UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.433 - Teman Lama



"Oh iya akhirnya aku ingat ... gambar itu ada di gedung belakang sekolah." kata Tan.


"Berarti salah satu gambarku juga ada disana tadi." kata Tom ingat kalau pernah menggambar juga disana.


"Memangnya apa yang kau gambar?!" tanya Teo.


"Aku menggambar boneka yang membawa pisau itu ... yang di film horor itu loh ...." jawab Tom, "Tapi, tidak perlu khawatir ... gambarku sangat buruk." sambung Tom setelah melihat ekspresi wajah mereka.


"Kalau begitu lebih gawat lagi ...." kata Tan.


"Oh ...." Tom juga akhirnya sadar dan kembali ke tempat gambar tadi berada tapi gambar itu sudah hilang.


"Sepertinya sudah berpindah ke tempat lain." kata Teo, "Bahkan digambar dengan sangat mirip tokoh yang ada di film itu saja sudah menyeramkan. Apalagi kalau kau yang menggambar, pasti akan jadi terlihat lebih menyeramkan lagi karena gambarmu buruk." Teo mengatakan itu untuk mengusili Tom.


"Tapi, apa gambar itu bisa melukai?!" tanya Tom.


"Bisa!" sahut Felix dari belakang yang datang tiba-tiba.


"Hehh?!" Tiga Kembar panik dan berlari mencari gambar itu sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Untuk apa juga kau menggambar pisau?!" kata Teo sebal.


"Kalau tanpa pisau tidak lengkap, tahu! memangnya darimana aku tahu kalau itu tiba-tiba bisa hidup ...." Tom membela dirinya.


"Inilah kenapa kita tidak bisa menggambar sembarangan. Pasti akan menjadi beban pada orang lain juga! dalam hal ini bisa mencelakai orang." kata Tan.


"Aku hanya iseng saja, itu kugambar saat kelas 1 SD." kata Tom.


"Apa juga yang kau lakukan disana?! aku saja tidak mau kesana apalagi dekat-dekat karena menyeramkan." kata Teo.


"Aku kesana karena Cain suka membaca buku disana, karena bosan jadi aku menggambar saja. Tan juga sering kesana! kau yakin tidak menggambar apapun?!" kata Tom menunjuk Tan.


"Ehhem ... sepertinya kita harus berpencar!" Tan mengalihkan pembicaraan.


"Oh, lihat orang ini mengalihkan ... kau juga menggambar sesuatu kan?!" Tom terus menyudutkan.


"Aku kesana!" kata Tan ke arah lain.


"Hey, kau menggambar apa?!" teriak Teo, "Gambar Tan biasanya bagus, bisa gawat."


"Tan biasanya hanya menggambar pemandangan saja, bukan karakter." kata Tom.


"Kebalikan dari kau." kata Teo sarkastik.


Sementara Tiga Kembar sibuk berlari mencari gambar yang hidup itu. Felix hanya senang karena berhasil mengerjai mereka.


"Ada apa kau tiba-tiba begini?! gambar yang dibuat hidup itu tidak akan melukai sama sekali. Kalau disentuh hanya akan masuk menempel pada kulit saja, hanya itu yang perlu dikhawatirkan ...." kata Iriana.


"Anggap saja mereka latihan lari." kata Felix santai tidak merasa bersalah sama sekali.


"Suasana hatimu jadi bahagia begini karena Cain, kan?!" kata Iriana menebak.


"Belum tentu dia yang melakukan itu." kata Felix.


"Tapi kau sudah menyimpulkan kalau dialah yang melakukan itu." kata Iriana membuat Felix hanya bisa batuk padahal tenggorokannya sama sekali tidak gatal.


***


Gambar karya Tom saat ini sedang berada di sebuah tembok berwarna putih. Menarik salah satu siswa mendekat. Tapi mata dari karakter boneka itu berkedip, pisau yang ada di tangan boneka itu perlahan keluar dari dalam tembok dan menuju leher siswa itu. Teriakan terdengar membuat Teo yang dekat darisana buru-buru mendekati asal suara.


"Kau ... kakak kenapa?!" tanya Teo membantu siswa SMA itu berdiri.


"Ada gambar disana! hidup!" kata Siswa itu terus menunjuk tapi menutup matanya.


"Aku serius! benar ada tadi, aku tidak berhalusinasi." kata Siswa SMA sedang malu sekarang dengan adik kelasnya yang baru tingkat SD.


