OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 393 BERSATU UNTUK MENYERANG



“Ayah....” Xiao Jun terpekik setelah yakin bahwa pria yang dipanggilnya adalah Wei Ming Fung, ayahnya yang sesungguhnya. Nostalgia masa kecilnya seolah diputar ulang, Xiao Jun merasa bagaikan anak berusia 6 tahun yang suka bermanja dengan ayahnya kala pria itu menampakkan diri di rumah. Kini Xiao Jun telah berdiri persis di


hadapan sosok ayahnya yang masih bergeming dalam seulas senyum, bergegas Xiao Jun beranjak menjauhi alat musik yang menghalanginya agar bisa memeluk sosok pria tua itu.


Tangis harunya pecah lagi ketika ia dapat merasakan pelukan yang begitu nyata, pelukan yang mendapatkan balasan langsung. Mereka saling merapatkan diri, erat, melepas rasa yang tertahankan sekian lama, sekaligus takjub bahwa masih ada kesempatan kedua untuk kembali bersama.


“Putraku, maaf membuatmu sedih.” Ujar Haris lirih seraya menghapus air mata di wajah putranya.


Xiao Jun menggeleng cepat, “Aku memang bersedih tadinya, tapi aku terharu, aku bahagia ayah telah kembali.” Jawab Xiao Jun tak kalah lirih.


Haris menghela napas, pelukan antara ayah dan anak itu sudah berakhir. Haris berjalan pelan ke tengah ruangan, sementara Xiao Jun mengikutinya dari belakang. Haris tersenyum getir melihat tempat di mana ia menghembuskan napas terakhir tadi siang, kenangan yang tidak mengenakkan tentang Weini yang membuat hati Haris bisa merasakan sakitnya sekarang.


“Dia sudah berhasil melepaskan topengku, pasti dia juga berhasil melepaskan topengnya.” Gumam Haris, ia tahu persis bahwa Weini telah mengerahkan kemampuan aslinya, dan juga tahu bahwa gadis itu kini pasti berada di tangan sepupunya. Itulah sebabnya ia hanya mendapati Xiao Jun sendirian di sini.


“Iya, dia menitipkan ini padaku ayah. Tapi setelah aku melacak energinya justru diarahkan ke sini.” Ujar Xiao Jun memperlihatkan chip yang diberikan Weini. Saat menerimanya, Haris merasakan betul getaran sihir itu dipusatkan dalam rumah ini.


“Berarti dia meledakkan chipku. Seharusnya chip ini bisa dipakai untuk melacak keberadaannya, energinya sudah menyatu dalam tubuh nona, jadi ledakan yang efeknya terasa hingga seluruh dunia ini akan menuntun kita pada tempatnya. Hanya saja....” Haris berhenti melanjutkan penjelasannya, ia tampak murung menatap putranya.


“Hanya saja apa ayah?” Tanya Xiao Jun merasa was-was apa yang akan disampaikan ayahnya adalah hal buruk.


Haris melengos, “Kekuatanku belum pulih, aku tidak akan sanggup menyelamatkannya.” Sedih Haris, energinya


tersedot banyak oleh Chen Kho hingga ia kehilangan nyawa. Bisa kembali hidup pun baginya suatu mukjijat yang harus ia syukuri, dan artinya ia belum diijinkan pergi meninggalkan orang-orang yang mencintainya.


Xiao Jun menunduk sedih, ayahnya saja sudah menyatakan tidak sanggup, apalagi dirinya yang belum sepenuhnya menguasai sihir klan Wei yang begitu tinggi. “Apa tidak ada cara lain ayah?” Desak Xiao Jun, jika dengan sihir tidak sanggup mengalahkan musuh, mungkin mereka bisa memakai trik lain agar berhasil menyelamatkan Weini.


Ayah dan anak itu saling bertatapan serius, hingga Haris menyuarakan jawabannya. “Sementara ini belum ada, aku harus segera pulihkan tenaga dulu. Ini juga saatnya aku memerlukan bantuanmu, nak. Kita tidak sanggup sendiri, tapi kalau kita bersatu, segalanya mungkin membaik.” Ujar Haris penuh tekad.


Xiao Jun mengangguk paham, ia merasa berguna untuk ayah dan kekasihnya. Setidaknya ia bukanlah pecundang yang selalu gagal menyelamatkan orang-orang yang ia cintai. “Baik ayah. Jangan tinggal di rumah ini dulu ayah, banyak wartawan yang akan mengusik ketenanganmu. Lebih baik berkumpul di apartemenku, di sana ada Dina juga.”


Haris mengangkat satu alisnya, “Dina? Apa dia yang melihat wajah asli Weini?” Tanya Haris setengah ragu.


