UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.310 - Ramalan



"Aku tahu kau pasti sudah mendengar ramalan itu ... ibumu pernah ikut perang, direkrut untuk menjadi prajurit Kerajaan Sanguiber kan?! saat itu Ratu Sanguiber saat ini masih sangat muda dan belum menjabat menjadi ratu ... Sanguiber kalah dalam peperangan itu dan ibumu membawa Ratu Sanguiber untuk mundur dan bersembunyi. Tapi saat itu mereka tidak punya pilihan lain selain memasuki gerbang ilegal menuju Bemfapirav yang entah dibuka oleh siapa di tengah hutan itu. Seakan memandu mereka berdua untuk sengaja masuk kesana dan melihat sesuatu ...." kata Felix membuat Osborn kaget.


"Bagaimana bisa Tuan Muda mengetahui hal itu?!" tanya Osborn.


"Kiamat akan segera datang, bersiaplah! kehancuran bagi tiga dunia akan datang tapi hanya seorang yang bisa mengubahnya ... Caelvita-119." Felix mengucapkan ramalan itu seperti yang tertera di paragraf pertama pada lembaran buku yang pernah dibacanya, "Dan ... aku tebak itu juga yang membuat Caelvita sebelumku begitu terobsesi melakukan segala macam tindakan ekstrem dan tidak takut sama sekali jika tindakannya itu akan membuat nyawanya melayang. Kau tahu kan? Caelvita punya beberapa nyawa ... bayangkan tindakan berbahaya yang dilakukan Iriana sehingga harus mati diusia muda karena merasa terbebani harus segera membuatku muncul ... tapi katanya itu tidaklah terlalu buruk. Katanya karena itu dia bisa bertindak berani dan tidak takut apapun karena sudah selalu siap untuk mati sehingga begitu banyak pencapaian yang didapatkannya selama masa pemerintahannya. Ramalan bodoh itu membuat Iriana mati diusia 23 tahun dan aku harus menerima takdirku untuk mengemban ramalan bodoh itu dengan muncul begitu cepat dari seharusnya."


"Tuan Muda tidak mempercayai ramalan itu?" tanya Osborn setelah diam beberapa saat mendengar penjelasan panjang Felix.


"Aku mengatakannya ramalan bodoh, bukan berarti aku tidak mempercayainya. Untuk mengatakan bahwa kiamat itu karena Pesmoresnon, rasanya terlalu cepat dan terkesan hanya dipenuhi ketakutan semata ...." jawab Felix.


"Jadi, kalau ini bukan Pesmoresnon ... lalu apa?" Osborn berdiri dan terlihat begitu emosi.


"Memangnya kau hidup saat masa Caelvita-47? kau juga hanya membacanya di sebuah buku dan mendengarnya dari mulut ke mulut." kata Felix masih tetap duduk tenang.


"Apa yang Tuan Muda ingin katakan sebenarnya?!" Osborn mulai kehilangan kesabaran.


"Yang aku ingin katakan adalah ... jangan mendoktrin Alvaudenku hanya berdasarkan dengan ketakutanmu itu. Dalam buku sejarah tercatat bahwa kiamat ditandai dengan munculnya penyakit Pesmoresnon ... tapi apa itu Pesmoresnon tidak ada yang mengetahui secara jelas. Penjelasannya hanya berdasarkan dari cerita yang tidak dimuat dalam buku atau dengan kata lain ... hanya dari mulut ke mulut saja yang tidak terbukti kebenarannya." kata Felix mulai berdiri mendongak menatap Osborn tapi tanpa terintimidasi sama sekali tapi sebaliknya Osborn yang menunduk menatap Felix gemetaran.


"Aku hanya ingin mencoba membantu ...." kata Osborn.


"Kalau kau ingin membantu mulailah dari mencari tahu darimana asal penyakit ini! kau hanya menyimpulkan dia mengalami Pesmoresnon karena kau telah mencoba segala macam obat tapi tidak ada yang berhasil dan menuntun Alavudenku ikut bergabung dalam khayalanmu itu ...." kata Felix.


"Kudengar kalau Caelvita-47 juga sangat kasar dan kini aku mengerti bagaimana setelah berhadapan dengan reinkarnasinya." kata Osborn menatap Felix dengan muak.


Felix menahan emosinya padahal di dalam hati sudah sangat bosan mendengar kata reinkarnasi itu, "Aku tahu apa yang telah kau dan dia lakukan ... aku tahu kalian darimana ...." kata Felix yang langsung membuat Osborn panik dan ingin segera melarikan diri dari sana.


