UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.242 - Dijatuhi Hukuman



Cain berdiri dengan berlumuran darah disekujur tubuhnya menarik Pedang Ruleorum di tangan kanan dan Pedang Orogla Alvauden di tangan kiri.


Disaat Felix dan Tiga Kembar berjalan mendekati Cain, tiba-tiba sebuah petir datang menyambar tepat dihadapan Cain dan menimbulkan api yang besar. Dari dalam api itu keluarlah sebuah rantai emas yang langsung meliliti tubuh Cain.


"Hahh?! Cain?!" teriak Felix, Tan, Teo dan Tom berlari bersamaan.


"Terimalah hukumanmu wahai Leaure! Cain Vale Wilmer ... Sang Pembantai Setengah Sanguiber!" suara dari dalam api emas itu sangat keras membuat telinga sakit mendengarnya.


Cain ditarik masuk ke dalam api emas itu dengan pasrah seakan sudah tahu akan hal itu akan terjadi. Tapi datanglah kehadiran seseorang yang sangat familiar dengan penampilan yang amburadul dan juga penuh luka, "Dokter Mari!" seru mereka. Yang Tadinya langsung menghilang saat pertempuran sudah berkahir tapi ternyata juga datang.


"Saya mohon Sang Penghukum Leaure! ampunilah dia ... dia masih belum mengerti apa-apa, saya mohon lepaskan dia! selanjutnya akan saya bimbing dia menjadi Leaure yang lebih baik ...." Dokter Mari berlutut dan memegang rantai emas besar yang panas itu dengan tangan sudah melepuh.


"Bibi tidak usah ikut campur! aku sudah mengetahui hal ini akan terjadi ... ini adalah hukumanku!" kata Cain dengan tatapan datar.


Rantai menarik Cain lebih mendekat membuat Dokter Mari semakin histeris, "Kalau begitu bawa saya sebagai gantinya! saya akan menggantikannya untuk dihukum ... sudah menjadi kewajiban saya untuk menuntunnya tapi saya gagal ... jadi bawa saya saja!"


"Felix, lakukan sesuatu!" kata Teo dan Tan panik.


"Aku tidak bisa!" kata Felix.


"Apa maksudmu?" tanya Tom.


"Kalian tidak melihat seseorang di dalam api itu?" tanya Felix.


"Tidak ada orang di dalam api itu! mana ada yang bisa berdiri di dalam api besar itu!" teriak Teo tidak habis pikir melihat Felix diam saja tidak melakukan apa-apa.


"Biasanya hanya Raja yang memberi hukuman dan Sang Penghukum setiap kaum tidak akan datang kecuali seseorang yang melakukan kejahatan itu adalah seorang raja atau seseorang yang melakukan kejahatan besar yang tidak bisa ditolerir lagi dan harus segera dihukum!" kata Zeki.


"Apa maksudnya itu? tidak adil! aku masih tidak percaya kalau Cain melakukan ini semua ... kalau memang dia yang melakukannya, bagaimana dengan Setengah Sanguiber yang membunuh banyak manusia. Kenapa mereka tidak dihukum juga?!" kata Tan.


"Setengah Sanguiber hanyalah Setengah Sanguiber. Tidak terikat oleh peraturan ketat sebagai seorang Sanguiber murni dan Leaure adalah seseorang yang seharusnya melindungi bukannya menghakimi ... ini sudah melanggar norma Leaure yang berlaku!" kata Zeki.


"Cain juga hanyalah seorang Setengah Leaure!" teriak Tom.


"Tapi dia adalah Leaure Sejati! Leaure diatas Leaure! sederhananya adalah Cain bahkan melampaui Raja Leaure sendiri." kata Zeki.


Mereka terkejut mendengar bahwa Zeki mengetahui identitas yang disembunyikan oleh Cain. Tapi tidak ada waktu untuk terkejut karena hal itu. Cain yang sedang dalam bahaya harus didahulukan.


"Jadi apa yang harus dilakukan?" Teo dan Tom berlari mendekat tapi terpental mundur oleh gelombang panas dari api emas itu. Seakan melarang orang lain mendekat dan ikut campur lagi.


"Seseorang di dalam api itu adalah Cain sendiri!" kata Felix dengan tatapan kosong.


"Hahh?! apa maksudmu?" Tom mencoba menyadarkan Felix yang sedang melamun.


"Tidak! tidak! kumohon!" teriakan putus asa dari Dokter Mari saat melihat Cain sudah setengah masuk ke dalam api. Belum pernah Dokter Mari terlihat seperti itu. Selama ini dia terlihat tidak begitu peduli dengan Cain.


