UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.135 - Masa Depan Berubah



Zeki lama terdiam melamun bahkan Felix sudah beberapa kali mengajak berbicara dan mengguncang-guncangkan tubuh Zeki tapi tidak ada respon sama sekali.


"Tidak mungkin! hahaha ...." Zeki akhirnya berbicara dan mulai tertawa, "Dimana kau bertemu dengannya? biar aku kesana memastikan ... tidak mungkin Efrain melakukan hal itu!" Zeki tidak percaya sahabat baiknya itu berubah.


"Aku tidak bisa memberitahumu ... dia pernah berkata kalau bertemu Cain lagi, dia akan membunuh Cain ... aku tidak bisa membuat kau membongkar tempat yang sering didatangi Cain!" kata Felix.


"Apa? tunggu ... sepertinya ada kesalahan disini, apa kita membicarakan Efrain yang sama?" kata Zeki masih tidak mau percaya.


"Iblis dengan tubuh kambing dan jelas mengatakan bahwa dia adalah pemilik dari Pedang Orogla sebelumnya!" kata Felix.


Zeki tidak bisa berkata-kata lagi, "Aku akan bertemu dengannya! biar aku yang memastikan!" kata Zeki terlihat terburu-buru ingin pergi tapi dihalangi oleh Verlin.


"Jangan menghalangiku! tunggu ... kau tahu sesuatu tentang ini?" kata Zeki.


"Aku belum pernah memberitahunya!" kata Felix.


"Katakan! Verlin! kau tahu sesuatu kan?!" teriak Zeki.


"Masa depan terakhir yang kulihat sebelum meninggal ... saat terbakar hidup-hidup, yang aku lihat adalah ini ...." kata Verlin.


"Apa? kenapa kau tidak pernah memberitahuku?" tanya Zeki.


"Apa yang kau lihat?" tanya Felix berusaha sabar menunggu jawaban.


"Yang barusan!" jawab Verlin.


"Berarti itu belum tentu terjadi ... aku akan mencarinya sendiri kalau kau tidak mau mengatakan dimana dia berada!" kata Zeki mulai masuk ke gerbangnya.


"Percakapan kalian barusan! adalah masa depan yang aku lihat ...." kata Verlin.


"Harusnya kau memberitahuku!" kata Felix.


"Sama seperti yang dikatakan Zeki! aku juga tidak yakin apa itu benar atau hanya cerita yang kau ciptakan dan masih belum jelas bisa dipastikan kebenarannya!" kata Verlin.


"Kau pikir aku berbohong?!" Felix tidak habis pikir.


"Maaf, tapi ... aku yang tidak mempercayai diriku sendiri, tidak percaya dengan masa depan yang tidak pernah mengecewakanku!" kata Verlin.


"Memangnya Efrain itu seperti apa sebelumnya?" tanya Felix.


"Sangat bodoh, manja, suka mengeluh dan sangat malas ... yang jelas tidak pernah terbayangkan dia berubah! tapi walau begitu, dia adalah sahabat terbaik Sang Caldway!" jawab Verlin.


"Verlin! lihat! lihat ...." teriak Teo dan Tom yang baru saja datang dari melakukan kontrak dengan tanaman yang ada diluar gerbang rumah Verlin.


"Ah, itu ... tanda seberapa banyak kontrak yang telah kalian lakukan!" kata Verlin menunjuk tangan mereka bertiga yang muncul cincin dengan berbagai bentuk dan warna.


"Jadi, bagaimana tanda jika sudah kontrak dengan semua tanaman dan hewan?" tanya Tan penasaran dengan cincin yang dimiliki oleh Verlin.


Verlin memunculkan cincin yang memenuhi semua jari-jarinya. Dari jari tangan sampai jari kaki dipenuhi cincin.


"Bukan, ini hanya sebagian kecil yang terpisah-pisah! tanda yang menunjukkan jika sudah lengkap adalah dengan ...." Verlin mengusap kedua tangannya seperti pemain sulap dan cincin itu menghilang. Kemudian Verlin membuka kedua telapak tangannya dan muncullah permata biru.


"Safir?" tanya Cain.


"Ya! maka dari itu kenapa hanya kaum Ruleorum yang bisa melakukan kontrak karena semua unsur dari tanaman dan hewan yang dikumpulkan adalah bagian terkecil dari permata safir ...." jawab Verlin.


"Jadi kami nanti bagaimana? bukan Ruleorum ..." kata Tom terlihat khawatir.


