
"Beruang madu! hahh ... apa-apaan?!" Cain terus berbicara sendiri. Tidak menyangka jika julukannya adalah beruang madu. Entah itu merupakan julukan yang baik atau berupa ejekan. Selama ini dia begitu senang bertemu anak-anak lainnya di kelas lain. Bahkan sekarang kenalannya sudah mulai diperluas ke tingkat SMP dan SMA. Seluruh sekolah tahu siapa Cain, tapi Cain tidak menyadari julukannya sebagai beruang madu itu.
"Cain!" bisik Felix, "Cain!" Felix mulai meninggikan suaranya seiring Cain yang tidak memperdulikannya.
"Apa?!" balas Cain sewot.
Felix mengarahkan wajahnya ke depan dan akhirnya Cain sadar bahwa sedang diperhatikan oleh semua teman sekelasnya dan juga Bu Janet, "Kau mau menggantikan ibu yang mengajar Cain? suaramu lebih keras dari ibu yang sedang menjelaskan!"
Walau aslinya Cain cukup dekat dengan Bu Janet dan biasanya kalau di luar kelas hanya akan tertawa sambil bercanda jika melakukan kesalahan tapi Cain tahu kapan harus bersikap sopan. Cain berdiri menunduk untuk meminta maaf pada Bu Janet.
Felix menoleh kebelakang pada meja Mertie untuk menanyakan apa peringatan sudah dikirim tapi karena Dea yang duduk di sebelah Mertie, Dea yang heboh sendiri mengira Felix berbalik karena ingin melihatnya. Mertie mengangguk pelan tanda sudah mengirim peringatan.
Kelas selesai, Teo dan Tom langsung sibuk memeriksa berita di smartphonenya. Dilihatnya lagi catatannya selama perjalanan 28 hari itu tapi di catatannya menunjukkan jam 9 pagi sedangkan sekarang sudah jam 9.30 pagi.
"Apa masa depan berubah? karena peringatan hantu merah muda makanya tidak terjadi perampokan Bank?" tanya Tom menganalisa ekspresi wajah Teo.
Bahkan Mertie sendiri tidak percaya bahwa kekuatan namanya bisa sangat berpengaruh, "Apa hantu merah muda sehebat itu sehingga bisa dengan mudahnya dipercayai begitu?"
"Kau bertanya pada siapa?" Teo bingung pada Mertie, "Kau kan hantu merah muda!"
"Apa sebaiknya kita memeriksanya?" tanya Cain.
"Nanti setelah jam istirahat baru kita kesana ... tidak ada berita tentang perampokan Bank Yardley memang kabar baik tapi rasanya masih aneh saja ...." jawab Felix.
Setelah berdiskusi di tangga samping kiri sekolah, mereka kembali ke kelas. Setiap kelas selesai ada 15 menit istirahat, jadi jam 9.45 kelas selanjutnya dimulai. 10.45 kelas selesai kemudian jam istirahat sampai jam 13.00.
Mereka keluar dari sekolah menggunakan Bemfapirav dengan berlari karena takut kehilangan banyak waktu. Waktu mereka hanya 1 jam lewat 55 menit.
Anak SD yang menggunakan seragam naik taksi memang sangat mencurigakan apalagi masih di jam sekolah. Tapi sepertinya sopir taksi itu tidak perduli dan tidak berniat melaporkan mereka, apalagi saat Cain memberinya kartu emas Daisy untuk membayar biaya taksi.
Sampai di depan Bank Yardley tidak ada keanehan sama sekali. Semuanya berjalan normal, "Salut deh sama Hantu Merah Muda!" kata Tom tertawa.
"Apa perlu kita masuk?" tanya Tan.
"Sepertinya kita hanya perlu kembali ke sekolah ...." kata Teo terlihat lega.
Tapi lain dengan Felix dan Cain yang memasang wajah tegang, "Kau melihatnya?" tanya Felix.
"Ya!" sahut Cain.
"Lihat apa?" tanya Teo dan Tom bersamaan.
"Ada aura jingga!" jawab Cain.
"Ada iblis di dalam?" Tan mulai panik.
Felix dan Cain mulai berlari masuk ke dalam Bank yang berjalan normal seperti biasanya itu tidak seperti yang ada dalam berita. Tidak ada keributan atau hal aneh yang terjadi. Tapi Felix dan Cain mulai melindungi Tiga Kembar dengan menjauhkannya dari seorang pria yang berjalan ke arahnya.
"Siapa dia? aura iblis yang kuat ini seperti saat berhadapan dengan Efrain!" kata Cain.
"Dia memang Efrain!" kata Felix.
"Hahh?!" Tan, Teo dan Tom tidak menyangka bahwa Efrain saat ini sedang menyamar menjadi seorang manusia.
"Hebat juga kau mengetahui penyamaranku walau mata Caelvita memang tidak bisa dibohongi ... tapi kau kan masih belum menjadi Caelvita resmi!" kata Efrain mulai mengeluarkan pistol dan menembakkannya ke atas.
Semua pengunjung Bank berteriak dan langsung menunduk. Satpam yang melihat ada lima anak yang sangat dekat dengan pemegang pistol itu langsung berlari melindungi tapi berakibat ia ditembak mati di tempat.
"Apa yang kau lakukan?!" teriak Felix membaringkan tubuh satpam yang melindunginya itu.
"Kenapa? keluarkan pedangmu! kau takut ketahuan mempunyai kekuatan super?!" kata Efrain tertawa keras.
Cain menggelengkan kepalanya pada petugas itu agar tidak usah melindunginya dan jangan bergerak tapi tidak di dengarkan dan berlari juga hendak melindungi tapi ditembak mati juga.
"Hentikan!" teriak Felix.
