UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.145 - Tim 001 Kantor Aluias



"Eh kalian datang rupanya!" sapa Bu Corliss melihat anak-anaknya yang jarang pulang itu, "Mau ibu masakkan apa?" tanya Bu Corliss merasa lega karena punya banyak persediaan bahan makanan setelah habis berbelanja, "Eh, kalian mau kemana?!" teriak Bu Corliss melihat kelima anak itu terlihat lari terburu-buru.


"Kiana masih punya waktu 90 hari kok, tidak perlu terlalu khawatir!" kata Tan mencoba menenangkan.


"Bagaimanapun juga mereka berdua itu sibuk menjadi Alexavier ... bagaimana jika mereka tidak bisa menunggu dan langsung memilih!" Cain yang membalas perkataan Tan karena Felix sibuk mondar-mandir menunggu bus yang tak kunjung datang.


"Apa kau tidak bisa mencari keberadaan mereka dengan kekuatanmu?" tanya Tom.


"Kekuatan mencariku saat ini hanya bisa kugunakan jika berada di Mundebris!" kata Felix yang mulai tersadar, "Aku duluan ya!" Felix memanggil gerbangnya dan langsung berlari masuk.


"Felix!" teriak Teo tapi Felix tidak menoleh dan hanya terus berlari.


"Tidak ada pilihan lain selain menunggu bus!" kata Tan.


"Bagaimana jika kita menyusulnya?" tanya Teo.


"Sudah terlambat, pasti sekarang Felix sudah terbang bersama Duarte ...." kata Cain.


"Hahh ... sayangnya kita tidak punya Unimaris juga!" kata Teo murung.


"Memang tidak ada!" kata Tom dengan senyuman, "Tapi bukankah kita memiliki ini!" sambil memunculkan cincinnya yang tadinya tidak terlihat.


"Kalau tidak salah, disini kan ada mereka ...." kata Tan.


"Memangnya ada apa disini?" tanya Cain setelah masuk ke Mundebris, "Disini hanya ada kantor kosong!"


"Ohya?!" Tiga Kembar itu bersamaan mulai tertawa.


"Apa aku panggil Goldwin saja?" tanya Cain.


"Goldwin memang bisa membawa kita semua jika mengubah ukurannya menjadi besar tapi akan kesusahan jika harus membawa kita semua sekaligus dan perjalanan ke rumah Verlin tidak sebentar!" kata Teo tidak tega dengan Goldwin.


"Maksudku bukan begitu!" Cain mendengus dan mulai tertawa, "Kan Goldwin bisa dengan cepat membantu kita untuk berteleportasi ... lagipula Goldwin itu tidak akan mau untuk ditunggangi!"


"Tidak usah, Goldwin sudah kelelahan ... baru-baru saja dia kembali ke masa lalu!" kata Teo.


Apapun itu, sepertinya mereka memang tidak ingin membuat Goldwin repot lagi dan membiarkannya untuk istirahat.


"Jadi apa yang akan membawa kita?" tanya Cain menyerah dan mulai menyerahkan keputusan pada mereka.


Teo dan Tom mulai mengetuk pintu masuk kantor Aluias dan muncullah sebuah mata besar yang memanjangkan dirinya melihat siapa yang mengetuk pintu. Tapi setelah melihat tanda Alvauden, terbukalah pintu itu dengan sambutan langsung dari para anjing penjaga.


"Hahh! disini ada seseorang?" Cain tidak mengetahui ada seseorang di dalam kantor yang dikiranya hanyalah kantor kosong. Dari luar kantor itu seperti gedung berhantu tapi setelah masuk ke dalam sangat berbeda. Terlihat bersih dan rapi.


"Bau ini!" kata anjing penjaga mulai mengelilingi Cain.


"Maaf ya! aku tidak suka anjing!" kata Cain merasa risih.


"Kami juga tidak suka manusia!" jawab anjing penjaga.


"Bukankah kau suka serigala?!" kata Tom.


"Iya memang!" kata Cain.


"Anjing dan Serigala kan sama!" kata Teo.


"Darimananya!" Cain protes.


"Hahh?!" Tan, Teo dan Tom tidak percaya apa yang barusaja dikatakan Cain.


"Padahal kau sendiri yang pernah menjelaskan Serigala dan Anjing itu berasal dari keluarga yang sama!" kata Tan yang mengingat dengan jelas bagaimana Cain bercerita saat itu.


"Maaf ya!" kata Teo pada anjing penjaga, takut jika mereka merasa tersinggung.


"Kami mengerti kenapa dia seperti itu!" kata anjing penjaga maklum.


"Apa karena dia Leaure ya ... kan Leaure identik dengan kucing! jadi pasti tidak cocok dengan Aluias?" kata Tom mulai berpikir.


"Padahal dia sama sekali tidak memiliki bau Leaure!" kata anjing penjaga terlihat tersenyum.


"Lalu ada apa dengan senyuman itu?" tanya Teo.


