
Dari dalam mulut Felix seperti mengeluarkan asap. Tangannya kini diselimuti es tapi dia tidak merasa dingin sama sekali. Salju juga kelihatan turun dengan ukuran yang lebih besar dari yang biasanya normal dilihat di Mundclariss.
"Ini adalah malam tahun baru terlama dan paling menyiksa dalam hidupku ...." keluh Teo.
Semua permukaan tanah yang disana telah dilapisi oleh es. Seakan menjadi seperti lapangan ice skating, hanya mencair jika ada kerangka tengkorak manusia yang masih terlihat terbakar muncul dari bawah tanah. Setelah itu es kembali menyelimuti disana.
"Kau menggunakan Zewhit yang merupakan bantuan terbesarku sebagai pasukan, maka aku juga akan melakukan hal yang sama. Menggunakan tahanan dari penjaramu sendiri untuk melawanmu!" kata Felix.
Kerangka bermacam-macam makhkuk yang hanya tinggal tulang itu mulai membantu Tan, Teo, Tom, Banks dan Verlin yang sedang melindungi Zewhit. Ada yang kelihatan seperti kerangka manusia tapi ada juga yang kelihatan aneh dan unik tidak seperti kerangka manusia pada umumnya.
"Mereka sepenuhnya dikendalikan, tega sekali dia melakukan itu!" kata Iblis beruang, "Sang Caldway dulunya membujuk mereka yang dipanggil dulu untuk membantu tapi Caelvita sekarang bahkan meminta izinpun tidak. Hanya langsung memanfaatkan mereka. Walau mereka pasti akan menerima tawaran itu karena bisa istirahat sebentar dari siksaan neraka dan mengabdi pada Caelvita sehingga bisa mendapatkan bonus keringanan hukuman saat kembali ke neraka. Tapi ... tidak dilakukan! mereka langsung dikendalikan begitu saja."
"Caelvita kali ini berbeda ...." kata Ditte dengan tatapan lurus fokus hanya pada Felix.
Memang hukuman siksaan dilakukan di Neraka tapi jiwa tetaplah dalam kendali Ruleorum bukan Iblis.
"Kau harus mengeluarkan jiwa-jiwa tadi, belum lama ... jadi belum terlambat!" kata Verlin masih membujuk.
"Kalaupun waktu diputar kembali, aku tetap akan melakukan hal yang sama. Aku akan menjaga jiwa mereka di dalam tubuhku, sehingga tidak menghilang sepenuhnya dan bisa terlahir kembali." kata Felix dan pasukan kerangka tulang dari neraka yang dipanggil oleh Felix itu mulai membariskan dirinya. Tidaklah sebanyak pasukan Efrain memang, tapi kelihatan sangat bisa diandalkan.
"Kabar baiknya mereka memang tidak akan menghilang dan kalau beruntung, mereka bisa terlahir kembali saat kau juga meninggal dan melewati Jembatan Ruleorum. Saat itu juga mereka akan keluar dari dalam tubuhmu. Tapi itu kalau kau berumur panjang. Kabar buruknya, memiliki jiwa lain didalam tubuh terlebih lagi jiwa yang sudah tidak utuh sehingga membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan. Jiwa-jiwa itu bisa saja memakan jiwamu dan kau mati dalam waktu dekat. Kau berpikir itu bisa membantu dan menyelamatkan mereka?! kau bisa saja benar tapi kemungkinan gagalnya lebih besar. Kau akan gagal sebagai Caelvita dan juga gagal menyelamatkan mereka. Bijaksanalah dan pilih yang paling penting! mereka sudah meninggal tapi kalau terjadi kesalahan dan kau ikut meninggal juga. Apa yang akan terjadi dengan mereka?! pikirkan Alvaudenmu yang kau tinggalkan! khawatirkan mereka yang masih hidup saja." Verlin tahu kalau Felix pasti sudah tahu apa resiko dari penggunaan kekuatan itu tapi tetap saja Verlin merasa harus menjelaskannya. Ditambah menggunakan Alvauden sebagai alasan karena menurut Verlin itu lebih bisa berguna sebagai byjukan.
"Diam kau Verlin! sebagai seorang Ruleorum kau tidak pantas melarangku!" kata Felix.
"Andaikan aku masih hidup, pasti aku yang akan mengambil alih itu ... tapi aku tidak bisa sekarang karena sudah menjadi Zewhit. Untuk membantumu saat ini hanya dengan membujukmu untuk mengurungkan niat meneruskan hal ini lebih lanjut sebelum terlambat." kata Verlin.
"Ayo, Teo!" kata Felix melirik Teo yang istirahat diantara Zewhit yang dilindunginya tadi.
Teo dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya ingin meminta agar diberi waktu istirahat lebih lama lagi. Tapi tubuhnya bergerak sendiri menuju tempat Felix. Kakinya sangat lelah tapi seperti kakinya berjalan sendiri. Teo sendiri merasa heran dengan itu.
"Ayo, kita berjuang bersama!" kata Teo merentangkan kedua tangannya kemudian menyatukannya dengan mengunci kedua telapak tangannya.
Semua Zewhit tertarik menuju dekat Teo berada dan memegang pundak Teo dari kanan dan kiri.
