UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.226 - Seharusnya Tidak Diketahui



Lagi-lagi kejadian keluarga pemain berniat menerobos masuk ke sekolah untuk menemui siswa bernama Cain Vale Wilmer yang disebut-sebut sebagai seseorang yang bertanggung jawab dan yang mengatur permainan tukar kematian, terjadi lagi.


Tentu saja sebelumnya tidak ada yang perduli dan kebanyakan hanya mengatakan itu hanyalah imajinasi dan cerita yang dibuat-buat. Awalnya tidak ada yang percaya karena bagaimana mungkin seorang anak usia 11 tahun bisa melakukan hal itu.


Tapi karena kejadian ini terulang kembali, akhirnya menimbulkan kecurigaan. Sesuatu yang tidak mungkin tapi terjadi berulang disebut sebagai pola dari sebuah petunjuk. Bahkan siswa/siswi di Gallagher yang mengenal Cain, tahu betul Cain itu seperti apa. Kini mempertanyakan identitas Cain sebenarnya. Meski begitu, Cain tetap bersikap santai dan membalasnya dengan candaan seperti biasanya.


Untungnya saat ini sekolah sudah meningkatkan keamanan. Tidak seperti sebelumnya yang begitu mudah ditembus, bahkan kini tidak ada yang bisa masuk melewati gerbang sekolah. Penjagaan ketat dari keamanan sekolah, fasilitas sekolah dan juga bantuan dari pihak polisi.


"Apa jangan-jangan mereka itu adalah musuh orangtuamu yang datang untuk menjelek-jelekkanmu supaya orangtuamu marah ...." kata Demelza.


"Kalau aku punya musuh, itu pasti kamu!" kata Cain meledek, "Lagipula, kau tahu aku ini yatim piatu tapi berkata seperti itu ... kau ini bodoh atau memang kurang peka?!" sambung Cain dengan cara lucu.


Pak Egan datang ke kelas memanggil Cain membuat seisi kelas heboh dan hanya bisa menatap Cain meninggalkan kelas dengan rasa penasaran serasa ingin sekali mengikuti untuk bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan.


Tan, Teo dan Tom menatap Felix, mengira Felix akan mengikuti Cain tapi ternyata tidak. Felix hanya mengambil buku diktat pelajaran selanjutnya.


"Aku hanya perlu fokus mendengarkan suara Pak Egan saja ... dengan begitu, aku bisa mengetahui dimana Cain dan apa yang mereka bicarakan ...." kata Felix dalam hati mencoba berkonsentrasi mengejar suara Pak Egan karena suara Cain susah didengar. Tapi itu membuat Felix lega karena musuh juga pastinya kesulitan mencari suara Cain. Kehadiran Cain memang sangat sulit untuk ditemukan untungnya jika menggunakan koneksi Caelvita dan Alvauden mudah ditemukan, "Apa jadinya kalau Cain adalah musuhku ...." kata Felix tertawa.


"Bapak tidak akan membawa saya menemui orang yang mencari saya itu kan?" tanya Cain.


"Bagaimana dia bisa tahu ...." kata Pak Egan dalam hati, "Kita akan bertemu mereka dan membicarakannya baik-baik, menjelaskan yang sebenarnya ...." kata Pak Egan yang sebenarnya sudah diketahui oleh Cain.


"Bagaimana mungkin menjelaskan kepada orang yang pikirannya sudah tidak normal pak ...." kata Cain.


"Jaga perkataanmu Cain ... lagipula mereka itu adalah orang yang usianya jauh lebih tua darimu! memang sulit mengatakan bahwa pikiran mereka sehat tapi karena ini sudah terjadi lebih dari satu kali, kita harus membantu penyelidikan polisi supaya mendapat solusi dan mengetahui apa penyebab rumor ini menyebar yang menyangkut pautkan semuanya denganmu ... kaupun juga pasti mengerti kan? ini patut dicurigai sekaligus bisa membantu membersihkan namamu ...." kata Pak Egan.


"Bagaimana mungkin aku sanggup menemui keluarga pemain, Pak ...." kata Cain dalam hati yang berkebalikan dari yang ditunjukkannya. Cain berusaha bersikap normal bagi seseorang yang dicurigai dan sebisa mungkin terlihat merasa sangat dirugikan. Padahal sebenarnya Cain tidak sanggup menemui keluarga pemain karena merasa bersalah, "Tentu saja mereka datang karena sudah merasa putus asa, tidak tahu harus melakukan apa ...."


