UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.500 - Diselimuti Rasa Takut



Libur musim dingin dilakukan hanya dengan terus berlatih dan melakukan kontrak. Kali ini mereka benar-benar terlihat lebih bertekad lagi dari sebelum-sebelumnya. Memang mereka tidak pernah kelihatan setengah-setengah dalam melakukan sesuatu tapi kali ini benar-benar seperti memaksa diri untuk bekerja keras.


"Kalian tidak pulang bersama Felix?!" tanya Parish di ruang makan.


Felix mengambil alibi pulang ke panti tapi sebenarnya Felix tidak pernah lagi pulang selama liburan musim dingin dimulai. Semua waktunya dihabiskan di Mundebris untuk berlatih.


"Felix yang meminta untuk menghemat energi, tapi dia sendiri melanggar ...." keluh Teo dengan berbicara antara berbisik tapi juga bisa didengar jelas sebagian sambil terus mengaduk-aduk sup labunya yang sudah dingin.


"Kau sendiri tidak pulang?!" tanya Tom karena Tan kelihatan tidak bisa berbohong pada sahabatnya itu. Jadi, Tom membantu mengalihkan pembicaraan.


"Aku kan sedang jadi sukarelawan, jadi selama liburan aku harus membantu membersihkan sekolah." kata Parish.


"Kau ... berniat mencalonkan diri menjadi ketua osis saat SMP nanti, ya?" tanya Tom.


"Tidak juga ... hanya menambah sertifikat. Kalian tahu kan, kalau sertifikat relawan sangat dinilai tinggi di perguruan tinggi. Apalagi kalau dimulai dari usia muda ... aku dan Tan bisa dekat juga karena bertemu saat jadi relawan dulu. Tapi akhir-akhir ini dia sibuk terus." kata Parish.


"Aku lupa, padahal Tan sering membicarakanmu dulu karena kepribadianmu yang katanya sangat cocok dengannya." kata Tom.


"INFJ dan INFJ memang cenderung saling tertarik satu sama lain." kata Parish.


"Aku sudah kenyang!" kata Teo langsung berdiri karena merinding mendengar ucapan Parish.


Parish dan Tan tertawa melihat Teo dan Tom kabur bahkan sebelum menghabiskan makanannya.


...****************...


Langit terlihat sangat gelap, badai salju dengan angin sangat kencang membuat semua aktivitas di jalan terhenti. Mobil banyak ditinggalkan karena polisi lalu lintas melarang penggunaan kendaraan saat cuaca ekstrem seperti itu.


Teo terbangun seperti habis mimpi buruk kalau dilhat dari reaksi tidak biasanya itu.


"Kau masih tidak bisa mengendalikan mimpimu dengan baik?!" kata Tom menyindir.


"Kau bermimpi apa?!" tanya Tan.


"Aku lupa ...." jawab Teo langsung keluar dari selimutnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Lupa?! orang yang sudah latihan bagaimana menggunakan Lucid dream, walau itu kau sekalipun ... mustahil untuk lupa begitu cepat!" kata Tom.


Teo keluar dengan rambut dan wajah yang basah, "Kau habis mandi?!" tanya Tan.


"Tidak, aku hanya menyiram kepalaku karena sakit." jawab Teo.


"Apa?! kau jadi semakin aneh saja. Mana ada orang sakit kepala malah menyiram kepala?! memangnya kau dari zaman batu?! sudah ada obat modern juga." kata Tom.


"Ada! orangnya aku!" kata Teo sewot melemparkan handuk basah pada Tom.


"Apa tidak apa-apa kita tinggal saja sedangkan Felix sedang berlatih mati-matian?!" kata Tan yang duduk disamping jendela melihat salju turun dengan secangkir susu hangat di tangannya.


"Makan yang banyak dan tidur yang nyenyak! itu perintah dari Felix." kata Tom.


"Dan karena terlalu banyak tidur, sepertinya ada yang tidak bisa tidur lagi karena mimpi buruk ...." kata Tan sedang mengusili Teo dan disambut tawa oleh Tom.


Teo kembali berbaring di tempat tidurnya dan membelakangi kedua saudaranya berpura-pura tidur padahal matanya terbuka lebar dan bulu matanya yang panjang masih basah karena tidak mengeringkan wajah dengan benar gara-gara Tom.


"Kau mau tidur lagi?!" tanya Tom heran bagaimana Teo bisa tidur begitu lama, "Entahlah kau benar-benar sangat penurut atau kau memang tukang tidur saja." sambung Tom yang tidak direspon oleh Teo.


Tan menurunkan cangkirnya dengan pelan kemudian menurunkan sweaternya menutupi kedua tangannya. Kelihatannya Tan santai saja tapi sebenarnya dia gemetaran juga. Dilihat dari susu di dalam cangkir yang tidak terlihat tenang tapi terus bergelombang saat dipegang oleh Tan.


"Perasaan ini, apa aku takut ...." kata Tan dalam hati.


Tom yang memainkan handphonenya seperti sedang sibuk mengetik sesuatu terus menerus tapi sebenarnya hanya asal menekan keyboard. Tidak ada kata atau kalimat yang benar dari hasil ketikannya itu.