"Dalam rangka apa kedatangan kalian?" Anjing penjaga memotong pembicaraan dan menanyakan tujuan utama mereka sebenarnya apa.


"Ayolaaaah ...." bujuk Teo.


"Bukankah kalian memang sedang ingin pergi jalan-jalan tapi tidak punya alasan untuk keluar ... gunakan saja ini sebagai kesempatan!" kata Tom.


"Apa kalian tidak bosan tinggal disini terus ... bukannya menjaga penjara tapi malah seperti bagian dari tahanan karena tidak pernah keluar-keluar!" kata Tan.


"Pergilah!" kata pemimpin anjing penjaga yang tiba-tiba datang.


"Tapi ...." para anjing penjaga tidak setuju.


"Kau tidak melihat dia!" kata pemimpin anjing penjaga itu menunjuk Cain.


"Aku!" Cain menunjuk dirinya sendiri, "Memangnya hubungannya denganku apa?!"


"Kalian tahu kan siapa dia?!" kata pemimpin anjing penjaga terdengar meninggikan suaranya.


Para anjing penjaga terlihat mulai diam, walau tidak percaya tapi tidak mungkin mereka salah.


"Tim 001 yang akan pergi!" kata ketua tim mulai mengajukan diri.


"Terimakasih, sudah kuduga ... Amory memang yang terbaik!" Teo mulai melirik dengan tatapan menyindir pada petugas anjing yang menolak tadi.


"Kaum kami tidak bisa pergi tanpa ditemani oleh Viviandem Aluias sendiri, jadi harap maklum!" kata Amory.


"Masa sekarang kan mustahil ada Viviandem, jadi tidak apa-apa kan ...." kata Teo.


"Ayo kita berangkat!" kata Amory mulai memanggil anggota timnya untuk berbaris, " Edvard, Cale, Caleb, Goodwin ayo bersiap!"


"Goodwin?" Cain merasa aneh karena hampir mengira ada yang sama dengan nama Goldwin.


Tim 001 petugas anjing kembali setelah memakai perlengkapan lengkapnya. Biasanya hanya dipakai jika akan melakukan misi, "Sudah lama rasanya ... baru bisa memakai ini lagi ...." kata Goodwin mulai tersenyum melihat perlengkapan lengkapnya.


"Goodwin, kau dengannya!" kata Amory menunjuk Cain.


"Cain!" kata Cain menyebut namanya sendiri.


"Ya, Cain!" kata Amory melanjutkan.


"Mohon kerjasamanya!" kata Goodwin mulai mendekati Cain.


Cain hanya bisa tersenyum kecut membayangkan dia akan menunggangi anjing.


"Edvard dengan Tan, Cale dengan Teo, Caleb dengan Tom!" Amory selesai membagi timnya.


"Kau sendiri?" tanya Tan.


Amory tidak menjawab dan mulai membuka pintu untuk keluar diikuti oleh anggota timnya. Cain dan Tiga Kembar menyusul dibelakang melihat para anjing itu mulai berbaris rapi.


"Jadi kami langsung naik?" tanya Teo agak canggung tapi tidak bisa disembunyikan bahwa ia tidak sabar.


Cale hanya tertawa mendengar pertanyaan Teo itu. Kemudian mereka masing-masing menekan sesuatu di kalung lehernya dan muncullah tempat duduk disamping kanan para anjing yang terbentuk dari perlengkapan yang dipasang tadi.


"Jangan berharap kalian akan menunggangi kami seperti kuda!" kata Edvard tertawa.


Cain sendiri sangat senang mengetahui tidak harus menunggangi anjing dan langsung duduk tanpa disuruh.


"Kami dan Viviandem Aluias harus selalu berdampingan saat melakukan misi!" kata Caleb.


"Sekedar informasi ... kami ini bukan piaraan, bukan budak tapi derajat kami sama dengan Viviandem Aluias. Kami memiliki tugas yang sama untuk menangkap penjahat!" kata Goodwin.


"Pasang sabuk pengaman!" perintah Amory.


Setelah anggota Tim 001 masing-masing sudah melihat para penumpangnya memakai sabuk pengaman. Para anjing itu langsung mengaung kencang dan Amory mulai melompat tinggi ke udara diikuti oleh keempat anggota timnya dibelakang.


Tan, Teo dan Tom merasa jantung mereka mau copot dan tidak berhenti berteriak, tidak mengira tiba-tiba akan melompat tinggi ke udara. Sementara Cain tidak berhenti tersenyum, Goodwin melirik Cain juga ikut tersenyum.


Setelah melompat tinggi ke udara lalu mulai turun kembali ke tanah dan mulai berlari dengan kecepatan tinggi membuat Cain berteriak saking senangnya serasa sedang main roller coaster. Sedangkan Tiga Kembar mulai merasa mual tapi ditahan.


"Jangan lompat lagi ya!" kata Teo memohon dengan berlinang air mata.


...-BERSAMBUNG-...