UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.359 - Marathon



"Bagaimanapun juga mereka sudah menjadi penghuni Bemfapirav ... wajar jika sudah tidak terbiasa dengan matahari." kata Felix setelah Teo menceritakan apa yang baru saja dilihatnya, "Terimakasih ... kupikir aku akan kehilangan mereka berdua tapi ternyata aku tidak kehilangan apapun." Felix tidak bisa menyembunyikan senyumannya.


"Kupikir kau itu tidaklah sama dengan Iriana tapi ternyata sama juga ... ubahlah kepribadianmu itu! jangan jadi Caelvita seperti Iriana!" kata Zeki mulai berdiri dan berniat untuk pergi segera.


"Efrain malah membenciku karena aku tidak seperti Iriana, katanya ...." kata Felix mendengus tertawa.


"Efrain terlalu menyayangi Iriana makanya dia sangat tidak rela jika Iriana sudah tidak ada ... kebanyakan semua Pemimpin Alvauden seperti itu. Iriana juga beberapa kali selalu dalam bahaya karena Pemimpin Alvauden sebelumnya. Efrain yang selalu melindungi Iriana dari Pemimpin Alvauden sebelumnya pasti juga tidak mengira kalau dirinya akan menjadi seperti itu sekarang ...." kata Zeki.


"Mungkin karena aku memang tidak terlalu peduli dengannya ...." kata Zeki setelah jeda beberapa detik.


"Menurutku Iriana sangat bangga padamu, kau bahkan membantu Caelvita bimbingannya sekarang." kata Felix tersenyum tidak menyangka akan mengucapkan kalimat itu disaat Iriana pasti mendengarnya.


"Efrain mungkin adalah sahabat terbaik Iriana, tapi kaulah Alvauden terbaiknya." kata Tan.


"Obrolan yang menarik ... andaikan saja bisa aku rekam. Suatu saat salah satu dari kalian akan menjadi seperti Efrain atau Zeki nantinya kalau Caelvita 120 terlahir." kata Verlin yang disambut tawa oleh Felix tapi tidak dengan yang lainnya.


"Sama sekali tidak lucu!" kata Tiga Kembar bersamaan.


"Ehhem ... lebih baik kalian berdua pulang beristirahat!" kata Felix yang melihat suasana jadi canggung karena lelucon Verlin yang tidak lucu itu.


"Yang dikatakan Verlin benar! suatu saat masa itu akan tiba. Iriana selalu mempersiapkan kami untuk menerima itu. Kalian pasti sudah membayangkan reaksi Efrain bagaimana. Tapi aku dan Dave berbeda, kami berdua selalu sudah siap menyiapkan diri akan kehilangan Iriana ditiap harinya. Kalian juga harus begitu! jangan membuat Caelvita kalian malu dengan melakukan kejahatan seperti yang dilakukan Efrain sekarang." kata Zeki membuat suasana semakin muram.


"Kami pamit!" Verlin menarik paksa Zeki untuk cepat pergi darisana.


***


Langit mendung yang disertai kilatan dan petir yang datang kemudian. Hujan pun mulai turun membuat aroma aspal panas tercium begitu menyengat, aroma tanah dan aroma rumput segar yang terkena air hujan juga menyapa.


Felix dan Tiga Kembar duduk sambil menikmati sarapan mereka di hari libur. Dengan memandangi hujan lebat yang turun dari dinding kaca ruang makan.


"Jadi kapan hujan berhenti?" tanya Tom.


"Kata ramalan cuaca ...." Teo baru saja mau membuka aplikasi dismartphone nya tapi disela Tom.


"Sudah kubilang ramalan di aplikasi itu tidak akurat." kata Tom.


"Lalu kenapa kau bertanya?!" Teo heran.


"Aku bertanya pada Felix!" kata Tom.


"Kau pikir Felix itu dukun?! mana tahu soal ramalan cuaca!" kata Teo dengan heboh.


"Padahal aku hanya ingin pulang untuk tidur sebentar kemudian bersiap lagi kembali tapi hujan sepertinya tidak akan berhenti-berhenti ...." kata Tan menyesap teh hangatnya.


"Jadi kalian menemukan apa?!" tanya Felix.


"4 desa dari Quinlan sudah selesai juga misinya disana. Titik selanjutnya di hutan dan kabar buruknya setelah itu akan memasuki kota ...." jawab Tan.


"Yang jadi permasalahan adalah saat kita mencabut batu permata, pasti mereka akan menanam batu permata lagi. Entah itu titik gerbangnya dipersempit atau diperlebar. Yang jelas ini adalah masalah jangka panjang ... kita tidak bisa juga tiap hari terus menerus mencabuti batu permata dan bertarung dengan iblis yang menyelesaiakan misi disana. Aku juga tidak bisa tiap hari terus membuang darahku ... gerbang neraka ini harus ditangani secara perlahan tapi pasti. Selama kita terus memutus garis maka gerbang neraka tidak akan terbentuk." kata Felix.


"Kita juga tidak bisa mengabaikan korban yang berjatuhan ... hanya karena kita kelelahan bukan berarti kita tidak tahu bahwa korban akan selalu ada saat kita beristirahat." kata Tom.


"Aku hanya mengatakan bahwa ini adalah pertarungan jangka panjang. Ibaratnya saat ini kita sedang lari marathon, bukan soal siapa cepat tapi siapa yang mampu sampai akhir. Untuk itu kondisi tubuh kita juga harus terjaga, jadi ... sepertinya kita harus membuat jadwal istirahat!" kata Felix.


