UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.535 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 18



Cairan ramuan yang tadi dicampur oleh Tan menggunakan kekuatan Daemonimed kelihatan bergerak sendiri. Walau kelihatan hanya seperti cairan itu berpindah karena perubahan permukaan yang tidak datar tapi sebenarnya tidak. Cairan itu terus bergerak maju menuju iblis dan perlahan memenuhi tubuh iblis itu.


Iblis lawan Tan itu terus mencoba menyingkirkan tapi cairan itu tidak bisa disingkirkan dengan begitu mudah. Saat disingkirkan dengan tangan, cairan menempel disana lagi.


"Kau pernah menggunakan itu sebelumnya kan?!" tanya Cain.


"Ya, Banks selalu membekaliku untuk jaga-jaga. Sangat berguna kalau ingin meledakkan sesuatu ...." kata Felix yang bersamaan dengan tubuh iblis itu juga meledak.


Cairan itu jika diledakkan diluar memang akan memberi cidera tapi tidak sampai membahayakan nyawa. Jadi, cairan itu haruslah masuk ke dalam tubuh iblis itu lewat telinga, hidung dan mata. Dengan begitu barulah bisa memberikan dampak besar.


"Eeeeeew ... kau harus mandi 7 hari 7 malam. Selama itu, aku tidak akan mendekatimu." kata Teo melihat Tan dipenuhi darah iblis yang baru saja meledak itu.


Karena lawan Tan sudah dikalahkan, muncul lagi lawan baru lainnya. Tapi sebelum itu, Tan sudah mencampur ramuan lagi. Bukan untuk menyerang lawan tapi untuk disebarkan pada pasukan Felix yang sedang bertarung.


Sebuah kepulan asap keluar dari dalam botol ramuan yang telah dicampur oleh bermacam-macam ramuan. Asap itu kelihatan membagi diri saat keluar dari dalam botol dan mendatangi pasukan Felix yang sedang sibuk bertarung, bahkan Ratu Sanguiber yang ada dibelakang serta Banks dan Zeki yang sedang tidak bertarung sekalipun didatangi oleh asap itu.


"Apa ini?!" tanya Camellia kaget dengan asap yang muncul dihadapannya. Ditiup ataupun disingkirkan bagaimanapun tetap kembali.


"Tenang saja ... itu adalah hal yang bagus." kata Verlin.


"Bagus?!" tanya Camellia tidak percaya.


"Kau belum pernah bertarung bersama Daemonimed sebelumnya ya?! tenang saja ... kalau kau menghirup itu, luka akan dipulihkan dengan cepat dan tenaga seperti kembali seperti semula. Bukankah sangat menyenangkan kalau bertarung ada Daemonimed menyertai." kata Verlin.


Camellia pun kelihatan mulai pasrah dan menghirup asap itu sambil menutup mata. Dan benar saja, luka kecilnya kelihatan langsung tertutup. Walaupun luka yang besar tidak sembuh sepenuhnya tapi tetap saja kelihatan langsung membaik. Kekuatan juga seperti ditingkatkan, lelah seperti berkurang.


Dengan begitu, semua pasukan Felix kelihatan lebih segar. Bahkan Zeki yang sedang dirawat oleh Banks mendapat manfaat juga. Zeki mulai sadarkan diri lagi setelah menghirup asap dari ramuan buatan Tan itu.


"Sepertinya ada yang membaca buku ramuan tingkat atas secara diam-diam tanpa sepengetahuanku ...." kata Banks tersenyum padahal Tan baru saja secara sengaja mengakui kalau melanggar peraturannya, "Menggunakan ramuan ini untuk membantu semua pasukan, memang sangat khas Tan sekali."


"Berhenti terus memujinya ...." keluh Zeki.


"Memang itu pujian, tapi ... hanya saja tidak semuanya. Memberi ramuan pemulihan darurat, sebenarnya memang sangat bagus. Tapi ramuan untuk membuat itu lama baru terisi lagi di dalam botol Daemonimed. Harusnya, itu disimpan untuk digunakan pada seseorang yang sangat membutuhkan nantinya. Bukan dibagi-bagikan secara menyeluruh begini. Tapi masing-masing Daemonimed memang punya prinsip sendiri dan Tan adalah yang seperti itu." kata Banks.


"Kau bahkan sudah mengakui dan menyebutnya sebagai Daemonimed?!" kata Zeki.


"Bagaimanapun juga ... dia sudah menggunakan kekuatan Daemonimed. Walau masih dasar, tapi Quiris saja ... bahkan untuk kaum Iblis yang merupakan keturunan awal pencipta kekuatan itu. Sekarang kaum iblis juga jarang bisa menjadi Daemonimed." kata Banks.


"Kau kelihatan senang sekali ...." kata Zeki.


