UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.478 - Dongeng 'Asal Mula Terciptanya Zombie'



Kayu yang telah diambil dari dalam hutan mulai dari tadi pagi sudah siap untuk dikumpulkan dan disusun untuk api unggun. Kayu diatur sedemikian rupa agar tersusun rapi dan aman untuk acara api unggun nanti malam.


Acara malam kedua Perkemahan Sekolah untuk angkatan Felix dan Tiga Kembar sudah menjadi tradisi adalah api unggun dan cerita seram. Pak Egan sendiri sudah menyiapkan cerita seram untuk menemani anak-anak mencari harta karun.


"Waktu kelas tiga, cerita Pak Egan sangat jelas kalau disesuaikan dengan apa yang telah direncanakannya untuk jalan yang kita tuju dimana harta karun berada. Sudah sangat kentara sekali ...." kata Tan.


"Itu untuk membuat perasaan takut berlipat ganda. Mendengar cerita kemudian merasakannya langsung ...." kata Tom.


"Maaf saja, tapi apapun itu aku tidak takut lagi! Aku bukan orang yang sama dengan lagi!" kata Teo santai membuat Tan dan Tom tersenyum penuh arti, "Kita sudah melihat dua hantu yang masuk kategori paling menyeramkan di Bemfapirav, mengalami kejadian yang sangat menyeramkan ... hal biasa seperti ini tidak akan menakutiku lagi." kata Teo sombong.


"Padahal dulu kita paling menyusahkan saat mencari harta karun malam itu." kata Tom tertawa mengingat kenangan saat kelas 3 SD.


"Saat itu tidak pernah terbayangkan kalau kita akan menjalani kehidupan berbeda dari anak-anak lain ... tidak ... maksudku manusia biasa lainnya." kata Tan.


"Tapi berkat itu juga, saat ini kita menjadi pribadi yang berbeda dari dua tahun lalu. Perburuan harta karun kali ini akan lebih mudah ...." kata Tom.


Felix sendiri hanya terus diam, entah sedang menyimak dan mendengarkan percakapan mereka atau sedang mendengarkan suara lainnya.


Petugas Pengelola Perkemahan mengira kalau makan malam tidak akan banyak yang datang karena terlambat makan siang dan disuguhi cemilan dan minuman gratis di kafe. Tapi ternyata salah, tenda makan tetap ramai seperti mereka lupa kalau baru satu, dua jam yang lalu sudah makan.


Setelah makan malam, semuanya berkumpul di depan api unggun yang siap dinyalakan oleh Pak Rodney. Butuh waktu yang lama karena angin malam yang sangat dingin. Tapi setelah api unggun besar itu menyala, rasa dingin langsung tersingkirkan oleh rasa hangat. Bahkan anak-anak yang berada di barisan belakang, jauh dari api unggun juga berhenti menggunakan hot pack lagi.


"Wah ... apa-apaan api ini, hangat sekali!" kata Teo.


"Kayu disini pasti sering diinjak atau disentuh oleh Quiris Mundebris sehingga membuat kayu mudah terbakar padahal masih ada yang basah dan api yang dihasilkan juga lebih panas dari api biasanya. Apalagi jika kayu bakar dari pohon yang pernah dijaga oleh Nucusno." kata Tom hanya bisa memikirkan kemungkinan itu mengingat perkataan Banks.


Felix menoleh melihat Tan yang hanya diam saja menatap api unggun tanpa berbicara apapun, "Pasti Tan merasakannya juga ...."


"Apa hanya aku yang merasakan hal ini ...." kata Tan dalam hati tidak bisa disampaikan pada kedua saudaranya kalau akhir-akhir ini selalu saja dapat merasakan apa yang tidak bisa dirasakan oleh kedua saudaranya, "Kenapa hanya aku yang begini?! apa ada yang salah denganku?!" Tan menoleh pada Felix tapi berakhir hanya dengan menghela napas tanpa mengatakan apapun.


"Kau pasti butuh penjelsan Tan, tapi bukanlah aku yang akan menjawab semua pertanyaanmu itu. Melainkan waktu yang akan menjawabnya nanti ...." kata Felix dalam hati terlihat biasa saja.


Pak Egan sudah datang dengan pakaian yang gelap tapi sangat mencolok. Entah itu vampir, malaikat pencabut nyawa atau pesulap. Tidak jelas karena ketiganya seperti dikombinasikan semua secara bersamaan.


Felix saat kelas tiga belum bisa mendengar dan membaca pikiran, berbeda dengan saat ini yang sudah mengetahui apa yang akan diceritakan Pak Egan bahkan sebelum diceritakan.


