
"Hanya namaku saja yang begitu ... apa karena kebetulan namaku memiliki arti yang sama?!" Teo berbicara dengan dirinya sendiri dipojokan.
"Ada aku disini! seharusnya kau bertanya padaku!" Winn merasa tersinggung, "Intinya aku dan kau sangatlah cocok! jadi begitu saja ...." Winn mengeluarkan Teo dari ruangannya.
Teo tiba kembali di ruangan sekolah yang gelap dan bau cat baru yang kembali menusuk hidung. Tapi Teo masih saja duduk di pojokan ruangan gelap itu dengan duduk seperti orang bodoh. Hingga digigit nyamuk barulah ia tersadar dan mulai pergi darisana.
"Kau darimana saja?! kami mencarimu kemana-mana! bahkan Felix tidak bisa menemukanmu!" kata Tan yang datang dari belakang Teo yang sedang berjalan menuju asrama.
"Sudah jam berapa?" tanya Teo.
"Jam 10 malam! kau melewatkan absen malam ... tapi, nanti saja melapornya dengan penjaga asrama. Kau makan malam dulu!" kata Tom.
"Kau bahkan belum mengganti seragam ... kami mencarimu di sekolah tapi kami tidak menemukanmu dimana-mana. Kau bersembunyi dimana sebenarnya?!" Tan khawatir dengan perilaku Teo yang tidak biasa itu.
"Aku ada di gedung museum sekolah yang sedang direnovasi." kata Teo.
"Aku bahkan sudah mencari tiap sudutnya disana! jangan bercanda!" kata Tan.
"Hahh ... jangan berisik! tinggalkan aku sendiri!" kata Teo memutar arah yang awalnya ingin ke asrama tapi ke arah sebaliknya.
"Kau itu kenapa sebenarnya?!" teriak Tan.
"Sudahlah ... kau juga jadi berlebihan!" kata Tom.
"Kau tidak khawatir?! dia itu orang yang bisa mengakibatkan masalah kalau sendirian ...." kata Tan.
"Kau pikir selamanya dia akan seperti itu?!" kata Tom.
Teo yang masih dengan seragam lengkap dan juga tas di punggungnya berjalan tanpa arah hingga sampai di jalan buntu.
"Apa menjadi seperti itu penting?! hahh ... aku tidak terbiasa menjadi orang sepenting itu!" kata Teo mengacak-acak rambutnya.
Winn muncul dan tertawa, "Jadi, kau mengkhawatirkan itu?! kukira juga apa ...." dengan wajah datar, "Ingatlah ... jangan memberitahu siapapun soal ini! jadilah dirimu sendiri seperti biasanya."
"Menjadi seperti diriku yang biasanya itu bagaimana?!" tanya Teo.
"Ya, seperti biasanya ... dengan tidak memikirkan apapun!" jawab Winn membuat Teo menggigit bibirnya menahan emosi, "Kekuatan Moshas tidak boleh mencolok! kalau tidak, kau bisa menjadi target nomor satu oleh musuh. Lakukan saja semuanya seperti biasanya ... menjadi orang bodoh, penakut, pengecut ... seperti itu!"
"Sudah selesai kau menghinaku?!" kata Teo tercengang mendengar pengakuan tulus Winn, "Oh ... ini ... rasanya ... Cain kah?!" Teo langsung berdiri kaget.
"Salah satu kehebatan pemilik Moshas adalah dengan mudah mengetahui lokasi seseorang. Bahkan dengan kekuatan menyembunyikan diri tingkat tinggi sekalipun." kata Winn.
"Maksudmu ini benar Cain?!" Teo berlari ke arah yang dirasakannya.
"Berhenti!" Felix menahan Teo.
"Felix, sepertinya ada Ca ...." Teo langsung dibungkam oleh Felix, "Jangan bilang kau sudah tahu hal ini?!" Teo meminta jawaban yang sebenarnya dari Felix.
Felix hanya menggeleng-geleng dan mulai berbicara lewat pikiran, "Jangan mengatakan apapun!"
"Bukankah dia sedang dihukum? kenapa dia ada di sekolah?! kalau dia sudah kembali seharusnya dia bersama kita. Kenapa dia bersembunyi begini ...." kata Teo.
"Kau akan tahu nanti ... saat ini! kau harus merahasiakan ini dari yang lain ... aku akan menguatkan segel pikiranmu sehingga tidak bisa dibaca oleh musuh walau mungkin dengan kekuatan tinggi akan bisa terbaca juga tapi setidaknya dicoba dulu!" kata Felix memegang kepala Teo tapi tertarik masuk ke ruangan Moshas tadi, "Ini ...." Felix melihat sekeliling.
"Caelvita-119? ini pertama kalinya lagi, aku bertemu Caelvita ... terakhir saat Caelvita-47." kata Winn.
"Kau Moshas?!" tanya Felix.
"Winn ...." sahut Teo, "Aku memberinya nama itu ...."
