
Entah karena memang sudah seharusnya atau ada unsur lain. Tapi kali ini Dea sekelas lagi dengan Felix. Padahal menurut analisa Tom dan Cain kalau penempatan kelas sebenarnya ada misteri dibaliknya. Sesuatu yang tidak diketahui tapi memiliki arti. Dulunya mereka berniat mengungkap misteri dibalik penempatan kelas itu tapi ternyata ada masalah yang lebih besar yang harus dilakukan.
Semua seragam memang tentunya sama tapi masing-masing kelas memiliki ciri khusus yakni sebuah pola misterius di bagian tengah belakang jas seragam yang hanya sebuah garis pola, bukan huruf ataupun angka. Pola baru pada jas seragam itu baru mulai digunakan tahun ini.
Teo dan Tom penasaran dengan pola rajutan itu, makanya mereka pernah mengambil semua jas dari murid kelas lain untuk disusun. Mereka kira akan membentuk sebuah kata setelah digabungkan tapi ternyata tidak. Setelah berulang kali menyusunnya dan tidak mendapatkan hasil tidak membuat mereka menyerah dan akhirnya menanyakannya langsung pada Pak Egan.
Kata Pak Egan pola itu akan terus bertambah saat naik kelas. Jadi Pak Egan menyarankan agar mereka menunggu untuk melihat sendiri perkembangan pola itu ditiap tingkatan.
***
"Besok sudah mulai libur musim dingin ... apa rencana kita?" tanya Teo.
"Aku akan mulai ke ujung selatan provinsi Eartha untuk masuk Mundebris ... jadi kalian juga sebisa mungkin untuk ke arah lain juga ...." jawab Tan.
"Bukankah itu terlalu berlebihan?" kata Teo yang kaget mendengar rencana spektakuler Tan.
"Sayangnya kita hanya bertiga jadi hanya terbagi menjadi tiga wilayah ... kalau ada yang duluan selesai atau lancar-lancar melakukan kontrak segera ke wilayah yang tidak terpilih itu ...." kata Tan.
Teo dan Tom saling tatap menghela napas panjang kemudian tertawa mendengar semangat Tan itu.
"Aku akan ke selatan, Teo ke barat, Tom ke utara. Jadi kalau aku dan Tom cepat selesai bisa saling mengabari dan menuju ke timur kalau masih ada waktu ....." kata Tan.
"Terlalu jauh ... kalian yakin mau pergi dengan terpisah-pisah begini?" kata Felix.
"Kau pikir kami hanya melakukan kontrak saja, Felix? kami juga selalu berlatih kalau ada kesempatan ...." kata Tan.
"Aku menghargai semangatmu itu tapi kau tidak perlu terlalu terobsesi melakukan kontrak. Pelan-pelan saja!" kata Felix.
"Kontrak yang kami lakukan belum satu provinsi, Felix ... di Yardley sendiri ada 34 provinsi. Belum di negara lain ... tidak seperti Verlin, kami bertiga hanya manusia biasa ... untuk melakukan kontrak penuh tidak bisa dilakukan pelan-pelan!" kata Tan, "Jenis tanaman dan hewan juga banyak yang sama jadi belum bisa disimpulkan kalau ini mustahil kami lakukan!" sambung Tan setelah membuat Felix, Teo dan Tom tidak bisa berbicara lagi.
"Kalian tidak masalah hari libur musim dingin sia-sia melakukan ini? padahal anak-anak lainnya menikmati liburan sebaik mungkin untuk bermain dan beristirahat ...." kata Felix.
"Kau tidak tahu saja bagaimana senangnya bertemu tanaman atau hewan baru di Mundebris ... lebih menyenangkan daripada liburan anak-anak lain yang pergi ke tempat wisata melihat hewan dan tanaman baru. Kami bahkan bisa berbicara dengan mereka ...." kata Teo yang tidak merasa iri sama sekali dengan teman sekolahnya.
"Tapi kadang bertemu dengan yang suka marah-marah juga ...." kata Tom mengeluh.
"Kadang ada juga yang menyuruh bekerja dulu ...." kata Teo.
"Bahkan ada yang pernah menyuruhku membangun rumah ...." kata Tan.
Felix tersenyum bangga mendengar ketiga sahabatnya itu berbagi pengalaman saat melakukan kontrak dengan tanaman dan hewan Mundebris. Libur musim dingin Gallagher dimulai akhir pekan desember sampai pekan awal februari. Itu artinya satu bulan lamanya mereka bersiap membuang waktu liburan untuk melakukan kontrak. Entah Felix harus bangga mendengar sahabatnya itu begitu semangat atau Felix seharusnya menghentikannya.