"Jadi, ini pertama kalinya kau benar-benar mempunyai seorang yang bisa disebut sebagai murid." kata Zeki.


"Sepertinya begitu ...." kata Banks, "Makanya, semuanya harus berjalan sesuai rencana. Tidak akan kubiarkan, murid yang berbakat itu menyia-nyiakan bakatnya dan terlebih lagi hanya digunakan sebentar. Aku akan mengajarinya segala apa yang kuketahui, mewariskan semua pengetahuanku tentang ilmu penyembuhan dan dia juga harus melakukan hal yang sama nantinya di generasi selanjutnya." kata Banks dalam hati.


Tidak hanya Tan, tapi Tellopper juga kelihatan bergerak sendiri mencampur ramuan tanpa Tan perintahkan.


"Bagaimana bisa?! dia seperti kelihatan hidup ...." kata Tan heran sendiri melihat Tellopper yang bergerak sendiri mencampurkan ramuan yang ada disekelilingnya yang melayang-layang. Tanpa bantuan dari Tan ataupun dikendalikan oleh Tan. Tan yang sibuk mencampur ramuan lain sedangkan Tellopper melepaskan dirinya dari genggaman Tan dan bergerak sendiri mencampur ramuan untuk melindungi Tan, "Bahkan seakan bisa berpikir sendiri juga ...." Tan melihat ramuan buatan Tellopper yang dilemparkan pada lawan yang mendekat.


"Apa mungkin bisa diajak berkomunikasi atau hanya bergerak refleks untuk melindunguki saja?!" tanya Tan dalam hati, " Ah, mana mungkin?! diajak bicara?! aku pasti sudah gila ...." Tan menertawakan dirinya sendiri yang memikirkan hal mustahil itu.


Tapi Tellopper kelihatan berbalik seperti melihat Tan yang sedang tertawa. Tan kaget dan terjatuh, untungnya ramuan yang ada disekelilingnya tetap kelihatan baik-baik saja.


"Jangan bilang, kau bisa mendengarku?!" tanya Tan masih dalam mode panik.


Baru berselang beberapa detik tapi terasa sangat lama untuk Tan yang menantikan jawaban. Sementara Tellopper melemparkan botol ramuan karena ada iblis yang mendekat sedang mengganggu dirinya dan Tan yang sedang dalam sebuah peristiwa penting. Tellopper kemudian kelihatan mengangguk.


Tan menggosok-gosok matanya masih tidak percaya tapi Tellopper tetap mengangguk setiap kali Tan membuka matanya, "Kau benar-benar hidup?!" Tan mulai berdiri dengan wajah berseri-seri tapi masih agak menjaga jarak. Tellopper yang terus digenggamnya itu terasa berbeda saat diketahui hidup.


"Sepertinya, kekuatan Tellopper juga bangkit saat Tan membangkitkan kekuatan Daemonimed." kata Banks tidak melewatkan peristiwa itu sampai-sampai Zeki mengeluh karena Banks seperti bergerak terlalu lambat dan fokusnya pada hal lain bukan pada lukanya.


"Perhatikan baik-baik! Nanti kau salah memberiku ramuan!" keluh Zeki.


"Ehheem ... mohon bantuannya kalau begitu!" kata Tan masih agak canggung rasanya berbicara dengan Tellopper yang merupakan pisau kecil yang terus melayang-layang disampingnya. Tellopper mengangguk lagi membuat wajah Tan merona malu.


"Oh, iya apa kau tahu ramuan ...." Tan mencoba berbisik.


Tellopper mengangguk dengan pertanyaan Tan itu.


"Wah, aku memang sudah kehabisan ide untuk membuat ramuan apa lagi. Ternyata ... jangan bilang kau tahu semua ramuan yang ada di dunia ini?!" kata Tan terkesan bercanda tapi dianggukkan lagi oleh Tellopper membuat Tan menganga, "Mohon bantuannya senior!" Tan otomatis menunduk pada Tellopper.


"Sudah kuduga ... aku tidaklah datang percuma." kata Audrina dari kejauhan tersenyum.


"Tellopper dikisahkan sebagai seorang Quiris ahli penyembuh pertama di dunia ini. Setelah menjelang akhir hayatnya, dia membuat eksperimen. Mencoba untuk tetap berguna bahkan setelah meninggal nantinya. Dengan menyimpan jiwanya pada sebuah pisau kecil kesayangannya yang selalu dibawa kemana-mana. Seperti itulah, bagaimana Tellopper terlahir menjadi senjata Alvauden. Tentu saja, tidak ada ramuan yang tidak diketahuinya di dunia ini. Karena dia adalah Ibu ilmu ramuan." kata Banks dalam hati.


...-BERSAMBUNG-...