UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.512 - Perang Di Dunia Pikiran Part 5



Tanah mulai berhenti bergerak dan terbang kesana-kemari, "Sepertinya dekorasi dunia pikiran Zeki sudah selesai." kata Efrain.


"Tapi, kita tidak melihatnya ada dimana sekarang." kata salah satu Anak buah Efrain.


"Jangan khawatir, kalian mundur saja! jangan ganggu aku selama aku tidaklah dalam bahaya. Biarkan aku bertarung dengannya satu lawan satu." kata Efrain.


"Biarkan mereka keluar kalau begitu! kalau kau benar mau melawanku satu lawan satu. Dunia pikiran ini sudah kuubah sistemnya, sulit untuk dimasuki tapi mudah untuk keluar kecuali untukmu Efrain. Kau tetap disini denganku!" kata Zeki mendengarkan pembicaraan mereka.


"Baiklah, kalian keluar! periksa Zewhit yang dijadikan penguat dunia pikiran ini. Tidak mungkin mereka menguatkan dunia pikiran Zeki padahal tidak terikat." kata Efrain.


"Kami tidak akan meninggalkan Yang Mulia sendiri disini, sangat berbahaya berada di dalam dunia pikiran termasuk untuk Yang Mulia sendiri." kata Anak Buah Efrain yang tidak mau pergi darisana.


"Jangan membantahku! kau meremehkanku tidak bisa mengalahkannya?! tunggu aku diluar! jaga Zewhit yang terlepas dari dunia pikiran ini sampai aku kembali. Kita masih membutuhkannya." kata Efrain.


"Baik Yang Mulia." dengan mudah dibukakan jalan untuk keluar dari dunia pikiran itu. Ada yang mencoba masuk tapi tidak bisa. Zewhit Iblis yang mengendalikan dunia pikiran itu sebelumnya, yang sudah meninggal lagi juga ikut keluar.


"Sekarang hanya kau dan aku Zeki. Jadi, perlihatkan dirimu!" teriak Efrain melihat sekitar mencari keberadaan Zeki, "Jujur saja ... aku tidak pernah mengira kalau situasi jadi berubah terbalik seperti ini. Tapi ini Zeki, aku lupa dia orang yang seperti apa ... bahkan disaat aku masih takut untuk membunuh seseorang, dia tanpa takut sama sekali melakukan apapun termasuk membunuh jika itu membahayakan Iriana." kata Efrain dalam hati memperhatikan semua detail untuk mencari keberadaan Zeki.


"Kau sering masuk kesini kan?! memasuki Dunia Zewhit seperti ibaratkan memasuki hati dan pikiran Zewhit itu sendiri. Harusnya kau mengenalku dengan baik tapi ternyata tidak ...." kata Zeki dengan suara bergema.


Saat ini Efrain sedang berada di dalam kamar Zeki, "Gema?! seingatku ... ada sumur di dalam rumah Zeki." Efrain mulai berjalan ke bawah tanah. Setelah menemukan sumur segera saja Efrain langsung memborbardir sumur itu dengan Isvintria hingga sumur bahkan sebagian rumah ikut meledak berkeping-keping tanpa memeriksanya terlebih dahulu.


"Kau mendengar tapi tidak melihat, kau melihat tapi tidak mendengar. Itulah kau Efrain! kau hanya bisa fokus melakukan satu hal saja, tidak bisa melakukan dua atau lebih sekaligus." kata Zeki yang terdengar baik-baik saja setelah serangan yang dilakukan Efrain.


"Aku bukanlah Efrain yang dulu lagi ...." kata Efrain.


"Itu memang benar! kau memang bukan Efrain yang aku kenal, karena kau yang kukenal tidak mungkin akan melakukan semua hal keji selama lebih dari 10 tahun ini tanpa kuketahui. Tapi kau tetaplah Efrain yang dulu masih saja bodoh. Walau kau bukan lagi Efrain yang kukenal tapi kau tetap mempunyai sisi keburukanmu yang dulu. Kau tidaklah sempurna, Efrain! bukannya tidak mungkin aku bisa membunuhmu." kata Zeki.


"Kalau kau begitu percaya diri, muncullah! jangan bersembunyi dan menyerangku dengan dunia pikiranmu. Ayo kita bertarung secara langsung." kata Efrain.


"Kalau aku melakukan itu, aku pasti akan kalah." kata Zeki.


