UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.426 - Nasehat



Verlin ingin mengeluarkan apa yang ada dipikirannya tapi dicegah oleh dirinya sendiri juga, "Mereka tidak akan percaya kalau aku mengatakannya tapi walalupun mereka percaya pasti ujung-ujungnya akan terluka juga. Tidak ada yang tidak berubah setelah menjalani hukuman di Mundebris. Terlebih lagi bukan hukuman biasa melainkan dari Sang Penghukum Leaure yang turun tangan sendiri. Tidak ada yang tidak berubah setelah menjalani hukuman dengan Sang Penghukum tapi semua yang menjalani hukuman itu akan menjadi Quiris yang hebat. Entah karena tersadar atas kesalahan, merasa bersalah atau ada hal lainnya. Bahkan penjahat besar pun langsung berubah menjadi pahlawan besar setelah menjalani hukuman dengan Sang Penghukum. Terlebih lagi Cain yang memang sudah Leaure ... dia tidak akan menjadi sekedar Setengah Leaure saja."


"Kau seperti memikirkan sesuatu yang sangat banyak ...." kata Teo menatap Verlin yang tidak berkedip daritadi.


"Sejak kapan kau menatapku begini?!" tanya Verlin.


"Biar kuingat-ingat ... Setengah jam yang lalu." jawab Teo.


"Kau membuatku takut!" kata Verlin ngeri sendiri dan mendorong Teo menjauh.


"Verlin selalu saja mengatakan kalau dirinya lemah, tapi bisa menahan Juro 2020 menandakan dia itu sebenarnya sangatlah kuat." kata Tan dalam hati.


"Ada maksud apa juga dengan tatapanmu itu?!" tanya Verlin kali ini melirik Tan.


"Aku hanya ingin bertanya bagaimana kau bisa membujuk tanaman dan hewan yang ada di sekitar Ruleorum untuk melakukan kontrak? tapi sepertinya keadaannya sekarang tidak memungkinkan aku menanyakan itu ...." kata Tan bangga pada dirinya sendiri bisa mengubah topik dengan cepat.


"Lucu sekali kau mengatakan itu disaat kau menanyakannya juga ...." Verlin tercengang, "Sulit untuk kau percaya tapi aku ini juga anggota keluarga kerajaan. Aku lahir dan tinggal disana dari kecil dan sudah mengenal semua yang ada di area Istana Ruleorum dan sekitarnya. Setidaknya itu yang kulakukan jika sedang bosan ... dengan berjalan berkeliling karena jika tinggal di dalam istana aku hanya akan terus dibanding-bandingkan dengan yang lainnya yang punya kekuatan Ruleorum hebat." mungkin karena hanya bisa berbaring di kamar tidak melakukan apa-apa, jadi Verlin terus saja berbicara tiada henti.


"Tapi meski tinggal dengan mereka sejak kecil tidak membuat mereka juga mau melakukan kontrak. Buktinya hanya kaulah yang diterima melakukan kontrak padahal kau diusir dari istana, itu menunjukkan bahwa kau pribadi yang disukai mereka bukannya karena kau seseorang dari Ruleorum." kata Tom ikut dalam obrolan setelah merasa baikan.


"Aku bukannya disukai tapi ... dikasihani lebih tepatnya ...." kata Verlin lama menyelesaikan kalimatnya, "Memaksa mereka untuk melakukan kontrak dengan terus datang mengganggu adalah ide buruk. Lebih baik kalian menyisakannya saja untuk diakhir. Lagipula melakukan kontrak dengan tanaman atau hewan Ruleorum tidaklah gratis, akan ada resiko yang harus dibayar. Lebih baik kau datang saat sudah dalam keadaan siap." Verlin memberikan tips pada junior yang ingin menjadi Nusfordis Sapphire juga.


Padahal Verlin tidak pernah membagikan itu sebelumnya meski jika ada yang mengatakan akan membayarnya dengan bayaran mahal tapi Verlin tetap menolak. Baru kali ini Verlin terus terbuka memberikan saran untuk menjadi seorang Nusfordis Sapphire seperti dirinya.


***


Pukul 2.19 dini hari, Zeki terlihat bangun dan keluar dari kamar Tiga Kembar bahkan meninggalkan Verlin yang masih sedang tertidur nyenyak.


"Seharusnya kau istirahat saja dulu, besok pagi baru kau pergi!" kata Felix yang muncul tepat di depan pintu.


"Aku harus memeriksa rumah yang kujaga kalau tidak, poinku akan berkurang karena lalai dalam bekerja." kata Zeki.


"Lucu sekali anak lima tahun memikirkan pekerjaan ...." kata Felix bersandar di tembok.


"Sudah kukatakan sebelumnya dan sudah berkali-kali kukatakan kalau aku ini lebih tua darimu, bahkan lebih tua dari Iriana." kata Zeki kesal diperlakukan seperti bagaimana penampilan umur fisiknya.


"Kukira kau sudah tidak perduli lagi dengan poin dan sebagainya itu ...." kata Felix menghentikan Zeki melangkah.


Zeki tidak menyangka kalau Felix menganggap serius perkataannya saat melindungi Ditte, "Aku tahu kau akan membunuh Efrain suatu saat atau mungkin Cain yang akan melakukannya. Tapi percayalah, aku akan melakukannya sebelum kalian! tapi untuk bisa melakukan itu aku harus menjadi lebih kuat, aku harus menjadi Amantasia sempurna dulu." kata Zeki tanpa berbalik menatap Felix.


"Lalu setelah itu apa?! apa yang akan kau lakukan setelah membunuh sahabatmu sendiri?!" tanya Felix.


