
"Kami dem ... eh! sudah tidak!" kata Teo bangun memeriksa badannya yang tadi panas, ternyata kini sudah kembali normal.
"Beruntung kalian sakitnya di sekitar sini ... tanaman sekitar sini kebanyakan adalah tanaman obat!" kata Zeki.
Felix tahu hal ini suatu saat akan terjadi tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena jika banyak waktu yang terbuang mereka juga akan dalam bahaya. Memang jika banyak istirahat, mereka tidak akan kelelahan dan sakit begini tapi melakukan itu ibaratkan sedang mempercepat kematian mereka juga. Jadi tidak ada pilihan lain, walau itu membuat mereka kelelahan dan jatuh sakit. Felix tidak akan goyah dan terus mendorong mereka untuk melakukan kontrak secepatnya. Jika saja Cain tidak ikut melihat masa depan, pasti sekarang dia juga tidak berhenti mengomel untuk membiarkan mereka istirahat tapi untung saja Cain tahu, bukannya menentang Felix melainkan mendukung keputusan Felix.
"Ayo kita pulang!" kata Cain.
Tiga Kembar langsung bergegas membereskan barang-barangnya dan mulai masuk ke dalam lingkaran rantai jam saku Goldwin.
"Saat di Mundclariss kalian masuk tanggal berapa?" tanya Verlin.
"10 Oktober jam 10 malam lewat 18 menit 2 detik!" kata Tom yang bertugas mengingat waktu keberangkatan mereka agar bisa kembali ke waktu yang sama.
"Goldwin! atur waktu ke 9 Oktober jam 9 pagi!" kata Verlin.
"Kita kembali sehari sebelumnya?! Goldwin berhenti mengatur jam Junghans Cain, "Bukankah tidak boleh?" tanya Goldwin pada Cain.
"Kita coba saja!" kata Cain santai, "Tapi ingat ... kita tidak boleh bertemu dengan diri kita di masa lalu!" Cain memperingatkan karena tidak tahu apa konsekuensinya karena tidak pernah melakukannya, "Memang lebih bagus jika banyak informasi yang tersedia tapi kalau boleh memilih aku tetap tidak mau ada banyak informasi tentangku yang tercatat!" kata Cain dalam hati.
"Bukankah lebih bagus kalau kita bertemu diri kita sendiri?" tanya Teo, "Kan bisa lebih awal memperingatkan diri kita supaya cepat kembali!" sambungnya.
"Makanya!" kata Tan.
"Heh? makanya?" Teo tidak mengerti.
"Kalau kita menyadarinya dan kembali cepat dari waktu saat ini maka bisa saja kontrak dengan tanaman yang kita lakukan tidak akan terjadi!" kata Tan menjelaskan.
"Eeeeh!" Teo dan Tom protes karena hasil kerja kerasnya seperti ingin dihapus secara sengaja.
"Bisa juga tidak! karena tidak tahu jadi kita hanya berhati-hati saja dengan tidak perlu melakukan hal yang bisa merubah saja!" kata Felix.
"Tapi dengan kembali sehari sebelumnya itu, bukankah itu sudah merubah?!" kata Tan.
"Jadi kita pergi atau tidak nih?" Zeki sudah lama menunggu.
"Dengan kata lain, kalian akan memiliki dua tubuh terus jika melakukan ini?" kata Goldwin ikut bingung.
"Hahh! aku tidak tahan lagi!" kata seseorang.
"Siapa itu?" tanya Teo dan Tom bersamaan.
"Selamat datang saya ucapkan kepada Caelvita baru yang ke-119! perkenalkan nama saya Heather, Unimaris Ruleorum!" kata seorang Burung gagak hitam yang bertengger di ranting pohon dan mulai terbang mendekat dengan membesarkan ukuran tubuhnya.
"Gagak raksasa!" kata Teo dan Tom takjub.
"Heather! lama tak jumpa!" sapa Zeki.
"Jangan menyapaku!" kata Heather dengan nada kesal.
"Ya sudah!" kata Zeki santai.
"Kau bahkan, tidak pernah ke sini lagi semenjak Iriana tidak ada!" kata Heather.
"Karena tidak ada dia lagi! buat apa aku ke sini?!" Zeki mengalihkan pandangannya.
"Kau pikir hanya dia yang tinggal disini? Kerajaan Ruleorum bukan hanya Iriana yang tinggal disana!" kata Heather, "Hahh ... sudahlah!" sambil menghela napas, "Siapa pemilik Jam Junghans ini?" tanya Heather.
Goldwin menampar punggung Cain untuk membuatnya maju tapi Cain diam dan tidak bergerak.
"Berarti hanya dia yang bisa kembali!" kata Heather.
"Hah?!" Teo dan Tom heboh.
"Yang bisa kembali ke waktu sebelum masuk Mundebris hanyalah Leaure, pemilik Jam Junghans dan ada juga dari beberapa Ruleorum berbakat ... Caelvita juga bisa tapi saat ini pasti Tuan Muda belum bisa menggunakan kekuatan itu kan?" kata Heather.
