UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.269 - Complex



Tapi sebenarnya rumor itu tidak bisa dikatakan sebagai rumor palsu atau setidaknya hanya setengah sajalah yang palsu. Memang benar bahwa Roh Balduino diambil oleh Hantu tapi bukan oleh Hantu Polisi Tidur, melainkan oleh Hantu Jari Kelingking.


"Namanya saja sudah membuatku tertawa ...." kata Teo.


"Bukankah kau yang menamakannya begitu?!" tanya Tom.


"Bukan aku! Cain ... iya Cain pastinya!" Teo menyangkal dan melimpahkannya pada Cain yang tidak ada untuk menyangkal.


"Hantu Jari Kelingking dan sekarang Hantu Polisi Tidur? ada-ada saja ... lagipula pembuatan namanya saja sudah salah. Apa yang membuatnya tidak tahu apa arti polisi tidur?" kata Tom mengomel sendiri, "Polisi tidur berarti rintangan yang ada di jalan untuk menghentikan atau memperlambat laju kendaraan ... jadi maskudnya rintangan yang ada di jalan itu jadi hantu? dasar!"


"Kau ini selalu saja sensitif dengan hal-hal yang tidak penting ...." kata Teo bosan mendengar Tom mengomel.


"Mau aku sebutkan hal tidak penting yang kau lakukan selama ini?!" Tom mengancam.


"Hentikan ...." Tan melerai dengan nada santai.


Untuk pertama kalinya para guru di sekolah begitu senang dengan rumor hantu. Selama ini selalu saja dibuat pusing oleh Hantu Merah Muda, tapi berkat Mertie juga sekolah menjadi lebih terkenal. Hantu Jari Kelingking tidak terlalu disebutkan karena peristiwa yang diakibatkannya terlalu ekstrem. Dan sekarang Hantu Polisi Tidur yang membuat anak-anak begitu fokus mendengarkan pelajaran, bahkan tidak ada yang terlihat mengantuk sama sekali.


Semakin bertambah rumor hantu di Gallagher, semakin bertambah juga peminat yang ingin masuk sekolah di Gallagher. Memang merupakan citra yang buruk tapi menarik banyak peminat.


Benar yang dikatakan Tan, kalau semua sekolah identik dengan cerita horor. Masing-masing sekolah memiliki cerita, sejarah dan legenda horor. Tapi sepertinya Gallagher lah yang begitu menonjol dibanding sekolah lainnya.


Gallagher tidak lagi menonjol karena kurikulumnya yang luar biasa, proses pembelajaran yang diimpikan dan diperlukan oleh siswa/siswi tapi sekarang terkenal akan hantunya.


***


"Apa? Idalina menghilang?" tanya Teo panik, "Dia bukan ditangkap oleh anak buah Efrain kan? terus dijadikan Malexpir?"


"Kau ini sudah memikirkan hal buruk saja ...." kata Tom heran melihat Teo yang sudah menyimpulkan tanpa bukti.


"Kalau begitu jelaskan, Tuan Logis! apa pemikiran saya ini salah jika dikaitkan dengan situasi saat ini?" kata Teo.


"Ehhem ... menghilangnya arwah belum tentu selalu dikaitkan dengan Efrain ...." kata Tom merasa tenggorokannya kering karena diberi sebuah pertanyaan sekaligus pernyataan yang logis oleh Teo sendiri.


"Kalian duluan saja ikut bersama Mertie, setidaknya aku akan melacak keberadaan Idalina dulu ...." kata Felix.


"99,9% terbukti kalau Efrain merekrut dan menangkap arwah untuk dijadikan Malexpir." kata Teo.


"Kurang 1% nya?" tanya Tan tertawa mendengar Teo menyebutkan kalkulasi dalam kalimat.


"1% nya ... eh ... em ...." Teo kehabisan kata-kata.


"Jangan sok mengkalkulasikan kalau tidak mengerti. Memangnya kau tahu perhitungan dalam %?!" kata Tom.


"Jangan remehkan aku soal perhitungan ya?!" kata Teo sebal, "1% nya kan termasuk salah satunya karena kita kalau boleh sombong ... selama setahun ini, tidak terhitung jumlahnya roh yang berhasil kita bawa ke Jembatan Ruleorum. Selain itu memangngnya para arwah akan menghilang kemana kalau bukan oleh Efrain atau kita?!" kata Teo.


"Sampai 1% saja tidak! yang kita lakukan masih dibawah itu ... jika menghitung angka kematian di Yardley selama 12 tahun terakhir dengan yang kita bawa ke Jembatan Ruleorum masih di angka nol nol koma. Belum lagi di negara lain ... ini baru Yardley." kata Tom.


"Kau ini menyebalkan sekali! tidak bisa ya kalau mengalah sekali saja?!" kata Teo.


"Aku ini saudaramu! sudah seharusnya aku mengkiritikmu. Lebih baik dibanding orang lain yang melakukan ...." kata Tom.


"Haha ... jadi aku harus berterimakasih?!" Teo dengan nada jengkel.


"Hentikan kalian berdua! komunikasi akan terus aku buka, jadi jangan selalu berbicara. Itu bisa memperlambat pekerjaanku di Mundebris ... kau juga Tan, seharusnya kau melerai mereka daripada hanya diam saja." kata Felix.


"Jangan salahkan aku! aku sudah bosan ...." kata Tan.