"Aku akan menyusulnya juga setelah itu, mencari tangan yang tepat dimana bisa menjadi pertarungan terakhirku ... Kemudian bisa berjalan bersama di Jembatan Ruleroum. Aku tahu, setelah semua yang telah dilakukan Efrain ... kau pasti tidak ingin kalau dia bisa mati dengan tenang dan bisa kembali terlahir lagi. Tapi, percayalah ... Efrain sudah melakukan banyak hal baik sebelumnya tanpa kau ketahui. Bahkan jauh sebelum Iriana terlahir, dia terkenal sebagai iblis yang berjiwa Leaure. Jadi, aku mohon ... biarkan aku yang membunuhnya dan biarkan dia bisa terlahir kembali." kata Zeki yang kemudian menghilang tanpa mendapat tanggapan dari Felix.


"Aku membenci Efrain tapi dia tetaplah seorang Quiris Mundebris. Salah satu rakyatku juga, kau pikir aku akan benar melakukan hal yang buruk padanya?!" kata Felix.


"Kau tahu Felix, 1 kesalahan yang muncul ke permukaan akan mengubur 1000 kebaikan. Begitulah Efrain sekarang! setelah semua kebaikan yang dilakukan sebelumnya, semuanya telah tertutupi dengan kejahatan yang telah dilakukannya selama 13 tahun terakhir ini. Wajar jika dia dihukum berat dan dibuat untuk tidak terlahir lagi sebagai hukuman apa yang telah diperbuatnya pada kaum manusia." kata Iriana.


"Jadi maksudmu tidak apa-apa jika aku membunuhnya dengan cara paling kejam?! begitu?!" perkataan Felix ini membuat Iriana tidak bisa berkata-kata, "Dia memang sangatlah buruk! tapi dia juga adalah Quiris Mundebris, Mantan Alvauden, Raja Neraka ... aku akan mempertimbangkan semua itu untuk mencari hukuman yang tepat untuknya." Felix melanjutkan setelah beberapa menit Iriana tidak bersuara.


Charlseton dan Calvin sibuk menggangu semua yang ada di sekolah tanpa jeda sedikitpun, "Dia tidak lelah apa? setelah semua yang dilakukannya itu ... tapi wajarlah, kan dia hanya menyiksa saja. Apa yang melelahkan dari itu?!" kata Felix mengawasi kedua Zewhit itu. Felix masih siaga berjaga takut jika akan ada yang datang lagi setelah tahu bahwa mereka semua dalam keadaan tidak sehat.


Verlin bangun di pagi hari mendapati Tan, Teo dan Tom masih terlelap tidur, "Mereka pasti sangat kelelahan ... terlebih lagi masuk Dunia Zewhit adalah hal besar yang tidak bisa dianggap remeh."


"Kau akan pergi?!" tanya Felix.


"Kau tidak tahu tidur atau apa?! kau seharusnya istirahat juga! kau bisa mati dengan tubuh manusiamu itu sebelum menjadi Caelvita Resmi." jawab Verlin sarkastik, "Bahkan aku yang hantu saja butuh tidur ...."


"Aku tidak akan mati semudah itu!" kata Felix.


"Memang kau punya banyak nyawa, tapi tanpa kau sadari ... nanti akan berkurang terus menerus juga. Seperti yang dialami Sang Caldway ...." kata Verlin tidak meneruskan kalimatnya.


"Aku bukan Iriana! aku tidak akan menyia-nyiakan nyawaku sepertinya!" kata Felix.


"Ah, huh?! aku juga pernah mendengar itu sebelumnya dari mulut Sang Caldway kalau tidak akan bertindak ceroboh dan membuang nyawa dengan alasan sepele. Tapi lihat, dia meninggal di usia 23 tahun." kata Verlin meraba lehernya tapi tidak ada luka sama sekali, "Bahkan menyebut namanya mungkin sudah tidak akan berpengaruh apa-apa lagi ...." sambung Verlin terlihat melamun.


"Kalau begitu coba sebut namanya!" kata Felix menantang.


"Tidak, sebenarnya aku lebih suka kalau terus seperti ini ...." kata Verlin lebih memilih untuk tidak tahu.


"Atau kau takut kalau Iriana sudah benar kehilangan kuasanya sebagai Caelvita?!" kata Felix.


"Aku memang bukan Alvauden nya tapi bagaimanapun juga aku ini Seqrevanques nya. Ikatanku lebih dalam daripada denganmu, Felix ... bukannya aku tidak memihakmu atau berniat mengkhianatimu tapi aku hanya takut merasakan kehadiran Sang Caldway telah benar hilang. Dan tidak adanya luka saat mengatakan hal buruk tentangnya rasanya lebih menyakitkan daripada ada luka, karena itu menandakan perlahan semua hal tentang dirinya juga ikut menghilang. Aku berharap bisa melihatnya sebelum mati tapi aku bersamaan meninggal dengannya di tempat yang berbeda, aku ... hanya merindukannya ...." kata Verlin.


"Verlin ...." suara iriana kembali muncul.


Verlin juga meninggalkan sekolah setelah beristirahat satu hari satu malam.


"Kau beruntung Iriana, memiliki mereka berdua ... bahkan Efrain juga." kata Felix.


"Tapi karena ikatan itu, Efrain kehilangan arah ... aku sudah menebak kalau Efrain akan menjadi Anti Caelvita pastinya setelah aku meninggal, tapi tidak kubayangkan akan separah ini. Kau masih belum terlambat, jangan biarkan Alvauden mu menjadi bencana di masa depan saat kau tidak ada." kata Iriana.


"Aku yakin Teo, Tan dan Tom tidak akan seperti Efrain. Tapi Cain, aku tidak bisa menjamin ...." kata Felix.


...-BERSAMBUNG-...