.” Weini membaca dengan jelas berita yang masih panjang itu, kecurigaannya kian kuat dan ingatannya kembali pada sosok seorang gadis yang ia tugaskan untuk mencari pertolongan di Jakarta.


“Siu Fung....” Ya, nama itu masih diingat jelas oleh Weini. Sejenak Weini terkesiap, tak henti ia menyalahkan dirinya yang melupakan tentang gadis itu padala ia lah yang punya andil memberi tugas berbahaya pada gadis itu. Setelah keadian bertubi-tubi membuat Weini mengabaikan tentang Siu Fung, ia bahkan lupa bertanya dari mana Xiao Jun mendapatkan informasi tentang tempat tersembunyi itu. Apakah Siu Fung telah berhasil menyampaikan pesannya, atau gadis itu justru gagal. Namun berita yang baru saja ia baca tampaknya sudah menunjukkan bukti bahwa gadis itu gagal melaksanakan tugasnya, dan ia berada dalam kondisi yang memprihatinkan sekarang.


Belum hilang rasa terkejut Weini, terlebih melihat sebuah foto yang meskipun wajahnya diblur, namun firasat Weini kuat mengatakan bahwa itu adalah Siu Fung. Di saat itu pula ponselnya berdering, panggilan masuk dari Xiao Jun menghalangi berita yang terbaca dari layar ponselnya. Segera Weini respon panggilan masuk itu dan bersiap memberikan satu tugas pada kekasihnya.


“Ni hao... lagi apa Hwa?” Tanya Xiao Jun dengan suara lembutnya.


Weini masih menyunggingkan senyuman manisnya, setidaknya perlu sedikit berbasa-basi agar tidak mengejutkan kekasihnya pagi pagi.


“Aku selalu baik, kecuali rindu padamu.” Jawab Weini terkekeh, menirukan gaya gombal Xiao Jun padanya kemarin.


“Ha ha ha... rupanya kamu peniru yang handal, baru kemarin belajar dan sekarang sudah pintar menggombaliku.” Ujar Xiao Jun sembari tertawa kecil, sikap Weini padanya sangat menggemaskan. Tidak sia sia ia menghubunginya untuk mendapatkan suntikan semangat sebelum memulai aktivitasnya.


Weini memutar bola matanya, membuat Xiao Jun penasaran dulu. “Iya dong, siapa dulu gurunya.” Seru Weini dengan senyum puasnya.


Xiao Jun menggeleng pelan, tak habis pikir bahwa Weini bisa juga diajak bercanda. “Kamu bikin aku tambah kangen saja, ini sungguh godaan berat untukku.” Ujar Xiao Jun yang tampak serius, tidak ada lagi tawa bahkan senyum dari lekuk bibirnya.


Xiao Jun mengangkat satu alisnya, “Tunggu untuk apa?” Tanya Xiao Jun mencoba menguji Weini dengan pertanyaan menjebak itu.


Hening. Keduanya terdiam sejenak, Weini maupun Xiao Jun hanya bertukar pandang dan menunggu jawaban. “Apa saja....” Jawab Weini singkat.


Xiao Jun tersenyum optimis, ia yakin bahwa Weini sudah tahu apa maksud yang ia ingin sampaikan. “Baiklah, aku tidak akan mengecewakanmu.” Jawab pria itu mantap.


Weini mengangguk dengan senyum yang penuh, setelah itu raut wajahnya kembali serius. Ia perlu menyampaikan uneg unegnya saat ini juga, “Jun, ketika kamu menemukan rumah di bawah laut itu, apa ada seorang gadis yang memberitahumu?”


Xiao Jun mengernyitkan dahinya, tak mengerti arah pembicaraan Weini. “Gadis? Siapa yang kamu maksud?”


Weini ikut tegang, Xiao Jun sungguh tidak bertemu Siu Fung. “Ya, seorang gadis pelayan yang masih muda dan penampilannya kurang lebih seperti pelayan di kediaman Li. Dia orang yang kak Chen Kho percayakan untuk merawatku di sana, tapi aku diam diam menyuruhnya menyusup ke Jakarta untuk menemuimu. Aku memberinya sebuah catatan dan menjelaskan ke mana harus mencarimu. Sepertinya dia tidak berhasil menyelesaikan misi dariku.”


Xiao Jun menggelengkan kepalanya, “Tidak ada gadis yang kamu maksud yang mencariku. Aku bisa menemukan tempatmu karena salah satu pengawal Chen Kho telah berpihak kepadaku. Waktu itu dia menuntun kami ke pangkalan jet langganan pemberhentian jet Chen Kho. Sewaktu sampai di dalam jet, kami hanya menemukan seorang pengawal yang sudah tewas.”


“Ah... mungkin Siu Fung ketahuan olehnya. Entah hal mengerikan apa yangterjadi pada gadis malang itu, Jun... aku merasa bersalah padanya, dia bernasib buruk karena ada andilku yang membuat dia menderita. Coba kamu baca berita terbaru sekarang di internet, aku menemukan ciri ciri gadis dalam berita itu seperti Siu Fung.” Jelas Weini serius.


“Sebentar.” Xiao Jun menuruti apa yang dipinta Weini, dengan ipadnya ia mencoba mencari berita tentang gadis pelayan yang dimaksud kekasihnya. Tak sulit menemukan berita itu, Xiao Jun membaca sekilas kemudian paham.


“Ya, gadis yang tampak asing sekitar dan tidak bisa bahasa lokal. Sepertinya memang gadis yang kamu maksud. Tenanglah, aku akan segera mengutus orang untuk mencarinya.”Ujar Xiao Jun memperlihatkan keseriusannya pada Weini.


Weini mengangguk mantap, “Ng... tolong ya Jun, temukan gadis itu dan kembalikan ke asalnya. Atau kirim dia ke tempatku, biar aku yang mengurus sisanya.” Pinta Weini.


“Tenang sayang, akan ku kabari berita baik padamu. Percayakan saja padaku, sementara ini fokuslah pada urusanmu di sana. Secepatnya selesaikan semua masalah yang tersisa, dan ku harap setelah itu kita bisa hidup lebih tenang.” Ucap Xiao Jun penuh kesungguhan.


Weini larut dalam kata kata Xiao Jun yang realistis namun bisa membuat angannya membumbung tinggi. “Kita... hidup tenang... hmmm....” Senyuman manis pun terbit dari lekuk bibir Weini. Betapa ia ingin segera mewujudkan impian itu bersama pria kesayangannya.


❤️❤️❤️