
Setetes demi setetes ada cairan berupa air yang berwarna-warni seperti pelangi tapi dalam bentuk gelembung air kecil yang melayang-melayang dan masuk ke dalam mulut kedua hantu itu. Itu merupakan rasa takut yang keluar dari dalam tubuh manusia dan dapat dikonsumsi oleh hantu.
"Baru pertama kalinya aku melihat hantu legendaris beraksi, semuanya hanya kubaca dalam buku semua dan kini sepertinya aku bisa menyaksikannya sendiri." kata Tan terlihat masih terus mengeluarkan rasa takut tapi juga takjub.
"Bukankah itu pengalaman yang bagus ...." kata Felix.
"Jangan bercanda!" kata Tan sebal.
Felix hanya bisa mendengus tertawa melihat ekspresi Tan yang benar-benar ketakutan.
Lampu di ruang makan akan segera diperbaiki tapi karena kondisi masih gelap gulita sepertinya membuat sensasi rasa takut muncul begitu saja tanpa disadari oleh semua yang ada disana kecuali Felix mungkin.
Teo terus menarik-narik kembali gelembung-gelembung rasa takutnya yang keluar itu tapi tetap saja dihisap oleh kedua Zewhit itu.
"Parish juga tidak muncul rasa takut sama sekali." kata Tom yang memperhatikan Parish yang duduk dekat dinding kaca sehingga terkena pantulan cahaya lampu dari luar.
"Mencipatakan suasana gelap memang strategi yang bagus untuk menciptakan rasa takut ...." kata Tom.
"Mereka dikenal sebagai hantu legendaris karena sebuah alasan. Kebanyakan hantu biasanya hanya menakut-nakuti saja tanpa persiapan sama sekali atau random melakukan apa saja yang diinginkan tanpa pikir panjang. Tapi mereka berdua berbeda ... ada tahapan dalam proses gangguan mereka, malam pertama atau malam ini yang merupakan kemunculan mereka adalah malam untuk menargetkan korban yang akan ditakut-takuti. Targetnya akan dipilih dari yang mempunyai rasa takut paling tinggi. Malam kedua sampai dua minggu kedepan target yang sudah dicap itu akan diikuti dan diganggu dengan cara yang masih bisa ditahan. Selanjutnya minggu terakhir mereka sudah mulai serius dengan merangkai cerita untuk menakut-nakuti." Tan menjelaskan dengan mengingat apa yang dibacanya.
"Merangkai cerita?" tanya Tom.
"Tunggu dulu, bisa saja targetnya adalah aku kalau begitu ...." Teo jadi gelisah.
"Tenanglah sedikit Teo ... kalau kau gelisah begitu rasa takutmu akan semakin keluar. Kau mau menjadi target mereka?!" kata Felix memukul punggung Teo.
"Cerita apa? aku tidak membacanya sampai situ?" tanya Tom penasaran.
"Besok akan aku ceritakan, biar kau dan aku besok yang menjaga disini." kata Tan yang terlihat rasa takutnya mulai menghilang karena merasa bersemamgat ingin menjelaskan apa yang diketahuinya tapi tidak diketahui oleh Tom.
Lampu kembali menyala, Hantu badut dan kurcaci kini duduk disamping masing-masing korbannya. Hantu badut menargetkan Demelza sedangkan Hantu kurcaci menargetkan Osvald.
"Astaga! kasihan Osvald ...." kata Teo melihat Osvald yang kembali menyantap makan malamnya tanpa tahu sekarang disampingnya ada salah satu hantu paling menyeramkan di Bemfapirav.
"Demelza? kau tidak kasihan dengannya?" kata Tom tertawa.
"Hahh ... aku malah senang dia jadi target. Kerjaannya suka sekali bergosip dan membicarakan hal buruk tentang orang lain, dia pantas mendapatkannya." kata Teo tersenyum miring dan menyipitkan matanya.
"Tapi kukira orang sepertinya itu tidak kenal rasa takut sama sekali ... jauh dari bayanganku." kata Tan.
"Seperti kau Tan yang tertarik dengan metode penyembuhan, semata-mata itu hanya topeng untuk membuat dirimu bisa merasa tenang dan lega. Bisa mengetahui cara pengobatan akan sangat membantu jika mereka berdua terluka (tatapan mengarah pada Teo dan Tom) ... begitu juga dengan Demelza, dia itu punya masalah sendiri sehingga mengapa suka bergosip dan menjelek-jelekkan orang lain. Kita hidup dengan topeng yang membantu kita kuat untuk terus hidup. Kau ... Tan! alasan hidupmu adalah mereka berdua. Begitupun Demelza memiliki alasan juga ... jadi tidak baik menghakimi seseorang hanya karena obsesi yang merupakan topeng untuk bertahan hidup yang dilihat oleh orang lain. Kita harus melihat sisi lain dibalik topeng itu." kata Felix panjang lebar membuat Tiga Kembar melongo.
