UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.556 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 39



"Jelas terlihat perbedaan mereka ...." kata Cain.


"Apa yang kau harapkan?! bertarung untuk Viviandem sudah seperti bernapas pada umumnya." kata Goldwin.


"Cara mereka bertarung ... aku tidak bisa menjelaskannya ... seperti ... apa karena pengalaman atau memang beginikah gaya bertarung mereka?!" Cain yang sedang bertarung juga tapi tidak bisa menahan matanya yang secara alami tertarik untuk melihat bagaimana Viviandem bertarung, "Mereka melakukannya sangat berbeda, gerakan mereka tidaklah menggebu-gebu atau kelihatan menandakan ada keraguan. Tapi bergerak begitu saja, seakan semuanya sudah menjadi biasa untuk mereka melakukan itu. Seakan itu sudah menjadi rutinitas, bukan sesuatu yang bisa dilihat dariku dan ...." Cain akhirnya terpikirkan Tan, Teo dan Tom lagi. Padahal memikirkan hal seperti ini adalah cara pengalihan bagi Cain. Tapi nyatanya itu mengarah juga kembali pada Tiga Kembar, "Aku sudah merindukan mereka ...."


Felix masih terbakar amarah, perasaan dendam pada Ted tapi bagi Felix, Efrain adalah target balas dendam yang sebenarnya. Walau Ted yang membunuh Tan, Teo dan Tom. Tapi semuanya direncanakan oleh Efrain. Meski begitu perasaan Felix pada Ted tidak berubah. Bagaimana Ted membunuh Tiga Kembar terlalu tidak manusiawi. Itu menyakiti hati Felix dan tidak akan pernah tersembuhkan, meski dengan berhasil membalas Efrain sekalipun.


Efrain benar-benar tahu bagaimana melakukan strategi dengan benar. Menggunakan Ted yang seorang psikopat sebagai pembunuh Tan, Teo dan Tom. Jika menggunakan Zewhit biasa, pasti Felix tidak akan semarah ini. Tapi karena orang seperti Ted yang melakukannya. Semuanya berubah menjadi mimpi buruk.


"Ini tidak normal ...." kata Verlin dalam hati sambil bertarung tapi mengamati juga Felix sesekali. Karena membangkitkan empat kekuatan inti sekaligus hanya dalam semalam adalah hal yang tidak biasa, "Dia tidak kelihatan seperti seseorang yang akan pingsan sama sekali ...." Verlin melihat serangan Felix yang penuh tenaga.


Iriana sendiri membangkitkan kekuatannya satu per satu. Tidak sekaligus, untuk wajarnya memang begitu. Caelvita membangkitkan kekuatan satu per satu bukannya sekaligus seperti yang dilkukan Felix.


Felix bersiap menendang Efrain tapi Efrain bukannya menghindar malah menyambut kaki Felix mengenainya dengan sengaja. Tapi setelah membiarkan Felix menendangnya, Efrain menarik kaki Felix.


Felix tidak terlalu memberontak dan mengikut saja dengan apa yang akan dilakukan Efrain yang terlihat Efrain membuka gerbang dan membawa masuk Felix dengan cepat. Bahkan saat didalam lorong gerbang mereka juga bertarung hingga sampai masuk ke Mundebris.


Kedua belah pihak pasukan juga melakukan hal yang sama. Di lapangan luas itu kini banyak warna-warni gerbang bermunculan. Sambil masih bertarung mereka saling memaksa untuk memasuki gerbang yang berbeda. Terlihat bagaimana lihainya mereka langsung masuk gerbang masing-masing dengan cepat dan tiba lagi di Mundebris untuk kembali bertarung.


Karena ada perbedaan pada masing-masing gerbang, waktu kedatangan mereka juga berbeda-beda. Ada yang datang cepat ada juga yang datang lambat. Ada yang mengeluh lawannya tidak datang-datang juga dan mulai menyerang gerbang lawan yang belum terbuka itu sebagai pelampiasan.


Karena matahari sudah mau terbit, makanya Efrain menuntun semuanya agar ke Mundebris. Iblis hanya bisa bertahan disiang hari jika cuaca mendung atau memasuki tubuh manusia.


Plaevivindote dan Anaevivindote tidak menyangka kedatangan tiba-tiba itu. Mereka tidak siap wilayah mereka menjadi medan peperangan. Mereka langsung buru-buru mengungsikan diri. Rumput menggulung dirinya sendiri untuk menjauh darisana. Quiris yang bertarung ada yang melompat agar memudahkan jalannya rumput itu pergi. Tapi ada juga yang tidak peduli dan rumput harus berusaha menarik dengan paksa sendiri agar dilepaskan.


