UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.128 - Mudah Ditebak



Akhirnya Cain harus menjelaskan sistem waktu tiga dunia yang berbeda-beda itu, "Gawat!" teriak Teo.


"Jadi ceritanya kita bolos sekolah selama empat hari?!" tambah Tom.


"Tenang saja, kalau empat hari sih mudah bagiku!" kata Cain sudah mulai bisa tersenyum.


"Maksudnya?" tanya Tan.


"Aku bisa membuat kalian kembali di waktu yang sama saat kita memasuki Mundebris!" kata Cain.


"Ke masa lalu?" tanya Tan.


"Perjalanan waktu?" mata Teo dan Tom bersinar.


"Tunggu ... berarti semua yang kita lakukan tadi, menyiram tanaman tidak akan terjadi karena kita kembali ke masa lalu?" kata Tan khawatir.


"Sistem kekuatan waktuku tidak seperti itu ... semua yang telah kita lakukan di masa kini kemudian kembali ke masa lalu tidak akan ada yang berubah. Selama aku memiliki kekuatan ini dan tidak meninggal saat waktu masa depan yang pernah kita lalui itu terlewati dengan aku yang tetap hidup maka semua akan tetap berjalan ...." kata Cain.


"Tapi saat kita kembali Felix masih dalam masa kritis kan? setidaknya harus menunggu empat hari kedepan baru bisa baikan?" tanya Tan sudah mulai paham.


"Ya, seperti itu!" Cain sudah tahu bahwa Tan cepat mengerti.


Sementara Teo dan Tom memanggil diam-diam peri kecil untuk ditanyai. Peri kecil berbisik menjelaskan ke telinga mereka masing-masing, "Ooooh begitu!" serunya bersamaan.


Cain ingin menertawakan mereka berdua tapi tetap saja suasana hatinya belum bisa diajak untuk bersenang-senang. Cain masih menyimpan amarah pada hantu laki-laki tadi dan menyimpan amarah yang lebih besar lagi pada dirinya sendiri yang tidak berhasil melindungi Felix.


"Gara-gara menyelamatkan kami, Felix begini ...." kata Tom menundukkan kepala.


"Seperti yang kau katakan tadi bahwa kau dan Felix bukan manusia seperti kami kan? kalian berdua ibaratkan manusia yang memiliki kekuatan super ... kalian berdua melindungi kami tapi kami tidak bisa melakukan sebaliknya!" kata Teo sangat menyesal.


"Sudah seharusnya Felix melindungi kita!" kata Tan.


"Hah?!" Teo dan Tom terlihat tidak setuju seakan Tan menyiratkan bahwa Felix dan Cain yang memiliki kekuatan sudah seharusnya melindungi.


"Karena Felix adalah sahabat kita ... dan walau kita tidak mempunyai kekuatan seperti mereka berdua. Kita pasti bisa melakukan hal lain untuk melindungi walau dengan cara yang berbeda ...." kata Tan.


"Aaaaah begitu!" Teo dan Tom hampir salah paham.


"Ayo kita kembali! oh iya perlu kalian ketahui bahwa apa yang akan aku lakukan nantinya harus kalian rahasiakan ... gelang pemberian Felix itu akan melindungi pikiran kalian agar tidak mudah untuk dibaca. Jadi kalian hanya perlu untuk tidak keceplosan ...." kata Cain.


"Memangnya ada apa?" tanya Teo.


Cain meniup ke udara dan muncullah Jam Junghans emas, "Yang memiliki jam seperti ini hanya ada dua orang di dunia! dan pemilik sebelumnya selama hidup terus dikejar dan akhirnya meninggal dalam keadaan sangat menggenaskan ... kalian tahu kan apa maksudnya?" kata Cain.


"Hal itu tidak akan terjadi padamu!" Tan dengan yakin.


"Kalau perlu kami akan memotong lidah kami!" kata Teo.


"Tidak perlu berlebihan begitu ... aku tidak bermaksud menyembunyikan ini seumur hidup. Tapi sampai aku benar-benar sudah kuat dan bisa melindungi diri sendiri ... tidak akan masalah lagi, bahkan jika kalian ingin menceritakannya pada semua penduduk Mundebris juga tidak apa-apa!" kata Cain.


"Kami memang hanya bercanda!" kata Teo.


"Iya! siapa juga yang sebodoh itu!" tambah Tom.


"Kenapa kau tidak tertawa?" tanya Teo.


"Em?" Cain tidak mengerti.


"Kan kami sedang bercanda ...." Teo dan Tom adu tos dan tertawa keras.


"Ya ... tertawalah Cain! mereka sudah berusaha keras ... walau itu tawa yang dipaksakan atau tawa palsu pun tidak apa-apa!" kata Tan.