"Sebulan lamanya ... apa itu tidak berlalu berlebihan?" tanya Felix.
"Apa maksudmu? di Mundebris bahkan tidak sampai dua hari ...." kata Tom tertawa.
"Walau begitu kan ...."
Tan menghentikan Felix berbicara, "Seharusnya kau mendukung kami, Felix ... bukannya melarang."
"Iya ... iya siap!" kata Teo.
"Lagipula kalau terjadi sesuatu dengan kami, kau juga otomatis akan datang ...." kata Tom.
"Tapi kalau bersamaan, datang padaku dulu ya!" kata Teo bercanda.
"Malahan kami yang mengkhawatirkanmu ... apa tidak apa-apa kami meninggalkanmu sendirian?" kata Tan.
"Setelah permainan berakhir kukira kondisiku akan kembali juga tapi ternyata tidak seburuk itu ... Veneormi tetap melukaiku dari dalam tapi tidak seperti dulu lagi ... pada tingkat yang sudah bisa ditahan ...." kata Felix.
"Jadi, selama ini ... sakit yang dirasakan Felix akibat Veneormi tidak tertahankan?! tapi tetap bisa bertahan dan tidak mengeluh sama sekali ... entah apa aku harus memujimu Felix karena rasa kasihan sepertinya lebih dominan dariku." kata Tan dalam hati.
"Aku juga ...." kata Tan kemudian.
"Em?!" Teo dan Tom tidak mendengar.
"Setelah mendengar Cain mengatakan bahwa kekuatan kita akan meningkat berkali-kali lipat saat permainan mencapai ******* ... akhirnya aku sadar kalau kemampuan Tellopperku meningkat disebabkan oleh itu. Setelah permainan berakhir, kukira kekuatan itu akan hilang tapi ternyata tetap tinggal walau tidak sekuat saat itu sih ...." kata Tan.
"Anehnya hanya kau yang mengalami hal itu ... aku dan Teo tidak mendapatkan peningkatan kekuatan sama sekali!" kata Tom. Teo pun mengangguk setuju.
"Mungkin kalian tidak menyadarinya saja ... karena banyak latihan, jadi kalian pikir itu hanya karena kalian berkembang saja ... tapi rasanya berbeda sama sekali! peningkatan kekuatan itu sangatlah luar biasa ... apa kalian benar tidak merasakannya?" kata Tan bingung.
"Berapa kali harus kami bilang, tidak ada perasaan seperti itu!" kata Teo sebal karena sudah mengatakan itu berkali-kali pada Tan dari tahun lalu.
"Tentu saja hanya Tan yang merasakan itu ...." kata Felix dalam hati mengetahui fakta dari itu, "Jangan membawa banyak barang tidak penting!" kata Felix menekankan, karena biasanya Teo dan Tom selalu saja membawa barang tidak perlu jika akan pergi ke suatu tempat.
"Biaya pesawat bagaimana?" tanya Teo.
"Biasa! pakai kartu Bu Sissy saja ... kita tarik tunai lalu bagi-bagi!" kata Tom.
"Apa tidak apa-apa? kita kan punya cukup tabungan ...." kata Tan.
"Tabungan itu untuk hal lain ...." kata Tom tidak rela mengeluarkan tabungan bersamanya itu.
Malam sebelum perjalanan melakukan kontrak di liburan musim dingin mereka berkumpul bersama di kamar asrama Felix. Liburan musim dingin sebelumnya dilewati hanya berdiam diri merenung dan berduka. Kali ini mereka berusaha untuk efektifkan.
Felix tidur bersama Tan di ranjang bawah sedangkan Teo dan Tom tidur bersama di ranjang atas.
"Menurut kalian, bagaimana keadaan Cain sekarang ...." kata Tan memulai obrolan karena tidak bisa tidur.
"Cain itu kuat, menurutku dia bisa bertahan hidup bahkan disituasi yang berat sekalipun ...." kata Tom.
"Menurutku dia bahkan tidak merindukan kita sama sekali ... baginya dia baru tidak bertemu kita hampir sebulan padahal kita sudah lewat setahun ...." kata Teo mengundang tawa.
"Benar juga hahaha." Mereka bertiga setuju dengan pendapat Teo itu.
...-BERSAMBUNG-...