
Suara sirene ambulance mulai terdengar mendekat membuat Tan tidak punya cukup waktu untuk meramu ramuan. Jadi dia memanggil Tellopper dan mengiris tangannya sampai mengeluarkan darah. Setelah itu tangannya dibuat menjadi bentuk O dan Tan meniup darahnya dengan cara berputar. Darah Tan yang bercampur dengan serbuk hijau dari Tellopper kini terbang melayang di udara dan langsung masuk ke dalam sistem pernapasan, membuat orang-orang yang menghirupnya langsung kehilangan kesadaran.
"Bukannya aku mempercayaimu, tapi ini murni karena perintah dari Felix yang mengizinkanmu menyimpan kejadian malam ini." kata Tan pada Kayle yang tidak ikut pingsan karena Tan mengecualikannya dari target untuk dibuat lupa.
Felix menyukai bagaimana Tan bersikap sangat defensif, bagaimanapun juga Kayle bukanlah sosok yang bisa dipercaya. Tapi menurut Felix tidak ada salahnya mencoba membuat satu orang dewasa mengetahui hal ini sebagai eksperimen untuk mengetahui apa itu bisa membantu atau malah akan menghambat. Mudah saja karena kini ramuan Alvauden yang dibuat Tan dari darahnya itu sudah ada dalam sistem pernapasan Kayle, menunggu untuk diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai perkembangan perilaku Kayle kedepannya.
"Aku berjanji, tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!" kata Kayle.
"Berhati-hatilah ... jika tersebar sesuatu yang buruk atau terungkapnya identitas atau apapun yang terjadi malam ini aku akan datang menemuimu! atau bahkan sebenarnya tidak perlu juga ...." Tan memperingatkan.
Teo sedang sibuk membujuk Roh ibu yang meninggal itu dan Tom berada di dekat Roh Antonia agar tidak pergi.
"Nek Hylmi baik-baik saja kan?" tanya Tom.
"Ternyata kalian benar-benar bukan anak biasa ...." kata Antonia melihat tubuhnya sendiri yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
"Kita harus cepat pergi!" kata Teo sudah masuk duluan ke dalam gerbang Alvaudennya sebelum ibu itu berubah pikiran lagi.
"Felix?" Tom memanggil karena pertanyaannya belum dijawab.
"Dia tidak akan bertahan lama, tubuh manusia tidak mampu menerima dan mengeluarkan Isvintria ...." kata Felix.
"Aku akan datang lagi nanti bersama Banks memeriksanya. Tenang saja Tom!" kata Tan menarik Mertie untuk masuk Bemfapirav, "Aku akan menyusul kalau sudah membawa Mertie jauh darisini ...." Tan yang diberitahu oleh Felix untuk tidak membawa Mertie ke Mundebris jadi Tan hanya bisa membawanya ke Bemfapirav bersembunyi.
Tom memanggil gerbang Alvaudennya dan masuk bersama Roh Antonia diikuti oleh Felix juka ikut menyusul dibelakang mereka berdua.
"Jadi, kau adalah pemimpin mereka?" tanya Kayle sebelum Felix masuk ke dalam gerbang.
"Kejadian malam ini tidak akan ada yang ingat kecuali dirimu. Tidak akan ada yang percaya dengan apa yang akan kau katakan. Jadi, aku akan melihat bagaimana kau melewatinya ... sama seperti bagaimana para pelaku yang tidak bersalah yang kalian tangkap. Mereka terus berbicara bahwa tidak mengingat apa yang terjadi, dan itu benar. Iblis lah yang merasuki mereka dan membuatnya melakukan apa yang tidak diinginkan." kata Felix tanpa berbalik.
"Aku tidak bisa membuat mereka keluar dari penjara, walau bukan mereka yang melakukannya tapi begitulah yang terlihat." kata Kayle.
"Hanya begitukah kemampuanmu?" tanya Felix.
"Setidaknya aku bisa membantu meringankan hukuman mereka ...." jawab Kayle.
"Itu terdengar lebih baik!" kata Felix masuk ke dalam gerbang.
Teo dan Tom membawa Roh Ibu tadi dan Roh Antonia ke depan jembatan Ruleorum.
"Jadi aku sedang memasuki dunia kegelapan yang merupakan dunia dari leluhurku yang datang ke dunia manusia ...." kata Antonia melihat sekeliling, "Luar biasa! jadi kalian siapa? dan siapa dia?" Antonia menunjuk Felix yang sedang duduk bersandar di depan pintu gerbang masuk jembatan. Di Mundclariss mungkin tidak akan terlalu terasa tapi saat di Mundebris, bisa sangat jelas aura Felix yang begitu besar bisa membuat seseorang merasa terintimidasi.
"Dia pemimpin di dunia ini ...." kata Tom.
"Pengetahuanku tentang dunia ternyata masih sangat sedikit dan aku sudah meninggal ... rasanya tidak adil saja!" kata Antonia.
"Aku mohon periksa putraku apakah baik-baik saja ...." kata Roh Ibu yang dirasuki oleh Ditte tadi.
"Aku sudah menyiramnya dengan garam Ruleorum, aku pastikan hal buruk yang menempel pada putra ibu sudah menghilang." kata Tom.
