UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.77 - Rahasia Ikatan Caelvita dengan Alvauden nya



"Apa?! kau sudah susah payah melindungi pohon selama ini ... maaf Banks ... aku tidak tahu ...." kata Cain merasa bersalah.


"Tidak perlu khawatir Tuan Muda, saya tumbuh dengan didikan para Leaure jadi saya tahu betul ... harus mengutamakan menolong banyak orang terlebih dahulu ... walau harus mengorbankan satu pohon yang sangat berharga ini ...." kata Banks.


"Kau tinggal di istana Leaure?" tanya Felix.


"Tidak Yang Mulia, ayah saya seorang petani yang bertugas menanam dan merawat Buah Darah jadi mulai kecil saya sering ikut untuk membantu dan akhirnya bertemu Goldwin ...." jawab Banks.


"Berhasil menjadi seorang Daemonimed tapi mati sebagai Prajurit karena merasa bersalah kemudian menjadi Zewhit Nucusno ... hahh ... kau ini benar-benar tidak beruntung! dari awal kau tidak seharusnya masuk ke Istana Leaure dan akhirnya tumbuh dengan jiwa Leaure juga ...." kata Goldwin.


"Jangan khawatir setelah pemerintahanku resmi dimulai kau akan bekerja denganku dan mendapat poin lebih banyak agar cepat menjadi Amantasia ...." kata Felix membuat Banks jadi berkaca-kaca.


"Kau dengar itu Goldwin! siapa bilang aku ini tidak beruntung ...." Banks mulai mengeluarkan sapu tangan untuk membuang ingusnya.


Cain mulai menepuk-nepuk punggung Banks.


"Oh iya, Bemfapirav yang ada disini juga sudah aku tanami Buah Darah ... ayo kita kesana!" Banks mengajak Cain.


"Haha ... tidak ... tidak!" Cain menggelengkan kepalanya begitu cepat.


"Aku akan datang lagi!" kata Felix mulai ingin pamit, "Sampai saat itu ... aku berharap kau tetap mempertahankan pohon ini ... tidak apa-apa egois sedikit ... itu juga untuk kebaikan mereka ... akan aku hidupkan pohon yang mati disini ... jika kau menyerah dan melepaskan pohon ini, aku bisa jamin ... aura damai desa ini akan menghilang karena akan dibangun perusahaan dan orang baru akan masuk ke desa ini ...."


"Jarang ditemukan tempat yang betul-betul sangat damai seperti ini, seperti semua aura jahat dinetralkan ... bahkan jika Teo dan Tom berjalan sendirian ditengah malam tidak akan merasa takut ...." kata Cain.


Goldwin dan Banks saling menatap dan mulai tertawa.


"Apa maksud dari tawa kalian itu?" tanya Cain penasaran.


"Karena di desa ini adalah sisi lain dari Istana Caelvita ... rumah Yang Mulia ... jika membuka gerbang ke Mundebris disini akan langsung sampai di Istana Besar Emerald!" jawab Banks.


"Apa? kenapa tidak bilang daritadi?" Felix jadi sebal.


"Tadi Yang Mulia bilang belum bisa melihat Sang Caldway berarti saat ini belum bisa melihat Istana Caelvita juga ...." kata Banks jadi serba salah.


"Jadi istana itu tidak terlihat oleh sembarang orang?" tanya Felix.


"Tidak ada yang bisa melihat, menyentuh, memasuki Istana Besar Emerald kecuali seorang Caelvita!" jawab Goldwin.


"Hahh ... seharusnya kalian bilang ini daritadi!" Felix jadi menggigiti kukunya dan melemparkannya ke segala arah membuat lahan kosong di sekitar pohon Banks menjadi penuh dengan pohon kecil. Setelah kukunya sudah habis, dicabutnya lagi rambutnya dan disambung dengan rambut lain untuk membuat tali.


"Kau sudah tahu kan ... aku bisa melakukan hal ini ... kenapa kau tidak meminta?" kata Felix pada Banks.


"Bagaimana saya berani meminta hal tidak sopan seperti itu ...." Banks jadi menunduk.


"Dengan begini ... tidak akan ada yang bisa menumbangkan pohon ini!" Felix mengikat rambut yang sudah disambung-sambungnya tadi pada batang pohon Banks.


"Jadi Felix hanya asal bicara saja kalau tidak peduli dengan para karyawan perusahaan ... karena tidak melakukan hal ini dari awal ... hahh ... pura-pura egois tapi sebenarnya sangat peduli juga!" kata Cain dalam hati.


"Aku tahu maksud dari senyummu itu!" Felix memukul dahi Cain.


