UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.547 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 30



Tubuh Efrain sampai tidak kelihatan lagi karena dipenuhi oleh akar dan sulur tanaman yang mengikat dan menutupi dengan erat berlapis-lapis.


Tidak hanya Efrain saja, tapi terus keluar akar dan sulur lainnya dari dalam gerbang melakukan hal yang sama pada anak buah Efrain yang lain. Quiris yang merupakan Pasukan Felix merasa terbantu dengan itu sehingga bisa beristirahat sebentar atau melawan Pasukan Efrain yang lain.


"Jangan pernah lupakan kalian itu apa ...." kalimat itu selalu tertanam dalam pikiran Tiga Kembar. Kenyataan bahwa mereka adalah calon Nusfordis Sapphire, walau masih dikatakan jauh. Tapi, sudah melakukan kontrak lebih banyak dari Quiris yang ada. Sudah banyak tanaman dan Hewan di Mundebris yang menjalin ikatan kontrak dengan mereka. Menjadikan mereka, kini sudah mempunyai ikatan yang kuat dengan Tanaman dan Hewan Mundebris, walau yang belum melakukan kontrak sekalipun.


Sudah daritadi sebenarnya mereka ingin menggunakan kekuatan itu. Tapi terus ditahan, saat benar-benar dibutuhkan barulah mereka sepakat untuk melakukannya. Karena Plaevivindote dan Anaevivindote tidak semuanya bisa berlama-lama di Mundclariss. Ada beberapa jenis yang hanya bisa bertahan sebentar dan harus kembali lagi ke Mundebris secepatnya sebelum terlambat.


Seperti halnya Unimaris, tidak semuanya bisa berada lama di Mundclariss. Ada batas waktu pemanggilan untuk masing-masing Unimaris. Unimaris Leaure mungkin menjadi pengecualian, karena mereka memiliki tugas paling mulia untuk menyelamatkan.


Verlin datang mendekat setelah melihat itu, akar dan sulur menerima tanda dari Verlin untuk membuat celah tepat dibagian jantung Efrain berada. Verlin menyiapkan panahnya dan siap menembak. Panah Verlin melesat cepat, tepat masuk ke dalam celah akar dan sulur tanaman yang telah sengaja dibuat itu.


"Apa berhasil?!" tanya Teo penasaran dengan wajah sumringah.


Lilitan tanaman pada Efrain kembali tertutup semua, masih belum jelas apakah benar Efrain terkena panah Verlin atau tidak. Tapi dari yang terlihat, tanaman yang masih terus melilit Efrain. Menandakan, Efrain masih bergerak melakukan perlawanan di dalam sana.


Tan sudah membayangkan di dalam pikirannya bagaiamana Efrain terlepas dari lilitan itu dengan keadaan sudah tidak sadarkan diri dengan panah Verlin yang berada tepat dijantung Efrain.


Baik itu Tan, Teo, Tom maupun Verlin sudah mengelilingi Efrain dengan senjata masing-masing yang siap menyerang jika Zewhit dari Efrain keluar. Tan yang siap dengan kekuatan Daemonimed nya bersama Tellopper juga, Teo yang terbang dengan memegang Moshas siap menembakkan tombaknya, Tom yang berpegangan pada kaki Teo yang sedang terbang juga bersiap menghantam dengan Sesemax dari ketinggian, Verlin juga kembali menyiapkan anak panah baru.


Banyak pasang mata tertuju pada mereka berempat yang sedang mengelilingi Efrain itu. Tapi Ditte dan Bates kelihatan santai saja tanpa datang membantu Efrain yang terkurung didalam tanaman itu.


"Kenapa aku benci melihat tatapannya itu ...." Teo melirik Bates yang kelihatan acuh saja dengan apa yang terjadi pada Efrain.


"Sepertinya gagal ...." kata Verlin yang belum selesai tapi tebasan pedang Efrain kelihatan mengoyak tanaman itu hingga menjadi kepingan kecil. Saking besar dan kuatnya tebasan pedang Efrain, ikut melukai Tiga Kembar dan Verlin yang bahkan sudah berusaha cepat menghindar dan menjauh darisana. Kalau terlambat sedikit, mereka bisa terluka lebih parah dari yang didapatkan sekarang.


Teo dengan sekuat tenaga langsung membawa Tan, Tom dan Verlin darisana secepatnya dan menjadikan sayapnya sebagai perisai pelindung. Sehingga bisa terhindar dari serangan Efrain walau agak terlambat tapi tidaklah seterlambat itu.


Dari mereka bertiga, Teo memang dikenal akan kecepatan dan kelincahannya. Tan yang pintar mengulur pertarungan, Tom yang kuat dari segi fisik, sedangkan Teo yang selalu diremehkan karena tidak sehebat Tan dan Tom. Tapi malam itu Teo terus saja menjadi MVP. Kali ini kecepatannya itu bisa menyelamatkan kedua saudaranya dan Verlin.


