
Banks tidak punya pilihan lain, selain maju membantu Raja Aluias dan Cain yang sudah kesulitan daritadi menghadapi banyak iblis sekaligus.
Sangat luar biasa bagaimana Raja Aluias mampu menahan begitu banyak Iblis Raksasa sekaligus. Cain yang juga baru pertama kalinya menggunakan perubahan bentuk untuk bertarung terbilang sudah cukup baik dan banyak membantu Raja Aluias daripada harus melakukan semuanya sendirian.
"Luar biasa dia bisa menahan mereka semua ...." kata Felix yang juga tidak sadar kalimat itu keluar dari mulutnya. Secara tidak sengaja itu keluar begitu saja ketika melihat pemandangan itu.
"Dia itu bukan Quiris biasa, dia Raja!" kata Ratu Sanguiber.
"Bahkan sebenarnya seingatku, Raja Aluias lebih hebat dari ini. Malah ini mengecewakan menurutku ... mengatasi mereka harusnya bisa dilakukan dengan mudah olehnya. Dengan reputasi sebagai Raja Aluias." kata Goldwin.
"Itu karena Viviandem belum bangkit. Kekuatan kami tidak bisa digunakan sebebas itu. Kami bisa hidup saja di masa ini adalah keajaiban karena mendapat kehormatan sebagai orangtua Caelvita. Viriaer sekarang masih tidaklah cukup untuk memaksimalkan kekuatan. Terlebih lagi sekarang kita ada di Mundclariss. Walau berada di dekat Caelvita tapi Viriaer di Mundclariss cepat tertelan oleh oksigen jadi sama saja saat ini kondisi kami sedang sekarat." kata Ratu Sanguiber.
"Untuk seseorang yang sedang sekarat, terlihat begitu baik-baik saja." kata Felix menyindir.
"Harga diriku terlalu tinggi untuk memperlihatkan kalau saat ini sedang kesulitan. Walau sekarat sekalipun aku akan tetap mempertahankan agar terus kelihatan baik-baik saja. Itu juga bagian dari pertarungan, membuat lawan untuk tidak memandang rendah kita adalah permainan utama. Akting baik-baik saja adalah sebuah keharusan. Buat seakan-akan kau tidaklah terpengaruh pada kalimat atau serangan apapun itu untuk menjatuhkan mental lawan." kata Ratu Sanguiber.
"Tanpa diajari, itu sudah aku sekali." kata Felix.
"Kau masih jauh untuk menyamaiku!" kata Ratu Sanguiber.
Felix hanya berdecak kesal dan menahan kalimatnya untuk keluar, "Aku benci mengatakan ini ... tapi dia benar-benar menyebalkan, sangat-sangat mirip denganku!" kata Felix dalam hati benci mengakui hal itu.
Teo mengepakkan sayapnya untuk membuat debu disekitarnya semakin menutupinya. Sementara Tan sibuk membuat ramuan untuk tidak terlihat bersama dengan Tellopper. Sehingga tidak perlu harus Tan semua yang membuatnya satu per satu. Memang bisa dibuat untuk dua ramuan sekaligus tapi komposisinya akan berubah lagi. Sedangkan Tan masih kurang yakin kalau bisa akurat menghitung jumlah ramuan kalau untuk dua dosis sekaligus apalagi menggunakan kekuatan Daemonimed.
Teo meminum ramuan tidak terlihat itu tapi merasa kalau lebih banyak memakan debu. Teo terus terbatuk-batuk sendiri karena debu yang dibuatnya sendiri itu. Tom juga meminumnya tapi tetap membuat dirinya terlihat dibelakang Tan.
Sementara Teo sudah terbang, bersiap maju sebagai pengalih perhatian seperti yang sudah direncanakan. Tidak langsung membuat dirinya tidak terlihat tapi nanti setelah sudah cukup dekat dengan lawan baru dilakukan.
"Aku akan melindungimu!" kata Tan melihat Teo berbalik dengan wajah gelisah.
Tellopper juga mengetuk-ngetuk botol ramuan menghasilkan bunyi nyaring sebagai tanda kalau akan melakukan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Tan.
"Aku baru bisa bergerak kalau kau bekerja dengan baik." kata Tom lewat Jaringan Alvauden.
"Aku tahu!" balas Teo sebal semakin ditambahi beban.
Teo menarik napas panjang dan terbang dengan kecepatan penuh. Dengan Tan yang terus melindungi Teo dari serangan jarak jauh yang dilemparkan oleh iblis saat Teo sedang terbang.