Cain hanya bisa tersenyum tipis, "Aku lega ada kalian bersamaku sekarang! walau jika Felix sadar nanti dan tahu kalian kubawa ke Mundebris bisa saja dia akan langsung membunuhku, hehe!" Cain mulai tertawa kecil.


"Hah?" Cain melongo.


"Aku ingin sekali bertanya pada kalian berdua tapi aku yakin bahwa kalian akan mengatakannya sendiri suatu saat ... aku menghargai keputusan kalian menyembunyikannya!" kata Tan.


"Jadi hanya kami berdua yang tidak tahu apa-apa?" Tom dan Teo merasa dikhianati.


***


Mereka kembali ke Mundclariss dan langsung berlari masuk ke dalam kamar tempat Felix berada.


"Bagaimana?" tanya Banks.


"Sekitar tiga atau empat hari nanti Felix akan mulai baikan!" jawab Cain.


"Kalau begitu ayo kita bawa Tuan Muda pergi darisini!" kata Goldwin.


"Yang Mulia masih belum boleh terlalu bergerak! untuk sementara tinggal disini saja dulu!" kata Banks.


"Tidak! aku sudah tidak tahan berlama-lama disini!" kata Goldwin memaksa.


"Baiklah, kita pergi darisini!" Cain memaklumi keadaan Goldwin yang tidak bisa mencium bau darah. Sedangkan di rumah itu bisa dicium bau darah yang sangat menyengat seperti ada tempat penyimpanan darah yang sangat banyak.


"Tom, tolong panggil taksi!" kata Cain berbalik melihat Tiga Kembar yang ada dibelakangnya, "Hah? ada apa dengan kalian?" Cain melihat ekspresi mereka bertiga yang terlihat panik itu.


"Haha, mereka berdua akhirnya bisa melihat kita berdua!" kata Goldwin yang disambut tawa oleh Banks.


"Oh iya! aku lupa memberitahu kalian, jika memasuki Mundebris ... kalian akan bisa melihat semua penghuni Mundebris bahkan Bemfapirav!" kata Cain merasa bersalah sekaligus ingin tertawa melihat ekspresi bodoh mereka.


"Kenapa Bemfapirav juga?" tanya Tan.


"Iya! kenapa?" Teo bisa saja menerima makhluk Mundebris tapi Bemfapirav yang dunia hantu itu sepertinya mereka belum siap.


"Otomatis Bemfapirav mengikut! karena melihat Mundebris akan membuka semua penglihatan! tidak sama jika hanya memasuki Bemfapirav, hanya hantu saja yang bisa dilihat!" Cain menjelaskan.


***


Felix dibawa ke klinik Dokter Mari untuk bisa tetap dirawat. Tan, Teo dan Tom yang baru tahu bahwa Dokter Mari juga Setengah Manusia dan Setengah Viviandem ... membuat mereka bertiga tidak tahu harus merespon bagaimana.


"Aku benar-benar tidak menyangka!" kata Tan saat Cain menghampirinya di beranda.


"Lebih dari perkiraanmu, masih banyak yang seperti aku, Dokter Mari dan Bu Farrin yang hidup di Mundclariss!" kata Cain.


"Bukan itu maksudku!" Tan menatap Cain.


"Maaf ... tidak memberitahumu! aku juga tidak memberitahu Felix tapi dia yang tahu sendiri kalau Dokter Mari adalah saudari ibuku!" Cain merasa bersalah.


"Apa lagi yang kau sembunyikan?" tanya Teo yang juga datang.


"Kalian tahu aku bagaimana ... dari kecil kita tumbuh besar bersama, pasti kalian tahu betul aku ini orangnya bagaimana ...." Cain merasa tidak adil karena dirinya pribadi sangat ingin memberitahu hanya saja selalu dihalangi Felix.


"Padahal Felix tidak jauh berbeda darimu ... dari saat ia memberitahu identitas Hantu Merah Muda dan saat kau mengecualikan kami dari misi sedangkan Felix mengikutkan kami ... saat itu kami mulai berpikir Felix itu bukan tipe yang suka menyembunyikan sesuatu ...." kata Tan.


"Apapun itu alasannya ... rasanya kita sudah tahu itu apa!" Tom datang tiba-tiba.


Mereka bersamaan mengangguk tanda saling setuju, "Melindungi!"


Ada alasannya kenapa Felix tidak membiarkan mereka terlibat. Kejadian saat ingin menyelamatkan Mertie itu adalah hal lain. Saat itu Felix merasa masih bisa melindungi mereka makanya mengikutkan mereka juga. Tapi untuk hal ini sepertinya Felix tidak percaya diri.


...-BERSAMBUNG-...