
Memang ada benarnya yang dikatakan Felix, Verlin adalah guru terbaik untuk Tiga Kembar. Terkenal akan kehebatannya mencari informasi tanpa ketahuan dan hanya satu kali gagal bisa membuat Verlin pasti sudah mengetahui mengetahui cara mengatasi kegagalannya dulu itu.
"Santai saja!" kata Cain yang terlihat tanpa beban duduk di halaman sambil meminum Efi untuk membuat Verlin agar tidak harus terburu-buru.
Verlin hanya bisa tertawa kecut dengan perkataan Cain itu, "Ya! kau memang terlihat santai sekali!" dengan nada kesal.
Felix datang duduk disamping Cain membuat rumput jadi heboh karena ingin berbicara dengan Felix dan menanyakan perihal waktu Felix terluka. Semua tanaman yang ada di Mundebris tahu jika Felix terluka karena mereka juga ikut merasakan. Akhir-akhir ini tanaman tidak berhenti menggosipkan hal itu.
Verlin yang sedang berusaha berbicara dengan Tan, Teo dan Tom jadi tidak bisa konsentrasi karena tanaman yang heboh terus berbicara itu, "Bisa tidak kalian pelankan suara kalian?!"
"Tidak!" jawab tanaman kompak memang sengaja suka menjahili Verlin.
"Apa kita ketempat lain saja?" Tom menyarankan.
Verlin menggeleng-gelengkan kepalanya, "Mau kemanapun kita ... semua tanaman akan membicarakan hal yang sama!"
"Jadi kita mulai saja?" tanya Teo yang sebenarnya sudah tidak sabar daritadi.
"Yang pertama sudah kalian ketahui bahwa Tanaman dan hewan yang ada di Mundebris itu hidup, bisa berbicara dan memiliki akal. Maka mereka adalah penentu, jika kalian tidak ingin ketahuan oleh mereka ...." kata Verlin mencoba untuk fokus.
"Tapi aku sebenarnya penasaran, bagaimana bisa tidak ketahuan sama sekali? padahal ada tanaman yang bisa memberitahu musuh keberadaan kita ...." kata Tan.
"Kelemahan bisa dijadikan kekuatan!" jawab Verlin dengan senyuman.
"Em?!" Teo dan Tom bingung.
"Aku memiliki cara untuk mengatasi hal itu ... memang merupakan cara terlarang dan hanya satu kaum yang bisa melakukan hal itu!" kata Verlin.
"Cara terlarang? apa tidak apa-apa kami mempelajarinya?" tanya Tom.
"Kalau tidak salah anda itu Ruleorum kan?" tanya Tan.
"Tidak perlu sekaku itu berbicara denganku ... aku bukanlah orang yang sopan juga!" kata Verlin mengoreksi Tan yang terlalu formal berbicara, "Kontrak dengan tanaman dan hewan yang ada di Mundebris!" sambungnya.
"Kontrak?" tanya Teo.
"Mengapa dikatakan terlarang, karena hanya Caelvita yang bisa terhubung dengan tanaman dan hewan yang ada di Mundebris. Tapi Ruleorum memiliki cara untuk bisa kontrak dengan mereka!" jawab Verlin.
"Jadi dengan kontrak itu, mereka akan memihak kita dan tidak akan memberitahukan keberadaan kita?" tanya Tan.
"Ya! mau sehebat apapun kita bersembunyi jika di Mundebris tidak akan pernah berjalan mulus karena keberadaan mereka ...." jawab Verlin.
"Kalau begitu ... misalkan tanaman yang berpihak pada musuh tetap akan merahasiakan keberadaan kami jika melakukan kontrak?" tanya Teo.
"Binggo!" jawab Verlin.
"Apa ada tanaman yang berpihak pada musuh? bukankah mereka harusnya berpihak pada Caelvita?" tanya Tan.
"Mungkin kalian belum mengerti, tapi Caelvita itu sebenarnya adalah seseorang yang seharusnya tidak memihak antara yang jahat maupun baik. Harus adil dengan semuanya ...." jawab Verlin.
"Tapi yang kutahu, Felix bukan orang yang seperti itu!" kata Tom.
"Dia itu memang agak berbeda dengan Caelvita sebelumnya!" Verlin menyetujui, "Tapi jika terjadi situasi seperti itu ... tanaman atau hewan akan tetap berpihak pada Caelvita!"
"Berarti mereka bisa menjadi mata-mata ganda dong?" tanya Teo.
"Ya! dan kita juga bisa memanfaatkan itu ketika bisa melakukan kontrak ...." kata Verlin.
"Jadi bagaimana caranya? dan sebelum itu apa ada efek samping jika melakukan kontrak itu?" tanya Tan.
"Caranya sangatlah sulit, apalagi untuk kalian! dan ... untuk efek sampingnya, kalian hanya akan memiliki teman tak terhingga di Mundebris! menyebalkan sekali ...." jawab Verlin dengan senyuman.
