UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.507 - Perang Malam Tahun Baru Resmi Dimulai!



"Seperti semua ini telah direncanakan saja ... sinkhole atau lebih tepatnya lubang yang merupakan jalan untuk menuju dunia bawah Mundclariss lain itu memang seperti ada yang merencanakan. Sehingga kota ini ditutup dan ...." kata Tan tidak selesai.


"Dan ... kita bisa bertarung sepuasnya disini." kata Teo melanjutkan.


"Ini juga pertama kalinya bagiku bertarung dengan skala besar di Mundclariss. Efrain benar-benar sudah kehilangan kewarasannya!" kata Zeki.


Pasukan Efrain tidak berhenti terlihat terus bertambah dan Kelompok Felix sendiri hanya berjumlah tujuh saja.


"Ini ... bunuh diri!" kata Tom.


"Terlebih dahulu kita harus pindahkan mereka ...." kata Tan melihat tubuh korban yang ada disekeliling.


"Menurutmu mereka akan memberi waktu?! 'Silahkan! lakukan apa yang mau kalian lakukan! jangan terburu-buru atau mau aku bantu!' kau pikir mereka akan mengatakan itu?!" kata Teo usil.


"Mereka akan terinjak-injak saat kita bertarung. Mereka sudah mati secara tidak adil dan kini saat matipun mereka tidak dihargai." kata Tan sudah terlihat melewati batas stres nya.


"Tan ...." untuk pertama kalinya Felix berbalik kebelakang. Bertujuan untuk menenangkan Tan tapi Felix terkejut akan sesuatu yang lain, "Kau memakai baju baru ...." kata Felix tiba-tiba saja.


"Hem?!" Tan agak bingung dengan ucapan Felix yang tidak terduga itu. Tan mengira itu hanyalah sekedar sapaan dan menanggapinya saja, "Ah, ini ... aku sudah lama beli di online shopping. Aku juga punya untukmu di asrama tapi tidak pernah sempat ada waktu untuk kuberikan karena kau sibuk dan lama kelamaan aku juga jadi lupa."


Felix menoleh pada Verlin, "Aku juga terkejut saat sampai tadi." kata Verlin kelihatan hanya menggoyangkan bahunya.


"Ada apa memangnya dengan baju ini?!" tanya Tom mencurigai sesuatu karena Felix tidak mungkin tertarik membahas sesuatu yang tidak penting apalagi disituasi yang sekarang.


"Tidak ...." kata Felix menolak dan kembali membelakangi mereka.


"Memangnya ini pertama kalinya melihat kami memakai sesuatu yang kembaran?!" kata Teo tertawa kecil, "Ada yang aneh atau apa?!"


Felix yang membelakangi menjatuhkan pedangnya yang penuh darah itu dan berbalik memeluk Tan, menarik Teo dan Tom juga untuk ikut bergabung.


"Apapun yang terjadi, percayalah! aku akan menyelesaikan semuanya." kata Felix.


"Em ... ini agak canggung! berpelukan diantara mayat dan didepan musuh." kata Teo.


Zeki menoleh pada Verlin meminta penjelasan tapi Verlin hanya membuat ekspresi dengan wajahnya saja Zeki sudah tahu apa yang akan terjadi.


"Mereka tidak akan selamat malam ini rupanya ...." kata Zeki dalam hati.


Pusat Kota Pippa yang menjadi kota mati itu menjadi lokasi pertarungan ideal karena malam tahun baru tidak ada yang akan tertarik untuk kesana merayakan malam tahun baru. Kebanyakan memilih ke kota Shirley atau kota lainnya yang meriah.


Bahkan sebelumnya peneliti yang meneliti lubang disana sebenarnya ada lebih banyak daripada yang tadi. Tapi sepertinya ada yang beruntung karena tidak bekerja sehingga tidak dimanfaatkan oleh anak buah Efrain dan yang tidak beruntung atau yang sedang bekerja harus menerima kenyataan bahwa tubuhnya digunakan oleh iblis dan tidak hanya sampai situ karena rohnya juga kini ditahan dan digunakan lagi.


"Aku mohon ... buat tubuhku bisa kembali utuh pada keluargaku!" teriak Para korban yang baru saja meninggal dan kini juga diikat bersama Zewhit lainnya yang sudah lama ditahan.


"Bahkan mereka saja tahu akan terjadi pertarungan besar disini." kata Verlin.


"Bagaimana kita melawan mereka Felix?!" tanya Tom saat Felix melepaskan pelukan.


"Jangan khawatir, bantuan akan segera datang." kata Felix.


"Siapa?! Dokter Mari?!" tanya Teo tidak berharap lebih.


Felix tidak menjawab dan kembali melihat kedepan. Musuh yang tidak terbilang berapa jumlahnya itu beserta Zewhit yang terpaksa menjadi musuh.


