
"Hahh ...." Cain menghela napas panjang dan memegang kepalanya karena bingung harus memilih siapa, "Bisa kau ceritakan lagi lebih detail?" pinta Cain.
"Sepertinya sudah jelas kita harus memilih Jimi untuk diselamatkan ... tapi baiklah ... Jimi berasal dari keluarga yang kaya dan jika saja kita tidak memilih Jimi, generasi dari keluarga Jimi akan berhenti. Jimi, satu-satunya harapan untuk mewarisi kekayaan keluarganya. Sedangkan Kavindra berasal dari keluarga menengah, tidak bisa dikatakan kaya tapi berkecukupan dalam hal ekonomi."
"Kalau berpikir untuk kebaikan jangka panjang, aku memilih Kavindra. Karena Keluarga Jimi terbilang dermawan dalam hal berdonasi. Entah kenapa aku berpikir jahat begini ... tapi kupikir jika tidak ada Jimi, maka keluarganya akan memberikan seluruh hartanya untuk di donasikan daripada memberikannya kepada yang bukan termasuk anggota keluarga ... tapi kalau berpikir berdasarkan perasaan, aku memilih Jimi karena bagaimanapun juga keluarganya akan terpuruk jika kehilangan Jimi. Sedangkan Kavindra, mungkin mengatakan ini akan membuatku menyesal nantinya tapi setidaknya mereka bisa bertemu Kavindra ... bisa mempunya anak perempuan walau sebentar tapi bukankah itu sudah seperti hadiah ...." kata Cain.
"Kau benar Cain? bukan Tom kan?!" kata Felix mengira Cain dirasuki Tom.
"Kita pilih Jimi saja ...." kata Cain.
"Ah, Cain ternyata ...." kata Felix setelah mendengar Cain memilih berdasarkan perasaan.
Jimi (1 tahun) - K̶a̶v̶i̶n̶d̶r̶a̶ ̶(̶1̶,̶5̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶
"Pasangan ketigabelas, Leilani dan Milada! keduanya adalah sosok yang sangat berpengaruh sekarang dan sangat dibutuhkan oleh negeri tercintamu!" kata Felix.
"Berhenti mengatakan itu!" kata Cain sebal terus diejek.
"Leilani berperan penting sebagai pemimpin sebuah perusahaan untuk menjaga lingkungan, bukan hanya di Yardley tapi perusahaannya sudah dibuka di negara lain dan seterusnya akan terus membuka perusahaan di negara lain hingga semua perusahaannya ada di seluruh dunia ... tujuan utama Leilani adalah memperpanjang usia bumi. Sedangkan Milada berperan penting sebagai pemimpin sebuah organisasi kesehatan yang berkeliling dunia untuk merekrut anggota sehingga organisasi Milada bisa menjadi besar dan pengetahuan di bidang medis di negara maju bisa diketahui langsung oleh anggota yang berada di negara berkembang. Dengan begitu tidak ada petugas medis yang mengatakan bahwa tidak tahu atau mengatakan teknologi itu belum ada karena bisa langsung saling berkoordinasi untuk meminta bantuan ...." kata Felix.
"Aku masih ingat saat pertama kali mendengar nama perusahaan itu tidak berhenti tertawa ... 'PTUMB' Prajurit Terbaik Untuk Melindungi Bumi!" kata Cain.
"Avengers sesungguhnya!" kata Felix.
Cain berhenti tertawa, "Bagaimanapun juga lelucon kita tidak cocok!" kata Cain sebal karena bukannya Felix ikut tertawa malah serius.
"Walau ini perusahaan yang ada banyak penerus bertalenta dengan visi yang sama tapi kehadiran Leilani merupakan keharusan. Bukan hanya sebagai donatur permanen dalam membangun perusahaan karena merupakan orang terkaya di Yardley tapi juga sebagai sosok yang dihormati dan disegani, bisa menarik donatur dengan cepat. 90% donatur tetap adalah kenalan Leilani, kalau Leilani tidak ada bisa jadi donasi mereka akan berhenti! dan ... seperti yang kau tahu, perusahaan amal kebanyakan akan selesai jika donaturnya pergi ...." kata Felix.
"Tapi ini kan perusahaan amal, bagaimanapun juga pasti akan membuat citra dan image seseorang bagus. Tidak semudah itu mereka mencabut donasi ...." kata Cain.
"Yang menjadi donatur adalah yang setia dengan Leilani! pernah Leilani jatuh sakit dan dikira akan meninggal, semua donatur perlahan pergi tapi kembali setelah Leilani kembali sehat. Entah karena setia atau ada hal khusus kenapa harus Leilani ...." kata Felix.
