UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.442 - Kehidupan Caelvita



Felix cemas dengan perkemahan kelas 1 SD yang sekarang sedang berlangsung ditambah lagi kejadian tidak terduga soal putra Lander yang dirasuki oleh Lucy yang merupakan adik kandung Efrain untuk melakukan pertukaran dengan Carlton group. Tentu saja pasti bukan sesuatu yang kecil, mengingat Lucy sendiri yang turun tangan.


Ditambah lagi fenomena alam yang terjadi di tengah Kota Pippa. Banyaknya korban yang tidak diketahui apa selamat setelah terjatuh ke dalam lubang yang seperti tidak berdasar itu.


"Aku harus pintar-pintar meringankan bebanku sendiri agar tidak stres." kata Felix dalam hati memutuskan untuk turun memeriksa tapi setelah mendengar kalau Tiga Kembar akan ikut juga, Felix semakin stres lagi.


"Lebih baik aku tidak turun kalau begitu!" kata Felix.


"Hehh?!" Tan, Teo dan Tom bingung.


Di lokasi perkemahan sudah terpasang kamera Mertie yang dipasang oleh Tiga Kembar saat menanam batu permata emerald. Makanya membutuhkan waktu lama karena mereka melakukan dua hal sekaligus. Tapi berkat itu, Mertie bisa mengawasi dari kejauhan. Felix juga tidak terlalu khawatir kalau tidak berada disana. Walau tahu kalau ada Tanaman Leaure yang melindungi tapi tetap saja mengkhawatirkan.


Soal pertemuan putra Lander dan Carlton Group memang masih menjadi misteri. Tidak diketahui secara jelas apa yang menjadi bahan pertukaran mereka. Karena yang bisa dibaca oleh Felix dari pikiran mereka adalah benda bersejarah yang sudah lama tapi berada di negara tetangga. Sesuatu yang masih belum diketahui secara pasti apakah sebuah ancaman di masa depan. Bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja tapi apa boleh buat saat ini ada yang lebih penting.


Tentu saja, bagi Felix semua masalah itu tidaklah sebanding kalau harus membawa ketiga sahabatnya lagi ke dalam lubang yang tidak diketahui secara jelas apakah berbahaya atau tidak. Menyelamatkan korban adalah permasalahan lain, Felix lebih memilih mendapat beban daripada harus mendapat perasaan bersalah.


"Tellopperku bisa dengan mudah membawa kita ke bawah sana, Felix!" kata Tan masih mengajukan diri padahal Felix sudah menjawab daritadi dengan ekspresi yang jelas menolak.


"Kalau ada Cain, pasti ini tidak akan terjadi atau setidaknya jumlah korban berkurang karena kejadian ini menjadi misinya." kata Tom.


"Kau juga hanya bisa terbang kalau kekuatan Caelvitamu tiba-tiba muncul begitu besar." kata Tan menambahkan karena tidak mendapat respon dari Felix.


"Akan lebih baik kalau kita yang pertama turun kesana memeriksa daripada orang lain. Kalau kita tahu ada hal buruk, kita bisa mencegah ada korban lain. Banyak peneliti pasti akan kesini, Felix ... bayangkan orang cerdas Yardley akan menjadi korban kalau kita tidak bertindak terlebih dahulu." kata Tom.


"Kukira tadi kau bilang bodoh kalau turun kesana ...." kata Felix pada Tom.


"Itu kalau kau turun sendirian!" balas Tom, "Resiko akan berkurang kalau bersama banyak orang, kita bisa saling membantu dan saling melindungi."


"Atau sebaliknya, resiko semakin bertambah kalau kalian ikut. Aku bisa menjaga diriku sendiri, tapi kalau kalian ikut bukan hanya melindungi diriku sendiri lagi ...." kata Felix.


"Kalau begitu tidak usah ada yang turun!" teriak Teo sudah muak mendengar tidak ada yang mau mengalah.


Sebuah drone mulai diterbangkan turun ke dalam lubang itu untuk diamati apa yang ada di bawah sana. FT3 masuk ke dalam tenda YCIA untuk ikut melihat apa yang direkam oleh drone itu.


"Teknologi memang penyelamat manusia!" kata Teo ikut menonton di monitor bersama Agen YCIA.


"Sayangnya kita tidak punya kenalan di YCIA ...." kata Tan mengingat Kayle.


Drone sudah turun sangat jauh tapi belum sampai juga di permukaan, "Berapa kilometer kedalaman lubang ini sebenarnya ...." kata salah satu Agen YCIA yang bukan hanya satu-satunya heran disana.