"Kami bersamamu!" Para Zewhit bersamaan kelihatan berbaris membentuk seperti sayap dibelakang punggung Teo.
"Harus kuakui kalau MVP malam ini adalah Teo." kata Verlin melipat lengannya didepan dada, "Wooow ...." tiba-tiba Verlin seperti tertarik.
"Kalau begitu, ayo kita bantu dia!" kata Felix yang menarik Verlin langsung kedepan Teo berada, "Kau siap?!" tanya Felix.
"Memangnya kalau bilang tidak siap kau mau bagaimana?!" balas Teo.
"Kau hanya boleh menjawab Ya! kalaupun tidak menjawab itu juga bertanda Ya." kata Felix.
"Pemaksaan namanya!" kata Teo.
"Memangnya kau sudah meminta izin mereka?!" tanya Verlin melihat kebelakang Teo.
"Sudah!" sahut Teo.
"Aku bisa berbicara lewat pikiran dengan mereka." kata Teo.
Verlin terkejut mendengar itu, "Bahkan kekuatan Zeki dulunya tidak sampai situ ...." katanya dalam hati.
Tangan dua Zewhit yang berada di kanan dan kiri Teo. Kemudian dilanjutkan lagi saling menyambung dilakukan oleh Zewhit lainnya dibelakang begitu seterusnya melakukan hal yang sama.
Teo mulai berlari diantara Felix dan Verlin kemudian perlahan tubuhnya seperti terangkat. Punggung Teo kini ada sayap yang merupakan tangan Zewhit yang saling terhubung. Sedangkan tubuh Zewhit tidak bergerak dan tetap berada ditempat yang sama dengan tadi. Hanya saja ada benang putih yang menghububungkan antara lengannya yang sedang menjadi sayap Teo dan tubuh Para Zewhit yang ada jauh dibelakang.
Para Zewhit kelihatan menutup mata semua sedang fokus. Felix dan Verlin memegang salah satu benang penghubung tubuh Zewhit dengan lengan Zewhit yang sedang menjadi sayap Teo. Warna benang itu berubah dari putih menjadi biru.
Teo langsung maju menuju pasukan Efrain dengan kecepatan luar biasa. Dalam kecepatan cahaya, Teo menghempaskan pasukan Efrain dengan kepakan sayap Zewhitnya. Saat masih berlutut setelah mendarat. Dari belakang pasukan kerangka tulang juga ikut menyerang. Felix dan Verlin juga ikut bergabung dengan melompati Teo.
Teo bangun dan melempar Moshas nya, Felix dan Verlin menyadari itu langsung menunduk. Moshas kelihatan menuju satu target yakni Efrain. Moshas berhasil menuju arah yang benar. Jalur berhasil dibersihkan dengan menembus tubuh iblis lain yang menghalangi jalan.
"Karena strategi terbaik adalah ... menyerang!" kata Teo, "Ayo, maju Winn!"
Moshas yang sudah berada di depan Efrain kelihatan berhenti, hanya terus berputar masih memaksa untuk mendekati Efrain tapi seperti ada yang menahan.
Felix dan Verlin berlari dengan cepat mendorong Moshas bersamaan dengan Teo yang juga ikut bergabung. Tapi sebaliknya merekalah yang terhempas mundur.
"Yang benar saja ... kau pikir aku bisa kau bunuh dengan mudah?!" kata Efrain.
"Benar ... Efrain memang sekuat itu! saat melawanku, dia terus menahan dirinya. Aku hanya menolak untuk menerima itu ...." kata Zeki dalam hati.
Tan dan Tom datang melindungi saat Felix, Teo dan Verlin masih belum bangun setelah terhempas kebelakang dengan keras membuat retakan diatas es oleh serangan Efrain.
"Awas!" Teo datang melindungi Tan dan Tom dengan menggunakan sayapnya sebagai perisai.
"Aku tidak menyangka kau bisa menjadi sangat keren begini ...." kata Tom tertawa.
"Kau tidak apa-apa?!" tanya Tan melihat pedang Efrain melubangi sayap Zewhit Teo.
"Hahh ... ini!" Teo melihat ada perbedaan pada sayap Zewhitnya.
Efrain mencabut pedangnya dan kembali ingin menyerang tempat yang sama. Tapi bunyi metal bertabrakan terdengar dan Efrain terhempas kebelakang. Sayap Zewhit Teo itu kelihatan terlapisi pelindung baja.
"Bagaimana kau melakukan itu?" tanya Teo melihat perbedaan satu-satunya adalah karena Tan memegang bahunya.
"Bukan aku ...." kata Tan terkejut sendiri.
"Itu juga bukan aku." kata Teo.
"Ini hanya terjadi kalau kita mendapat tambahan kekuatan dari Viviandem Ruleorum yang sedang sekarat dan akan segera mati dalam waktu dekat sehingga menyalurkan semua kekuatannya pada seseorang yang dianggap sangat berharga .... " Winn sendiri bingung.
"Dia bukan Ruleorum dan tidak akan mati malam ini ... semuanya salah!" kata Teo menentang apa yang diucapkan Winn.
...-BERSAMBUNG-...