
"Kau pikir aku akan dengan rela kau bunuh begitu saja?! aku tidak akan mati, setidaknya ... sebelum membunuhmu." kata Zeki terus mendorong pedangnya.
Tapi Efrain memukul mundur Zeki hingga terpental jauh kebelakang. Efrain mencoba mencabut pedang yang masih tertancap didadanya, "Kau pikir aku akan mati dengan cara seperti ini?!" Efrain mencabut pedang Zeki dan melemparkannya. Pedang yang sangat dikenal oleh Efrain itu. Pedang yang digunkana Zeki sebelum bisa memunculkan Senjata Alvauden.
Efrain mengalami pendarahan tapi tak lama setelah itu luka Efrain kelihatan sembuh sendiri, "Trik yang sama tidak akan mempan lagi!" Efrain tidak lagi ingin mengobrol dan langsung menyerang Zeki yang masih baru mencoba bangkit berdiri.
Pedang Zeki berada jauh darinya dan Efrain tanpa kelihatan ragu sudah mendekat mencoba menyerang Zeki yang sedang tanpa senjata, "Apa aku menyerah saja?!" tanya Zeki pada dirinya sendiri.
Dan jawabannya sepertinya adalah tidak. Sebuah Rumah besar muncul entah darimana langsung menutupi Zeki. Sehingga Efrain kehilangan visual Zeki.
"Kau mungkin lupa Efrain ... tapi aku ini juga Zewhit. Aku juga punya Memoriasepirav dan menempatkan Zewhit di dalam dunia pikiran adalah strategi yang salah! Aku mungkin bukan tandinganmu kalau diluar, tapi disini ... kaulah yang bukan tandinganku!" kata Zeki yang suaranya menjalar kemana-mana tidak jelas muncul dimana untuk dicari asal sumber suara.
Efrain menghancurkan Memoriasepirav Zeki atau lebih tepatnya Rumah Zeki itu dengan hantaman pedangnya yang digunakan berkali-kali untuk mencari keberadaan Zeki.
"Tunjukkan dirimu pengkhianat!" teriak Efrain terus menghancurkan apa yang dilihatnya bahkan yang sudah tidak bisa dihancurkan lagi juga tetap dihantam untuk melampiaskan amarahnya.
"Pengkhianat?! kalau ada yang pengkhianat ... itu kau Efrain! Iriana sudah meminta kalau tidak ada satupun dari kita yang akan menjadi Anti Caelvita. Tapi kau melanggarnya sendiri, padahal kaulah yang pertama berjanji." kata Zeki.
"Tunjukkan dimana dia!" kata Efrain meminta Iblis yang mempunyai Memoriasepirav itu mencari keberadaan Zeki.
Zeki memang unggul di dalam dunia pikiran karena dia juga Ahli dunia pikiran dan punya Memoriasepirav juga. Tapi sayangnya dia sedang berada di dalam dunia pikiran Zewhit lain. Tentunya dengan mudah dia bisa ditemukan berada dimana oleh pemilik dunia pikiran.
Dari balik tumpukan kayu, Zeki seperti dilempar keluar dengan paksa. Efrain menyeringai langsung menyerang Zeki membabi buta.
"Kau pasti berpikir punya kesempatan bisa mengalahkanku disini ... tapi sayangnya kesempatan itu sebenarnya tidak pernah ada sejak awal." kata Efrain hampir saja menyentuh leher Zeki dengan pedangnya tapi Zeki masih bisa menahannya.
"Kau tahu kenapa Zewhit tidak boleh masuk ke dalam Memoriasepirav Zehwit lain?! Ada alasan kenapa Ruleorum melarang hal itu dilakukan." kata Zeki disaat kematian hanya berjarak beberapa inci lagi.
"Aku muak dengan ucapanmu! Itu tidak akan membuatku jatuh dengan trik yang sama lagi!" kata Efrain.
"Sepertinya orang bodoh ... ah salah! maksudku iblis bodoh akan tetap bodoh. Seperti kau saat ini! tidak mau mendengarkan, mengabaikan hal yang penting dan berakhir celaka." kata Zeki.
Efrain mendorong sekuat tenaga pedangnya hingga kini menggores leher Zeki, "Bagaimana rasanya ... hampir menjadi Amantasia?! apa kau tidak menyesal?! kalau kau tetap menjadi Zewhit biasa, kau tidak akan terluka dan merasakan rasa sakit."
"Tapi aku pasti sudah mati daritadi atau menghilang dan garis takdirku terputus. Kematian sangat mudah bagi Zewhit biasa, hanya menghilang tanpa jejak dan tanpa perlu merasakan sakit. Tapi, Iriana yang mengajarkanku ... bahwa aku berhak untuk menjalani kehidupan lain meski sudah menjadi Zewhit. Berhak untuk kembali merasakan sakit, berhak untuk berjuang mempertahankan hidupku tanpa harus mati dan menghilang begitu mudah tanpa bisa melakukan sesuatu." kata Zeki membuat Efrain berhenti mendorong pedangnya.
