
Pusat kota Pippa menjadi sangat sunyi setelah kejadian itu. Serasa bukan lagi seperti pusat kota tapi menjadi pedesaan. Banyak gedung dengan lampu mati padahal masih jam 8 malam. Biasanya Kota Pippa akan tetap terang sampai matahari terbit di pagi hari. Seperti itulah kesan yang diingat dari Pusat kota Pippa sebelumnya, tidak ada waktu dimana Pusat kota Pippa bisa terlihat setenang ini. Tidak ada yang menyangka kalau hari itu benar tiba dimana Pusat kota Pippa menjadi sangat sunyi, sepi dan gelap.
Walau pemerintah sudah menjelaskan dan membawa para ahli untuk meyakinkan setelah pemeriksaan secara menyeluruh bahwa Pusat kota Pippa sangat aman dari tanah turun terjadi lagi. Tapi masyarakat tetap tidak percaya dan memilih untuk meninggalkan Pusat kota Pippa atau lebih memilih untuk tinggal dibagian pinggiran Kota Pippa saja. Ada juga yang masih tinggal di tengah-tengah pusat kota karena alasan pribadi tapi tidak lagi seberapa. Kebanyakan sudah meninggalkan Pusat kota Pippa dan pindah ke kota lain.
"Dulu desa yang ditutup, sekarang satu kota sepertinya perlahan akan menjadi kota mati." kata Tom merasa sangat aneh berjalan di Kota yang dulunya berisik itu sekarang sangat sunyi.
Teo hanya terus menendang kaleng minuman kosong di jalan, katanya sampai menemukan tempat sampah. Tapi entah adakah yang bersedia bertugas mengumpulkan sampah lagi di kota yang hampir melihat kemanapun tidak terlihat ada orang satupun.
Fasilitas kendaraan umum masih tetap berjalan seperti bus dan kereta api. Wali kota masih berharap kalau Pusat kota Pippa bisa kembali seperti semula. Kini tinggal bagian pemerintahan yang masih berjalan normal seperti biasanya, bagaimanapun juga Pusat kota Pippa adalah Ibu Kota Yardley. Tapi yang bekerja di pemerintahan pun tidak lagi tinggal di di Pusat kota Pippa melainkan lebih memilih memindahkan keluarga ke kota lain atau Kota Pipoa bagian lain. Lebih memilih perjalanan ke kantor yang jauh daripada harus was-was meninggalkan keluarga di rumah.
Sementara itu kota tetangga menjadi ramai secara tiba-tiba. Ramai akan penduduk dan pembangunan gedung baru. Banyak bisnis kembali beroperasi di kota tetangga yang dulunya berada di Pusat kota Pippa. Harga tanah dan sewa menjadi melambung tinggi di kota tetangga itu.
"Padahal, aku sudah menabung uang untuk membeli gedung di Pusat kota Pippa tapi tidak bisa terkumpul karena sangat mahal. Ternyata sekarang di kota kita yang menjadi kawasan dengan harga sewa, gedung dan tanah paling mahal di Yardley sekarang. Siapa yang akan menyangka keberuntungan ini?!" kata salah satu Warga Kota Shirley.
Kota Shirley yang berada paling dekat dengan Pusat kota Pippa dan Kota Pippa bagian selatan selama ini menjadi kota kedua yang terkenal di Yardley. Tapi semuanya menjadi terbalik hanya dalam semalam. Kota Shirley sekarang tiba-tiba menjadi seperti pusat kota, sementara Pusat kota Pippa menjadi jatuh berada diperingkat paling bawah dari kota lainnya di Yardley.
Pemerintah juga tidak bisa terlalu memaksa karena berdasarkan laporan dari Agen YCIA, bahwa dari dalam lubang muncul seekor binatang buas yang menewaskan satu agen YCIA yang sedang bertugas, "Memang Pusat Kota Pippa lebih baik kita isolasi terlebih dahulu untuk diperiksa keamanannya daripada jatuhnya korban baru. Setelah dipastikan aman, barulah kita mencari cara mengembalikan kota seperti semula." kata Presiden Yardley membuat Wali Kota Pippa pusat hanya bisa menahan amarah dalam rapat yang diadakan oleh YCIA yang menampilkan rekaman Esurivaliati dan Agen YCIA yang menjadi korban saat itu.
