
"Aku tanya untuk apa kau melakukan ini? bahkan tanpa persetujuan kami dulu ... kau pikir ini bisa dilakukan tanpa berdiskusi dulu? apa-apaan kau Felix?!!" Tom jengkel sejengkel-jengkelnya.
"Aku tanya sampai mana menyebar?" Felix tidak memperdulikan Tom yang sedang kesal itu dan tetap mempertanyakan apa yang ingin diketahuinya saja.
Banks ragu menjawab karena Tom sedang dalam mode wajah kesal bukan main, "Em ... saya terbang melihat penyebarannya saat gelombang sampai di Desa Navaeh dan mengikutinya ... dari atas bisa dilihat kalau Provinsi Eartha terkena semua dampak Purgaedis."
"Kau dengar itu?! hanya satu provinsi! itu karena aku belum menjadi Caelvita resmi. Kalau menjadi Caelvita resmi dan menggunakan Purgaedis barulah kalian bisa khawatir karena Purgaedis akan menyebar ke seluruh dunia dan barulah efek tidur itu bekerja padaku. Kalau sekarang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan!" kata Felix.
"Ada apa tiba-tiba kau melakukan hal nekat seperti ini?" tanya Tan.
"Karena aku harus setidaknya melakukan sesuatu untuk menebus rasa maluku ...." kata Felix dalam hati, "Kita harus melakukan sesuatu sebelum terlambat atau setidaknya mengurangi ...." jawab Felix pada Tan.
"Caelvita yang melakukan Purgaedis akan membuat Mundclariss terbebas dari hal buruk selama 100 tahun. Sebanding dengan pengorbanan Caelvita yang harus tertidur selama 83 tahun. Memang tidak sampai setengah dari Caelvita yang melakukan itu karena akan membuat waktu 83 tahun terbuang percuma dan Viviandem akan mengalami krisis Viriaer. Banyak Viviandem akan sakit-sakitan tapi Manusia akan terhindar dari gangguan supernatural." kata Banks.
"Itu adalah hal yang sangat egois Felix! jangan pernah melakukannya lagi! beruntunglah karena kami bisa menemukanmu setelah keluar sekolah melihat sumber dari gelombang besar itu ... apa yang akan kau lakukan jika tidak sadarkan diri di tempat musuh?!" kata Tom.
"Melindungi orang lain haruslah tanpa menyakiti orang lain. Kalau dalam prosesnya akan ada yang terluka, berarti cara kitalah yang melindungi yang salah ...." bahkan Teo tidak menyukai apa yang dilakukan Felix itu.
"Itu tandanya kita harus mencari cara lain! cara yang bisa menguntungkan semua pihak." kata Tan.
"Viviandem itu makhluk yang kuat, memang akan sakit-sakitan tapi tidak sampai mati. Tapi manusia akan banyak yang mati karena kelakukan Efrain ini bahkan Mundclariss bisa saja hancur ...." kata Felix.
"Mundebris dan Viviandem yang tidak sehat, kau pikir bisa berjalan normal?" kata Tom merasa Felix egois.
"Tidak berjalan normal memang tapi tidak akan hancur. Tapi Mundclariss jika tidak berjalan normal akan hancur Tom ... Mundebris, Viviandem ... adalah sesuatu yang kuat dan tidak mudah untuk hancur." kata Felix.
"Sepertinya kau harus memikirkan lagi mana yang harus kau prioritaskan sebagai seorang Caelvita. Ingat baik-baik ... kau itu Caelvita Felix! kau ada untuk Mundebris!" kata Tom.
"Kenapa aku harus memilih satu jika aku bisa melindungi keduanya?!" Felix mulai bangun dan keluar dari Rumah Banks.
"Terkadang niat baik tidak selalu dianggap baik oleh orang lain Felix. Kau mungkin menganggapnya baik tapi penghuni Mundebris akan mengira kau memihak penghuni Mundclariss. Dan ... disaat kau mengira itu akan melindungi keduanya, bisa saja itu menghancurkan semuanya." kata Tom dalam hati.
Tidak ada yang mengikuti Felix keluar, semuanya merasa bahwa tidak bisa menghentikan apapun itu jika Felix sudah memutuskan.
"Bahkan jika kita menghentikan tidak akan ada pengaruhnya!" kata Teo.
"Dia pasti akan melakukannya lagi jika sudah menjadi Caelvita resmi ...." kata Tom.
"Pastinya ...." sahut Tan.
"Jika itu terjadi kan kita bisa tinggal di Mundebris saja ... tidak perlu menunggu lama seperti di Mundclariss. Hanya sebulan jika di Mundebris ...." kata Teo.
