
Sebanyak 121 kuburan dibuat di dalam hutan yang ada di belakang desa untuk korban warga desa yang meninggal. Sementara yang berhasil selamat masih tidak sadarkan diri di rumah sakit dengan penjagaan ketat dari Y.B.I. Setelah melewati masa kritis, mereka akan dipindahkan ke fasilitas kesehatan Y.B.I yang ada di pusat kota Provinsi Eartha.
Untuk anggota kepolisian, ahli forensik dan wartawan dikuburkan di tempat makam pahlawan. Mereka dikenang sebagai pahlawan karena meninggal saat bertugas. Keluarga korban tidak ada yang mengetahui kebenaran dari kejadian malam itu.
Warga desa yang baru datang ingin masuk ke desa ditahan oleh petugas Y.B.I yang bertugas menahan untuk siapapun masuk ke desa itu.
"Ada apa ini? kenapa saya dilarang masuk ke desa yang rumah saya ada disini?!" kata beberapa Warga yang baru saja datang dari luar kota.
"Maaf, tapi desa ini terkena wabah penyakit dan akan sementara ditutup." kata Anggota Y.B.I.
"Apa?! bagaimana dengan istri saya?"
"Ibu saya? namanya Sandya, dia sudah tua dan pendengarannya tidak baik ... apa dia baik-baik saja?"
Pertanyaan tentang keluarga masing-masing terus saja berdatangan tanpa henti dan sudah memaksa masuk secara kasar jadi terpaksa mereka dipaksa mundur dengan kekerasan.
"Bagaimana dengan keluarga saya?! apa yang akan kau lakukan jika terjadi sesuatu dengan mereka? apa kau mau bertanggung jawab?" Warga desa semakin gaduh saja meminta untuk masuk ke desa.
"Salah kalian sendiri, tidak ada saat mereka membutuhkan." kata Kayle yang baru datang sambil melewati warga desa itu.
"Apa kau bilang?! memangnya kau tahu apa yang kami lakukan? tahu apa kau tentang kami?! kami sibuk mencari nafkah tidak sepertimu yang hanya memakan gaji buta dari pajak yang terus kami bayar!" salah satu Warga desa memukul wajah Kayle.
Kayle hanya menyeringai dan mengelus pipinya yang sakit, "Harusnya kalian merasa beruntung karena tidak ada disini. Beruntunglah kalian karena tidak terjangkit wabah penyakit ini!"
"Hentikan! Agen Kayle."
Kayle hanya mendengus dan mulai melewati garis polisi untuk masuk ke dalam desa.
"Perkenalkan saya Agen Sherwin. Maaf, atas perkataan agen kami. Karena wabah penyakit ini semua yang bertugas disini menjadi sangat sensitif. Untuk saat ini bapak dan ibu sekalian dimohon agar tenang dan menuliskan nama lengkap dan nomor rumah di sebelah sana, agar kami bisa mencari dan memeriksa keadaan keluarga yang anda cari." perkataan Sherwin itu langsung menenangkan warga desa dan mereka mulai menuju tempat yang disediakan untuk menulis informasi keluarga masing-masing.
"Sampai kemarin sore, saya masih bisa menghubungi keluarga saya. Bagaimana bisa wabah itu terjadi hanya dalam semalam?!"
"Ya, saya dikirimi kabar kalau ada mayat yang ditemukan di dalam desa. Apa penyebab wabah penyakit karena penemuan mayat itu?"
Pertanyaan demi pertanyaan masih tersisa dari dua laki-laki yang terlihat rapi dengan jasnya itu.
"Penyakit ini sangat mematikan dan menular begitu cepat untuk penyebab pastinya masih sementara kami selidiki. Jadi untuk saat ini semua akses untuk masuk ke desa ditutup sampai desa betul-betul dinyatakan aman." kata Sherwin dengan tenang menjawab pertanyaan dari dua orang yang terlihat berpendidikan tinggi itu.
Para wartawan juga sudah membuat tenda memenuhi jalan masuk desa. Berita yang mereka tulis dan siarkan membuat panik seluruh Yardley. Bahkan negara lain pun juga sudah membuat batasan untuk warga asing memasuki negara mereka terkhususnya yang dari Yardley. Wabah penyakit yang baru memperlihatkan korban dari anggota kepolisian, ahli forensik dan wartawan itu sudah menggemparkan dunia. Apalagi ratusan korban warga desa yang dikuburkan di dalam hutan itu. Y.B.I sebisa mungkin menangani kejadian di desa itu dengan hati-hati. Menjaga agar tidak menimbulkan kepanikan dan menjaga rahasia tetap aman.
"Ada apa ini Sherwin? kau melangkahi kami? ini tugas YCIA! kalian hanya bertugas untuk menangani jika menyangkut keamanan internasional. Masalah ini hanyalah masalah nasional, biarkan kami yang mengambil alih." kata Tibra Agen YCIA.
