UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.88 - Solusi Untuk Setengah Sanguiber



Felix mencoba membaca pikiran Verlin tapi Verlin terlihat memaksakan tersenyum, "Walau saya ini sudah menjadi Zewhit ... prinsip saya masih akan tetap sama saat hidup!"


Duarte terlihat terus menatap Verlin dengan tatapan kagum serta kasihan disaat bersamaan.


"Maaf tapi saya akan sangat tersinggung jika ada yang ingin membaca pikiran saya." kata Verlin, "Itu akan membuat saya mengingat hal saat saya meninggal karena disiksa untuk memberikan informasi." lanjut Verlin dengan nada bercanda tapi bermakna serius.


"Jadi kau memberikannya?" tanya Cain.


"Kau pikir dia akan menjadi Zewhit jika memberikan informasi itu!" balas Felix.


"Informasi itu aman sampai sekarang! dan selamanya ... walau saya sudah menjadi Zewhit tapi sebelum meninggal, saya sudah mentransfer semua energi kehidupan yang tersisa untuk memperkuat segel pikiran saya." kata Verlin.


"Jadi kekuatanmu yang lain bagaimana?" tanya Cain.


"Semuanya sangat lemah, bahkan kemampuan sebagai malaikat maut tidak bisa dipergunakan lagi!" jawab Verlin, "Sepertinya kita sudah melenceng dari topik pembahasan!"


"Oh ia, sekarang ... Tuan Muda sudah bisa memanggil saya dimanapun itu!" kata Duarte.


"Benarkah? bagaimana bisa? apa karena kau menjilati darahku tadi?" tanya Felix.


"Benar Tuan Muda dan pertanyaan tentang setengah sanguiber adakah yang baik dan adakah yang jahat itu sebenarnya sudah jelas ... tidak semua Setengah Sanguiber menghisap darah Manusia langsung dan bahkan sampai Manusia atau Viviandem itu mati karena kehabisan darah. Ada cara untuk setengah sanguiber agar tidak harus meminum darah tapi hanya sebagian saja yang bisa menerapkan kebiasaan itu ... hanya benar-benar yang tidak ingin menjadi monster."


"Memangnya apa dan bagaimana caranya?" tanya Cain.


"Dengan meminum ramuan tiruan darah tapi namanya saja tiruan tetap saja berbeda, bisa juga dengan membeli darah dari Manusia atau Viviandem yang mendonorkan darah tapi terkadang ada Setengah Sanguiber yang tidak sanggup membeli, solusi lainnya adalah dengan rela dibekukan dan tertidur selamanya ... tapi semua itu tidak bisa dipatuhi oleh setengah sanguiber apalagi yang baru saja lahir harus meminum darah langsung dari manusia dan tentu saja bayi tidak bisa diatur untuk berhenti, terlebih lagi orangtua yang tidak tega melihat anak mereka meninggal." kata Duarte.


"Solusi yang paling tepat adalah melarang pernikahan antara Viviandem Sanguiber dengan Manusia!" kata Felix tegas.


"Tapi itu sesuatu yang tidak bisa dilarang dan tidak bisa diatur karena menyangkut perasaan terlebih lagi hak menikah yang telah diatur secara adil dan tidak dapat diganggu gugat." tambah Verlin.


"Apa peraturan itu tidak bisa dihapus dan diatur ulang?" tanya Felix.


"Itu malah akan membuat Caelvita dibenci karena tidak adil, makanya Caelvita ke-47 menetapkan peraturan itu dan tidak mengizinkan siapapun untuk mengubahnya kecuali Caelvita yang berhasil memasuki pintunya. Sang Caldway setiap hari mencoba membuka pintu Caelvita ke-47 tapi tidak pernah bisa." jawab Verlin.


"Sepertinya Caelvita ke-47 membuat banyak peraturan yang hebat!" kata Cain.


"Aw!" Verlin menekan luka goresan pada lehernya.


"Kau kenapa?" tanya Cain panik melihat darah yang mengalir dari leher Verlin.


"Itu karena dia menyebut Nona Muda Iriana gagal untuk membuka pintu ke-47... peraturan Alvauden 118 jika ada yang memanggil secara tidak hormat dan menceritakan kejelekan Nona Muda akan langsung dihukum mati ... sudah bagus itu hanya luka goresan sedikit." kata Duarte.


"Tapi kupikir Zewhit tidak akan berdarah lagi? hehe ...." kata Cain dengan ekspresi canggung.


"Itu hanya berlaku bagi Zewhit Viviandem karena jika Zewhit Viviandem meninggal lagi maka akan merasakan sakit yang sama kecuali Zewhit Manusia yang hanya langsung menghilang saja tanpa merasakan sakit sama sekali." jawab Duarte.


"Kenapa harus berbeda seperti itu?" tanya Cain merasa Viviandem diperlakukan tidak adil.