"Kau enak, bisa membaca pikirannya ... kita? ya ... mana tahu!" kata Teo sarkastik tapi berkat itu rasa takutnya jadi hilang juga.
"Topeng ada untuk menutupi, kalau dilepas ... kalau kuberitahu alasannya sama saja aku menyerah untuk hidup." kata Felix.
"Enak sekali ya bilang begitu! sementara kau berhasil merusak topeng seseorang ...." kata Tan kesal.
"Kalau sudah saling mengenal, bukan hal yang memalukan untuk mengetahui apa yang disembunyikan dibalik topeng itu. Tenang saja walau aku sudah membuka topengmu itu, tidak membuat kau jadi lemah tapi kini kau punya dua topeng ... aku juga salah satu topengmu sekarang yang mengetahui kelemahanmu dan bertanggung jawab untuk menutupinya, begitulah sahabat ...." kata Felix membuat mereka bertiga tidak jadi menyuap makanan yang sudah ada di depan mulut mereka karena merasa mual dengan perkataan Felix itu.
"Rasanya aku akan muntah!" kata Tom tidak terbiasa dengan Felix yang random seperti itu.
"Tapi, aku tidak tahu apa-apa tentangmu!" kata Tan protes.
"Kau sudah tahu, kau bahkan sudah melepas topengku sejak lama ... hanya saja kau belum berani melihat dan menatap wajah asliku dengan benar." kata Felix.
"Kalian ini sedang bermain kuis atau apa?!" Teo heran.
Berkat topik obrolan yang dibuat-buat oleh Felix itu membuat Tiga Kembar jadi tenang dan tidak mengeluarkan lagi rasa takut. Bahkan setelah Hantu badut dan kurcaci itu memanggil Memoriasepiravnya bersatu dengan sekolah. Seketika Bemfapirav dan Mundclariss bagian sekolah bersatu untuk beberapa detik. Itu dilakukan untuk membuat mereka semakin kuat dan cerita yang mereka rangkai bisa sangat realistis serta saat tertidur target bisa dibawa ke Memorisepirav dan ditakut-takuti sepuasnya.
"Wah, sudah dimulai ...." kata Tan melihat dirinya sedang berada di tempat lain.
"Luar biasa ... mereka menyatukan Mundclariss dan Bemfapirav hanya dengan sekejap!" kata Tom setelah mereka kembali ke ruang makan di Mundclariss. Tidak ada yang menyadari hal itu selain mereka.
"Kalian lihat kan, mereka bisa memanipulasi ruang dan rasa takut dengan hebat ... jadi kita tidak boleh membuat mereka ditangkap oleh Efrain. Membuat mereka berdua menjadi musuh adalah kesalahan terbesar." kata Felix.
"Baiklah!" kata Teo dengan keren, "Tapi kan kau yang jaga malam ini ...." Teo dengan tawanya yang menyebalkan.
"Mereka sudah tidak takut lagi ...." kata Felix dalam hati yang merasa lega tapi sekaligus kesal dengan tawa Teo itu.
"Tapi bagaimana mereka sebenarnya bisa bersatu? apa mereka meninggal bersamaan?" tanya Tom saat berjalan untuk kembali ke asrama.
Tom dan Teo menoleh ke arah Tan yang daritadi terdengar tahu segalanya itu, "Aku juga tidak tahu soal itu!" kata Tan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena malu.
"Mereka tidak bersamaan meninggal, baru saling kenal saat sudah menjadi Zewhit. Saat Zewhit Kurcaci hampir menjadi Zewhit cangkang, Zewhit Badut memberikan energi pada Zewhit Kurcaci. Sejak saat itulah mereka selalu bekerja bersama ...." Felix menggantikan Tan menjawab.
"Apa alasannya? Hantu badut itu baik hati, suka menolong dan rajin menabung energi atau apa?!" kata Teo mengundang tawa.
"Alasannya mungkin akan kalian ketahui nanti, saat mereka membuat cerita ... mereka terkadang memasukkan cerita pribadi mereka di dalamnya. Walau tidak banyak tapi pasti akan kalian tahu apa maksud dari Hantu badut itu menolong hantu kurcaci dan alasan mereka begitu akur serta bisa bekerja bersama." kata Felix.
"Itu juga kalau kita tidak terus takut ... sama seperti kalau menonton film horor, karena terus menutup mata jadi tidak tahu bagaiamana jalan ceritanya." kata Tom membuat mereka semua tertawa.
...-BERSAMBUNG-...