Tidak semuanya menepi untuk mengamankan diri dari pertarungan tapi ada juga yang melawan.


"Tidak ... jangan aku!" kata Batu dengan ekspresi datar karena dipungut oleh salah satu Anaevivindote untuk dilemparkan pada iblis. Batu itu melemparkan dirinya sendiri mengenai kepala Aanevivindote itu dan melarikan diri setelahnya.


"Dasar pengecut!" teriak Anaevivindote itu memaki batu yang melarikan diri.


Ada satu Anaevivindote yang seperti bola bulu kebingungan. Ingin lari tapi disekelilingnya sedang banyak yang bertarung. Akhirnya melihat Felix, maka Anaevivindote itu memberanikan diri untuk bergerak ke arah Felix.


Felix tidak peduli dengan itu, tidak pernah melepaskan pandangannya pada setiap gerakan yang Efrain lakukan. Felix tidak ingin lengah sedikitpun.


Gerbang hijau diatas langit yang tadinya tertutup akhirnya terbuka dan Alex keluar dari sana langsung menghempaskan dirinya mendarat di tanah tanpa menggunakan sayapnya sama sekali untuk terbang mengurangi kecepatan. Sengaja menggunakan seluruh berat badannya untuk mendarat dengan keras.


Para Rumput kaget melihat itu, "Untung kita sudah pindah ...."


Datang lagi satu Anaevivindote menabrak kepala Felix dari belakang, "Aw!"


Dia yang menabrak Felix tapi bukannya Felix yang mengeluh malah Anaevivindilote itu. Tapi memang itu bukanlah salahnya karena sebenarnya dia dilempar oleh Viviandem yang tidak suka diganggu sedang bertarung.


Anaevivindote yang menabrak Felix tadi memanjat dan naik keatas kepala Felix. Meski Felix terus bergerak tapi dia sangat stabil diatas sana. Felix yang sangat fokus bertarung tidak menghiraukan hal itu.


"Heh?!" Anaevivindote yang tadinya bersembunyi dibahu Felix kaget karena jubah Felix yang menutupinya terlepas dari tangannya. Ingin kembali menariknya tapi bisa melihat Anaevivindote lain diatas kepala Felix.


"Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Anaevivindote diatas kepala Felix.


"Aku takut, apa kau juga takut?!" Anaevivindote dibahu Felix balik bertanya dan kembali menarik jubah Felix untuk menutupi tubuhnya.


"Aku takut?! mana mungkin?!" kata Anaevivindote yang diatas kepala Felix terus bergoyang-goyang karena gerakan Felix. Hanya menggunakan mahkota Felix sebagai pegangan agar tidak jatuh, "Aku tidak takut sama sekali!" katanya sambil melompat turun dengan sombongnya dan kembali ikut bergabung dengan pertarungan. Tapi Anaevivindote iti masih dianggap menggangu dan disuruh untuk menghindar dan pergi tapi tetap bersikeras ingin ikut berkontribusi juga.


Sedangkan Anaevivindote yang masih berada di bahu Felix kesulitan untuk bertahan karena Felix semakin banyak bergerak. Felix merasa perlu menaruh Anaevivindote itu itu diatas kepalanya. Karena tubuh Anaevivindote itu terbilang kecil sehingga bisa tertutupi mahkota dan mahkota itu juga bisa jadi pegangan yang sempurna.


"Em ... em ...." Anaevivindote itu merengek terus bergerak menolak dan memohon karena mengira kalau Felix akan melepaskannya tapi ternyata dia hanya dipindahkan. Dengan mata sudah sembab karena menangis, Anaevivindote itu menyembunyikan wajahnya dengan rambut hijau Felix dan berpegangan pada mahkota Caelvita dengan perasaan lega.


Cairo yang daritadi tidak terlalu aktif dalam bertarung, hanya membantu sedikit-sedikit. Karena selalu mengawasi Felix dan Efrain dari kejauhan dan saat ini Cairo merasa saat inilah waktu yang tepat untuknya bergerak.


Jumlah Viviandem memang sangat banyak tapi stamina Iblis sangat luar biasa. Masih terlalu awal untuk mengatakan kalau Pasukan Felix sudah unggul. Jadi, Cairo merasa satu-satunya cara untuk menghentikan perang ini dengan cepat adalah membunuh Efrain. Tapi Efrain juga berpikiran yang sama dengan membunuh Felix semuanya akan berhenti juga.


...-BERSAMBUNG-...