Tapi semenjak Dokter Mari mengatur pertemuan Cain dan Felix untuk menjadikan Cain sebagai Alvauden. Saat itu Felix menyadari bahwa Dokter Mari akan melakukan apa saja untuk melindungi keponakannya itu.


"Saya adalah seorang Leaure! walau hanya Setengah Leaure tapi saya tetaplah seseorang yang memiliki tugas untuk melindungi! Saya akan melindungi Cain Vale Wilmer dengan menggantikannya untuk dihukum." Dokter Mari menggores tangannya dan membenturkan tangan yang berdarah itu di depan jantungnya. Hal itu dilakukan untuk menandakan besarnya keteguhan hati seseorang dan ditandai dengan melakukan sumpah.


"Hukuman tidak bisa digantikan oleh Quiris yang tidak melakukan kesalahan. Hukuman merupakan tombak keadilan di Mundebris. Keadilan tidak bisa diubah, tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa dikurangi, tidak bisa dilebihkan." kata suara dari api emas.


"Mau itu di dunia manapun pasti ada yang namanya pengadilan. Karena keadilan itu hanya memihak yang benar. Ayo kita lakukan pengadilan untuk Cain, membuktikan bahwa Cain tidaklah bersalah. Pasti ada orang lain yang melakukan ini! Efrain! pasti Efrain yang melakukan ini!" kata Tan menolak untuk percaya.


"Aku yang melakukan ini Tan. Kalian mungkin tidak mengetahui hal ini tapi beban seorang Pewaris Permainan Tukar Kematian bukan hanya berfokus pada pemain tapi untuk sesuatu yang lebih besar. Kekuatan seorang Pewaris Permainan Tukar Kematian akan ditingkatkan berkali-kali lipat untuk menyeimbangkan apa yang berat sebelah. Dan yang berat sebelah itu adalah keserakahan Setengah Sanguiber. Tidak terhitung sudah berapa banyak korban yang berjatuhan. Manusia yang menjadi santapan makhluk buas kelaparan, Setengah Sanguiber. Sudah menjadi kewajibanku untuk melakukan ini ... memang tidak harus melakukan ini tapi aku sudah tidak tahan! kalian tidak tahu saja bagaimana tersiksanya aku mencium bau darah jika ke sekolah. Aku sebagai Leaure dan juga sebagai Pewaris Permainan Tukar Kematian tidak bisa tinggal diam hanya menjadi penonton. Aku memang hanya Pewaris sementara tapi ternyata hari terakhir permainan kekuatanku sepadan dengan Pewaris sesungguhnya. Jadi sudah kewajibanku untuk mempergunakan kekuatan ini sebaik mungkin ...." kata Cain memandang keempat sahabatnya.


"Kau tidak harus melakukan ini kan? kenapa kau melakukan ini? masih banyak masalah lain yang bisa kau selesaikan sebagai Pewaris Permainan Tukar Kematian ... kenapa harus ini?" Teo menangis tidak rela melepas Cain.


"Aku yang memilih ini ... sudah sepantasnya aku menerima hukuman akibat dari pilihanku ini!" kata Cain.


"Maaf Cain ...." kata Felix.


Cain mendengus dan tertawa mendengar perkataan maaf Felix.


"Aku tahu kau seorang Leaure tapi tidak memikirkan bagaimana perasaanmu melihat korban Perkumpulan Setengah Sanguiber. Seharusnya aku bisa lebih peka lagi dan melakukan sesuatu sehingga kau tidak perlu melakukan ini ...." kata Felix tidak berniat bercanda dengan Cain yang menampakkan wajah tidak serius padahal sedang berada di dalam api.


Cain yang tadinya hanya memasang wajah baik-baik saja berubah setelah mendengar perkataan Felix itu, "Aku akan baik-baik saja ... kau mungkin sudah tahu ... aku tidak bisa dihukum sepenuhnya oleh hukum Leaure. Terlebih lagi Sang Penghukum Ruleorum akan menjadi saksiku, bagaimanapun juga aku ini salah satu pewaris mereka ...."


Cain akhirnya ditarik masuk ke dalam api sepenuhnya. Api emas besar yang berkobar itu kemudian menghilang tanpa jejak.


"Cain?!" teriak Tom berlari ke arah api itu tapi debu pasir emas menghalanginya untuk mendekat. Cain pun juga sudah menghilang setelah mereka sampai di tempat Cain berada tadi.


"Jadi benar Cain yang melakukan semua ini?" Tan terduduk lemas melihat mayat Setengah Sanguiber berserakan dan bertumpuk dimana-mana.


...-BERSAMBUNG-...