
Sebuah amplop surat ala Mundebris yang bukan terbuat dari kertas tapi dari tembaga. Dibuat sedemikian rupa menyerupai amplop Mundclariss pada umumnya yang bisa dipakai menyimpan surat di dalamnya. Tapi dengan hiasan yang mencolok dan berat yang tidak masuk akal dari sebuah amplop biasa pada umumnya.
"Tersegel ... aku tidak bisa membukanya." kata Felix kesusahan membuka, "Ini pasti untuk Pemilik Perkemahan ini, aku hanya perlu menunggu siapa yang datang mengambil amplop surat ini ...." kata Felix menyeringai.
Tapi malam sudah tiba, tidak ada seorang pun yang datang mengambil amplop surat itu.
"Oh, jadi ... dia tahu aku ada disini rupanya. Menarik juga!" kata Felix mengambil amplop surat itu disembunyikan dibalik jaket kemudian meninggalkan hutan menuju tenda, "Seseorang yang sangat kukenal auranyan itu memiliki hubungan dengan pemilik perkemahan ... apa mereka merencanakan sesuatu?! atau mereka memiliki hubungan yang dekat sehingga saling bertukar kabar." Felix memikirkan segala macam kemungkinan.
"Apa itu?!" tanya Tan melihat Felix meletakkan sesuatu diatas meja, "Amplop surat Mundebris ... darimana kau mendapatkan ini?!" tanya Tan setelah mendekat melihat dengan jelas apa yang dibawa oleh Felix itu.
"Dari detailnya ... tidak jelas dari kerajaan mana. Tidak ada batu permata untuk dikenali." kata Tom juga ikut bergabung.
"Ini pakaianmu!" Teo menjelaskan setiap pakaian, aksesoris dan perlengkapan lainnya yang harus Felix pakai dan ganti sesuai skenario. Teo tidak tertarik apa yang dibawa oleh Felix itu, hanya memikirkan pertunjukan yang akan segera mulai setelah makan malam.
"Aku sudah mencoba dengan pedangku, tapi tidak bisa terbuka juga. Dari kuatnya amplop surat ini mendakan ada informasi penting di dalamnya." kata Felix juga tidak tertarik dengan apa yang dijelaskan Teo.
"Tunggu, biar aku yang coba!" kata Tom ingin menggunakan Sesemaxnya. Dari semua senjata, Sesemax lah yang memiliki kekuatan penghancur paling kuat.
"Kau mau melakukannya disini?! tenda bisa ikut rusak!" kali ini Teo baru ikut dalam percakapan mereka.
"Kau pikir aku bodoh?!" Tom mengambil amplop itu untuk di bawa keluar tenda.
Setelah memastikan sekitar tidak ada orang yang melihat dan tidak ada yang akan ikut terkena dampak kekuatan Sesemax. Barulah Tom mengayunkan kapaknya itu. Hasilnya amplop itu hancur dan memperlihatkan sebuah kertas dibalik kepingan amplop yang telah hancur.
Felix senang bahwa Tom berhasil dan segera mengambil surat itu tapi saat berada di tangan Felix, kertas itu berubah menjadi debu.
"Hem ...." Tan dengan ekspresi kecewa tapi tetap memasang senyuman.
"Sepertinya ada sistem keamanan, kalau amplop dihancurkan dan dibuka secara paksa maka surat juga akan ikut hancur." kata Tom.
"Sekarang aku kehilangan umpan untuk mengetahui siapa Pemilik perkemahan dan juga kehilangan mengetahui informasi dari surat itu. Amplop dan surat sudah tidak ada yang bisa digunakan ...." kata Felix sambil mengambil satu sisa pecahan amplop.
"Kau sih terlalu heboh harus membukanya sekarang tanpa dipikirkan dulu kemungkinan buruknya." kata Teo seperti menyalahkan.
"Jangan memancing emosiku, Teo!" Felix mengatupkan giginya dengan gemas.
"Tidak apa-apa ... kita sudah tahu kalau isi surat itu penting. Jadi pasti akan ada lagi yang membawa jika tahu surat itu tidak sampai." kata Tan menenangkan.
"Bagaimana kalau tidak ada yang datang?!" kata Teo.
"Belum juga terjadi, kau sudah khawatir. Jangan membuang tenagamu mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi." kata Tan.
"Bukankah khawatir ada bersamaan dengan dibuatnya rencana dan niat. Khawatir sudah menjadi satu kesatuan, akan datang bersamaan dengan kita memulai sesuatu." kata Teo.
"Hahh ... datang lagi Yang Mulia Trayvon." Tan dan Tom menghela napas panjang.
***
Makan malam digelar di dalam tenda mewah besar dan luas. Seperti sedang ada pesta jika tenda dilihat dari luar maupun setelah masuk ke dalam. Padahal hanya jamuan makan malam untuk anak SD.
"Perkemahan ini semakin membutku kagum ...." Teo dengan ekspresi berlebihan terus mengangguk-anggukan kepalanya.
"Seakan kau bersedia tinggal disini saja." kata Tom sebenarnya sangat ingin megejek Teo yang seperti boneka yang ada di dashboard mobil itu tapi ditahan.
"Aku bahkan tidak butuh rumah kalau punya tenda mewah dan jamuan makan seperti ini." kata Teo.