Cain hanya tertawa saja.


"Dan ini ...." Felix memberikan helaian rambutnya untuk dijadikan gelang oleh Banks, "Iriana mengatakan kalau ini bisa berguna untuk menjadikan seseorang menjadi setengah Alvauden."


"Jadi begitu ... aku jadi belajar hal baru lagi ...." Goldwin memunculkan sebuah kertas dengan kuas melayang-layang di udara untuk mencatat.


"Kau juga tidak tahu tentang hal ini?" tanya Cain.


"Seperti biasa ... Leaure identik dengan panggilan Si Kutu Buku!" Banks menyindir.


"Siapa yang melarang informasi soal Caelvita?" tanya Cain.


Goldwin lama diam kemudian mulai menjawab, "Alvauden!"


"Semakin banyak informasi soal Caelvita akan menjadikan informasi itu untuk mencari kelemahan Caelvita!" kata Banks.


"Jarang sekali Leaure menjadi Alvauden ... dengan Cain menjadi Alvauden, Leaure akan mendapat banyak pengetahuan tentang Caelvita." kata Goldwin.


"Tidak!" Cain jadi marah dan kertas yang ditulisi oleh Goldwin tiba-tiba terbakar.


"Pengetahuan ini juga untuk digunakan menolong!" kata Goldwin.


"Sekarang aku perintahkan kalian untuk membuat segel baru dengan pikiran kalian!" perintah Cain langsung membuat Goldwin dan Banks memegang kepala karena kesakitan.


"Ada apa ini?" tanya Felix kebingungan.


Goldwin dan Banks dengan susah payah menahan rasa sakit dan mulai membuat segel baru untuk ingatannya. Goldwin dan Banks langsung menjatuhkan dirinya setelah membuat segel.


"Apa yang terjadi?" tanya Felix lagi.


"Sebuah perintah dari Alvauden adalah perintah mutlak dan harus dilakukan, jika tidak ... hukumannya adalah mati dan dikurung di Neraka." jawab Goldwin seperti kehabisan napas.


"Bukankah Leaure tidak bisa menyakiti seseorang?" tanya Banks.


"Aku tidak peduli jika itu menyangkut keselamatan Felix!" kata Cain tegas.


"Bahkan gelang rambut Yang Mulia jadi terbakar dan tidak bisa melindungi dari perintah Alvauden ...." Banks melihat pergelangan tangannya.


Akhirnya Felix mencabut rambutnya lagi dan memasangnya pada pergelangan tangan Banks, "Lama-lama kau ini akan membuatku botak!" kata Felix sarkastik pada Cain.


"Biar saja! itu lebih bagus ... kau tidak perlu melindungi dan membahayakan dirimu sendiri lagi kan!" kata Cain ketus.


"Kadang kau ini terlihat bukan seperti Leaure saja!" kata Goldwin.


"Itu sudah tugasku melindungi ... sama denganmu sebagai Leaure!" kata Felix.


"Biar aku saja yang melindungi ... kau tidak perlu membahayakan dirimu untuk itu! kau hanya perlu duduk diam saja memerintah!" kata Cain.


"Aku seperti pernah melihat kejadian ini!" kata Goldwin yang langsung membuat Banks tertawa.


"Apa maksudnya?" tanya Felix.


"Nona Muda Iriana juga selalu memperdebatkan hal seperti ini dengan Alvauden nya ...." jawab Goldwin.


"Karena menurut buku yang pernah aku baca menjadi Alvauden bukan hanya karena Caelvita sangat peduli pada seseorang tapi yang menjadi Alvauden itu juga begitu peduli dengan Caelvita ... jadi dahulu kala banyak yang berlomba ingin menjadi Alvauden dan bersikap baik pada Caelvita tapi percuma karena untuk bisa menjadi Alvauden tidak dengan mudahnya dipilih sesuka hati." Goldwin mulai bangun.


"Dan sepertinya mau dimasa manapun, Alvauden selalu saja tegas ... aku pikir karena Tuan Muda keturunan Leaure maka tidak akan seperti ini, tapi ternyata ...." Banks jadi tertawa begitupun Goldwin.


"Aku minta maaf soal yang tadi ... tapi ... tunggu bagaimana kertas tadi bisa terbakar?" tanya Cain.


"Bukannya kau sudah tahu hal ini ... kau tidak penasaran kenapa kau bisa tahan dingin? Tubuh seorang Leaure akan selalu hangat itu karena kekuatan spesial yang dimiliki Leaure adalah api." jawab Goldwin.


...-BERSAMBUNG-...