
Mertie memasukkan handphone Kayle ke dalam kotak kaca yang seperti case handphone itu karena memiliki bentuk tombol juga. Kotak kaca itu tidak akan bisa digunakan jika handphone layar sentuh karena kaca tentunya akan menutupi sensor panas dari jari sehingga tidak bisa digunakan. Tapi jika handphone dengan tombol bisa dipakai.
"Siapa kau?" tanya Kayle merasa curiga tapi entah mengapa dia akhirnya diam saja saat Mertie mengeluarkan alat-alatnya.
"Kaca ini bukan buatan manusia, bukan kaca biasa. Jadi, kaca ini tidak akan menganggu jaringan jika dimasukkan ke dalam sini melainkan melindungi apapun yang dimasukkan ke dalam kaca ini. Seperti saat ini tidak ada jaringan karena ada Iblis tapi jika dimasukkan kesini maka ...." Mertie selesai memasang, "Jaringan bisa masuk kembali!" kata Mertie memperlihatkan handphone Kayle yang benar-benar sudah ada jaringan.
Kayle langsung merebut handphone itu dari Mertie dan mulai memanggil ambulance dan bala bantuan.
Pelindung kaca itu akan berguna jika berada di lingkungan yang sedang ada Iblis. Sudah Mertie selidiki bahwa Iblis bisa dengan mudahnya mematikan alat komunikasi, mematikan kamera dan lain sebagainya. Tapi dengan adanya kaca dari Mundebris itu bisa melindungi dari kekuatan Iblis yang mengacaukan sistem di lingkungan itu dan membuat alat komunikasi yang ada di dalam kaca terlindungi dan tidak terpengaruh oleh kekuatan Iblis.
Kayle merasa konyol karena ada tiga anak kecil yang membantunya. Bukan hanya anak kecil biasa tapi bisa melakukan sesuatu yang diluar pikiran dan tentunya melebihi dari yang bisa dilakukannya.
Ditte yang berada di dalam tubuh ibu tadi tidaklah sekuat ini. Bukan hanya karena faktor bahwa ibu tadi sudah terluka tapi Nenek Hylmi merupakan target yang sempurna untuk dirasuki oleh Iblis. Dengan kondisi yang lelah membuatnya sangat mudah dikuasai sepenuhnya dan memberikan Ditte akses sepenuhnya untuk bebas menggunakan kekuatannya karena tidak ada batasan sama sekali.
Nenek Hylmi tidak punya kekuatan untuk menghambat Ditte yang ada di dalam tubuhnya karena dari segi pikiran dan fisik, Nenek Hylmi sangatlah lelah mempersiapkan pestanya. Memang dari luar terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya tidak. Ditte begitu bahagia setelah masuk ke dalam tubuh Nenek Hylmi karena tidak menyangka menemukan tubuh manusia yang cocok untuk dirasuki.
Felix benar-benar kesulitan hanya untuk sedikit mendekat saja, Tom melihat itu dan mulai meninggalkan Antonia yang sudah mulai lelah dan sepertinya tidak akan mengganggu lagi. Tom bergabung dengan Felix untuk mengeluarkan Ditte dari tubuh Nenek Hylmi.
Pikiran Tom tidak karuan, saat ini dia hanya terus memikirkan hal buruk yang akan terjadi pada Nenek Hylmi. Memang wajar jika Tom berpikir demikian karena sampai saat ini tidak ada yang berakhir baik setelah dirasuki oleh Iblis.
Felix dan Tom menyerang secara bersaman dan menyamakan langkah serta senjata mereka. Tapi Ditte begitu cerdik menghindar.
Bala bantuan dan ambulance masih lama baru datang karena lokasi desa sangat jauh dari kota. Mertie membantu menahan perdarahan Lian selagi Kayle menghubungi rekan-rekannya di kepolisian.
Antonia terlihat sudah berlutut di tanah karena kesakitan dari luka tembaknya.
"Hahh?!" Felix kaget karena sepertinya mendapatkan titik buta dari Ditte dan mulai menyerang itu secepatnya tapi ternyata itu adalah jebakan Ditte dan Felix kini terlempar sampai-sampai menghancurkan satu rumah. Felix berada di dalam rumah dengan lubang yang besar disebabkan olehnya dan sekaligus melukainya juga itu.
"Felix?!" teriak Tom.
Ditte ingin menyerang Tom juga selanjutnya tapi Tom tidaklah kehilangan fokusnya setelah Felix mengalami hal itu.
"Kau cukup tangguh juga!" kata Ditte.
"Jangan berbicara menggunakan mulut orang lain! keluarlah dan gunakan mulutmu sendiri, pengecut!" kata Tom.
