UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.245 - Damai Yang Menyakitkan



Semua murid Gallagher kecewa dengan kepindahan mendadak Cain itu. Bahkan Cain tidak datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Dokter Mari hanya bisa melakukan itu untuk menjamin kehidupan normal Cain bisa kembali lagi. Jika terus menerus menjadi siswa Gallagher tanpa hadir, maka otomatis dia pasti akan tinggal kelas atau hal terburuk bisa dikeluarkan. Dikeluarkan dari Gallagher akan dicap sebagai siswa terburuk. Tapi jika pindah ke luar negeri, suatu saat dia bisa kembali lagi ke Gallagher. Dokter Mari yang terus datang ke sekolah mengurus kepindahan Cain kelihatan sangat kurus, wajahnya juga sangat berubah semenjak kepergian Cain.


1 tahun berlalu semenjak kejadian pembantaian Cain di akhir permainan tukar kematian. Felix dan Tiga Kembar sudah naik ke kelas 5 SD. Mereka menjalani hari-hari tanpa bahagia sama sekali. Terus-menerus murung menunggu kedatangan Cain. Felix kesal dengan dirinya sendiri yang mendapat ranking satu di saat seperti itu. Tom menduduki peringkat kedua diikuti Tan peringkat ketiga sedangkan Teo peringkat 10.


Kali ini saat naik kelas 5, mereka terpisah-pisah lagi. Felix masuk ke kelas 5-6, Tan masuk ke kelas 5-1, Teo masuk ke kelas 5-2, Tom masuk ke kelas 5-3. Baru kali ini mereka benar-benar terpisah, tidak ada yang sekelas. Mereka penasaran jika ada Cain akan ditempatkan di kelas mana.


Setelah 365 jam waktu Mundebris atau 365 hari berlalu waktu Mundclariss mereka bersama-sama ke Istana Leaure tapi Cain masih tidak ada. Tidak ada juga yang bisa menjawab dimana keberadaan Cain saat ini. Karena semua Unimaris yang ada di istana enggan menjawab jika ada nama Cain disebutkan.


Sudah sewajarnya, karena saat ini Cain terkenal dengan nama Sang Pembantai Vampir. Walau dihormati karena menyelamatkan manusia tapi karena seorang Leaure, tidak sepantasnya ia mendapat gelar itu. Motto dari Leaure sendiri adalah menyelamatkan tanpa harus melukai.


Banyak yang bertanya-tanya bagaimana bisa seorang Leaure melakukan itu. Karena saat melukai orang lain segores saja bisa membuat hati Leaure ikut terluka juga. Tapi kenapa Cain bisa sampai membantai Setengah Sanguiber itu.


Jawabannya sudah Felix dapatkan tapi tidak bisa juga dijelaskan. Alasan kenapa Cain menjadi Leaure sejati akhirnya terungkap. Dari segi jiwa sudah jelas jika Cain memang adalah seorang Leaure tapi untuk menjadi Leaure sejati diperlukan keberanian untuk berkorban dan mengorbankan. Leaure sejati yang memiliki waktu dalam genggamannya, tentunya bisa mengubah masa lalu dan masa depan sesuka hati.


Disaat Leaure murni biasa terus mempertahankan motto seorang Leaure. Leaure sejati meninggalkan motto itu. Perubahan untuk masa depan yang lebih baik bagi seorang Leaure sejati adalah dengan rela berkorban atau rela mengorbankan, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Leaure murni biasa. Itulah kenapa dia terpilih menjadi seorang Leaure sejati. Sudah jelas jika hanya Setengah Leaure saja yang bisa menjadi Leaure Sejati, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Leaure murni karena hati mereka yang sangat lembut dan sangat terikat dengan peraturan.


Rumor tentang kehebatan Cain itu sudah tersebar ke seluruh Mundebris. Alvauden yang masih belum resmi menjabat tapi sudah melakukan tindakan luar biasa, tidak bisa dibayangkan ketakutan dan juga ekspektasi besar dari penduduk Mundebris pada Cain. Takut karena bisa saja Cain akan menjadi Alvauden terkejam atau menaruh ekspektasi besar karena kekuatannya yang hebat itu.


Tidak pernah ada dalam sejarah ada seorang Alvauden pemula yang membantai Perkumpulan Setengah Sanguiber. Terlebih lagi hanya seorang diri.


***


Karena sudah tinggal di asrama sekolah, mereka bisa bebas keluar masuk Mundebris sesuka hati. Tapi bayarannya mereka tidak punya cukup waktu tidur. Ketidakhadiran Cain membuat mereka tidak bisa kembali ke waktu yang diinginkan untuk bisa istirahat. Berada 1 jam di Mundebris membuat hari di Mundclariss berlalu juga. Mereka tidak sempat tidur, tapi matahari sudah langsung menyapa saat kembali ke Mundclariss.