"Benar-benar banyak perubahan selama hampir tiga tahun ini ...." kata Felix dalam hati.


"Apa yang akan diceritakan Pak Egan?!" tanya Teo pada Felix ingin spoiler.


"Jadi, cerita malam ini adalah ...." kata Pak Egan akan memulai.


"Zombie!" kata Felix.


"Uuuuuuuuuu ...." seru Anak-anak yang mendengarkan.


"Gawat! sepertinya kita akan diganggu oleh Zombie ...." kata Demelza lewat group chat.


"Sudah sangat jelas, yang lainnya juga pasti sudah mengetahui hal ini." balas Tom.


"Kalian tahu kan Zombie itu apa?!" tanya Pak Egan.


"Mayat hidup!" sahut Para Penonton.


"Ya, betul sekali. Seseorang yang meninggal kemudian hidup lagi. Tapi apa kalian tahu bagaimana Zombie bisa ada?!" kata Pak Egan kembali melemparkan pertanyaan tidak beda jauh saat sedang mengajar di kelas.


"Karena virus!" sahut Penonton lagi.


"Salah!" kata Pak Egan.


"Eh, salah?! semua film zombie begitu pak ...." seru Penonton tidak terima.


"Itu kan film, cerita sebenarnya adalah ...." Pak Egan belum selesai tapi sudah dibantah habis-habisan kalau cerita dari Pak Egan juga hanya sekedar cerita juga bukanlah yang sebenarnya.


"Bisa tidak kalian dengar dulu! ini kan hanya cerita, kalian tidak menyenangkan sekali! kentara sekali kalau kalian hanya tahu belajar tidak tahu cara bersenang-senang." kata Pak Egan sebal karena disela, "Okey ... jadi kita lanjutkan!" tapi lucunya, mood Pak Egan cepat kembali baik, "Katanya ... Zombie tercipta dari seorang pembunuh yang telah meninggal. Itu sebagai hukuman, untuk yang tidak menghargai sebuah nyawa dan kehidupan orang lain. Sehingga setelah matipun, tidak dibiarkan untuk beristirahat dengan tenang melainkan kembali dihidupkan menjadi seorang Zombie. Semasa hidup yang membunuh banyak orang, baik itu secara langsung maupun menyuruh orang lain. Matipun, diciptakan menjadi zombie yang haus akan darah."


"Cerita Pak Egan bagus juga ... maksudku ... seperti hal yang mungkin bisa saja terjadi." kata Tom tertawa dengan cerita Pak Egan yang lumayan kreatif menurutnya.


"Kalau begitu, yang akan jadi zombie hanya psikopat dan politikus dong pak!" kata Parish.


"Apa-apaan maksudmu mengaitkan politikus?!" kata Dea tersinggung karena ayahnya adalah gubernur.


"Hanya dua macam di dunia ini yang suka membunuh, tidak menghargai nyawa dan kehidupan yang dijalani orang lain yakni psikopat yang memang punya kepribadian yang lain dari manusia normal. Tapi setidaknya itu bisa dimengerti ... beda dengan politisi yang membunuh orang-orang karena jalan politiknya akan terganggu kalau tidak menyingkirkan orang-orang yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya." kata Parish.


"Apa kau bilang?!" kali ini Clara juga berdiri dengan emosi. Begitupun anak-anak lainnya yang merupakan putra atau putri dari tokoh politik ikut protes.


"Tidak heran kenapa Tan dan Parish bisa dekat, mereka berdua sama-sama punya jalan pikiran yang sama." kata Teo menutup telinganya karena tidak mau mendengar keributan.


"Bukan ini yang kuinginkan ...." pak Egan merasa kesal karena ceritanya dibawa ke arah yang tidak sesuai keinginannya.


Cerita api unggun malam itu berakhir kacau karena pernyataan Parish yang tiba-tiba itu. Tapi pada akhirnya hanya Dea dan Clara yang bertengkar lagi. Mereka berdua tidak bisa dipulangkan juga karena sudah malam. Jadi, jam tidur terpaksa harus dimajukan. Anak-anak tentunya sangat senang karena kini punya waktu untuk mencari harta karun lebih cepat.


Semua tenda kelihatannya gelap tapi tidak ada yang benar tidur. Disana-sini terdengar suara langkah kaki yang dipaksa untuk pelan dan suara bisik-bisik untuk berkominikasi. Tan, Teo, Tom, Osvald dan Demelza mengelilingi petunjuk dan mencegah cahaya untuk keluar.


...-BERSAMBUNG-...