
"Oh ia ... kita sudah berapa lama disini?" Cain jadi panik, "Jangan bilang sudah berjam-jam?"
"Sudah hampir satu jam ... itu artinya kau hampir melewatkan satu hari di Mundclariss," Goldwin dengan santainya sambil menjilati bulunya.
"Apa?!" teriak Cain mengagetkan para peri yang sedang duduk di atas daun Buah Darah, "Kenapa kau tidak mengingatkanku? aku ini harus ke sekolah!" Cain buru-buru ingin membuka gerbang ke Mundclariss tapi dihentikan oleh Goldwin.
"Maka dari itu aku membawamu ke sini, ayo kita mulai mengetes kekuatan Leauremu!" kata Goldwin yang tiba-tiba memunculkan sebuah jam saku emas dengan meniup ke udara.
"Jam saku?" tidak ... tidak ... tunggu dulu ... kenapa jadi secepat ini? aku belum siap dan sekarang sudah bolos tidak masuk sekolah ... hahh!" Cain jadi terduduk lemas.
"Ada dua kekuatan dasar dari seorang Leaure yang menjadi kekuatan kebanggan, yaitu waktu dan menyembunyikan diri. Jika berhasil kau tidak perlu khawatir dan bisa kembali ke Mundclariss persis dengan waktu yang sama saat kau memasuki Mundebris."
"Serius? hahh ... jadi kau sengaja mengajakku kesini dan membuatku berlama-lama untuk akhirnya bisa mendesakku begini ...." Cain mulai menatap tajam Goldwin.
"Biasanya dalam situasi terdesak seseorang lebih cepat dan mudah dalam melakukan sesuatu."
"Kau jadi mirip seseorang yang kukenal ... katamu tadi dua kekuatan kebanggan Leaure yakni waktu dan menyembunyikan diri. Waktu maksudnya disini apa seorang Leaure bisa ke masa lalu dan masa depan sesuka hati? dan menyembunyikan diri maksudnya apa?" tanya Cain sudah mulai pasrah menerima latihan dadakan dari Goldwin.
"Seorang Leaure yang merupakan pelindung sudah sewajarnya jika bisa bermain-main dengan waktu untuk menyelamatkan masa depan dengan pergi ke masa lalu tapi hanya Haven Kinsey yang bisa ke masa lalu dengan waktu yang benar-benar tidak terbatas bebas sampai ke masa saat bumi belum tercipta pun mungkin dia bisa ... Leaure murni biasanya hanya bisa kembali ke 1 tahun yang lalu ... tapi mengingat kau adalah keturunan Haven Kinsey walau tidak bisa menyamai setidaknya untuk mundur beberapa jam pasti bisa ....." kata Goldwin yang sebenarnya tidak percaya jika Cain bisa menggunakan dua kekuatan itu karena hanya setengah Leaure. Tapi karena keturunan Haven Kinsey maka setidaknya Goldwin ingin sedikit berharap karena bagaimanapun Cain adalah Tuannya.
"Haha jangan bercanda ... lalu kekuatan menyembunyikan diri apa maksudnya?" tanya Cain.
"Aura yang bisa dirasakan dan dilihat bisa menjadi kelemahan jika ingin menyelamatkan sesorang jadi dengan menyembunyikan diri, otomatis menyembunyikan aura juga ... yang akan membuat pekerjaan semakin mudah ...."
"Aku tidak butuh kekuatan seperti itu, apa tidak ada kekuatan yang bisa menangkap orang jahat?" tanya Cain kecewa.
"Kau itu Leaure bukan Aluias, tugasmu melindungi bukan menangkap ... hahh!" Goldwin ingin meraih rantai jam saku emasnya yang melayang tapi dihentikan oleh Cain.
"Iya ... iya, ayo kita coba ... tunggu ... Aluias itu apa?"
"Ada empat keturunan bangsawan di Mundebris yang sangat berkuasa yakni Ruleorum, Leaure, Aluias dan Sanguiber ... bukannya kau tadi buru-buru mau ke sekolah, malah mengundur-undur waktu begini ...." Goldwin mulai berbaring santai karena Cain terus mengajukan pertanyaan.
"Ruleorum adalah Malaikat Maut, Leaure adalah Malaikat Pelindung, yang lainnya?"
"Aluias bertugas sebagai Nedolum sedangkan Sanguiber bertugas sebagai Munerna ...." Goldwin mulai gelisah karena Cain memulai pertanyaan yang tiada habisnya.
"Jadi mereka bukan malaikat? Nedolum dan Munerna itu apa?"
"Hahh ... Nedolum itu ibaratnya di Mundclariss sebagai polisi sedangkan Munerna adalah jaksa ...." jawab Goldwin malas.
"Hakimnya siapa? ehhem ... ayo kita mulai!" sepertinya Cain mulai peka melihat Goldwin semakin sedikit dalam menjawab pertanyaannya, "Apa aku perlu meniup udara juga seperti ini agar jam saku muncul?"