"Itu sudah takdir penduduk Mundebris tapi Zewhit Viviandem bisa bertahan setelah meninggal beberapa kali tidak seperti Manusia yang hanya bisa hidup sebagai Zewhit satu kali." jawab Verlin.


"Tergantung Viviandem jenis apa, Verlin sendiri bisa hidup berpuluh-puluh kali mungkin karena keturunan Ruleorum tapi kekuatan akan berkurang terus menerus dan tidak akan sama lagi saat masih hidup menjadi Viviandem." Duarte melanjutkan.


Felix menatap Cain yang serius mendengarkan.


Cain menoleh ke arah Felix, "Apa?"


Verlin ikut menatap Cain menunggu jawaban karena dia juga adalah salah satu yang akan merasakan peraturan baru dari Cain nantinya.


"Hem, bagaimana kita bisa bertemu dengan Setengah Sanguiber yang baik itu?" kata Cain mengindari pembahasan tentang dirinya.


"Sudah kuduga!" Verlin memukul kepalanya, "Aku sudah tahu tiap generasi Alvauden selalu saja keras kepala!" sambung Verlin.


"Untuk bertemu mereka akan sulit, sudah Setengah Sanguiber yang auranya tidak jelas terlebih lagi karena tidak meminum darah manusia dan hanya darah tiruan maka tidak bisa dicari juga dengan menggunakan bau." Duarte menjawab pertanyaan Cain.


"Apa benar seseorang yang mengutusmu itu bisa membantuku mengatasi masalah dengan Perkumpulan Setengah Sanguiber ini?" tanya Felix pada Duarte.


"Untuk memulai perang dengan Perkumpulan Setengah Sanguiber yang meminum darah manusia harus menggunakan Optimebris dan bantuan Viviandem dari semua kerajaan tapi mengingat itu hanya bisa dilakukan jika sudah resmi menjadi Caelvita akan sulit karena setengah sanguiber yang meminum darah manusia akan sangat kuat bahkan lebih kuat dari Viviandem sanguiber murni ... tapi ...." Duarte berbicara tidak selesai.


"Tapi?" Felix dan Cain bersamaan.


"Yang mengutusku adalah seseorang yang sangat kuat dan bisa diandalkan dalam mengatasi hal seperti ini!"


"Seseorang itu biasanya tidak suka ikut campur dalam masalah Setengah Sanguiber tapi mengingat itu adalah dirimu pasti dia akan membantu." kata Verlin sambil tersenyum


"Untuk yang pertama kalinya mungkin dalam sejarah!" tambah Duarte.


"Itu menandakan seseorang itu merupakan keturunan Sanguiber juga kan? walau sekarang tidak ada viviandem tapi rasanya aku tahu siapa dia ... apa memang Sanguiber tidak pernah terlibat langsung dalam perang Setengah Sanguiber?" kata Cain setelah menganalisa.


"Siapa dia menurutmu?" tanya Felix sambil mencoba membaca pikiran Cain, "Tidak mungkin!" kata Felix setelah membaca pikiran Cain.


"Hanya itu yang bisa menjelaskan tapi aku masih bingung kenapa mereka berdua tidak bisa mengatakannya ...." balas Cain.


"Sanguiber tidak pernah dan seharusnya tidak akan pernah ikut terlibat dalam peperangan Perkumpulan Setengah Sanguiber." kata Duarte.


"Padahal ini menyangkut mereka! bagaimana sih?!" Cain tidak habis pikir.


"Maka dari itu, karena mereka adalah bagian dari keturunan Sanguiber dan merupakan keluarga. Tidak mungkin menyerang keluarga sendiri dan membunuhnya kan?!" balas Duarte.


Felix hanya tinggal diam setelah mendengar sesuatu yang tidak mungkin dari analisa asal-asalan Cain.


"Ayo kita pulang!" ajak Felix tiba-tiba padahal masih terlihat melamun.


"Baiklah!" Cain menurut saja.


Mereka semua kini berada diluar untuk mengantar Felix dan Cain kembali ke Mundclariss.


Felix hendak mengeluarkan tongkatnya tapi dilarang Cain, "Kali ini biar menggunakan caraku!" kata Cain, "Kita sudah tiga jam berada di Mundebris berarti sekarang kita melewatkan tiga hari di Mundclariss." lanjutnya.


"Jadi memangnya kau bisa apa ... oh iya waktu itu!" Felix jadi ingat saat Cain membuat pelindung di sekolah sampai larut malam tapi malah bisa pulang cepat dibanding dirinya dan tiga kembar.


"Ya itu haha!" Cain mulai tertawa dan sebuah jam Junghans besar membuat Verlin dan Duarte kaget bukan main.


"Jadi dia adalah?" tanya Verlin.


"Ternyata sudah terlahir lagi!" kata Duarte.


...-BERSAMBUNG-...