"Benar-benar perkemahan yang sangat cocok untuk mengakhiri kenangan perkemahan kita sebagai siswa SD." Teo masih melanjutkan bahkan setelah didorong oleh Tom, "Kau sengaja memilih tempat ini kan Felix?!" tanya Teo.
"Sudah kubilang, kebetulan saja ... aku tidak sengaja menemukan dan Mertie lah yang menentukan." kata Felix.
"Kau pasti sengaja memilih disini agar kenangan kita tentang perkemahan akhir sebagai siswa SD lebih menyenangkan lagi." Teo masih tidak menyerah.
"Terserah kau sajalah mau memikirkan apa. Aku katakan berapa kalipun kau juga hanya mempercayai apa yang ingin kau percayai." akhirnya Felix yang menyerah.
Bagi siswa(i) Gallagher, perkemahan adalah acara sekolah yang sangat istimewa seperti sudah menjadi tradisi. Berbeda dibanding sekolah lain yang hanya sekedar berkemah saja. Gallagher terkenal akan acara perkemahan yang menyenangkan setiap tahunnya. Acara yang sangat didambakan oleh siswa yang ingin masuk sekolah Gallagher.
"Walau makanan perkemahan kali ini sangat luar biasa tapi bagiku menu makanan saat perkemahan kelas 3 masih mengesankan dan tidak bisa kulupakan." kata Tom.
"Ah, yang makanan hobbit itu. Mengingatnya saja aku malas!" Teo sambil melahap paha ayam sekaligus daging sapi dengan berlapis-lapis daging ditumpuk seperti hamburger kemudian langsung dilahap habis.
"Wah ... kau ini manusia karet ya?! bagaimana bisa mulutmu melar begitu ...." Mertie dari meja sebelah kanan.
"Jangan ikut campur! dan jangan sok cari perhatian ya! hanya karena kau mantan Ketua Tim Persiapan Memasuki Osis bukan berarti kau bebas bergaul dengan Felix!" kata Dea dari meja sebelah kiri.
"Hahh ... mulai lagi kalian! ujung-ujungnya semua tentang Felix. Dea, yang dibahas Mertie adalah aku tapi kenapa kau jadi mengungkit Felix yang tidak ada sangkut pautnya?!" kata Teo heran.
"Kau tidak tahu ya?! sudah jelas juga!" kata Mertie kini tidak diam begitu saja dengan tuduhan Dea yang tidak jelas itu. Menurutnya, dia selalu mencoba untuk bersikap dewasa semenjak pertengkaran kekanak-kanakan dengan Dea yang ditonton oleh Felix dan Cain waktu itu. Tapi di perkemahan kali ini, Mertie ingin bebas melakukan dan mengatakan apa saja selama sedang berada diluar sekolah.
"Apanya?!" Teo heran.
"Kau akan mengerti juga nanti ... tunggu sampai saat SMP nanti!" kata Mertie.
"Dia sepertinya murah senyum sekali ...." kata Tom melihat seseorang yang terus tersenyum diantara pegawai yang sedang menambahkan isi ulang makanan dan minuman.
"Dia lagi ... Ed kalau tidak salah ingat." kata Teo.
"Tapi apanya yang lucu dia terus tersenyum begitu?!" tanya Tom.
"Tidak perlu ada yang lucu untuk tersenyum bodoh!" kata Teo.
"Kalau tersenyum tanpa alasan lucu, itu namanya gila!" katt Tom.
"Apa menurutmu dia sedang mendengarkan kita ...." kata Tan juga mulai curiga.
Disaat Tiga Kembar sedang berkomunikasi dengan Jaringan Alvauden, Mertie dan Dea masih adu mulut. Sedangkan Felix yang menjadi topik utama tidak peduli apa yang terjadi dan hanya sibuk menghabiskan makanannya secepatnya.
...-BERSAMBUNG-...
Happy Eid Mubarak 1443 H, teruntuk pembaca sekalian yang menjalankan 🙏 bagaimana puasanya selama sebulan ini?! aman?!🤔😌 jujur banyak banget ya ujian selama bulan puasa ini, apalagi kalau diluar panas banget🥲 tenggorokan serasa kering dan jadi lemes gak bisa aktif beraktivitas. Tapi toh semuanya bisa dilewati juga🤭👏👏👏
Lebaran kedua bersama UNLUCKY nih 💚 ... terimakasih atas dukungannya selama bulan ramadhan ini. Berkat pembaca sekalian, saya juga tetap rajin menulis dan update tiap hari. Sehingga UNLUCKY bisa menemani sahur atau ngabuburit kalian ....
Mohon Maaf Lahir dan Batin ya 🙏
Kalau ada salah dari saya selaku author, bagi yang disengaja maupun tidak disengaja mohon dimaafkan🙏 saya juga hanya manusia biasa tidak seperti Felix yang luar biasa seorang Caelvita😅 atau Cain baik hati suka menolong rajin menabung yang seorang Leaure😂
Semoga Kedamaian, Keselamatan, Kesehatan yang baik dan Kemakmuran bagi Dunia terutama untuk Negeri kita Indonesia🙏 jangan kayak di Yardley yang terus ada masalahnya😭🤣
Sukses selalu juga buat Noveltoon dan Mangatoon🙏 karena kesuksesan platform merupakan sebuah dasar pondasi bagi penulis untuk bersinar juga🤗