"Kau itu setengah Leaure mana mungkin bisa memunculkan jam saku ju ...." Kalimat Goldwin jadi berhenti ketika melihat Jam Junghans muncul setelah Cain meniup udara, "Bagaimana bisa? selama hidupku ... ini pertama kalinya melihat Jam Junghans yang hanya bisa dimunculkan oleh Haven Kinsey seorang ...." Goldwin takjub melihat Jam Junghans Emas yang bahkan lebih tinggi dari Cain itu.
"Ini sesuatu yang baik kan?" Cain jadi bingung sendiri.
"Ternyata kau ini memang spesial ya ... tapi kenapa Pedang Leauremu hanya sebatas gagang saja? coba kau buat garis melingkar dengan kakimu!" Goldwin takjub sekaligus bingung.
"Melingkar bagaimana? begini?" Cain mulai menarik garis menggunakan ujung sepatunya dengan memutar tubuhnya dan muncullah garis emas bercahaya mengelilingi tempatnya berdiri kini.
"Begini?!" Cain mengulurkan tangannya keluar garis.
Goldwin hanya diam tanpa jawaban membuat Cain jadi penasaran dan kehilangan fokus akhirnya garis itu menghilang, "Kenapa kau diam saja?" tanya Cain.
"Aku tidak melihat tanganmu keluar!" Goldwin dengan wajah melongo.
"Hehh?"
"Itu adalah kekuatan yang seharusnya tidak dimiliki oleh setengah Leaure, kau berhasil melakukan penyembunyian diri dengan sempurna bahkan tanpa latihan sama sekali ... biasanya yang bisa melakukan itu hanya Leaure murni, itupun perlu latihan yang keras ... bagaimana bisa?"
"Itu sesuatu yang baik kan?" tanya Cain karena tidak bisa menebak dari ekspresi Goldwin yang kebingungan.
"Seorang Leaure biasanya sekolah selama 10 tahun untuk mendapatkan kekuatan itu."
"Apa benar tidak ada kekuatan yang bisa menangkap orang jahat?" tanya Cain seperti menawar.
"Leaure hanya punya kekuatan melindungi, kalau kau mau ... cari Aluias sana!" jawab Goldwin ketus.
"Jadi apa aku bisa kembali ke waktu yang sama dengan waktu masuk ke Mundebris tadi?"
"Putar jarum Jam Junghansmu!" perintah Goldwin.
"Tepat saat kita masuk tadi?" Cain mencoba membuka gagang pintu jam junghans tapi terkunci, "Terkunci!" tapi tak lama keluar dari telapak tangannya kunci emas dan segeralah kunci itu mulai bergerak sendiri menuju lubang kunci dan kemudian terbukalah pintu jam itu. Diputarnya jarum jam sama seperti saat dia mulai masuk tadi dengan mengingat jam yang dilihatnya di stasiun kereta bawah tanah dan bandul jam berhenti bergerak.
"Sekarang panggil gerbang menuju Mundclariss! eh!" perintah Goldwin lagi tapi Cain yang hendak mengambil pedangnya langsung menghilang seperti terhisap, "Jangan-jangan!" Goldwin panik dan mulai ikut menghilang juga.
"Kita ada dimana?" tanya Cain heran melihat reruntuhan bangunan.
"Ini di Bemfapirav, seperti yang aku ceritakan ... reruntuhan ini adalah bekas dari bangunan kastil perkumpulan setengah Sanguiber!" sahut Goldwin yang muncul tak lama setelah Cain, "Jadi benar ... cara kerja pemilik Jam Junghans adalah menggunakan Bemfapirav sebagai tempat transit ...." kata Goldwin dalam hati menatap Cain.
Tak lama setelah itu Cain mulai menghilang lagi dan kini sudah kembali ke Mundclariss dengan bunyi dentuman bandul jam yang sudah bergerak lagi.
"Sepertinya belum bisa kembali tepat waktu di waktu yang sama saat kau masuk ke Mundebris tapi setidaknya sekarang baru jam 6 pagi, jadi kau boros waktu 1 jam karena kita masuk Mundebris sekitar jam 5!" Goldwin juga tiba tepat setelah Cain.
"Kita tidak perlu lagi memakai gerbang?" tanya Cain.
"Jadi begini rahasia dari Haven Kinsey, tidak pernah terdeteksi masuk atau keluar dari gerbang ... sebuah kekuatan waktu yang benar-benar tidak dapat dijelaskan oleh hukum alam dan kebal terhadap hukum Mundebris. Sebuah kekuatan tertinggi untuk melindungi alam dan Mundebris, Leaure sejati!" Goldwin dengan menatap bangga Cain walau hanya mengagumi dalam hati.
"Kenapa kau hanya diam saja?" Cain mulai berlutut dengan satu kaki memandangi Goldwin.
"Kau tidak berangkat sekolah?" Goldwin mengalihkan.
"Oh iya! aku pergi dulu ya! sampai nanti!" Cain mulai berlari.
"Tidak kusangka akan bertemu dengan Seorang Leaure sejati ... Pelindung sejati dan terlebih lagi juga seorang Alvauden ...." Goldwin tidak berhenti menatap Cain yang mulai menghilang dari pandangannya karena begitu cepat berlari.
...-BERSAMBUNG-...