UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.513 - Perang Di Dunia Pikiran Part 6



"Dunia pikiran ini milikku sekarang!" kata Verlin memunculkan dua ombak besar es yang datang dari kedua sisi Iblis Beruang. Saat akan mundur, kembali Verlin menciptakan gelombang es baru dari sisi belakang. Hingga tinggal hanya sisi depan yang aman untuk melarikan diri tapi pijakan kaki Iblis Beruang itu berubah menjadi air saat akan melangkah sehingga menenggalamkan Iblis Beruang dengan hantaman tiga ombak besar es yang lebih seperti jarum kecil dalam jumlah banyak.


Suhu yang dingin menusuk berubah menjadi sangat panas. Rasanya sangat aneh karena baru saja terasa dingin tapi langsung hangat. Lautan es tadi berubah menjadi lautan api dengan Iblis Beruang yang kelihatan kesusahan berdiri karena banyak luka kecil diseluruh tubuhnya akibat dari ombak es tadi.


"Iblis dan Ruleorum memang musuh alamiah, air dan api ... atau bisa saja belahan jiwa sih sebenarnya." kata Verlin menutupi wajahnya karena terkena gelombang panas yang rasanya sangat menyengat.


Iblis Beruang menyatukan Isvintria dan api dalam satu serangan yang siap ditembakkan untuk mengenai Verlin.


"Untung saja aku sedang ada di dunia pikiran jadi bisa mengeluarkan Isvintria juga tanpa kesulitan." kata Verlin menghentikan sebelum serangan Iblis itu siap dengan hujan air yang hanya turun tepat diatas Iblis itu saja. Seperti ada yang sengaja menumpahkan air karena tidak turun dalam bentuk rintikan tapi dengan bentuk yang lebih besar. Seakan ada laut yang sengaja ditumpahkan diatas Iblis itu berada.


Asap akibat panas serangan yang tidak sempat ditembakkan itu menyebar. Verlin menutup matanya dan menciptakan kabut dingin untuk mengalahkan uap panas itu sekaligus untuk menyembunyikan dirinya.


Verlin menyempatkan diri untuk melihat keadaan Banks disamping kanannya, "Masih ada waktu sepertinya ... tapi aku harus bergegas."


...****************...


Banks sendiri adalah Iblis dengan melawan Iblis hanya akan menjadi tontonan api melawan api. Dimana ledakan besar kelihatan seperti bom menyebar seperti menelan seluruh dunia pikiran itu. Tapi Banks tetap baik-baik saja di dalam api itu sedang waspada kalau ada serangan mendadak sementara ledakan masih berlangsung.


"Sepertinya Verlin sudah mengambi alih dunia pikiran, lebih cepat dari perkiraanku. Memang Ruleorum tidak bisa diremehkan kalau soal dunia pikiran. Jadi, sekarang giliranku ...." Banks menggunakan kesempatan saat api masih memenuhi seluruh dunia pikiran disana, dengan menaikkan satu kakinya tinggi-tinggi kemudian diayunkan kebawah menghantam tanah. Seketika semua tanah disana runtuh hingga tidak ada pijakan sama sekali.


"Tidak ada dibawah berarti ada diatas ...." Banks terbang langsung membenturkan kepalanya ke langit buatan di dunia pikiran itu. Walau dunia pikiran itu sudah diperkuat tapi kelihatan kalau langit disana goyah, kalau saja tidak diperkuat pasti langit disana sudah runtuh dan Memoriasepirav hancur juga.


"Kaukui memang mereka melakukan persiapan yang hebat, tapi aku tidak mau membuang-buang tenaga dan kekuatanku hanya untuk pertarungan kecil seperti ini." kata Banks melihat tidak ada pergerakan setelah serangannya itu, "Berarti ... dia sedang ada mengambang disuatu tempat disini." Banks turun ke bawah mengikuti tanah yang hancur dan terus turun ke bawah entah sudah sampai kedalaman berapa yang jelas tidak kelihatan ada ujungnya.


Saat Banks sudah cukup jauh dibawah, tanah berbalik arah. Bukan lagi turun tapi naik ke atas. Iblis yang menjadi lawan Banks kelihatan memunculkan dirinya dan mengikuti Banks kebawah.


"Pasti dia akan mulai mengambil alih ...." kata Zewhit Iblis pemilik dunia pikiran yang ada Banks di dalamnya.