"Sebulan tanpa Caelvita, kau pikir itu adalah hal biasa? mudah? akan terjadi kekacauan di Mundebris!" kata Tom menentang Teo yang menerima saja jika itu benar terjadi.
"Setidaknya sekarang Provinsi Eartha akan aman dari gangguan Efrain ...." kata Banks menyuruh mereka melihat sisi baiknya.
"Berapa lama efeknya?" tanya Tan.
"Susah memprediksi karena Yang Mulia belum resmi menjadi Caelvita tapi penyebaran Purgaedis begitu luas untuk seorang Caelvita pemula ... rasanya kita bisa berharap lebih dengan efek Purgaedis ini." jawab Banks.
"Hal yang harus dilakukan adalah membuat batasan agar Iblis tidak keluar dari Provinsi Eartha. Kita harus menjaga perbatasan yang menjadi akhir dari Purgaedis menyebar. Jika Efrain memilih Provinsi lain yang jauh dari kita, bisa gawat!" kata Tan.
"Tunggu apa lagi! ayo bergerak!" kata Felix yang masuk ke dalam rumah kembali.
"Bagaimana kita bisa membatasinya? Provinsi Eartha begitu luas dan kita hanya berlima. Mertie mungkin bisa membantu tapi sama saja cuma ada enam orang. Lagipula ... membuat batasan di Mundclariss tidaklah cukup. Bemfapirav dan Mundebris bisa menjadi rute lain mereka untuk bergerak bebas ...." kata Tan menunggu apa rencana Felix.
"Aku tidak bilang kita akan menjaga perbatasan!" kata Felix.
"Lalu apa rencanamu?" tanya Tom.
"Saatnya kalian melanjutkan perjalanan melakukan kontrak, kali ini ke ujung provinsi!" jawab Felix.
"Kau ingin kami menggunakan koneksi kami dengan tanaman atau hewan Mundebris? tapi asal tahu saja ... kami tidak melakukan banyak kontrak sebelumnya." kata Teo.
"Kalian hanya perlu menanam sesuatu untukku!" Felix mengeluarkan beberapa batu permata emerald dari saku dalam jaketnya.
"Kau ingin kami menanam ini?" Teo mengambil satu.
"Aku bisa merasakan keberadaan batu permata emerald!" kata Felix.
"Baguslah, kau jadi bisa kaya!" kata Teo polos, "Memangnya ada apa dengan itu?" tanyanya kemudian setelah menyadari tatapan yang lain dengan candannya.
"Maksudku ... seperti aku bisa merasakan batu permata emerald, aku juga bisa merasakan dimana batu itu berada dan sedang berada di dekat siapa ... jika ada Iblis yang melangkahi batu permata ini maka aku bisa tahu kemana arah Iblis pergi dan kita bisa mengikutinya." jawab Felix.
"Kau ingin kami menaruh seluruh perbatasan dengan ini di dalam tanah? bagaimana bisa?" Teo melongo.
"Tidak perlu seluruhnya, batu permata ini akan saling terkait dengan yang lainnya. Hanya perlu satu permata untuk setiap sudut perbatasan sudah cukup." kata Felix yang membuat Teo lega.
"Kenapa kau jadi sangat termotivasi begini?" tanya Tom.
"Kupikir nanti setelah aku menjadi Caelvita resmi barulah aku melakukan semuanya tapi akhinrya aku sadar jika tidak dilakukan sekarang, semuanya akan terlambat ... bahkan setelah aku menjadi Caelvita resmi sekalipun akan sulit untuk mengembalikan segalanya menjadi normal kembali." jawab Felix.
"Baiklah ... ayo kita berangkat! kata Tan mengambil satu batu permata.
"Caelvita yang memberi perintah, mana mungkin kami menolak." kata Tom juga mengambil satu batu permata.
"Ikatkan pada akar tanaman, itu bisa membuat batu permata emerald lebih aman. Tidak mudah dihancurkan karena tanaman akan melakukan perlawanan dan aura emerald akan tersembunyi jika dikaitkan dengan akar tanaman. Tapi sebelum itu, Banks harus memberi kita tas yang bisa menyembunyikan itu ...." kata Felix menunjuk sesuatu di dinding.
Banks buru-buru menyiapkan apa yang diinginkan Felix.
"Jika kami menanamnya di Mundebris, apa akan bisa kau rasakan juga jika ada yang melintas di Mundclariss?" tanya Tan.
"Tentu saja! aku bisa merasakan ketiga dunia ... dan dimana ada emerald, disitulah telinga dan mataku berada." jawab Felix.
...-BERSAMBUNG-...