Pak Egan membimbing Cain memasuki sebuah ruangan yang asing karena berada di gedung baru sekolah yang baru dibangun. Walau ruangan sudah lengkap tapi masih bisa tercium jelas bau cat, khas dari gedung baru.


Cain baru saja memasuki ruangan, tapi langsung ada dua orang yang menangkap kakinya dan berlutut meminta dan memohon dengan kalimat yang kurang jelas didengar karena sangat cepat. Ada dua petugas polisi yang menarik kedua orang itu menjauh dari kaki Cain dan Pak Egan melindungi Cain.


"Putri saya baru saja mendapat seseorang yang dicintai dan akan dinikahi di usia 37 tahun ... saya mohon tukar kematian putri saya dengan putri dari orang ini!" kata wanita berusia sekitar 70'an tapi terlihat muda dari usianya itu.


"Apa maksud ibu mengatakan itu! menurut ibu, nyawa putri saya tidak berharga dari nyawa putri ibu, begitu?!" kata Ibu dari Hauda emosi.


"Semua anak pasti berharga ... tapi saya mohon dengan sangat, akan saya lakukan apapun! saya mohon!" kata Ibu dari Erasma.


"Nyawa anak saya tidak bisa dihargai dan bisa digantikan dengan apapun yang ibu punya! bahkan jika semua harta di dunia ini, ibu berikan ... tidak akan senilai dari nyawa putri saya! sebagai seorang ibu, seharusnya ibu mengerti tapi bagaimana bisa ibu mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya ...." kata Ibu Hauda.


"Mulai lagi mereka ...." bisik salah satu Petugas polisi.


Sudah jelas, bahkan tanpa harus dibaca pikiran mereka pasti daritadi sudah membahas hal yang sama berulang-ulang kali.


"Ibu, lihat kan! bagaimana mungkin anak usia 11 tahun ini bisa melakukan hal seperti itu ...." kata Seorang Polisi.


"Bagaimana menurut Dokter soal anak ini?!" tanya Ibu Hauda pada seorang Dokter Psikiater yang diundang untuk menghadiri pertemuan itu menilai kepribadian Cain.


"Bagi saya, ibu sekalian butuh perawatan dan konsultasi ... anak ini hanyalah anak biasa, tidak mungkin dia bisa ... tidak! maksudnya ... mana mungkin ada seseorang yang bisa menukar kematian? ini dunia nyata, bukanlah dunia fantasi bu!" kata Dokter Psikiater yang jelas-jelas adalah Dokter Mari.


"Awalnya memang mustahil, tapi setelah bertemu seseorang yang yang terlihat seperti kambing itu ... semuanya menjadi jelas! semua hal aneh yang terjadi selama ini bisa dijelaskan ...." kata Ibu Erasma.


"Efrain rupanya!" kata Cain dan Dokter Mari kompak dalam hati sudah menduga.


Cain sebisa mungkin berakting dengan baik agar tidak dicurigai. Tapi agak sulit rasanya karena mendengar permintaan putus asa dari kedua ibu pemain itu yang diucapkan maupun yang dipikirkan semuanya terdengar oleh Cain. Padahal Cain sudah menghindari tatapan mata mereka tapi masih saja bisa terdengar pikiran mereka, "Tidak bisa kubayangkan selama ini Felix selalu mendengar banyak hal seperti ini sekaligus ...."


Haera yang ikut dengan Cain, cukup heran dan takjub karena hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada pemain dan keluarga pemain yang mengetahui permainan ini sebelumnya. Kejadian dimana keluarga pemain yang egois meminta untuk anggota keluarganya yang menjadi pemain diselamatkan tidak pernah terjadi sebelumnya.


Rumor tentang permainan tukar kematian tidak pernah tersebar di Mundclariss sebelumnya. Tidak ada manusia biasa sebelumnya yang mengetahui hal ini. Sehingga kejadian di ruangan itu membuat Haera kebingungan karena seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Permainan Tukar Kematian memang dikenal sebagai permainan tapi bagi Ruleorum ini adalah suatu yang sakral. Merupakan penyeimbangan takdir seseorang. Sebuah hal suci yang seharusnya tidak diketahui oleh manusia biasa, "Efrain keterlaluan menggunakan cara ini untuk mendapatkan kekuatan maksimal ...." kata Haera.


...-BERSAMBUNG-...