"Kau sendiri sudah mencoreng nama Iriana, menjadi Anti Caelvita akan membuat reputasi Caelvita menjadi buruk. Iriana tidak hanya akan dicap sebagai Caelvita yang berumur paling pendek tapi Caelvita yang tidak bisa mengatur Alvauden nya dengan baik." kata Zeki.
"Siapapun yang yang mengatakan hal buruk tentang Iriana akan mati!" kata Efrain.
"Tapi sepertinya peraturanmu itu sudah tidak berlaku lagi. Verlin sudah mencoba menyebut nama Iriana dan memakinya tapi dia tidak terluka sedikipun. Sadarlah Efrain! era kita sudah berakhir dan yang paling penting untuk kau ingat, Iriana sudah mati." kata Zeki.
Efrain kembali tersadar dan mendorong maju pedangnya melukai leher Zeki tapi sebuah tali atau lebih tepatnya sumbu lilin meliliti tubuh Efrain dan menariknya mundur mengambang di udara dengan ikatan diseluruh tubuh.
Zeki akhirnya bisa lepas dari Efrain dan menahan luka di lehernya dengan tangan kirinya sementara merobek bajunya untuk bisa digunakan sementara menutupi lukanya.
"Lepaskan aku! apa yang kau lakukan!" teriak Efrain menghadap ke atas karena pemilik dunia pikiran itu tidak melakukan apa-apa membantu melepaskan Efrain.
"Pemilik Dunia Pikiran ini sekarang adalah aku!" kata Zeki membuat sebuah cairan kental memenuhi sumbu lilin yang mengikat Efrain sehingga lama kelamaan terbentuklah lilin padat disekeliling tubuh Efrain, "Untuk seseorang yang mempunyai kekuatan api, ini sempurna untukmu! silahkan nyalakan lilin itu! tapi kau akan tebakar juga pastinya ...."
"Bagaimana kau bisa melakukan ini?!" tanya Efrain menahan emosinya agar api tidak menyala.
"Tadi aku ingin menjelaskan tapi kau tidak mau mendengarkan." jawab Zeki dengan bersedekap, "Begitulah orang bodoh kebanyakan ... baru mau mengetahui sesuatu setelah terancam, bukannya mencari tahu saat punya kesempatan untuk mencegahnya."
Beberapa lilin sudah menyala dan membakar Efrain. Bukannya Lilin akan mencair sehingga api bisa membebaskan Efrain. Tapi lilin hanya menuruti apa yang diinginkan oleh Zeki.
"Biar aku beritahu sebelum kau terbakar habis ... Zewhit dilarang untuk berada di dalam dunia pikiran Zewhit lain karena Memoriasepirav yang lebih kuat akan menelan Memoriasepirav lain. Dan ... Memoriasepirav ku adalah yang terkuat disini. Meski Zewhit Iblis yang mempunyai Dunia Pikiran ini lebih kuat secara fisik dariku tapi ... Memoriasepirav ku yang lebih kuat dengan mudah mengalahkannya." kata Zeki yang kemudian perlahan dunia pikiran disana terlihat bergetar seperti sedang gempa.
"Dunia pikiran ini sekarang milikku!" Zeki mengarahkan pedangnya ke kanan dan muncul Zewhit Iblis tepat langsung menuju pedang Zeki juga. Zewhit Iblis yang tadinya mengendalikan Dunia Pikiran yang ada Zeki didalam nya, kini terbalik. Zeki yang mengendalikan dan membunuh pemilik Dunia Pikiran sebelumnya.
Sayangnya tidak semuanya berjalan lancar sesuai yang diinginkan Zeki. Anak buah Efrain yang tadinya ikut masuk ke dalam dunia pikiran bersembunyi untuk mengganggu kini datang menyelamatkan Efrain.
"Aku hanya bisa merasakan kehadiran pemilik Dunia Pikiran sebelumnya, penyusup itu ... baru bisa kurasakan kalau Dunia Pikiranku terbentuk sempurna." kata Zeki dalam hati melihat Efrain sudah bebas.
"Tapi tidak apa-apa ... lagipula sekarang aku yang memegang kendali disini." kata Zeki mengambil kesempatan untuk menghilang saat tanah mulai bergerak naik keatas, "Aku harus membunuhnya di dalam sini, hanya ini satu-satunya kesempatanku. Aku tidak tahu bagaimana bisa menipu Efrain untuk masuk ke dalam dunia pikiranku lagi. Apapun yang terjadi, aku harus berhasil disini, saat ini juga."
...-BERSAMBUNG-...