UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.212 - Hampir Melampaui Batas Kemampuan



Saat Cain menembus pintu pagar dan Tiga Kembar melompati pagar rumah, mereka menunggu Felix juga keluar tapi tak kunjung datang setelah berkali-kali dipanggil. Akhirnya mereka kembali masuk ke dalam, walau Teo dan Tom mengeluh karena harus memanjat pagar lagi. Tapi setelah berada di atas pagar keluhan mereka terhenti dan langsung melompat saat melihat Felix muntah darah.


Cain langsung mengambil handphonenya dan menghubungi Dokter Mari, bahkan sudah lupa kalau ia masih tidak mau berbicara dengan bibinya saat itu. Kekesalan dan harga dirinya sekejap langsung terlupakan setelah melihat keadaan Felix yang sudah sangat parah.


Begitu banyak darah yang keluar mewarnai salju menjadi warna merah. Dokter Mari yang hanya Setengah Viviandem tidak bisa membuat garis pelindung harus lewat Bemfapirav untuk melewati iblis, itupun dijemput oleh Tan karena Banks telah memasang pelindung yang hanya bisa dilewati atas persetujuan Tan.


"Kenapa Dokter Mari tidak bisa membuat garis pelindung sepertimu?" tanya Tom mengganti seragam sekolahnya dengan baju biasa.


"Dia kan hanya Setengah Viviandem!" sahut Cain daritadi memberi Felix selimut yang sudah tidak tahu berapa lapis untuk menghangatkan tubuh Felix yang sedingin es batu.


"Kau kan juga begitu ...." kata Teo.


Cain tidak membalas lagi karena sibuk mondar-mandir mencoba segala cara menaikkan suhu tubuh Felix. Setengah Viviandem seharusnya memang tidak bisa membuat garis pelindung, bahkan tidak memiliki pedang. Tapi anehnya Dokter Mari bisa memunculkan pedang Leaure juga selayaknya Viviandem Leaure pada umumnya walau tidak bisa membuat garis pelindung. Masih menjadi misteri tapi Quiris yang lain mengatakan bahwa itu wajar terjadi karena dia adalah keturunan dari Leaure Sejati.


"Kemana Teo dan Tom?" tanya Dokter Mari setelah datang bersama dengan Tan.


"Mereka pergi memanggil Banks!" sahut Cain.


Biasanya Banks hanya dipanggil oleh Felix lewat pikiran tapi saat ini Felix sedang tidak sadarkan diri. Jadi mereka harus memanggil Banks dengan cara manual yakni mendatanginya secara langsung. Seharusnya Teo dan Tom takut dan khawatir pergi tanpa Cain ataupun Felix menemani tapi ternyata mereka cukup berani dan lihai tanpa garis pelindung Cain walau dengan cara yang sulit karena bolak-balik lewat Bemfapirav.


Dokter Mari memeriksa keadaan Felix sedangkan Cain dan Tan menunggu di luar kamar. Beberapa menit berlalu terasa sudah berjam-jam. Pintu kamar terbuka dengan wajah Dokter Mari yang tidak bisa menyembunyikan bahwa keadaan Felix tidak baik-baik saja, "Organ dalamnya sudah tidak seperti organ manusia pada umumnya ... bahkan sebuah keajaiban dia bisa hidup dengan tubuh seperti itu. Seluruh organ dalamnya rusak, jika manusia biasa pasti sudah meninggal sekarang dengan tubuh seperti itu!"


"Tapi dia baik-baik saja kan? tidak mungkin Caelvita meninggal dengan sangat mudah seperti ini ...." kata Cain mencoba tetap tenang.


"Tentu saja, dia akan tetap baik-baik saja! akan selalu ada cara untuknya bertahan ... walau dengan cara yang tidak biasa dan tidak bisa dijelaskan!" kata Dokter Mari.


"Tapi dia akan bangun kan?" tanya Tan.


"Kalian bilang Veneormi kan? Veneormi biasanya menghancurkan tubuh Viviandem dari dalam tapi terkadang menyembuhkannya juga karena Veneormi tidak akan membuat sarangnya mati. Jika sarang Veneormi mati maka Veneormi juga ikut mati!" jawab Dokter Mari.


"Dokter Mari bisa mengeluarkan Isvintria?" tanya Cain.


"Kau akan langsung mati jika memasukkan Veneormi ke dalam tubuhmu!" jawab Dokter Mari sudah menduga apa yang ingin dilakukan Cain.


"Aku tanya! apa bisa?!" Cain mulai kehilangan kesabaran, "Setidaknya kami bisa bergantian untuk membawa Veneormi itu sampai tubuh Felix sembuh ...." sambungnya setelah menarik napas dalam untuk menenangkan dirinya.