"Kau itu lebih menyebalkan!" kata rumput yang memanjangkan diri dan melilitkan dirinya pada leher Verlin.
"Kau ingin membunuhku!" teriak Verlin.
"Andai saja bisa!" kata rumput sebal.
Tan tersenyum tanda mengerti, "Jadi begitu ...."
"Kalian sudah paham kan? cara untuk melakukan kontrak adalah dengan meyakinkan mereka satu persatu ... hanya perlu melakukan kontrak pada salah satu tanaman atau hewan saja, dengan begitu jenis yang sama akan mengikut. Tapi perlu kalian ketahui jenis tanaman dan hewan yang ada di Mundebris tidak bisa diperkirakan, bahkan butuh waktu puluhan tahun bagiku untuk melakukan kontrak dengan semua yang ada di Mundebris. Kalian mengerti apa yang aku maksud itu kan?" kata Verlin.
"Jika di Mundebris puluhan tahun maka waktu Mundclariss ...." Tom menutup mulut saking kagetnya.
"Maka dari itu aku mengatakannya sulit bagi kalian ...." kata Verlin membuat mereka murung, "Tapi tidaklah mustahil!" lanjut Verlin yang membuat mereka semangat kembali.
"Jadi bagaimana caranya?" Tan sudah meyakinkan dirinya, walau itu sulit akan tetap ia lakukan. Terlebih Verlin mengatakan itu bukanlah hal yang mustahil dilakukan.
"Seperti yang aku katakan, Ruleorum menemukan cara untuk melakukan kontrak itu dan bahkan kaum Ruleorum tidak semuanya bisa diterima untuk melakukan kontrak ... tapi ada cara lain untuk itu!" kata Verlin menyeringai.
"Apa itu?" tanya Teo penasaran.
"Kalian lupa? kalian itu Alvauden? kalian bisa memanfaatkan gelar itu ...." jawab Verlin.
Teo dan Tom mulai melihat titik terang dan benar tidaklah mustahil untuk dilakukan.
"Mereka berpihak pada Caelvita dan kalian pun begitu ... kalian sama-sama dipihak yang sama, bukankah itu akan sangat mudah!" kata Verlin.
"Tapi, Cain bilang ... lawan kami adalah Alvauden sebelumnya!" kata Tan tidak percaya diri.
"Tidak ada yang istimewa dari mantan Alvauden! mereka kini hanyalah seseorang yang kehilangan sahabat baik mereka, Caelvita sebelumnya!" kata Verlin yang sambil mengusap lehernya tapi kaget ketika tidak ada sama sekali luka yang muncul, "Ternyata sudah mulai menghilang secara perlahan ...." Verlin melakukan eksperimen dengan mengatakan hal kasar pada Caelvita sebelumnya dan juga Alvauden sebelumnya.
"Apa yang mulai hilang?" tanya Tom.
"Peraturan Alvauden sebelumnya!" jawab Verlin terlihat sangat bahagia.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kami jika kehilangan Felix!" kata Teo yang mendengar perkataan Verlin tadi yang mengatakan Mantan Alvauden yang kehilangan sahabat yakni Caelvita. Mengingat bagaimana Felix terluka saat melindunginya.
Sementara itu Felix yang tadinya hanya terus diam disamping Cain mulai berbicara, "Cain!"
"Em?!" sahut Cain malas karena sedang makan cemilan enak yang diberikan oleh Nenek Alviani.
"Selamat ulang tahun!" kata Felix membuat Cain berhenti mengunyah.
"Bagaimana kau bisa tahu?!" tanya Cain yang setahunya tidak pernah memberitahu.
"Saat kau bilang minggu ini tidak ada misi! dan yang kudengar hal perlakuan istimewa itu hanya terjadi pada Leaure yang sedang berulang tahun! walau tanggal sebenarnya aku tahu dari membaca pikiran mereka ...." kata Felix yang mulai melirik Tiga Kembar.
"Kalau begitu kau sudah tahu kan ...." kata Cain.
"Kau tidak suka merayakan hari ulang tahunmu kan? mereka tahu dan ingat betul 7 April adalah ulang tahunmu tapi tidak menyelamati karena kau tidak suka merayakan hari ulang tahun ...." kata Felix.
"Laki-laki kan tidak perlu memamerkan soal yang namanya ulang tahun!" kata Cain sok keren.
Felix menyadari dibalik perkataan Cain itu ada unsur kesedihan yang disembunyikan, "Kau tidak tahu kalau cemilan itu adalah olahan dari Buah Darah?" kata Felix membuat Cain berhenti makan dan melempar cemilan itu.
"Nenek Alviani!" teriak Cain kemudian berlari ke arah Nenek Alviani untuk protes.
Felix hanya bisa tersenyum karena berhasil mengerjai Cain, "Selamat ulang tahun bodoh!"
...-BERSAMBUNG-...