
"Kemana Felix? seharusnya dia tidak pergi sendirian sok keren begitu ... bagaimana sekarang?! saat dibutuhkan malah tidak ada." kata Mertie.
"Berisik!" kata Teo yang sudah muak mendengar keluhan Mertie disaat mereka sedang dalam mode tenang sebelum badai. 15 orang yang dirasuki oleh bagian iblis ular itu sedang mengelilingi mereka. Tentunya dengan 15 orang itu sangatlah cukup untuk membuat keributan besar di tempat keramaian.
"Jaringan Alvauden masih tertutup ...." kata Tan.
"Tanpa Felix, kita bisa melakukan sesuatu juga ... tenang saja! ini juga bukan kali pertama kita." kata Tom.
"Pengalaman hampir mati bukanlah sesuatu yang bisa membuatmu terbiasa!" kata Teo.
"Pada akhirnya kalian akan mati karena sahabat kalian yang keras kepala itu!" kata Mertie.
"Sudah kubilang, berisik!" teriak Teo mengagetkan anak-anak lain yang sedang menaiki komidi putar, "Sorry!" dengan wajah malu dan dipaksakan lucu.
"Kalau kita beraksi disini, identitas kita akan terbongkar. Harus ada jeda satu minggu untuk menggunakan kekuatanku yang bisa menghapus ingatan ...." kata Tan.
"Beraksi?! penggunaan katamu juga agak ...." Teo tertawa geli.
"Maksudku membantu!" kata Tan.
"Beraksi boleh juga sih ...." kata Teo.
Lama mereka menunggu sambil terus waspada pada ke 15 orang dari Desa Quinlan itu. Padahal 2 dari mereka sudah berumur 80 tahunan tapi dengan aktifnya melakukan aktivitas berat. 5 dari mereka malahan tidak pernah meninggalkan desa Quinlan tapi sekarang ada di tengah kota melakukan pekerjaan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, salah satunya adalah yang menyapa Teo dan Tan saat baru masuk ke desa itu. 1 anak 5 tahun sedang menjual balon bersama ibunya yang penjaga hutan lindung Desa Quinlan. Anak 5 tahun itu merupakan anak yang dimanfaatkan Teo untuk akal-akalan penggalian sumur.
"Sudah mau hampir tengah malam, tempat ini akan ditutup ... apa yang mereka lakukan?! kenapa diam saja?!" kata Tan.
"Sepertinya ada yang aneh!" kata Tom.
"Apa?! terjadi penyerangan di sebuah klub malam?!" kata Kayle yang terdengar panik.
"Ah, begitu ...." kata Teo menyeringai.
"Sudah saatnya kalian pulang dik!" kata Seorang Penjaga Kemananan Taman Hiburan.
"Memang kami sudah mau pulang!" kata Tan.
Tan, Teo dan Tom berjalan tenang menuju pintu keluar kemudian berlari seketika setelah keluar dari gerbang taman hiburan.
"Jadi yang disini adalah pengalihan ...." Tom memukul kepalanya.
"Tumben kau cepat paham?" tanya Tan pada Teo yang sudah duluan berlari didepan.
"Kalau hal licik begini aku ahlinya ...." jawab Teo menyeringai.
Sambil berlari mereka mengambil sesuatu dibalik saku jaket, sebuah botol kecil dengan ramuan berwarna abu-abu langsung ditenggak habis. Karena takut tumpah, Teo seakan menelan botol itu masuk ke dalam mulutnya. Tidak ingin menumpahkan setetespun.
Kayle membagi dua anggotanya untuk tetap menjaga di taman hiburan dan yang lainnya menuju ke klub malam yang disebutkan itu.
"Apapun yang terjadi, tangkap ke 15 orang yang ada disini! termasuk anak kecil 5 tahun itu. Jangan mau terperdaya dengannya!" kata Kayle segera mengikuti Tiga Kembar juga. Kayle cepat sampai karena menggunakan mobil. Tan, Teo dan Tom juga sampai saat mobil Y.B.I sudah terparkir di depan sebuah klub malam besar.
"Eeeeeeeh pyong!" kata Teo sambil bercanda dan membuat dirinya menghilang.
Tan dan Tom hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol Teo itu dan ikut memfokuskan diri dan perlahan mulai menghilang juga setelah melihat jarak jangkauan cctv sudah tidak merekamnya.
Saat memasuki klub malam itu Kayle sudah siap sedia dengan senjatanya. Terlihat memang tempat itu berantakan dengan banyak gelas dan botol pecah dilantai. Ada yang terlihat terluka tapi hanya luka kecil, ada juga yang masih saling tarik kerah baju.
"Hentikan apa yang sedang kalian lakukan saat ini! atau kami akan melakukan tindakan yang tegas!" kata Kayle memberi peringatan.
"Apa yang dilakukan oleh Agen Y.B.I disini?!" tanya Seseorang dengan pakaian bersinar di dalam kegelapan.