"Jika mengeluarkan Veneormi sekarang akan berakibat lebih buruk lagi ... keputusan yang benar tetap mempertahankan Veneormi di dalam tubuhnya saat ini, pasti Veneormi juga akan menyembuhkannya ... lagipula tidak ada yang namanya sembuh total setelah Veneormi masuk ke dalam tubuh manusia tapi tubuh Caelvita bisa sembuh, tidak seperti kalian ... yang tidak akan bertahan menerima Veneormi! setelah menjadi Caelvita resmi, Veneormi akan hilang dengan sendirinya ... dari tubuh manusia berganti menjadi tubuh Viviandem yang sehat." kata Dokter Mari mencoba menjelaskan.


Mereka berlima tidak pergi sekolah dengan keterangan izin sakit yang diberikan oleh Dokter Mari, "Tidak selamanya aku bisa memberi kalian izin sakit terus menerus ... bukankah sudah waktunya bagi kalian untuk memilih hidup sebagai manusia biasa atau menjadi Alvauden sepenuhnya!"


"Itu akan menyakiti Felix ...." kata Cain.


"Persyaratan Felix hanya satu, bisa hidup normal sebagai manusia sekaligus mengemban tanggung jawab, hidup sebagai Alvauden!" sambung Tan.


"Akan sulit melakukan itu bersamaan!" kata Dokter Mari.


"Sulit, sudah pasti! tapi kami bisa melakukannya ...." kata Cain.


"Mereka bisa hidup berkat Felix juga ... tapi yang mereka lakukan hanya berusaha menyakiti Felix!" kata Cain tidak habis pikir.


"Itu berarti, mudah mengalahkan mereka jika Felix tidak sadarkan diri?" tanya Tan setelah mencerna perkataan Dokter Mari.


"Mudah memang, tapi masih bukan lawan kalian!" jawab Dokter Mari.


Sudah menjelang sore tapi Teo dan Tom belum pulang juga, "Mereka baik-baik saja kan?" tanya Dokter Mari.


"Terakhir, katanya mereka sudah sampai dan siap kembali ...." jawab Tan melihat pesan di handphone bersama Felix dan Cain sekali lagi.


"Perlindungan di Mundebris kuat juga kan?" tanya Dokter Mari khawatir.


"Aku sudah memasang pelindung disana juga!" jawab Cain.


Dokter Mari bangga mendengar itu sekaligus lega karena Cain sudah mulai mau berbicara dengannya.


Banks muncul dari lantai membuat Cain dan Tan kaget. Walau sudah sering melihat cara Banks datang selalu saja seperti itu tapi masih saja belum terbiasa. Teo dan Tom datang dengan wajah cerah seperti habis dari taman bermain saja.


"Ada apa kalian tersenyum begitu?" tanya Tan.


"Kalian tahu kalau ternyata kita bisa memunculkan kuda yang berjodoh dengan kita ...." jawab Teo.


"Aku pernah membacanya dari buku yang Cain bawa dari Istana Leaure! sudah lupa sih, buku apa ...." kata Tan.


Dokter Mari tersenyum mendengar obrolan mereka itu.


"Jadi kau mendapat kuda apa? kuda yang berjodoh dengan kita mencerminkan kepribadian kita yang sesungguhnya ...." kata Cain bersandar di sofa setelah lega Teo dan Tom sudah datang.


"Mardelle, kuda betina dari kerajaan Aqua apalah katanya ... aku lupa! yang coba kuingat hanya namanya saja ...." kata Teo.


"Aquamarine! berarti kuda dengan bulu berwarna biru pucat ...." kata Dokter Mari.


"Bagaimana denganmu?" tanya Tan pada Tom.


"Ackerley, kuda jantan dari kerajaan Amethyst!" jawab Tom.


"Ow, jarang hal itu terjadi ... jarang yang bisa berjodoh dengan kuda Amethyst apalagi kau bukan keturunan asli dari kerajaan Amethyst ... biasanya kuda berwarna ungu hanya digunakan oleh keturunan Raja Amethyst, bahkan Quiris dari Kerajaan Amethyst jarang bisa mendapatkan kuda yang merupakan simbol Kerajaan Amethyst itu ...." kata Dokter Mari.


"Untunglah ...." kata Teo.


"Heh?!" Tom bingung.


"Itu menandakan yang punya kepribadian buruk sepertimu jarang di Mundebris!" kata Teo sudah lari duluan sebelum Tom menyerangnya.


...-BERSAMBUNG-...