"Bagaimana dengan organisasi Milada? OKD kan ya? Organisasi Kesehatan Dunia?" tanya Cain.
"Tentu saja juga menggunakan dan memerlukan banyak donatur dan selama ini kebanyakan hanya Milada yang mengeluarkan uang untuk biaya alat kesehatan yang diberikan pada rumah sakit yang memiliki anggota dari organisasi OKD ... Tanpa Milada, OKD juga akan mengalami pengunduran dalam melakukan donasi ke tiap negara berkembang yang membutuhkan. Walau masing-masing anggota wajib membayar iuran per tahun tapi itu belum cukup ... bagaimanapun juga alat kesehatan sangatlah mahal dan bukan hanya satu negara yang membutuhkan tapi seluruh dunia ... terlebih lagi perlu pelatihan khusus untuk menguasai alat kesehatan itu jadi anggota OKD yang diberi alat kesehatan harus mendapat pelatihan khusus dari yang sudah ahli dan setelah berhasil membantu dengan menjadi asisten dan telah diakui barulah lisensi mereka keluar untuk mengoperasikan alat itu ... dan itu perlu waktu yang lama dan tentu saja memerlukan biaya ...." jawab Felix.
"Apa kau punya solusi?" tanya Cain kesulitan memilih dari kedua orang hebat itu.
"Kita kan punya Nenek Alviani!" sahut Felix.
"Em?!" Cain dengan ekspresi bingung.
"Nenek Alviani bersedia menjadi donatur permanen untuk membiayai OKD!" kata Felix.
"Jadi kau memilih Leilani?" tanya Cain.
"Bagaimanapun juga Leilani masih muda dibanding Milada. Leilani masih punya banyak waktu untuk membangun PTUMB lebih besar lagi ... dan dibanding Milada yang hanya membutuhkan seorang donatur, kehadiran Leilani sangatlah dibutuhkan untuk mempertahankan perusahaan yang hanya mempercayai Leilani ...." jawab Felix.
"Kita bertaruh pada Leilani saja!" kata Felix.
"Baiklah ... kalau itu maumu!" kata Cain.
Leilani (35 tahun) - M̶i̶l̶a̶d̶a̶ ̶(̶6̶0̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶
"Rasanya seperti berjudi saja ...." kata Cain sedikit ragu.
"Pasangan ke empatbelas, Neva dan Orea!" kata Felix.
"Orea? yang berpotensi menjadi orang jahat itu kan?" tanya Cain.
"Iya, dan juga ...." sahut Felix.
"Juga?" tanya Cain.
"Neva adalah wakil dari pemimpin OKD dan merupakan sahabat dari Milada ...." jawab Felix.
"Jadi ini ... kenapa kau yakin tidak harus memilih Orea?" tanya Cain.
"Bagaimanapun juga Neva akan meneruskan OKD setelah kita tidak memilih Milada ...." jawab Felix.
"Tapi jika dilihat dari umur, kita seharusnya memilih Orea terlepas dari catatan kalau dia berpotensi akan menimbulkan hal buruk di masa depan ...." kata Cain.
"Orea sudah membunuh semua kucing di lingkungan dekat rumahnya!" kata Felix.
"Tapi belum menyakiti manusia kan? bagiku itu masih bisa dimaafkan, bahkan Goldwin pun pasti akan setuju dengan pilihanku ...." kata Cain.
"Ayahnya seorang pembunuh berantai dan ibunya menjual organ tubuh secara ilegal. Orea bahkan baru 5 tahun tapi sudah memberikan tanda-tanda kalau dia akan menjadi anak seperti apa nantinya ...." kata Felix.
"Biarkan aku mengawasinya ... percayakan kepadaku! dia akan kuubah menjadi seseorang yang berbeda!" kata Cain.
"Kau pikir mengawasi adalah hal mudah, bukan hanya satu tapi sekarang sudah banyak yang akan kau awasi ...." kata Felix.
"Kau lupa ya? aku ini Leaure sejati?! aku bisa kembali ke masa manapun dan kapanpun yang kusuka ...." kata Cain.
"Kalau begitu berjanjilah satu hal padaku!" kata Felix.
"Apa itu?!" kata Cain sudah senang karena Felix sepertinya akan membiarkan Orea hidup jika dia bisa menepati janji itu.
"Jangan pernah kembali ke masa lalu dan mengubah permainan ini!" kata Felix.
"Ah, cuma itu ... cool!" kata Cain setuju.
...-BERSAMBUNG-...