"Tapi, kenyatannya tidak ada hehe ...." kata Teo tidak bisa menghentikan dirinya tidak mengusili kakak kelas itu.


Terlihat Tom datang dekat dengan Teo dan kakak kelas itu berada. Tom melihat gambarnya saat ini sedang berjalan seperti pencuri tidak ingin ketahuan tapi berhasil dihadang oleh Tom.


"Mau kemana kau?!" kata Tom mengeluarkan sesuatu dari saku sweaternya yakni handsanitizer semprot untuk menghilangkan gambar yang hidup itu dengan air. Hanya sebuah pemikiran mendadak dari Tom tapi berhasil menghapus kaki dari gambarnya sendiri yang sedang mengamuk sekarang.


"Eh?!" Teo datang bergabung dengan Tom tapi melihat gambar pisau boneka itu menyentuh tanaman yang ada disana tapi gambar pisau itu bukannya memotong daun tapi malah gambar pisau itu menempel. Gambar Tom itu bersusah payah menarik dirinya tapi sudah terjebak karena sebagian dirinya menempel pada daun.


"Gambar hidup ini sama sekali tidak berbahaya ...." kata Teo merebut handsanitizer Tom dan menyemprotkannya pada gambar itu hingga luntur semua bahkan yang ada di daun juga.


"Sepertinya kita sedang dipermainkan Felix!" kata Tom menyipitkan mata.


Tan juga sudah menyadari hal yang sama setelah bertemu gambar yang familiar. Gambar yang merupakan hasil dari tangannya sendiri. Gambar pelangi yang kini menempel setengah ditangannya tapi terhapus setelah dibilas air.


***


"Kau mau kabur kemana?!" kata Teo menghentikan langkah Felix.


"Mencari lokasi baru untuk perkemahan sekolah." kata Felix datar.


"Dengan membuat kami panik, apa menyenangkan?!" kata Tom.


"Apa ada yang salah?!" Felix masih memasang wajah datar.


"Gambar itu sama sekali tidak berbahaya." kata Tan.


"Memang, siapa yang bilang berbahaya?!" kata Felix.


"Tadi kau bilang kalau itu bisa melukai ...." kata Teo protes.


"Tentu saja kalau menempel di kulit, bagaimana coba?!" kata Felix mengelak.


"Hanya itu alasanmu?!" kata Teo memberi peringatan.


"Yang kukatan semuanya benar, tidak ada yang salah ataupun kebohongan ... aku hanya mengatakan kalau itu bisa menempel kalau disentuh manusia dan berbahaya kalau disentuh." kata Felix.


Tan, Teo dan Tom mendengus tertawa kemudian mengubah ekspresinya menjadi datar dan mengejar Felix. Sambil mengejar Felix, mereka mengingat suasana yang asing tapi familiar itu.


"Biasanya, Felix seperti ini kalau ada Cain ...." kata Tan tersenyum sambil mengejar Felix.


"Kelakuan Felix yang begini biasanya muncul kalau habis diusili Cain makanya menjadikan kami sebagai pelampiasan ...." kata Tom.


"Tunggu ... tunggu ...." kata Felix meminta gencatan senjata. Felix menceritakan apa yang telah terjadi dengan gerbang neraka.


"Kau sedang tidak berbohong kan? untuk lepas dari kami?!" kata Teo.


"Dari berita memang sepertinya begitu, banyak yang terluka tapi semuanya selamat." kata Tom mendukung perkataan Felix.


"Tapi, siapa?! dengan penjelasanmu itu, menyatakan kalau kita punya sekutu baru yang banyak." kata Tan.


"Tentu saja, mencabut batu permata sebanyak itu harus dengan banyak orang juga." kata Tom.


Teo hanya diam sambil menatap Felix. Teo tahu kalau mereka tidaklah mendapat sekutu baru yang banyak. Tapi teman lama yang jauh tiba-tiba datang membantu, "Cain ...." kata Teo dalam hati.


...-BERSAMBUNG-...


Bulan ramadhan kedua bersama UNLUCKY๐ŸŽ‰


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan๐Ÿ™๐Ÿค— UNLUCKY siap menemani setelah habis sahur selama bulan ramadhan!๐Ÿ›๐Ÿ“š atau disimpen buat ngabuburit. Baca UNLUCKY sambil nungguin buka puasa, seru juga!๐Ÿ‘๐Ÿ˜†