"Yang Mulia sudah sadar?!" tanya Banks menghentikan aktivitasnya melihat Felix kelihatan bergerak sedikit.


"Bukankah operasi harus dengan keadaan tidak sadar ... apa tidak apa-apa begini?!" tanya Cain.


"Fisiologi tubuh Quiris berbeda dengan manusia." jawab Banks.


"Kau sudah bangun?!" tanya Ratu Sanguiber memegang tangan Felix yang sedingin es.


"A ... aa ...." Felix yang tidak jelas apa yang akan dikatakannya karena suaranya yang hanya seperti berbisik.


"Katakan padaku lewat pikiran!" kata Cain heboh sendiri, "Biar aku yang teruskan ...."


"Dengan keadaan seperti ini, kalian pikir bisa melakukan itu?!" kata Ratu Sanguiber sarkastik.


"Ah, tidak bisa ya ...." kata Cain kembali menenangkan dirinya.


"A ... ay ... ayah ...." kata Felix.


"Ah ...." Ratu Sanguiber akhirnya mengerti, "Ed!" Ratu Sanguiber memanggil Raja Aluias.


"Ed?!" tanya Cain heran dengan nama Raja Aluias yang jelas-jelas Cain tahu betul nama lengkap Raja Aluias dan Ed bukanlah yang Cain ketahui.


Raja Aluias bergantian dengan Cain untuk menjaga sekitar dan mulai mendekat pada Felix, "Ada apa?!"


Felix mengulurkan tangannya dengan menggenggam erat kedua telapak tangannya yang disatukan. Kemudian melepaskannya saat akan meraih tangan Raja Aluias. Terlihat bekas kuku Felix pada telapak tangan Felix membuat luka dan darah mengalir disana.


Saat tangan Felix dan Raja Aluias bertemu, suara dengingan memenuhi telinga. Semua yang ada disana tidak terkecuali Pasukan Felix sendiri. Termasuk Banks yang menjatuhkan alatnya karena suara mengganggu itu. Hanya Felix, Raja Aluias dan satu orang lagi yang tidak terganggu oleh suara itu.


Tan mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri menjauh dari Efrain dengan membuat ramuan dengan terburu-buru dibantu oleh Tellopper sehingga tidak ada kesalahan dalam pembuatan ramuan itu. Untungnya Tellopper cepat tanggap, setelah melihat campuran pertama Tellopper tahu ramuan apa yang akan dibuat Tan tanpa harus bertanyam Karena Tan hampir tidak bisa berpikir jernih karena suara itu. Ramuan dilemparkan oleh Tellopper untuk menutupi penglihatan, bau dan juga pendengaran sesaat. Sehingga bisa menjauh dari Efrain untuk menyusun rencana kembali segera setelah suara dengingan itu hilang. Gerbang Alvauden yang tiba-tiba menghilang menambahkan pengalihan lainnya untuk Efrain.


"Apa itu barusan?!" teriak Teo marah-marah saat sudah menjauh dari Efrain.


"Kau baik-baik saja?!" tanya Goldwin mendekati Cain.


"Aku baik-baik saja ... kau dengar barusan apa yang dikatakan Felix?!" kata Cain.


"Apa maksudmu?! bagaimana bisa mendengar suara lain disaat seperti itu?!" kata Goldwin heran.


"Felix memanggil pasukan baru ...." kata Cain.


"Tanpa kau bilang, rasanya aku mulai mencium sesuatu ...." kata Goldwin menoleh kebelakang, "Wajar saja, kau juga tidak terpengaruh karena ... kau juga seorang Aluias. Bisa mendengar suara yang hanya Aluias yang bisa dengar."


Suara lolongan bersahut-sahutan dari jauh dan langkah kaki yang begitu banyak terdengar dari telinga Quiris yang sensitif dan kuat dalam hal pendengaran.


Dalam sekejap, rombongan serigala yang tak terhitung jumlahnya mulai mendekat.


"Ada manusia ...." kata Cain melihat ada seseorang yang berada diantara kumpulan serigala.


"Cairo!" teriak Teo melambaikan tangan.


"Cairo?! rasanya nama itu tidak asing ...." kata Cain mencoba mengingat.


"Ini dia ...." kata Ratu Sanguiber hanya bisa tersenyum miring melihat kumpulan serigala yang datang.


"Aluias terkenal akan kerjasama tim dan hormat pada pemimpin. Felix tahu itu, menggunakan darahnya untuk meningkatkan kekuatanku untuk memanggil mereka." kata Raja Aluias yang melihat Felix kembali tidak sadarkan diri tidak memperdulikan Ratu Sanguiber sebenarnya mengatakan hal itu untuk meledeknya, "Felix terus melakukan semua yang dia bisa untuk membantu dalam peperangan ini."


"Dan kali ini sepertinya membangkitkan kekuatan Aluias ...." kata Ratu Sanguiber.


...-BERSAMBUNG-...