"Baiklah ... malam ini Felix dan Teo istirahat. Biar aku dan Tom yang menjaga kedua hantu itu. Besok Felix dan aku akan ke titik yang dekat dari Desa Quinlan itu. Tom dan Teo berjaga di sekolah. Lusa aku dan Tom yang istirahat sedangkan Teo bisa memeriksa titik selanjutnya sendirian sementara Felix berjaga di sekolah." kata Tan langsung membuat jadwal tanpa dirinya sadari. Tan juga heran bagaimana otaknya bekerja begitu cepat.


"Ya, bagus begitu ... setidaknya ada istirahat dibanding selama ini kita hanya tidur tidak sampai sejam sehari." kata Felix.


"Kalau begitu kau mau sendirian di sekolah berjaga begitu?!" kata Tom.


"Aku memang suka sendirian, baiklah! setelah sekian lama aku bisa berjalan-jalan sendirian ... bukanlah hal yang buruk." kata Teo menutup-nutupi dirinya yang takut berjaga di sekolah.


"Kalau terjadi sesuatu, aku malam itu juga berjaga jadi tidak perlu khawatir! aku akan segera ketempatmu dan ada Tan juga Tom yang sedang istirahat di sekolah ... jadwal seperti ini sangat efektif dan efisien menurutku" kata Felix.


"Jangan seenaknya menutup Jaringan Alvauden kalau begitu!" kata Teo.


Felix hanya menjawab dengan anggukan yang dipaksakan.


"Jangan mengangguk saja! memangnya kau burung pelatuk, huh?! katakan dengan keras kalau kau berjanji tidak akan menutup Jaringan Alvauden lagi!" kata Teo.


Tan dan Tom juga menatap tajam Felix, "Ayo katakan!"


"Aku berjanji tidak akan menutup Jaringan Alvauden lagi!" kata Felix malas.


"Okey!" Teo mengeluarkan smartphone nya, "Suaramu sudah terekam! jadi jangan berani-berani mengelak!"


"Kirimkan padaku rekaman itu juga!" kata Tan dan Tom.


"Hahh ... kalian ini!" Felix tidak habis pikir.


Langit yang gelap membuat Zewhit Badut dan Kurcaci begitu bahagia bisa bebas untuk kemana saja karena tidak ada cahaya matahari.


"Kalian berdua sudah siap menjaga mereka?!" tanya Felix melihat ekspresi Tan dan Tom yang akan berjaga nanti malam.


"Setelah sudah terbiasa dilihat-lihat, mereka tidaklah semenyeramkan itu ...." kata Tan.


"Lagipula mereka tidak akan menggangu kami, pasti akan fokus pada targetnya juga ...." kata Tom.


"Walau begitu kalian harus selalu waspada, mereka berdua itu sangat jahil. Tidak hanya fokus pada targetnya saja tapi juga pada orang lainnya. Iblis lain pasti akan diutus untuk menangkap mereka lagi jadi perlihatkan bahwa kalian tidak takut dan kalianlah yang menjaga mereka disini. Dengan begitu mereka pasti akan tahu diri juga kalau tidak boleh mengganggu kalian." kata Felix dengan tegas.


Tan, Teo dan Tom tidak terlihat meyakinkan jika dilihat dari ekspresi. Tapi setidaknya mereka ada niat untuk berubah sudah membuat Felix sedikit lega.


Sementara itu di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh api besar yang menyala dengan sebuah singgasana berada dibagian tengah-tengahnya duduklah Raja Iblis, Efrain.


"Maafkan saya Yang Mulia! saya pantas mati! bunuh saya saja yang telah gagal ini, Yang Mulia ...." kata Iblis Biawak.


Efrain melompat turun dan langsung memotong lengan Iblis Biawak, "Sudah jelas bahwa lenganmu tidak akan bisa digunakan lagi ... apa kau marah jika aku memotongnya?!" Efrain memotong lengan Iblis Biawak yang telah dilukai oleh Verlin itu.


"Tidak, Yang Mulia ... nyawa saya adalah milik Yang Mulia!" kata Iblis Biawak yang menahan rasa sakitnya.


"Aku tidak akan membunuhmu tapi tidak bisa mengembalikan lenganmu lagi karena bagaimanapun itu terkena serangan Nusfordis. Jadi ... kau harus terus hidup dan melakukan perintahku sama seperti kau tidak kehilangan lengan sama sekali! kau mengerti?!" kata Efrain dengan suara yang menggelegar menakutkan.


"Terimakasih Yang Mulia telah mengampuni saya ...." kata Iblis Biawak terus menerus bersujud.


"Tebus kegagalanmu dengan tidak akan gagal lagi dengan misi yang akan kuberikan!" kata Efrain.


...-BERSAMBUNG-...


Hari ini tepat 1 tahun saya menulis novel UNLUCKY🥳


Mau bilang tidak terasa, tapi terasa banget🥲 capeknya😭 tapi sekaligus bangga sama diri sendiri yang bisa menulis hingga hari ini. Terimakasih pada pembaca terutama untuk Silver Fans 🤗💝 karena kalian saya bisa menulis sampai hari ini dan untuk seterusnya saya juga mohon dukungannya🙏☺️