Batu yang ada disekitar mengambang menyerang lawan Banks. Batu panas itu menjadi peluru melubangi seluruh tubuh Zewhit Iblis lawan Banks.


"Aku tertipu ...." kata Zewhit Iblis lawan Banks yang mengabaikan tanah yang terus saja melayang terbang itu. Dikiranya itu karena Banks sedang akan mengambil alih dunia pikiran seperti yang dilakukan Zeki dan Verlin. Tapi ternyata itu hanya pengalihan agar mengejar Banks turun ke bawah sehingga mendapat serangan peluru batu panas, "Dia hanya fokus untuk membunuhku saja. Tidak terlalu tertarik untuk mengambil alih dunia pikiran ini ... harusnya aku tahu setelah dia membunuh iblis lain yang ikut masuk untuk membantuku disini."


Banks tidak kenal ampun, tidak memberi istirahat untuk sekedar merasakan rasa sakit akibat peluru batu panas itu. Banks datang ke arah lawannya itu dengan membawa pedangnya yang seperti diasah dengan api panas disana.


"Tujuan utamaku adalah mengurangi jumlah kalian." kata Banks mulai mengayunkan pedang panasnya itu, sudah tidak terhitung berapa kali. Tidak dihentikan sampai Zewhit Iblis itu benar-benar kehilangan nyawanya yang hanya bisa dibuktikan kalau benar sudah menghilang.


"Padahal aku lebih lama menjadi Zewhit darimu ...." kata Zewhit Iblis lawan Banks yang sudah dipenghujung menuju kematiannya.


"Tapi aku hidup lebih lama darimu, disitulah perbedaan besarnya. Bukan karena kau sudah lama menjadi Zewhit tapi aku yang sudah hidup lama jauh sebelum kau lahir." kata Banks.


"Aku lebih kuat daripada Ditte ...." kata Zewhit Iblis lawan Banks.


"Memang! tapi sayangnya lawanmu adalah aku. Kuakui kau sempat membuatku kewalahan dan akhirnya memaksaku mengeluarkan pedang di dunia pikiran yang sebenarnya tidak memerlukan senjata dan tidak perlu berkeringat bergerak membuang tenaga. Karena semuanya bisa dilakukan lewat pikiran saja tanpa harus bergerak sama sekali. Tapi lihat! pedangku kupakai juga ... kau memang lebih hebat dari Ditte." kata Banks sempat memuji sambil menyaksikan lawannya itu perlahan menghilang.


"Aku tersanjung mendapat pujian dari Daemonimed terhebat sekaligus mendapat pujian dari kaum sesama iblis yang akhir-akhir ini mulai kubenci. Sepertinya masih ada iblis yang berbeda pikiran dengan Raja. Sampaikan salamku untuk Caelvita baru, permintaan maaf sekaligus ucapan selamat. Aku tidak punya pilihan lain selain patuh pada perintah Raja, tapi hatiku memihak pada Caelvita baru ini. Semoga Yang Mulia panjang umur." kata Zewhit Iblis lawan Banks.


"Aku tahu ... Yang Mulia pun juga pasti tahu ...." kata Banks yang masih ingin mengatakan sesuatu tapi sepertinya tidak perlu lagi karena tidak akan ada yang mendengarkan lagi. Lawan Banks sudah menghilang sehingga dunia pikiran itu otomatis menjadi milik Banks.


Kini tiga dunia pikiran sudah berubah kepemilikan. Zeki masih melawan Efrain, Verlin masih melawan Iblis Beruang tapi juga sudah mengambil alih dunia pikiran, Banks satu-satunya yang sepertinya menuntaskan semuanya sekaligus. Bukannya mengambil alih dulu tapi lebih memilih membunuh pemiliknya dulu sehingga dunia pikiran pun otomatis akan menjadi miliknya juga.


Sangat beresiko dan butuh kekuatan yang besar untuk memilih pilihan itu. Tapi Banks unggul dari segi kekuatan, jadi tidak menjadi masalah besar untuknya. Zeki pun begitu tapi tujuan utama Zeki memang Efrain. Tidak ada kata tidak bisa tapi harus walau dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk membunuh pemilik dunia pikiran karena dengan begitu dia punya kontrol pada dunia pikiran untuk bisa digunakan melawan Efrain.


...-BERSAMBUNG-...