Tan, Teo dan Tom sangat gelisah menjelang malam tahun baru yang hanya tinggal menghitung jam saja akan dimulai. Felix dengan jelas memperingatkan bahwa kali ini skalanya sangat besar. Tidak heran jika mereka begitu tertekan menunggu waktu itu tiba.


"Mungkin beginilah perasaan sapi kalau menunggu akan disembelih ...." kata Tom dalam hati.


Felix mematikan Jaringan Alvaudennya dari dua hari yang lalu. Katanya dia sedang sangat kelelahan jadi tidak bisa berkonsentrasi antara terus membuka jaringan dan berpikir di dalam dunia pikiran juga. Jadi, Felix ingin mengerahkan semua kemampuan berpikirnya untuk latihan sepenuhnya.


Waktu terus berlalu, Teo yang kelihatan tidur tapi sebenarnya tidak tidur. Dengan mata terbuka terus mendengar bunyi dari jam dinding yang berjalan.


Tan yang terus meminum minuman hangat tidak merasakan ada efek dari itu sama sekali. Tangannya terus dingin dan gemetaran seperti sedang memegang es yang membeku.


Tom bermain catur melawan dirinya sendiri tapi kalah oleh dirinya sendiri juga adalah hal yang jarang terjadi pada Tom.


Mereka bertiga sangat jelas sedang ketakutan menunggu waktu malam tiba. Dari pagi yang hanya terus gelap membuat mereka gelisah karena dikira sudah malam padahal masih pagi. Tidak ada juga keinginan untuk menutup jendela karena itu lebih membuat khawatir lagi kalau tidak melihat suasana diluar.


Teo bangun mengambil jam dinding dan membuka baterainya, "Ada yang protes?!" tanya Teo.


Tan dan Tom menggeleng, jujur mereka juga sangat ingin melempar jam itu keluar jendela tapi untungnya Teo bisa melakukan itu dengan kepala dingin.


"Aku keluar mau cari udara segar ...." kata Teo meletakkan jam dinding dan baterai di atas meja belajarnya.


"Jangan jauh-jauh!" kata Tom.


"Pakai jaket yang tebal!" kata Tan.


Teo serasa sesak napas berada di dalam kamar terus, "Bagaimana mereka terlihat begitu santai?!" Teo naik ke atas atap asrama, baru sebentar tapi rambutnya sudah dipenuhi salju. Bukannya membuat Teo berlari kembali ke dalam ruangan tapi akhirnya Teo terlihat bisa bernapas lega, "Rasa dingin ini ... udara ini ... apa kalau menjadi Zewhit kita tidak bisa merasakan ini lagi?!"


"Jangan membual soal Zewhit denganku! tidak ada yang mengalahkanku soal pengetahuan Zewhit di dunia ini. Zewhit memang tidak bisa merasakan cuaca di dunia ini lagi, kecuali di Mundebris atau ada hal yang sengaja membuatnya bisa." kata Winn.


"Apa hanya aku yang merasakan ini?!" tanya Teo membuka matanya lebar-lebar tapi salju terus menghalangi pandangan.


"Tidak, bukan hanya kau. Aku juga ...." kata Winn.


"Ini ...." Teo merinding.


"Banyak sekali Zehwit yang muncul dalam satu titik." kata Winn.


"Ini masih siang, bukankah saat malam baru ...." kata Teo panik.


"Cepat kabari mereka!" kata Winn.


Jaringan Alvauden yang tidak bisa diakses membuat Teo harus berlari ke kamar dan mengatakannya langsung karena tidak membawa handphone saat keluar tadi. Tapi saat sampai, Tan dan Tom sudah berada di depan pintu kamar.


"Kau darimana saja?! tidak membawa handphone lagi!" teriak Tom.


"Ayo, kita berangkat!" kata Tan terlihat terburu-buru menyerahkan ramuan supaya tidak terlihat.


"Ada apa?!" tanya Teo pura-pura bodoh, tidak bisa mengungkapkan apa yang diketahuinya secara detail karena itu bisa membuat kekuatan Moshas terungkap juga.


"Perasaanku tidak enak, ada yang mendekat." kata Tan.


"Banyak yang mendekat!" kata Teo dalam hati.


...-BERSAMBUNG-...


Episode 500🥳🎉


******* untuk akhir cerita di season satu sudah dimulai menandakan tidak lama lagi UNLUCKY akan tamat. Tapi jangan khawatir, season kedua akan langsung saya lanjutkan juga.


Masih belum bisa dipastikan untuk bagian akhir ini akan sampai berapa episode tapi mohon dukungannya ya! supaya bisa mencapai 500k juga saat tamat🤗🙏🔥


Terimakasih untuk Gold Fans dan Silver Fans yang sudah sampai sejauh ini bersama dengan penulis pemula seperti saya yang masih kurang dalam kosa kata dan tidak berpengalaman dalam dunia kepenulusan. Hanya bermodalkan imajinasi saja🤧💕


Semoga bagian akhir ini bisa menghibur😊