"Bagaimana perasaanmu? aku tahu Caelvita sangat peduli dengan Zewhit ...." kata Efrain dengan suara beratnya mulai membelah barisan dengan kedatangannya.


Efrain yang berjalan kedepan barisan bersama Bates di sebelah kirinya dan tiba di depan barisan ada Ditte di sebelah kanannya.


"Ini dia perkumpulan Quiris bodoh seluruh dunia." kata Zeki.


"Bisa tidak kau diam?! dan menahan diri untuk tidak mengatai mereka?!" kata Verlin dengan mengatupkan giginya untuk berbicara.


"Aku tidak bisa diam saja tidak mengatainya, rasanya lidahku akan terbakar kalau tidak mengatakan sesuatu." kata Zeki.


"Dan saat kau mengatakannya, yang mendengar itulah yang terbakar." kata Tan dengan tatapan sinis karena sering kena ucapan pedas Zeki.


"Kau ini tipe yang pendendam ya?!" kata Zeki.


"Tentu saja, aku ini INFJ!" kata Tan.


"Memangnya ada apa dengan itu?!" tanya Zeki tapi tidak terlihat peduli sama sekali dengan itu.


"Memangnya apa yang diharap dari orangtua sepertimu." jawab Tan membuat Zeki kesal.


"Aku ini 5 tahun." kata Zeki.


"Kau sudah berapa lama 5 tahun?! Lucu sekali! Padahal selama ini kau selalu menekankan kalau lebih tua dari kami ...." kata Teo membantu Tan.


"Hahh ... enak kalian punya satu sama lain. Tidak akan ada yang membantuku atau berada dipihakku lagi." kata Zeki.


"Aku disini, kawan!" kata Verlin memegang kepala Zeki.


"Jangan menatapku begitu! aku tahu tatapanmu itu sedang mengasihani fisikku yang umur lima tahun ini." Zeki menepis tangan Verlin.


"Kau sendiri tidak suka diperlakukan seperti umur fisikmu tapi kau juga sering menggunakannya. Hahh ... baik-baiklah padaku, hanya aku sekarang yang bersamamu. Yang lainnya sudah berada disisi lain!" kata Verlin mengalihkan pandangan pada Efrain yang ada di seberang sedang adu tatap dengan Felix.


"Saat Caelvita masih belum membangkitkan Viviandem, yang paling membantu adalah Zewhit. Aku tahu itu karena aku pernah mengalaminya saat bersama Iriana. Makanya aku merebut para Zewhit, sehingga kau tidak punya siapa-siapa untuk membantu." kata Efrain.


"Seharusnya kau singgah di rumah sakit terlebih dahulu memeriksakan matamu. Kau tidak lihat mereka! aku tidak sendiri ...." kata Felix tapi kemudian ditertawakan oleh pasukan Efrain karena meremehkan jumlah kelompok Felix yang tidak ada apa-apa dibanding pasukan Efrain.


"Bukankah terlalu berlebihan hanya untuk mengalahkan kami kau membawa pasukan sebanyak ini?!" teriak Zeki.


"Bagaimanapun juga ... lawan kami adalah Caelvita. Walau kelihatannya lemah, tapi dia adalah Caelvita. Kau tahu kalau Caelvita seharusnya tidak terkalahkan ...." kata Efrain.


"Kau salah kalau begitu! karena kalau memang benar, Iriana akan ada disini saat ini." kata Zeki.


"Jika ada Iriana, aku tidak pernah ada disini sama sekali. Aku tidak akan pernah memulai semua ini ...." kata Efrain terlihat emosi karena nama Iriana disebut.


"Kau memperburuk keadaan saja!" kata Verlin memaksakan tersenyum melihat Efrain sudah memunculkan api disekitarnya. Bagaimanapun, Verlin juga kenal lama dengan Efrain, tahu kalau Efrain sudah seperti itu tidak akan bisa dihentikan lagi. Bahkan Iriana sekalipun hanya bisa pasrah kalau Efrain sudah dipenuhi amarah seperti itu.


"Bunuh mereka semua! tanpa terkecuali! bawa mereka semua dalam keadaan tidak bernyawa dihadapanku dan dalam keadaan tidak utuh. Biar aku jadikan makanan pada piaraanku di neraka yang sedang kelaparan." kata Efrain kelihatan mundur dari barisan dan memerintahkan pasukannya untuk maju menyerang.


"Jangan khawatir! aku kenal baik dengan semua piaraannya." kata Zeki.


"Kau sedang melucu?!" teriak Teo dan Tom kesal.


"Ini dia ... mereka datang!" kata Tan dengan nada suara yang bergetar ketakutan.


...-BERSAMBUNG-...