"Baiklah, biar aku yang mencarimu sendiri dan membunuhmu." kata Efrain mulai membakar sisa rumah Zeki dengan amarahnya yang meledak. Kini yang tersisa hanya pagar besi diluar rumah Zeki dan pepohonan disekitar. Kenangan Efrain, bagaimana saat pertama kali Zeki mengajaknya kesana teringat kembali. Bagaimana Zeki untuk pertama kalinya terbuka menceritakan kisah selama hidupnya dengan Iriana, Dave dan Efrain juga ada disana mendengarkan.


"Aku tidak tahu apa harus kecewa atau bahagia ...." kata Zeki dalam hati.


Efrain mulai mendorong pagar besi dengan model yang sudah ketinggalan jaman itu, kemudian berjalan menyusuri jalan seperti saat Zeki pertama kali mengajaknya berkeliling disana.


...****************...


Sementara itu di dunia pikiran lain, Verlin sedang berada di dalam es terperangkap.


"Apa dia sudah mati?!" tanya Iblis yang mendekat memeriksa keadaan Verlin karena sudah lama Verlin berada di dalam es itu tidak bergerak.


"Dia memang sudah mati, dia Zewhit! kau lupa?!" kata Iblis lainnya yang juga ikut masuk untuk mengganggu tapi berakhir hanya mengecek keadaan Verlin saja.


"Untuk mengetahui Zewhit sudah mati hanya satu, dia harus menghilang. Tapi dia masih disini, tandanya dia masih hidup atau masih punya nyawa yang tersisa." kata Iblis yang mengendalikan dunia pikiran, suaranya terdengar berasal dari atas langit.


"Tapi dia ada di dalam es?! mungkin saja tidak menghilang karena sedang terperangkap di dalam es." kata Iblis lainnya yang ikut bergabung setelah lama bersembunyi daritadi.


"Cairkan saja es ini, setelah itu kita langsung bunuh secara beruntun. Entah sisa berapa nyawa Zewhitnya karena dia Ruleorum, tapi kalau kita bunuh terus menerus dalam keadaan tidak sadar pasti akan cepat menghilang juga." kata Iblis yang datang bersama dengan empat iblis lainnya.


"Okey, sudah semua! ada delapan iblis yang ikut masuk ke dalam dunia pikiran ini bersamaan denganku. Karena mereka sudah ada disini semua ...." Verlin membuka matanya di dalam es dan membentuk es yang mengurungnya itu menjadi puluhan tombak terbang menusuk kedelapan iblis yang sedang mengelilinginya. Setelah itu Verlin membuat pisau berbentuk lingkaran berputar mengelilingi semua iblis yang ada disana dan memotong mereka hingga menjadi tidak berbentuk.


Arwah iblis yang meninggal disana keluar, tapi Verlin memunculkan sabit panjang melengkung kembali menebas semua roh iblis yang ada disana sebelum sadar sepenuhnya telah meninggal.


Iblis yang mengendalikan dunia pikiran itu datang dihadapan Verlin, "Kenapa?! kau tidak bisa melakukan apa-apa kan?! dunia ini tidak menurutimu lagi dengan apa yang kau pikirkan, kan?!" kata Verlin menyeringai.


"Aku terlalu meremehkanmu ...." kata Iblis berwajah beruang.


"Kau menggunakan replika Istana Ruleorum untuk membuatku terganggu sebagai seseorang yang diusir dari istana dan dibuang oleh keluarga. Tapi nyatanya ... itu persoalan lama, luka lama, aku tidak masalah lagi dengan itu. Semua itu sudah tidak mengangguku lagi, bahkan membuatku meneteskan satu tetes air mata juga tidak lagi ... bukan hanya replika istana tapi kau juga menggunakan es sebagai senjata melawanku, lucu sekali! walau aku sudah diusir dan dan dibuang oleh kaumku sendiri. Aku tetaplah Ruleorum, kekuatan dasarku adalah es dan aku tetaplah seorang Malaikat Maut. Jadi tadi kau yang mengatakan telah meremehkanku, tidak! kau salah! kau sedang sangat-sangat menghina seorang Ruleroum di dalam dunia pikiran yang dunia pikiran ini sendiri adalah ciptaan Ruleorum. Di dalam dunia pikiran, kaum Ruleorum tidak terkalahkan!" kata Verlin membuat getaran di tanah seperti yang baru saja terjadi seperti saat Zeki akan mengambil alih dunia pikiran.


...-BERSAMBUNG-...