Xiao Jun mengangguk, “Iya ayah, maka aku melindunginya untuk jaga-jaga.”


“Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Dina mungkin akan kesulitan karena ini cukup membebaninya. Sebaiknya amankan dia jauh dari sini, kasihan dia.” Pinta Haris yang mendapat anggukan setuju dari Xiao Jun.


***


Dina dan Wen Ting sama-sama belum tertidur di kamar mereka masing-masing. Kendati tubuh cukup lelah, meskipun memaksakan diri dengan memejamkan mata, mereka tetap tak bisa terlelap sebelum Xiao Jun pulang, sebelum memastikan kondisi jauh lebih baik. Suara pintu terbuka di keheningan malam pun terdengar kencang, secara bersamaan Dina dan Wen Ting keluar kamar untuk melihat siapa yang datang. Hanya ada dua


kemungkinan, Xiao Jun yang pulang atau Lau.


China.


“Jun, akhirnya kau pulang... Eh, dengan siapa?” Wen Ting pun sama terkejutnya dengan Dina, sosok pria tua itu menjadi pusat perhatian mereka.


Xiao Jun dan Haris justru berjalan masuk dengan senyuman santai seakan sengaja membuat dua orang itu penasaran lebih lama. Haris berdiri menatap menantunya, tatapan itu dirasakan Wen Ting sangat familiar.


“Kakak ipar, ayah kita masih hidup. Inilah ayah asli kita, Wei Ming Fung.” Jelas Xiao Jun pada Wen Ting.


Xiao Jun kemudian beralih pada Dina yang tercengang dengan mulut sedikit menganga, ia tak paham apa yang dibicarakan Xiao Jun barusan hingga bos muda itu berbicara padanya dengan bahasa yang ia mengerti. “Dina, kenalkan ini ayahku. Mulai sekarang ayahku tinggal di sini juga.” Jelas Xiao Jun. Akan lebih mudah Dina pahami


bahwa pria yang berdiri di hadapannya adalah ayah Xiao Jun, ketimbang menjelaskan padanya bahwa itu adalah Haris yang baru saja bangkit dari kubur. Mungkin Xiao Jun akan berterus terang pada Dina, suatu saat nanti ketika ia siap mendengar kenyataan aneh tapi nyata itu. Yang pasti saat ini, lebih baik mereka menenangkan diri untuk menghadapi esok yang belum pasti.


“Ah... Aku mengerti, salam kenal paman. Saya Dina, asisten tuan Xiao Jun. Ah, tuan bisakah anda


menerjemahkannya?” Pinta Dina yang mengira Haris tak mengerti bahasa Indonesia.


Haris tersenyum, “Aku mengerti, salam kenal Dina. Aku Wei Ming Fung, ayah Jun.” Balas Haris yang membuat


Dina manggut-manggut penuh kagum.


“Dina, istirahatlah! Besok kita bicarakan lagi masalah kita.” Pinta Xiao Jun yang secara halus mengusir Dina agar ia bisa leluasa bicara bertiga.


Dina paham situasinya kemudian undur diri dari hadapan mereka. Tinggallah Xiao Jun, Haris dan Wen Ting yang menunggu penjelasan. Ketiga pria itu bicara serius dengan posisi berdiri. Haris menyunggingkan senyuman untuk menantunya.


“Terima kasih sudah menjalankan misi dengan lancar. Ibumu pasti sudah membaik bukan?” Ujar Haris pada Wen Ting.


Wen Ting akhirnya percaya bahwa pria di hadapannya adalah Haris, ayah mertuanya. “Ayah... Bagaimana wajahmu bisa berubah?” Akhirnya pertanyaan itulah yang terlontar keluar saking penasarannya Wen Ting.


“Ceritanya panjang, tapi inilah wujudku yang sebenarnya. Yang kamu temui kemarin hanya wajah imitasi.” Jelas Haris.


Wen Ting memandangi Haris tanpa berkedip, tatapan yang sungguh penuh takjub. “Ah, itu... Ibu memang sudah membaik karena meminum pil penawar, tapi dia dan dua putrinya tidak baik secara perasaan. Mereka sedang berkabung untukmu ayah, lebih baik ayah secepatnya menghubungi ibu.” Jelas Wen Ting yang sedikit terlambat membalas pertanyaan Haris.


Haris mengangguk mantap, ia memang sudah bertekad menghubungi Xin Er. Bahkan dalam mati surinya, ia masih bisa mendengar suara Xin Er memanggilnya kembali. Ikatan hati mereka yang dalam, cinta yang tak ikhlas dipisahkan oleh maut sekalipun, dan cinta dari Xin Er lah salah satu alasan yang menghidupkannya kembali.


“Jun, hubungkan dengan ibumu sekarang juga!”


***