Tidak ada keanehan yang terlihat di dalam lubang itu, tapi dengan melihat pinggiran lubang itu sangat rapi tidak mungkin itu adalah sebuah fenomena alam melainkan ada yang sengaja digunakan untuk membentuk lubang itu, seperti senjata sehingga lubang yang tercipta sangat rapi.


"Tentu saja, iblis kan bisa menyembunyikan dirinya. Pastinya yang dilihat hanyalah hasil serangannya saja." kata Tom.


"Tapi, bisa dilihat kalau siapapun yang melakukan ini mempunyai senjata yang besar karena lubang tidak tercipta secara sedikit demi sedikit melainkan langsung seperti ada yang memalu." kata Tan.


Semua Agen YCIA tiba-tiba berteriak karena drone tadi tidak merekam apa-apa lagi. Dicoba untuk diterbangkan kembali tapi tidak bisa dilihat apa-apa dari monitor jadi sulit untuk dikendalikan. Entah sudah berada di dasar atau terkena sesuatu sehingga tidak bisa merekam lagi. Tapi tidak ada keanehan yang terlihat sebelum itu.


Drone baru diterbangkan lagi tapi tetap bernasib sama, waktu kerusakan juga tidak sama jadi tidak bisa dipastikan pada kedalaman mana yang berbahaya. Agen YCIA bahagia setelah melewati kedalaman drone pertama yang hilang tapi tidak ada keanehan disana, dasar lubang juga masih tidak terlihat. Drone yang hilang juga tidak terlihat ada disana.


Sudah drone ke-31 yang diterbangkan, artinya sudah 30 drone rusak atau hilang. Tapi tidaklah percuma karena bisa mendapat informasi walau tidaklah terlalu meyakinkan. Akhirnya setelah drone ke-65 sudah mencapai kedalaman 12 kilometer tapi masih belum terlihat dasarnya dan drone sudah tidak bisa turun lebih jauh lagi. Semuanya langsung rusak setelah mencapai kedalaman 12 kilometer lebih.


"Kita tidak bisa asal turun karena drone rusak di kedalaman berbeda-beda. Walau sudah bisa dipastikan ada sesuatu di kedalaman 12 kilometer tapi jauh sebelum sampai juga ada sesuatu yang selalu merusak drone." kata Pemimpin YCIA.


"Para korban juga tidak terlihat sama sekali ...." kata Felix keluar dari tenda YCIA.


Tan, Teo dan Tom tidak menyadari Felix keluar. Baru sadar setelah Tan bertanya, "Bagaimana Felix, kurasa sebaiknya kita harus turun! eh?! dimana dia?!"


"Iriana, kau benar tidak tahu siapa yang memiliki senjata sebesar ini?" tanya Felix duduk dipinggiran lubang.


"Sudah berapa kali kukatakan aku tidak tahu." jawab Iriana kesal.


"Bukannya kau lupa?!" kata Felix masih bersikeras.


"Kau sepertinya terlau meremehkanku, ya?! walau begini, pasti aku akan ingat kalau ada yang mempunyai senjata sebesar ini." kata Iriana.


"Seharusnya kau menanyakan ini pada Caelvita terdahulu saat berhasil memasuki pintu mereka. Apa sebenarnya yang kau bicarakan?! sampai-sampai melewatkan informasi penting seperti ini." kata Felix.


"Di masaku tidak ada masalah seperti ini, jadi yang aku tanyakan ya hanya soal masalah yang terjadi saja." kata Iriana.


"Kau tahu suatu saat akan menjadi pembimbing, tapi tidak mencari informasi sebanyak mungkin. Seharusnya kau mengetahui banyak informasi, mempelajari banyak pengetahuan walau itu tidak penting ataupun itu tidak terjadi di masamu. Karena itulah kewajiban dari seorang pembimbing" kata Felix.


"Kau belum tahu saja bagaimana sibuknya menjadi Caelvita Resmi, tidak ada waktu untuk belajar dan mencari informasi. Semuanya hanya bisa dipelajari lewat pengalaman saja, lewat masalah yang datang saja karena semua hidup kita kebanyakan dihabiskan di tempat masalah terjadi bukannya di perpustakaan." balas Iriana sarkastik diakhir kalimatnya.


"Felix ...." Tiga Kembar mendekat.


"Baiklah, kalau begitu kita mencari tahu saja di tempat masalah itu. Ayo! kita turun!" kata Felix berdiri.


...-BERSAMBUNG-...