"Hewan ini tidak terdaftar dalam hewan purba ataupun yang sudah punah, kami tidak tahu jenis hewan ini darimana asalnya." kata salah satu Ahli Paleontologi yang ikut menonton rekaman kejadian.
"Seharusnya, kalian mempertahankan agar hewan itu tidak mati kalau begitu. Agar bisa diteliti lebih lanjut ...." kata salah satu Ahli Geologi. Geolog menjadi sangat sensitif akhir-akhir ini karena terus disudutkan.
"Bukankah sudah kami jelaskan, bahwa peluru tidak ada yang bisa menembus kulit hewan itu. Hewan itu meleleh sendiri tanpa sebab ...." kata Ketua Tim YCIA.
"Bagaimana bisa dijelaskan kalau kalian terus menembakinya?! memangnya ada yang bisa tahan tidak mati jika terus dihujani tembakan seperti itu?!" kata salah satu Anggota Dewan.
Para Agen YCIA hanya bisa menahan amarah, "Mereka tidak ada di lokasi kejadian, tidak tahu bagaimana kita berada antara hidup dan mati. Bagaimana mungkin diam saja tanpa melakukan tembakan?!"
Ketua Tim YCIA menahan para anggotanya agar tidak melewati batas karena emosi.
"Kau sudah mau pergi, Felix?! ini belum selesai ...." teriak Tan melihat Felix meninggalkan ruangan rapat yang dipenuhi banyak orang itu.
Felix dan Tiga Kembar ikut dalam rapat itu untuk mengetahui situasi lebih lanjut soal kejadian yang terjadi. Tapi semuanya lebih parah daripada yang dibayangkan. Kebanyakan hanya mencoba untuk melindungi diri masing-masing tanpa bersatu untuk mencari jalan keluar.
"Ayo, kita pergi juga Tan! aku tidak suka disini ...." kata Teo risih mendengar tokoh politik yang selalu dikaguminya di tv sangat berbeda di rapat itu.
"Iya, ayo Tan! tidak ada yang perlu didengar lagi!" kata Tom.
Teo dan Tom meninggalkan ruangan rapat setelah Felix. Tapi Tan masih setia tinggal disana mendengarkan.
"Dia masih tinggal ...." jawab Teo lesuh.
"Sepertinya, memang hanya Tan diantara kita yang paling dewasa ...." kata Felix dalam hati.
"Aku bahkan sudah tidak tahan lagi kalau harus tinggal disana walau semenit saja." kata Teo.
***
Perkemahan kelas 1 telah selesai bahkan kelas 2 juga sudah selesai tanpa ada masalah apapun. Kali ini giliran kelas 3 untuk berangkat bersama dengan Tim Persiapan Memasuki Osis juga ikut serta. Karena latihan persiapan memasuki osis hanya dilakukan oleh anak kelas 3. Kelas 4, 5 dan 6 sudah tidak bisa ikut lagi karena sibuk belajar untuk persiapan ujian akhir. Masa tenang hanya berakhir di kelas 3, setelah itu semuanya berubah. Pilihan untuk lanjut sekolah dimana menjadi ambisi semua murid untuk mulai belajar keras.
Mertie entah sudah berapa kali menendang kamar Tiga Kembar, "Nanti rusak tahu!" Teo sudah tidak tahan dan membukakan pintu.
"Kalian benar tidak akan datang?!" tanya Mertie.
"Seperti yang kau lihat, tidak ada yang terjadi." jawab Teo.
"Walau begitu, kalian harus tetap datang!" teriak Mertie lebih seperti ancaman.
"Hanya kami yang kau siksa begini, ke kamar Felix sana!" kata Teo.
"Kalian kan lebih menurut kalau disuruh ...." kata Mertie.
"Hahh ...." Teo menutup pintu dengan kesal, "Kau mau kemana?!" tanya Teo pada Tan yang akan keluar.
"Mengajukan izin untuk menginap di panti kembali ...." jawab Tan.
"Memang kita ini sangat menurut kalau dibujuk ...." kata Teo geleng-geleng kepala.
"Tan akhir-akhir ini stres hanya terus di asrama, dia harus melakukan sesuatu agar bisa melupakan yang baru-baru ini terjadi ...." kata Tom meminta Teo maklum.
"Istirahat juga bagian dari pemulihan stres." kata Teo.
"Itu hanya berlaku untukmu! Tan berbeda, kalau lama diam ... dia malah jadi lebih stres lagi." kata Tom.
...-BERSAMBUNG-...