"Aku juga tidak tahu apa kalian bisa memunculkan permata safir bahkan setelah lengkap semua kontrak ... belum pernah ada yang melakukan itu selain dari Ruleorum karena tidak memiliki gen yang bisa memunculkan permata yang berasal dari keluarga Ruleorum ... tapi kalian kan bukan mengincar batu permata itu jadi tidak masalah hanya dengan melakukan kontrak saja!" kata Verlin.


Felix yang daritadi menahan dirinya karena harus teralihkan ke masalah lain saat sedang memikirkan Efrain, "Tunggu ... jadi maksudmu adalah ...." Felix terlihat memikirkan sesuatu.


"Benar! batu permata safir yang muncul setelah melakukan kontrak itu adalah permata yang terkuat dan yang berhasil memunculkan bisa memiliki kekuatannya!" kata Verlin seperti tahu apa yang dipikirkan Felix.


Felix langsung duduk dan mulai tertawa, "Masih ada harapan! bisa saja memberitahu mereka yang sebenarnya adalah hal yang ceroboh dan nekat tapi bisa juga merupakan hal yang akan menyelamatkan mereka!" kata Felix dalam hati, "Apapun yang terjadi, kalian harus melakukan kontrak dengan semua tanaman dan hewan yang ada di Mundebris dengan waktu kurang dari dua tahun mulai dari sekarang!" kata Felix membuat Tiga Kembar tercengang.


Verlin tidak berhenti berbicara menjelaskan betapa tidak mudahnya melakukan kontrak itu tapi Tan, Teo dan Tom dengan tersenyum, "Kami bisa!" kata mereka kompak.


"Aku bisa mempercayai kalian kan?" tanya Felix penuh harap.


"Tentu saja!" jawab Tiga Kembar.


Cain langsung memeluk Tan, Teo dan Tom yang begitu percaya diri dan memang selama ini, Cain tahu betul mereka tidak pernah mengecewakan dan jika melakukan sesuatu sangat bersungguh-sungguh. Cain kemudian menatap Felix yang terlihat menunduk, "Ada apa?" Cain mulai duduk dihadapan Felix dan melihat mata Felix yang terlihat memunculkan kejadian yang tidak jelas karena terlalu gelap. Mata biru Verlin kemudian ikut bersinar.


"Jadi ini yang kau takutkan?" tanya Verlin lewat pikiran.


"Kau melihatnya juga?" Felix balik bertanya.


"Aku akan membantu mereka sebaik mungkin!" kata Verlin.


"Ada apa? kenapa mata Verlin dan Felix bersinar begitu?" tanya Teo.


Cain berusaha ikut melihat di mata Felix dengan tanpa berkedip tapi tidak jelas, karena frustasi Cain memegang bahu Felix hendak berdiri tapi saat berdiri Cain berada ditempat lain.


"Dimana ini?" tanya Cain melihat pemandangan sekitar yang tidak dikenalnya itu.


"Kau datang?" kata seseorang yang membuat Cain cepat-cepat menuju arah suara itu dan saat mendekat, dilihatnya sosok Felix yang sedang memandang Tiga Kembar yang terlihat sedang saling berpegangan tangan bersama dengan wajah pucat.


"Tidak!" teriak Cain tanpa sadar menjatuhkan dirinya melihat pemandangan itu, "Jadi ini yang membuatmu khawatir selama ini? kenapa kau tidak bilang?" Cain mulai ingin memegang tubuh Tan, Teo dan Tom tapi tidak bisa dan hanya menembus saja.


Lama Cain tinggal memandang Tiga Kembar dan memikirkan perasaan Felix selama ini yang tidak diketahuinya, "Aku akan membunuh siapapun yang berani melakukan hal ini! ini adalah masa depan kan? berarti aku hanya perlu membunuh orang itu terlebih dahulu!" kata Cain penuh amarah.


Felix menoleh ke tempat lain dan melihat tubuh Cain yang terpotong-potong itu menghilang. Felix dengan senyuman, "Keraguannya hilang!"


Karena terlalu fokus dengan Tan, Teo dan Tom. Cain tidak melihat dirinya sendiri yang juga mengalami masa depan yang mengerikan itu. Tapi dengan menghilangnya tubuh Cain yang dilihat terpotong-potong itu adalah karena keraguan Cain yang sudah hilang. Selama ini Cain tidak berani melukai orang lain dan itu menjadi kelemahan terbesarnya. Tapi selama kelemahan itu bisa diatasi, masa depan Cain bisa berubah.


...-BERSAMBUNG-...