Felix mulai keluar dari lubang besar yang terbuat di dinding tembok rumah akibat dirinya sendiri itu.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Mertie, menurutnya manusia biasa apalagi seorang anak usia 13 tahun tidak akan bisa bertahan setelah mendapat serangan seperti tadi.
"Bantu dia juga!" Felix mengarahkan pandangannya pada Antonia.
"Dia melarangku!" Mertie menunjuk Kayle.
"Buat apa menyelamatkan seseorang seperti dia ...." kata Kayle.
"Mertie!" Felix penuh penekanan.
"Baiklah ...." Mertie menurut dan membantu Antonia.
Felix tidak menyangka bahwa Ditte bisa menggunakan Isvintria saat berada di dalam tubuh manusia. Hal itu terbilang mustahil karena manusia pada umumnya hanya bisa mendapatkan stimulus kekuatan fisik sehingga bisa tiba-tiba jago bela diri karena ada Iblis yang mengendelikan. Tapi untuk menyalurkan Isvintria merupakan hal yang mustahil.
"Kau tidak apa-apa Felix?" Tom melihat Felix terus muntah darah.
"Veneormi bereaksi dengan Isvintria Ditte ... tiba-tiba saja Veneormi bereaksi lebih agresif dari biasanya." kata Felix lewat pikiran.
"Tentu saja, Isvintria Iblis akan membuat Veneormi semakin kuat ...." kata Tom.
Kali ini Ditte terus menerus menyerang Felix yang terlihat sangat lemah itu. Tom terus berusaha melindungi Felix dan berdiri di depan Felix menahan serangan tapi Ditte melompat terbang dan mendarat tepat di belakang Felix.
"Aku sudah menunggu ...." kata Felix menyeringai dan langsung mengeluarkan rantai biru dari tangannya dan menjulur mengikat tangan Nenek Hylmi juga.
"Jadi kau hanya berpura-pura?" tanya Tom ketika melihat Ditte yang terdorong keluar dari tubuh Nenek Hylmi.
"Veneromi yang menyerang secara agresif tapi juga akan menyembuhkan secara agresif juga." jawab Felix.
"Terkadang aku berpikir bahwa Veneormi itu bukanlah menjadi kelemahanmu tapi sebaliknya terus menerus menjadi penyelamat ...." kata Tom merasa lega melihat Nenek Hylmi sudah terlepas walaupun tidak sadarkan diri tapi Ditte sudah keluar dari sana.
Felix memegang tangan Nenek Hylmi untuk mengeluarkan aura Iblis yang masih menempel.
"Terimakasih Felix ...." kata Tom.
Mertie yang barusan dari rumah warga desa meminta handuk dan kain untuk menahan pendarahan untuk Antonia menjatuhkan itu semua setelah sampai.
"Felix?!" teriak Mertie.
Antonia menusukkan pedangnya sendiri ke dalam jantungnya, "Sudah kubilang kan, aku akan membunuh Iblis itu ... walau jika masuk ke dalam tubuhku sendiri."
Felix yang masih memeriksa keadaan Nenek Hylmi kaget melihat pemandangan itu. Bagaimanapun juga Nenek Hylmi perlu diperiksa lebih teliti karena telah menggunakan Isvintria. Tom berusaha berlari menghentikan Antonia tapi sudah terlambat.
Antonia tersungkur ke tanah dengan Ditte yang menyeringai keluar dari tubuh Antonia. Sepertinya Ditte benar-benar berpengalaman merasuki tubuh manusia. Dia tahu betul waktu yang tepat untuk keluar dari tubuh manusia sehingga tidak ikut terbunuh.
"Apa yang terjadi disini?" tanya Teo yang datang bersama Tan.
"Tan, buat ramuan pelupa untuk mereka yang ada disini!" perintah Felix.
"Apa?!" Kayle yang tak sengaja mendengar, "Aku tidak akan meminumnya!"
"Sebenarnya tidak perlu diminum juga akan berkhasiat ...." kata Tan sambil tersenyum.
"Jika aku lupa soal ini, dunia selamanya akan buta tentang hal yang diluar akal sehat ini dan rasanya itu bukanlah hal yang bijak, untuk mengatasi hal ini ... bukankah kalian perlu bantuan dari kepolisian juga? aku akan membantu kalian ... jadi, aku mohon untuk tidak menghapus ingatanku soal ini. Setidaknya sisakan aku saja, kau akan butuh satu orang untuk terus mengingat ini." kata Kayle.
Tan menatap Felix meminta persetujuan tapi Mertie mulai berbicara, "Ini ide yang bagus!"
"Hanya Felix yang berhak memutuskan!" kata Tan tegas.
Felix hanya membalas lewat pikiran.
...-BERSAMBUNG-...