Hingga kelihatan berhasil sudah mendekat, Iblis yang melihat itu sudah bersiap untuk memukul mundur Teo tapi saat tinju salah satu iblis yang seukuran tubuhnya itu mendekati Teo, Teo membuat dirinya menghilang, "Wah, rupanya ... ramuan ini lebih efektif daripada sebelumnya." kata Teo dalam hati merasakan perbedaan saat Tan meraciknya dengan manual daripada sekarang dengan menggunakan kekuatan Daemonimed, "Padahal kan harusnya dengan cara manual lebih baik, ukurannya lebih tepat dan akurat." Teo membuat dirinya muncul lagi tapi sudah berada ditempat yang berbeda. Begitu terus berputar-putar tak menentu arah untuk membingungkan iblis yang ada disana.
"Itu karena larutan ramuan yang ada di dalam botol Daemonimed lebih murni dibanding larutan ramuan yang sudah tersimpan lama." kata Tan.
"Hahh?! kau bisa mendengarku?!" tanya Teo.
Tan terus melindungi Teo yang sibuk kesana-kemari membuat iblis seperti sudah kehilangan kesabaran sehingga terus memukul secara sembarangan. Ramuan buatan Tan begitu cepat selesai dan melayang terbang menuju sasaran yang diinginkan oleh Tan. Ledakan dan berbagai macam pengalihan dilakukan juga oleh Tellopper agar bisa menambah pengalihan. Bahkan lebih kreatif karena beragam ramuan dibuat oleh Tellopper.
"Aku datang!" kata Tom.
"Cepat!" kata Teo yang sudah mengumpulkan iblis saling berdekatan secara sengaja sesuai dengan rencana.
Teo membuat dirinya tidak terlihat saat mengetahui tanda dari Tom sudah ada dimana, "Aku disini!" kata Tom lewat Jaringan Alvauden saat Teo kesulitan mencarinya. Teo mengangkat Tom untuk terbang kemudian mengerahkan seluruh tenaganya untuk melempar Sesemax pada barisan Iblis yang sudah diatur oleh Teo sedemikian rupa.
Sesemax melesat menembus lebih banyak iblis dari perkiraan, "Waw! coba ini!" Teo takjub melihat itu dan menawarkan Moshas nya untuk dipakai. Selama ini Teo tidak pernah menggunakan bisa melukai seserius seperti yang dilakukan oleh Tom dengan Sesemax nya.
Tom menerima tawaran Teo yang merupakan ide mendadak yang entah apa akan berakhir bagus tapi layak untuk dicoba. Tom memposisikan bagian tumpul Sesemax yang sudah kembali ditangannya dan memukul dengan keras Moshas hingga tombak Teo itu melesat seperti anak panah menembus beberapa tubuh iblis lagi.
Teo dan Tom adu tos dan bersorak gembira hingga Teo lupa kalau Tom sedang dipegang olehnya. Tom hampir jatuh di tanah baru Teo sadar dan menangkapnya lagi.
"Kau hampir membuat kakiku patah!" kata Tom memukul kepala Teo.
"Aku belum pernah menusuk iblis sampai tembus seperti itu dalam satu kali serangan. Luar biasa kekuatan Sesemax! bisa menembus kulit baja iblis yang sangat sulit untuk digores itu." kata Teo saat menurunkan Tom didekat Tan dan melihat Sesemax sudah kembali ditangan Tom, "Seperti Sesemax dan Moshas begitu cocok bertemu ...."
"Nice!" teriak Verlin menyambut Tan dan Tom.
Iblis yang telah diserang dengan serangan gabungan Tan, Teo dan Tom cukup banyak. Memang kelihatan tidak sampai menghilangkan nyawa iblis tapi setidaknya membuat mereka kesulitan untuk bangun karena sedang memulihkan diri.
"Em?!" gumam Goldwin.
"Kenapa?!" tanya Felix.
"Ada yang aneh!" sahut Goldwin.
"Apanya?!" tanya Felix.
"Apa aku kelihatan tambah besar, Tuan Muda?!" tanya Goldwin.
"Aku tidak tahu ... kau memang selalu kelihatan besar." jawab Felix tidak bisa menjawab pertanyaan yang agak membingungkan dari Goldwin dan tiba-tiba saja itu, "Ow ... sepertinya memang begitu!" Felix akhirnya melihat perbedaan ukuran Goldwin memang perlahan terus membesar.
Tan, Teo dan Tom juga kaget karena ukuran Goldwin yang tiba-tiba jadi besar itu.
"Cain sepertinya sedang kesulitan ...." kata Goldwin merasakan perasaan gelisah Cain yang sampai padanya.
...-BERSAMBUNG-...