"Wabah penyakit tidak terbatas hanya nasional saja. Wabah penyakit adalah masalah serius yang bisa menyebabkan masalah internasional seperti yang Agen ... Tibra (Sherwin melirik tanda nama) katakan tadi maka dari itu kamilah yang berwenang disini." kata Sherwin Agen Y.B.I.
"Hentikan kalian berdua!" Seorang Pria memakai seragam militer mendekat.
"Lalu kenapa saat yang membutuhkan meminta bantuan kalian tidak datang? Y.B.I dengan siaga langsung turun langsung membantu ke lapangan segera setelah mendengar ada yang meminta bantuan." kata Pria berseragam militer.
"Laporan yang sampai pada kami tidak masuk akal, jadi kami ingin memeriksa kebenarannya dulu ...." kata Tibra.
"Y.B.I tiba di tempat kejadian lebih cepat dan merekalah yang akan mengambil alih disini."
Perdebatan antara Y.B.I dan YCIA berakhir berkat Menteri Pertahanan Negara Yardley. Y.B.I resmi mengambil alih kasus yang terjadi di desa ini. Karena pekerjaan mereka yang menyangkut kemanan internasional maka menutupi kejadian seperti itu mudah bagi mereka. Tidak terhitung misi yang telah dilakukan dan juga akibat yang ditimbulkan tapi tidak ada yang berhasil keluar di publik.
"Penduduk desa yang masih hidup sampai hari ini tercatat totalnya ada 245. Korban yang meninggal 121, yang berhasil selamat 22 orang. Jadi kita harus melacak sisa 102 orang. Apakah mereka berhasil kabur tadi malam atau memang tidak ada di desa." kata Kayle mulai menghitung warga desa yang ada di luar lewat jendela rumah warga yang dipakai sebagai markas penyelidikan, "36, jadi 66 orang lainnya ada dimana?"
"Itu tugas Agen Kayle sekarang untuk cari!" kata Sherwin yang ikut bergabung bersama dengan Menteri pertahanan.
"Apa yang terjadi disini tidak boleh sampai keluar di publik. Hanya wabah penyakit yang boleh diketahui masyarakat, kenyataan bahwa kejadian tadi malam yang saling membunuh itu adalah hal yang sangat rahasia dan selamanya tidak boleh diketahui." kata Menteri Pertahanan.
***
"Di luar sana pasti sedang heboh, kan?" kata Teo sudah membuka matanya tapi langsung mengunyah, "Eh, ada buah di dalam mulutku."
Tan dan Tom sudah tidak menganggap itu lucu lagi sehingga tidak tertawa seperti tadi lagi atau memang sudah tidak punya tenaga lagi untuk tertawa.
"Pemerintah pasti akan menutup-nutupi apa yang terjadi." kata Tom.
"Walau begitu, tetap akan ada kehebohan. Meski fakta tidak diberitahu ...." kata Cairo mencoba untuk duduk.
"Kak Cairo berbaring saja dulu!" kata Tan.
Felix saat ini tubuhnya tidak terlihat karena sedang dikelilingi oleh serbuk hijau bersinar.
"Sudah berapa hari yang kita lewati?" tanya Teo.
"Dua hari!" jawab Tan.
"Apa kita bisa kembali sebelum kejadian kemarin berlangsung? kita bisa mengungsikan semua warga desa sebelum kejadian kemarin terjadi ...." kata Cairo.
"Bagaimana cara meyakinkan warga desa untuk mengungsi? dan sepertinya sudah aku katakan kalau iblis itu bukanlah lawan yang bisa diakali. Iblis Ular itu akan tahu dimana kita menyembunyikan warga desa dan itu bisa mengakibatkan korban lebih banyak lagi bahkan mungkin tidak akan ada yang selamat. Iblis itu hanya akan berterimakasih karena kita menyediakannya tempat untuk sekaligus membunuh atau lebih parahnya lagi kalau pergi ke desa lain yang tidak ada kita. Orang-orang yang dirasuki itu bisa keluar ke desa atau bahkan kota lain dan melakukan pembunuhan dimana-mana. Bersyukurlah kita bisa mengeluarkan ular yang ada di dalam tubuh warga desa yang dirasuki." kata Tom.
"Apa yang kita lakukan malam itu sudah yang terbaik. Bersyukurlah dengan orang-orang yang berhasil kita selamatkan. Buang penyesalan kegagalan kita menyelamatkan yang lainnya ...." kata Teo.
"Puji Yang Mulia Trayvon yang agung!" kata Tom dan Tan sambil tertawa karena kata-kata mutiara Teo muncul lagi untuk sekian lama.
Cairo yang mendengar itu hanya bisa diam, "Mereka tertawa disaat hati mereka menangis. Mereka pasti sangat menderita dengan korban yang tidak berhasil diselamatkan. Untukku yang baru melakukan misi sebagai pemburu iblis belum bisa sekuat mereka."
...-BERSAMBUNG-...