Felix tidak bisa sebebas Cain untuk kembali ke waktu yang diinginkan menggunakan Gerbang Ruleorum. Felix juga jarang bersama dengan Tan, Teo dan Tom saat sudah melanjutkan melakukan kontrak kembali dengan hewan dan tanaman di Mundebris.


Efrain tidak menunjukkan tanda-tanda kehadiran setelah pertempuran setahun yang lalu di panti. Tapi iblis lain, anak buahnya masih merekrut Malexpir. Kali ini misi Felix, Tan, Teo dan Tom adalah berlomba dengan iblis itu untuk menjemput roh agar tidak dijadikan sebagai Malexpir.


Setelah mendapatkan roh dari orang yang meninggal, roh itu diantar ke depan jembatan Ruleorum. Tapi Tan, Teo dan Tom tidak bisa terus menerus melakukan itu karena prioritas utama mereka adalah melakukan kontrak dengan hewan dan tanaman di Mundebris. Terlebih lagi tidak bisa ditebak dimana akan ada orang meninggal. Jika bisa ditebak tentu saja pasti lebih memilih untuk mencegah kejadian itu terjadi dibanding untuk mengantar roh ke Jembatan Ruleorum.


Sehingga yang bisa dilakukan hanyalah jika terjadi kecelakaan besar, Mertie akan mengabari secepatnya agar mereka bisa ke lokasi kejadian menjemput arwah yang baru meninggal. Verlin dan Zeki juga membantu jika ada yang meninggal di sekitar tempat kerjanya sebagai Alexavier, roh diantar langsung ke Jembatan Ruleorum. Setidaknya bisa mengurangi jumlah Malexpir.


Kamar asrama Felix hanya dia sendiri yang tempati karena tidak ada Cain. Bahkan masih ada kamar asrama yang belum ditempati sama sekali. Biasanya di panti, Tan, Teo dan Tom akan ke kamar Felix dan Cain untuk berkumpul tapi selama pindah ke asrama sekolah, baru satu kali mereka berkumpul bersama di kamar Felix.


Setiap malam ke Mundebris setelah pulang sekolah hanya untuk mendeteksi keberadaan Cain. Tapi keberadaan Cain tidak bisa ditemukan sama sekali. Padahal jika Felix di Mundebris, kekuatannya untuk mencari seseorang sangatlah efektif.


Jika rasa bersalah karena permainan tukar kematian memenuhi mereka lagi, mereka langsung ke panti untuk melihat Kiana. Melihat senyum Kiana, mendengar suara tawa Kiana bisa menyembuhkan rasa bersalah mereka walau hanya sementara.


100 pemain dan keluarga pemain Permainan Tukar Kematian masih terus mereka datangi juga secara bergiliran. Setidaknya mengawasi jika mereka butuh bantuan, walau itu tidak bisa menyembuhkan rasa bersalah mereka.


Mereka tidak bisa membantu secara finansial tapi jika butuh bantuan lain selain itu, mereka dengan senang hati lakukan. Walau dibantu dari jauh, sebisa mungkin tidak melakukan kontak langsung. Terutama untuk pemain yang berpotensi menjadi jahat, terus diawasi.


Pewaris Permainan Tukar Kematian sudah terpilih kembali tapi tidak diketahui siapa yang mendapat beban berat itu. Dicoisvi baru pengganti Haera juga sudah terlahir kembali. Kemp hanya bisa memberitahu hal itu, tidak bisa memberitahu secara detail tanpa sepengetahuan Pewaris baru itu. Dulunya Franklin memang yang menyuruh Kemp memberitahu Felix segala sesuatunya. Franklin yang memihak Felix, entah bagaimana dengan pewaris baru kali ini.


Tidak sembarangan juga yang terpilih menjadi pewaris. Haruslah yang memang mampu dari segi pikiran dan fisik. Entah siapa yang menjadi pewaris baru itu tapi dia belum menunjukkan kehadirannya. Pewaris yang biasanya selalu saja dibenci oleh semua penduduk Mundebris kecuali bagi kaum Ruleorum yang dianggap sebagai pahlawan. Bukan hanya Mundebris, tapi bahkan di Mundclariss Pewaris sudah mulai dibenci. Walau masih oleh pemain dan keluarga pemain saja tapi rumor tentang permainan sudah menyebar luas.


Selicik apakah Sang Pewaris baru itu masih menjadi pertanyaan, tapi Felix dan kawan-kawan berharap agar dia tidak cepat muncul untuk memulai permainan lagi.


...-BERSAMBUNG-...