"Wooh apa dia lampu berjalan?!" kata Tom membuat Teo tertawa.
"Apa yang terjadi disini? ada yang bisa menjelaskan ...." tanya Rekan Kayle.
"Ini hanya pertengkaran biasa saja ... di tempat seperti ini sudah biasa terjadi!" kata Seseorang yang sedang meminum minuman, "Apa-apaan Agen Y.B.I sampai harus terlibat kesini! pergilah dari sini! mengganggu saja!"
Tempat itu memang terlihat kacau tapi tidak terjadi hal besar yang ditakutkan.
Kayle meminta untuk melihat cctv karena tidak ada yang ingin menjelaskan secara pasti apa yang terjadi disana.
"Hanya pertengkaran biasa ...." kata Pemilik klub malam itu.
Kayle menonton cctv dan melihat para pengunjung terlihat melempar dan menjatuhkan secara sengaja gelas dan botol minuman.
"Biasalah ... kalau mereka sudah mabuk akan bertingkah begitu!" kata Pemilik klub itu masih dalam mode membujuk Kayle.
"Itu ...." kata Tan yang juga ikut memperhatikan.
"Aneh!" kata Teo.
"Aku sudah bilang kalau ada yang seperti memegang tanganku dan sengaja membuatku melemparkan botol yang kupegang ... mana mungkin aku sengaja melempar botol berisi minuman mahal." kata salah satu Pelayan yang ikut bersama dengan Pemilik klub membela dirinya.
Tom mulai tertawa, "Felix ada disini rupanya!"
"Apa? dimana?" tanya Mertie.
"Disini!" suara Felix bersamaan dengan dobrakan pintu. Felix dengan menyeret seseorang masuk ke dalam ruang kontrol cctv.
"Siapa kau? kenapa anak kecil sepertimu bisa masuk kesini?" tanya Pemilik klub.
"Ah, hahahaha dia anak yang kami yang cari sebenarnya." jawab Kayle, "Untung hanya ada aku disini!" katanya dalam hati.
"Kami tidak membiarkan anak masuk kesini, percayalah!" Pemilik klub itu terus membela dirinya.
"Cepat panggil ambulance, akan ada yang pingsan atau sudah ada mungkin ...." kata Felix.
"Hah?! apa maksudnya?" Pelayan klub itu heran tapi rekaman cctv mengatakan yang sebenarnya. Tiba-tiba banyak yang berjatuhan, "Ap ... apa yang terjadi?!"
"Dia yang memasukkan racun ke dalam minuman yang ada disini!" kata Felix memeriksa tubuh orang yang sudah ditangkapnya. Satu dari 16 orang yang dicari-cari keberadaanya itu.
"Kau dengar itu Mertie, Felix keren kan?!" kata Teo membanggakan Felix yang ternyata sudah ada ditempat kejadian sebelum hal buruk terjadi.
Di dalam ruang kontrol cctv itu hanya mereka berenam dengan satu orang dari Desa Quinlan yang tidak sadarkan diri itu, Tiga Kembar mulai memunculkan dirinya.
"Untung saja kau ada disini Felix!" kata Tan membuat Kayle kaget karena kemunculan Tan yang tiba-tiba itu.
"Bagaimana yang disana?" tanya Felix.
"Taman hiburan juga akan segera ditutup, saat sudah mulai sepi ... 15 orang itu akan ditangkap juga." jawab Kayle.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau disana itu hanya pengalihan sementara disinilah tujuan sebenarnya?" tanya Teo.
"Firasat!" sahut Felix membuat Mertie yang sedang mendengar langsung memuntahkan minuman ke monitor laptopnya.
"Apa?!" Kayle terlihat kaget mendengar sesuatu dari alat komunikasinya.
"Apa yang terjadi?" tanya Tom.
"Anak yang berusia 5 tahun itu berhasil kabur." jawab Kayle membuat Felix dan Tiga Kembar terdiam.
Banyak ambulance berdatangan karena kasus keracunan massal yang disebabkan oleh minuman yang ada di klub itu. Felix sudah menghentikan mereka tapi bagaimanapun juga Felix sudah terlambat. Mereka sudah meminum banyak daritadi. Tapi setidaknya pertolongan pertama bisa dilakukan dengan cepat sehingga tidak ada korban jiwa.
"Kau sudah bekerja hebat Felix, maaf mengecewakanmu! harusnya ada salah satu dari kami yang tinggal disana ...." kata Tom.
"Anak 5 tahun itu bisa dicari kalau sudah pagi, bagaimanapun dia pasti akan kembali normal saat pagi tiba ... akan mudah menemukannya!" kata Kayle.
"Harus begitu, kalau tidak dia akan hidup ... tumbuh besar bersama dengan iblis didalam tubuhnya selamanya." kata Felix membuat Kayle jadi gelisah.
"Akan aku temukan! pasti!" kata Kayle.
...-BERSAMBUNG-...