"Jadi, yang membuat segel pikiran Alvauden aktif adalah senjatanya. Saat aku tidak bisa membaca pikiran mereka, itu karena senjata Alvauden sudah melindungi mereka bahkan sebelum muncul." kata Felix dalam hati, "Ruangan ini sepertinya aku pernah melihatnya dimana sebelumnya ...." kata Felix berbasa-basi.
"Seperti yang dilakukan Caelvita-47, Caelvita-119 sepertinya akan melakukan hal ekstrem juga ... terbukti dari bisa masuk kesini." kata Winn.
"Apa aku mirip dengan Caelvita-47?!" tanya Felix dengan wajah serius.
"Tidak ...." jawab Winn santai.
Felix terlihat lega mendengar jawaban Winn itu.
"Rumor yang mengatakan bahwa Caelvita itu hanya satu dan terus terlahir kembali adalah sesuatu yang tidak disukai oleh Caelvita, mau generasi berapapun itu." kata Winn.
"Jadi ... maksudmu kau hanya menjawab untuk membuatku senang?!" Felix jadi tersinggung.
"Hahh ... emosi kalian juga mirp ternyata. Beberapa kali Caelvita-47 mematahkanku dengan ratusan bagian kemudian menyatukanku kembali tanpa merasa bersalah." kata Winn.
"Felix akan menjadikanmu ribuan bagian!" kata Teo bercanda tapi sama sekali tidak lucu bagi Winn.
"Hal curang Caelvita ikut campur dengan Alvauden dan senjatanya. Seharusnya jika ingin mengetahui sesuatu bukalah pintu Caelvita sebelumnya ... senjata Alvauden hanya untuk Alvauden. Ini sudah melewati batas!" kata Winn tegas.
"Tidak ada yang bisa membuka Caelvita-47 selama ini ... kau pikir aku akan mendapatkan informasi dimana lagi ...." Felix seperti mendapat hadiah besar bertemu Winn. Felix akan menggunakannya sebaik mungkin untuk mendapat informasi sebanyak-banyaknya, "Kau juga dengarkan baik-baik!" kata Felix pada Teo yang sedang melamun.
Teo maju di dekat Felix mendengarkan walau sebenarnya malas. Kehadiran Cain yang harus dirahasiakan masih membuatnya bingung.
Felix dan Iriana jadi bisa belajar hal baru malam itu karena Teo.
"Menakjubkan ... jadi Teo adalah Alvauden pertama yang benar-benar cocok dengan Moshas." kata Iriana, "Sepertinya ... kau akan menjadi Caelvita paling beruntung."
"Jadi, apa lagi?!" tanya Felix.
"Saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh lagi ...." kata Winn.
"Baiklah, lagipula aku sudah mendapatkan apa yang kumau." kata Felix keluar sendiri dari ruangan itu seperti sudah sering melakukan itu padahal baru pertama kalinya.
Kini tinggal Teo dan Winn di ruangan itu, "Caelvita-47 mengatakan ... aku akan bertemu dengan dirinya lagi! ternyata benar!" kata Winn.
"Apa maksudmu? kau tadi bilang mereka tidak mirip ...." kata Teo.
"Caelvita-47 mengingatkanku, kalau dirinya yang lain akan lebih menyebalkan dari yang saat itu. Katanya aku bisa saja dibuat menjadi bubur kalau dia marah." kata Winn.
"Jadi, Caelvita yang terus terlahir itu benar?! jadi Caelvita memang hanya satu orang yang terus terlahir?" tanya Teo.
"Menurutmu bagaimana dia bisa masuk kesini?! karena dia memang sudah terhubung denganku sebelumnya ...." Winn melihat ekspresi Teo, "Untukmu, lebih baik jika menganut kepercayaan itu. Dengan begitu kau akan menjadi Alvauden yang baik sesuai dengan tugasmu."
"Apa Tellopper dan Sesemax juga sepertimu? bisa diajak bicara seperti ini?!" tanya Teo.
"Tentu saja! tapi lebih baik tidak terjadi ... jika semuanya bisa diajak bicara sepertiku. Tandanya akan terjadi bencana besar, terlebih lagi Sesemax ... kalau Sesemax mengungkap jati dirinya pada pemiliknya maka dunia sepertinya akan kiamat. Saat Sesemax dapat berkomunikasi dengan pemiliknya, Alvauden pemilik Sesemax bisa langsung menghancurkan satu dunia untuk membunuh musuhnya jika dia mau." kata Winn yang membuat Teo jadi merinding.
"Jadi, kalau cuma kau saja?!" tanya Teo.
"Kalau aku tidak apa-apa. Asalkan kau bisa berakting bagus seakan tidak kuat dan tidak berguna ...." jawab Winn membuat Teo gemas sendiri.
Tan dan Tom bisa beristirahat malam itu sedangkan Felix berjaga dan Teo lama di ruangan Winn yang sepertinya akan semalaman disana.
...-BERSAMBUNG-...