"Tapi apa tidak ada efek samping yang terjadi dengan Cain? bagaimana sistem waktu jika melakukan hal itu?" tanya Felix.
"Untuk soal efek sampingnya dan apa kekurangannya saya tidak tahu karena baru ada satu Quiris yang menjadi Leaure Sejati dan tidak ada catatan yang ditinggalkan ... yang saya tahu bahwa Leaure Sejati bisa bebas ke waktu mana saja ...." jawab Heather.
"Jadi begitu ... kalau begitu, Cain! kau bisa kembali sendiri mencari Pembuat Permainan Tukar Kematian itu? kami akan menunggu disini!" kata Verlin.
"Dia tahu!" kata Verlin menunjuk Goldwin.
"Leaure tidak pernah sendiri! selalu ada Unimaris yang menemani!" kata Heather.
"Ada apa Goldwin?" tanya Felix melihat Goldwin terlihat tidak seperti biasanya.
"Franklin ... Pembuat Permainan Tukar Kematian itu! tidak bisa dihentikan jika sudah memulai permainannya ...." kata Goldwin untuk pertama kalinya kelihatan ragu melakukan misi.
"Aku tidak tahu bagaimana cara permainan itu tapi jika itu tukar kematian ... berarti akan ada yang selamat dan akan ada yang mati! tidak buruk ...." kata Cain, "Selama ada yang bisa diselamatkan, tidak masalah ...."
"Sudah kuduga!" kata Heather.
"Apanya yang sudah kau duga?" tanya Zeki
"Pemilik Jam Junghans adalah pribadi yang seperti itu! disaat Leaure memilih untuk menyelamatkan banyak nyawa, pemilik Jam Junghans hanya terpikirkan satu hal yakni apa ada yang bisa diselamatkan?! hanya itu ... tidak perduli berapa yang jelas ada yang bisa diselamatkan!" jawab Heather.
"Kalau begitu, kita kembali dulu ke waktu masuk Mundebris untuk mengantar mereka ... baru kita berangkat!" kata Cain pada Goldwin mengabaikan Heather yang sedang membicarakannya.
"Sebenarnya, belum jelas bagaimana sistem waktu Jam Junghans! bisa saja yang saya katakan salah, bisa jadi juga benad ... intinya pemilik Jam Junghans seharusnya adalah pemilik waktu terbebas di dunia ini. Bisa dengan bebas pergi ke waktu yang diinginkan tanpa merusak tatanan waktu!" kata Heather.
"Bagaimana kau bisa tahu semua hal ini?" tanya Felix.
Zeki tertawa medengar pertanyaan Felix itu membuat Heather menyipitkan matanya sebal.
"Kalian tidak tahu ya? di Mundebris, gagak terkenal dengan suka bepergian ke banyak tempat untuk menyebarkan kabar ...." kata Zeki.
"Aku tidak mengerti apanya yang lucu dari itu?!" kata Teo.
Tom mulai tertawa, "Dengan kata lain, gosip!"
"Ow! hanya kau yang mengerti!" kata Zeki meminta adu tos.
"Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat!" kata Heather menahan marah karena disebut penggosip.
"Jadikan itu rahasiamu saja!" perintah Cain lewat pikiran membuat Heather meneteskan air mata darah.
"Baik!" jawab Heather.
"Apa yang terjadi dengan matamu?" Teo kaget melihat air mata darah Heather.
"Apapun itu, terimakasih!" kata Cain.
Goldwin mulai mengatur kembali untuk teleportasi ke tempat mereka memasuki Mundebris dan Cain mengatur waktu untuk kembali ke waktu yang sama saat masuk Mundebris.
"Tidak apa-apa! itu hanyalah peningkatan segel pikiran yang tiba-tiba, jadi seperti itu ...." kata Felix untuk menenangkan Teo yang keluar dari rantai teleportasi untuk mengelap air mata darah Heather.
"Terimakasih!" kata Heather pada Teo.
"Sampai jumpa lagi!" kata Teo melambaikan tangan dan mulai menghilang bersama dengan yang lainnya.
FCT3 melihat diri mereka masing-masing memasuki gerbang bersamaan itu tandanya mereka berhasil kembali ke waktu yang tepat.
"Aku akan kembali ke hari sebelum hari ini!" kata Cain bersiap-siap lagi bersama Goldwin.
"Kami juga akan mulai mencari-cari keberadaannya di waktu hari ini!" kata Verlin.
"Tapi jika kau menemukannya disana dan dia belum melakukannya, usahakan untuk dicegah!" kata Felix.
"Jangan terlalu berharap Felix, ini pertama kalinya bagiku kembali ke waktu seperti ini ...." kata Cain tidak percaya diri.
"Kau sudah melakukannya berkali-kali!" kata Felix.
"Kapan?!" kata Cain.
"Ck! padahal di masa depan dia ahlinya soal kembali ke waktu sesuka hatinya!" kata Felix dalam hati.
...-BERSAMBUNG-...