"Kau berusaha menutupi kejahatanmu dengan menggunakan penyakit ini ... membuat Alvaudenku dalam bahaya. Kau mengira aku ini tidak tahu apa-apa karena masih Caelvita pemula ... mencoba menipu dan membuat kegaduhan sementara kau bisa meloloskan diri." kata Felix mulai berjalan ke arah Obsorn membuat Osborn tidak punya pilihan lain selain berjalan mundur menjauhi setiap langkah maju Felix.


"Apa penyakit ini darisana?" tanya Osborn begitu panik, "Tapi itu sudah lama sekali ... bahkan masih di masa pemerintahan Caelvita-117."


"Felix ...." suara Iriana menggema di telinga Felix, "Ampuni dia! aku mohon!"


"Kalau Iriana pasti akan langsung mengampunimu ... tapi untungnya dia punya Efrain, Alvauden yang bertolak belakang dari Iriana yang bisa bersikap tegas. Tapi aku tidak seperti Iriana ... kau juga sudah mendengar kan apa yang telah diperbuat Pemimpin dari Alvaudenku?! pemerintahanku tidak akan sama dengan sebelumnya yang terlalu lembut ...." kata Felix tidak memperdulikan Iriana.


"Memang ... tapi ketakutanmu itu akan kehancuran dunia, sepertinya kaulah yang akan memulainya." kata Felix.


"Hahh?! tidak ... tidak ... saya mohon Tuan Muda! ampuni saya ... jangan buat saya mati secara tidak terhormat. Saya berjanji akan menghilang sendiri." kata Osborn mulai berlutut.


"Maksudmu kau akan bunuh diri begitu?" tanya Felix.


"Iya, Tuan Muda. Jadi ... saya mohon! jika saya dibunuh oleh Caelvita, itu menandakan bahwa saya mati secara tidak terhormat." kata Osborn.


"Aku tidak akan membunuhmu ...." kata Felix mulai menghela napas membuat Osborn hanya terdiam tidak mengerti situasi saat ini, "Tapi kau akan dalam pengawasan Quiris terpercayaku ... dia akan meneliti penyakitmu ini dan mencari cara menyembuhkannya. Jadi ... jangan berkeliaran sampai dia datang menjemputmu! atau ketakutanmu akan kehancuran dunia itu kaulah yang memulainya ... bisa saja kaulah yang menyebarkan penyakit ini pada seluruh Mundebris." Felix membuat Osborn begitu histeris ketakutan.


Selama ini Osborn hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan cerita dari ibunya itu. Ramalan yang disaksikan oleh Ibu Osborn dan juga Ibu Felix. Osborn sepertinya terlalu terbebani sehingga akhirnya mengikui jalan yang salah. Iriana sudah memberitahu Felix bahwa Osborn memang banyak melakukan perjalanan ilegal tapi itu tidak membuatnya menjadi Anaevivindote jahat. Karena semata-mata Osborn melakukan itu karena rasa takutnya akan ramalan itu.


"Felix? apa masih lama?" tanya Teo lewat Jaringan Alvauden.


"Dimana jenismu yang lain tinggal?" tanya Felix pada Osborn yang masih terlihat panik itu.


Setelah memberitahu lokasi, kali ini Osborn yang bertanya, "Kenapa Tuan Muda mengampuni saya?"


"Aku tidak mengampunimu! asal tahu saja kau akan dikurung dan menjalani tes dan pengobatan untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan." kata Felix.


"Sepertinya Tuan Muda tidaklah seburuk itu ...." kata Osborn.


"Kau pikir aku benar akan membunuhmu?" Felix mendengus menahan tawanya yang hampir keluar.


"Tidak ada keraguan di mata Tuan Muda ...." kata Osborn.


"Aku tidak menyalahkanmu atas apa yang kau perbuat ... bisa saja semua itu karena memang sudah takdirmu. Takdir yang diteruskan oleh ibumu itu ... takdir yang perlahan menjadikanmu sebagai permulaan ramalan itu terjadi. Seakan semuanya sudah diatur sedemikian rupa secara rapi. Sehingga semuanya mengalir begitu saja tanpa sadar kita sendiri yang menciptakan takdir itu." kata Felix.


"Jadi ... pada akhirnya sayalah yang menjadikan ramalan itu terjadi." kata Osborn merasa tidak adil.


...-BERSAMBUNG-...