
"Yang tadi itu tidak berbahaya bagi kami yang menghirup oksigen ...." kata Tan tertawa karena kekhawatiran Felix yang berlebihan.
"Apanya yang tidak berbahaya? coba jelaskan apa yang kalian lakukan disana? rumah siapa itu?" tanya Felix masih berusaha menstabilkan pernapasan dan detak jantungnya.
"Wabah Penyakit Pesmoresnon tidaklah berbahaya bagi manusia seperti kami." kata Tom.
"Ohya? darimana kalian tahu? tidak mungkin aku harus melakukan Ultisidium jika kalian tidak dalam bahaya." kata Felix marah-marah.
"Tunggu ... jadi kau tahu soal penyakit ini?" Tan menyadari setelah menganalisa kalimat Felix.
"Iriana yang memberitahuku daftar masalah besar yang dialami Caelvita-47. Tapi tidak secara detail hanya garis besarnya saja karena Iriana juga tidak tahu pasti ...." kata Felix.
"Apa lagi yang kau tidak beritahu pada kami? sampai kapan kau hanya menyimpan masalah untuk dirimu sendiri dan tidak membaginya dengan kami?!" kata Tom.
"Masalah akan efisien jika dikerjakan satu per satu hingga selesai. Akan berantakan dan sangat tidak efisien jika mencoba menyelesaikan masalah sekaligus ... kalian mungkin akan berpikir hanya perlu management waktu untuk itu tapi kalian tahu sendiri kita tidak punya cukup banyak waktu karena perbedaan waktu dari ketiga dunia." kata Felix.
"Apa tidak ada cara bagaimana kita bisa mengetahui tentang penyakit itu? ada benarnya yang dikatakan Osborn kalau generasi kita ini beruntung. Saat pemerintahan Caelvita-47 semuanya serba baru dan buta akan penyakit ini. Tidak ada yang tahu sama sekali ... tapi berbeda dengan kita yang punya informasi dasar. Aku jadi tidak enak pada Osborn karena pergi tanpa pamit ...." kata Tan.
"Untuk itu masih kuusahakan, saat ini kalian fokus untuk melakukan kontrak dulu. Biar aku dan Mertie yang memeriksa keadaan di Mundclariss. Jangan memikirkan hal yang belum terjadi! jangan memikirkan hari esok yang belum terjadi." kata Felix.
"Tapi kita hidup hari ini semata-mata mempersiapkan diri untuk hari esok!" kata Teo.
"Ayo kita kembali ke Mundclariss!" kata Felix.
"Tuan Muda ...." sapa Kemp.
"Aku terpaksa kesini karena menggunakan penyelamatan darurat." kata Felix memberi penjelasan singkat karena buru-buru masuk ke dalam gerbang.
"Apa hanya aku yang memikirkan ini ...." kata Tan.
Teo dan Tom menoleh ke arah Tan bersamaan menunggu penjelasan lebih lanjut. Sedangkan Felix hanya terus berjalan di depan.
"Sebelumnya aku tidak memikirkan hal ini tapi setelah melihat bagaiamana pasien tadi menggunakan masker oksigen itu menandakan bahwa pohon di Mundebris tidaklah menghasilkan oksigen ... sehingga untuk mendapatkan oksigen harus ke Mundclariss." sambung Tan, "Bagaimana kita bisa bertahan di Mundebris selama ini?"
"Apa karena kita Alvauden? apa kita sekarang juga menghirup Viriaer?" tanya Teo.
"Felix!" teriak Tiga Kembar bersamaan.
"Aku tidak tahu!" sahut Felix malas.
"Kau tidak menyembunyikan sesuatu kan tentang ini?" tanya Tom maju menghalangi Felix berjalan.
"Baru kalian, manusia yang menjadi Alvauden. Itu baru terjadi di generasi sekarang, Caelvita sebelum-sebelumnya tidak ada. Jadi aku juga tidak tahu!" jawab Felix.
"Apa Iriana tidak memberitahu apapun?" tanya Tan.
"Dia tidak tahu." Felix mulai menjawab dengan jengkel.
"Felix yang datang menyelamatkan kita itu menandakan bahwa penyakit itu juga bisa menyerang kita. Memang masih belum dipastikan itu penyakit Pesmoresnon atau penyakit lainnya. Tapi yang jelasnya, kita tidak bisa menganggap bahwa kita ini manusia sehingga bisa kebal dengan penyakit Mundebris." kata Tom.