"Seandainya kalian tidak datang, mereka berdua tidak akan mati! seandainya kalian tidak datang, kejadian ini tidak akan pernah terjadi!" kata Efrain.
Ternyata kasus perampokan Bank itu karena ulah mereka sendiri. Memang tidak ada kabar tentang perampokan Bank saat mereka mencarinya karena mereka belum datang kesana. Semuanya adalah jebakan, Efrain sudah menganalisa bahwa saat melompati waktu mereka akan mencatat kejadian di masa depan sehingga saat kembali mereka bisa mencegahnya terjadi. Tapi itu adalah jebakan untuk memancing mereka datang.
"Aku kurang gesit rupanya ...." kata Cain menertawai keterlambatannya dalam berpikir.
"Setiap bertemu denganku, bukankah kalian selalu menunjukkan senjata kalian? kenapa sekarang tidak?" kata Efrain menyeringai.
Banyak saksi mata yang melihat mereka, tidak mungkin untuk mengeluarkan senjata di sana. Rekaman cctv bisa dengan mudahnya di hapus tapi rekaman mata dari orang-orang yang ada disana, bagaimana mengatasinya? Tan terus menggigiti kukunya untuk berpikir.
"Kenapa? kalian takut dunia Mundebris terungkap keberadaannya? mereka! manusia tidak berdaya ini harusnya mengetahui bahwa ada makhluk di atas mereka yang lebih tinggi kelasnya, lebih tinggi kekuatannya! dibanding mereka yang sangat lemah ini ...." kata Efrain menendang tubuh satpam yang sudah tidak bernapas lagi itu.
"Aku mohon lepaskan mereka! anak-anak itu tidak tahu apa yang terjadi!" teriak seseorang sambil menunduk karena takut tapi tetap berusaha melindungi Felix dan kawan-kawan.
"Mereka pikir kalian ini tidak tahu apa-apa? hahaha padahal gara-gara kalian semua, yang ada disini akan mati!" kata Efrain menembak kepala yang berbicara tadi.
"Aku mohon hentikan!" teriak Teo dipenuhi air mata dan tanpa sengaja mengeluarkan Moshas.
Tom yang melihat itu langsung menyadarkan Teo sebelum ada orang yang melihat. Teo yang sudah sadar langsung menghilangkan kembali tombaknya.
"Felix ...." bisik Tan dari belakang, "Aku hitung sampai tiga, setelah itu kau dan Cain langsung serang Efrain dan bawa ke Bemfapirav!"
"Hahh?! bagaimana bisa?" tanya Cain.
"Lakukan saja apa yang kuperintahkan!" jawab Tan mulai menghitung, "1 ... 2 ...." Tan meniup sesuatu menggunakan tangannya seperti terompet yang mengeluarkan serbuk hijau langsung memenuhi ruangan. Membuat semua orang selain mereka dan tentunya juga Efrain langsung tidak sadarkan diri, "3!" Felix dan Cain yang masih bengong langsung menyadarkan dirinya dan menyerang Efrain sesuai perintah Tan.
Tan, Teo dan Tom juga langsung menyusul mereka masuk Bemfapirav.
"Apa itu?" tanya Teo melihat pedang berukuran kecil ditangan Tan.
"Tellopper!" sahut Tan.
"Ternyata kau memiliki Alvauden yang mempunyai kemampuan penyembuhan!" kata Efrain melihat pedang kecil Tan yang berhiaskan emerald, "Tellopper setelah sekian lama muncul kembali!"
Felix dan Cain tidak menoleh walau sangat penasaran dengan senjata Alvauden Tan yang muncul.
...-BERSAMBUNG-...
200 Episode🎉
Haha ... gak nyangka bisa bertahan dan terus menulis sampai di tahap ini. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada para pembaca setia yang dari awal menemani dan juga untuk para pembaca yang baru bergabung.
Jujur menulis UNLUCKY sangat berat, satu episode saja butuh kurang lebih dua jam untuk menulisnya. Belum lagi kalau harus cari referensi kalau lagi buntu, apalagi kalau harus ngebuat istilah baru ... perlu cari arti kata untuk di sambungin dan bukan sembarangan juga karena harus yang bisa mudah diingat. Belum lagi harus nyari di internet, adakah yang sama dengan istilah yang dibuat? kalau ngebuat istilah menggabungkan kata juga harus di cari, apa ada arti atau maknanya, kalau tidak ada barulah bisa di tulis.
Misalnya Dicoisvi nih, Haera yang imut yang dilambangkan sebagai hewan yang mirip anjing dengan bulu yang sangat panjang berwarna biru kehijauan. Nama Dicoisvi sendiri dari : modico canis vitae dengan arti anjing umur pendek. Setelah dibuat istilahnya baru deh dicari apa ada samanya di internet. Kalau memang ada samanya yang penting artinya bagus gak apa-apa sih tapi kalau dapat penelusuran google seperti di bawah ini bahagia banget✌️🤣 artinya aman bisa langsung tulis karena gak ada kata yang sama.
Ribet kan? 😅 makanya saya bisa nulis sampai disini adalah keajaiban🤤 mohon doa dan dukungannya agar saya bisa sehat terus dan semangat terus menulis. UNLUCKY rencana akan saya buat lima season jadi perjalanan masih panjang🤧 semoga kita semua bisa sehat selalu🙏 semoga UNLUCKY juga bisa terkenal seperti karya lainnya😭
💌 Saya ucapkan selamat dan terimakasih banyak untuk silver fans UNLUCKY : Restia Nia
Terimakasih banyak atas dukungannya mulai dari awal yang masih sedikit yang baca, sedikit yang like, sedikit yang comment, belum kontrak, sampai sekarang sudah kontrak🙏💞
Untuk pembaca lainnya jangan mau kalah ya!😉