"Hahh ... kukira kalian berbeda tapi pada dasarnya kalian ini memang sama." kata Felix.


"Seharusnya begitu!" kata Tom.


"Kita berpikir begitu saja!" Tan ikut dalam sambung kalimat.


Felix kesal dan hanya langsung pergi setelah Mertie datang.


"Kau tidak ikut?" tanya Mertie.


"Aku akan menyusul!" sahut Felix.


"Lagi-lagi! kau ini terkena Hero Complex atau apa?! selalu saja muncul di akhir ...." kata Mertie.


"Kau yang harusnya menghilangkan Cinderella Complex mu itu! jangan selalu mau diselamatkan ...." balas Felix.


"Dia benar tahu bagaimana membuat seseorang kesal, ya?!" kata Mertie menahan emosinya.


"Ow, dia ahlinya!" kata Teo sangat setuju.


***


Hari pertama misi penyelidikan kasus pelaku lupa ingatan yang melakukan pembunuhan keji. Pelaku terakhir yang menjadi fenomena di internet itu sudah ditangkap. Sekarang resmi ada 9 pelaku di penjara yang melakukan pembunuhan dengan pola sama itu.


Pelaku tidak memiliki banyak persamaan umum ataupun khusus. Satu-satunya persamaan yang dasar diantara pelaku adalah gender, semuanya laki-laki. Perkiraan kali ini hanya bisa dikaitkan pada kasus pembunuhan berencana, pembunuhan secara berkelompok atau pembunuhan yang dibuat oleh sebuah organisasi.


Semua pelaku memberi pengakuan yang sama pada psikiater dan juga psikologi ternama yang diundang untuk membantu. Bahkan profiler kriminal semuanya turun tangan untuk memecahkan masalah ini.


Tapi yang namanya seseorang yang mempunyai mulut tidak bisa dipercaya. Untuk membuktikan atau menyangkal perkataan pelaku harus dengan mencari fakta tapi kurangnya sumber membuat segalanya terhambat. Semua kerabat pelaku mengatakan bahwa pelaku bukanlah seseorang yang bisa membunuh seseorang. Semua pelaku memiliki pekerjaan yang stabil, tidak terbukti psycopath atau gangguan mental lainnya.


Tes kebohongan pun telah dilakukan dan interogasi yang tidak mengenal jam dan hari. Seharusnya itu akan membuat pelaku setidaknya membuka mulut karena lingkungan yang tidak bersahabat itu, tapi tidak. Pengakuan mereka tetaplah sama, ada yang menepuk bahu dari belakang dan berbicara setelah itu ingatan mereka hitam.


"Apa hanya aku atau kasus ini seperti dibuat-buat ...." kata Teo.


"Seperti sengaja membuat kita percaya bahwa teknik hipnotislah yang membuat semua ini terjadi ...." Tan setuju dengan Teo.


"Ide bagus! kalau memang benar begitu, maksudku ... ini adalah sebuah pengalihan yang bagus." kata Tom.


"Kau sedang memuji pelaku?!" Teo menaikkan alisnya sebelah dan menaikkan nada suaranya juga.


"Aku hanya berbicara, kalau ada kesan memuji itu hanyalah perasaanmu saja!" kata Tom.


Mertie membagi-bagi Tiga Kembar ke berbagai tempat dengan alat komunikasi tentunya, yang membantu untuk berkomunikasi satu sama lain.


9 pelaku berada di tempat keramaian sebelum mereka dihipnotis. Tapi hari ini hanya 4 lokasi yang bisa mereka kunjungi karena terbatasnya anggota untuk membantu dikurangi lagi dengan ketidakhadiran Felix.


"Teknik Hipnotis tidak hanya satu tapi kenapa memilih menggunakan sentuhan bukannya menggunakan alat?" tanya Tan yang sedang duduk memperhatikan orang sekitar yang sedang berlalu-lalang di dalam mall besar, "Apa itu membuat efeknya lebih baik atau apa?"


"Aku bukan ahlinya, tapi sudah mencari tahu sedikit tentang metode hipnosis. Untuk sentuhan fisik misalnya berjabat tangan. Tehnik hipnosis ini, membuat sebuah pola, dimana pikiran mengalami jeda, kebingungan dan pikiran bawah sadar tiba-tiba terbuka untuk sugesti. Bukankah itu merupakan pilihan tehnik yang bagus?!" kata Mertie.


"Lagi-lagi! kalian ini kenapa terus memuji seorang pelaku yang tidak berkeprimanusian itu?!" kata Teo heran.


"Kalau aku adalah pelaku ... aku akan mengkombinasikannya dengan Trigger hipnosis, pemicu yang mengingatkan pikiran bawah sadar tentang tindakan atau perasaan yang diinginkan ... tapi ini berlaku bagi pelaku yang menargetkan korban jauh hari. Sedangkan ini, lebih seperti secara spontan dilakukan." kata Tom.


"Pelaku saat ini bisa dikatakan random. Tidak ada cctv juga yang membuktikan pelaku memang dihipnotis. Jika ini bukan hal berencana dan tidak dilakukan oleh sebuah organisasi ... apa mungkin satu orang saja dapat melakukan ini semua?" kata Tan.


"Kalau kalian bertiga bisa saja memang pelakunya hanya satu orang!" kata Teo sebal.


...-BERSAMBUNG-...