"Tom ...." Felix melihat Tom berlama-lama mengobrol dengan kedua roh itu.
"Ya, aku datang!" sahut Tom.
Kedua roh itu mengerti bahwa harus mulai berpamitan dan melangkah maju ke jembatan.
"Aku tidak menyangka akan mati secepat ini ...." kata Antonia merasa berat mengangkat kakinya.
..."Selamanya hal yang mendadak datang...
...dan kita tidak bisa lari darinya...
...adalah kematian....
...Selamanya tidak ada yang dalam keadaan benar siap...
...saat dijemput oleh kematian....
...Tapi ketika itu datang...
...kita hanya bisa dengan pasrah...
...keluarga, sahabat, kekasih, harta dan tahta begitu saja...
...dan menyambut tangan Sang Malaikat Kematian."...
Terdengar nyanyian yang bersenandung di bawah jembatan seakan menghipnotis kedua roh itu untuk berjalan masuk ke dalam jembatan tanpa penolakan sama sekali.
Mereka bisa saja melangkah sendiri dengan bujukan dari Tom tapi sepertinya Sungai Ruleorum mengambil alih karena Tom terlalu lama membujuk dan sepertinya akan gagal.
Keduanya masih memiliki begitu banyak keinginan semasa hidup yang belum diwujudkan membuat kaki berat untuk menerima takdir kematian.
Teo tidak membantu karena dia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi dengan mereka berdua. Jadi hanya duduk di depan gerbang sisi lainnya dari Felix.
"Aku selalu saja merinding mendengar nyanyian itu ...." kata Teo.
"Akan mudah jika itu suara dari hewan atau tanaman Mundebris tapi bukan ... suara itu berasal dari udara yang berasal dari air sungai. Suara yang tidak memiliki wujud itu sangat menyeramkan ...." kata Tom mulai ikut bergabung.
"Lima." kata Felix.
"Enam!" Teo secara spontan menjawab.
"Ck!" Tom memukul Teo, "Apanya yang lima Felix?"
"Ditte berusaha keras memenuhi jumlah itu." kata Felix.
"Itu tandanya dia gagal! Nek Hylmi selamat dan Polisi itu berpeluang selamat juga ...." kata Tom masih tidak kehilangan harapan.
"Berarti apapun yang terjadi dia harus membunuh lima orang sebelum berpindah tempat ...." kata Teo.
"Dengan jumlah yang harus sesuai itu menunjukkan ada sebuah pola yang tidak kita ketahui ... kita harus mencari tahu secepatnya!" kata Felix.
"Akan sangat menyeramkan jika tersiar di berita bahwa setiap desa akan ada lima orang yang terbunuh ...." kata Teo.
"Ini akan menggemparkan Yardley, tidak ... bahkan dunia!" kata Tom.
"Aku punya firasat buruk soal ini ...." kata Felix.
Sementara itu Tan dan Mertie sudah berjalan cukup jauh dan mulai kembali ke Mundclariss.
"Sepertinya kita sudah lumayan jauh dari Desa Kimber." kata Tan.
"Aku tidak tahu bagaimana jika kejadian seperti ini terus terjadi ... dunia hanya akan dipenuhi ketakutan." kata Mertie.
"Sepertinya aku tidak akan kesana, Mertie sepertinya tidak bisa pulang sendiri!" kata Tan melalui Jaringan Alvauden.
"Tidak apa-apa, kami juga akan segera kembali!" balas Teo.
Berkat garam Ruleorum yang disebarkan oleh Tom membuat para Iblis sepertinya susah mendekat tapi akhirnya mendatangkan Iblis yang sangat kuat yakni Ditte. Hanya Ditte yang sepertinya mampu menuntaskan misi di Desa Kimber. Setelah memakan dua korban, Ditte mengincar tiga korban lagi. Sudah berjumlah empat korban dengan Roh Ibu dan Roh Antonia. Tinggal satu orang lagi, Nenek Hylmi dan Lian, entah dari kedua orang ini siapa yang akan membuat misi Ditte terpenuhi.
...-BERSAMBUNG-...
Episode 300🥳
Terimakasih kepada pembaca setia dan juga kepada pembaca baru yang sudah memberi saya semangat untuk terus menulis. Cerita UNLUCKY sudah hampir sampai ******* dan akan tamat tapi masih belum dipastikan sampai episode berapa. Jadi terus beri dukungannya ya🤗
Setelah FCT3 mencapai kelas 6 SD adalah waktu bagi saya untuk mulai merampungkan season 1 ini jadi mohon doanya untuk saya agar diberi kesehatan selalu dan urusan dilancarkan agar UNLUCKY bisa selesai dan lanjut ke season 2 hingga season-season sterusnya juga sampai cerita Felix ini selesai.
Terimakasih kepada silver fans : Restia Nia
Yang terus bertahan dan setia membaca UNLUCKY sampai saat ini.
Dan selamat bergabung kepada silver fans baru : Andi Hasni dan Vazdlia
Semoga sama seperti silver fans yang pertama yang tidak bosan dan terus menemani saya ditiap episodenya dengan dukungan.
^^^^^^Salam dari penulis silver,^^^^^^
^^^-Ittiiiy-^^^