"Osborn itu siapa? kenapa juga kalian ke rumahnya?" tanya Felix.
"Dia bukan Quiris jahat jika itu maksud dari pertanyaanmu. Sepertinya dia juga tidak tahu kalau itu bisa membahayakan kami. Bukankah tadi kau bilang kami adalah manusia pertsma yang menjadi Alvauden, jadi mana dia tahu soal itu ...." kata Teo.
"Kami tidak punya pilihan ... tujuan kami adalah menjadi Totumbusani dan Totumbuspla sehingga bisa mendapatkan Nusfordis Sapphire. Kami bahkan rela melakukan apapun untuk bisa membujuk melakukan kontrak." kata Tom.
"Jangan berbicara seperti buku! jangan membuat kepalaku semakin sakit ...." kata Felix.
"Kau sakit?" tanya Teo polos membuat Tan dan Tom menghela napas.
"Kita akan langsung sampai sekolah kan? kau tidak lupa menggunakan penentuan lokasi tujuan di gerbang kan? sisi lain dari Istana Ruleorum di Mundclariss ada di kota yang berbeda dengan sekolah kita ...." kata Tan.
"Aku tidak bisa menggunakan fitur gerbang Leaure sekarang ... yang bisa kulakukan hanyalah menggunakan gerbang Ruleorum jadi aku hanya mengundurkan waktu sedikit, setidaknya memberi kita waktu untuk kembali ke kota Pippa." jawab Felix.
"Apa?! seharusnya kau bilang!" teriak Teo.
"Tidak tahu malu! aku baru saja menyelamatkan nyawa kalian!" balas Felix.
"Kami bahkan tidak membawa uang Mundclariss, bagaimana bisa membeli tiket kereta? kita berempat!" kata Tom.
Felix mengeluarkan isi dompetnya dan memberi Tom setumpuk uang, "Sekarang bagaimana? kalian bisa diam kan? jangan ganggu aku lagi! dan aku mohon tolong diam sebentar saja ...."
"Ok!" Tom hanya bisa menyahut canggung.
"Dimana kau mendapat uang sebanyak ini?" teriak Teo saat Felix mulai menjauh.
"Sudah kubilang jangan menggangguku!" Felix melepas topi yang menutupi rambut hijaunya dan melemparkannya tepat mengenai wajah Teo.
"Kita bahkan bisa membeli 4 tiket pesawat dengan uang sebanyak ini ...." kata Tan.
"Dia menjual batu permata ruby." Tom menemukan struk.
Mereka tiba di Mundclariss pada pukul 04.10 am dan kereta pertama YTE baru akan mulai beroperasi pukul 05.00 am jadi mereka harus menunggu dulu di stasiun kereta.
"Siapa yang mengira kalau kita akan ke kota Zephyr ...." kata Teo tertawa tidak menyangka dengan apa yang akan terjadi dan bagaimana dirinya sekarang berada di kota yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.
"Siapa yang mengira kalau kalian hampir saja mati." kata Felix dengan tatapan sinis.
"Jadi kita tidak perlu khawatir jika dalam bahaya karena kau akan datang menyelamatkan kami ...." kata Teo membalas tatapan Felix itu dengan tatapan menyebalkan.
"Itu kalau aku dalam kondisi yang baik, kalau tidak ... otomatis kekuatanku hanya dipakai untuk melindungi diriku sendiri saja." kata Felix memberitahu bahwa tidak selamanya dirinya bisa datang menyelamatkan jika dalam bahaya akan ada saatnya juga bahwa dirinya hanya akan dalam keadaan bertahan jika dalam keadaan terdesak.
"Aku bercanda ...." kata Teo.
"Kita perlu membaca lebih banyak buku dan mendapatkan sebanyak mungkin informasi. Itu untuk kita dan juga untuk Felix juga ... tidak selamanya kita harus diselamatkan oleh Felix terus!" kata Tan.
Mereka sampai sekolah pukul 05.50 am dan masuk ke Bemfapirav untuk masuk sekolah tanpa ketahuan.
"Apa yang kalian lakukan?" Felix melihat Tiga Kembar yang tidak langsung kembali ke Mundclariss padahal hanya hitungan detik untuk mereka agar tidak ketinggalan waktu di Mundclariss.
Terlihat Tiga Kembar menaruh sesuatu di sudut gerbang masuk sekolah yang hancur di Bemfapirav.
"Selamat ulang tahun, Cain!" begitulah yang tertulis di catatan yang ditempel di atas bungkusan kado.
...-BERSAMBUNG-...