
Cain mulai berenang ke pinggir sungai untuk naik ke jembatan menanyai Felix lebih jelasnya. Tapi para peri tidak membiarkan Cain pergi begitu saja dengan pakaian basah. Para peri ingin mengeringkan pakaian Cain terlebih dahulu.
Sementara Cain berada di pinggir sungai, disamping Felix tiba-tiba muncul seseorang.
"Aku tahu kedatanganmu untuk mengurungkan niatku melakukan itu tapi bagaimanapun juga ini adalah solusi terbaik!" kata Felix.
"Kau memang berhasil mengatasinya tapi bagaimanapun kau mencoba menyembunyikannya ... aku tahu kau sangat menderita karena pilihan itu ...." jawab seseorang disamping Felix itu.
Goldwin yang tadinya ingin tidur di pinggir sungai itu langsung segar kembali karena melihat sosok yang tidak disangka-sangka kini berada disamping Felix.
"Cain?!" kata Goldwin.
"Em?" jawab Cain dengan pakaian sudah mulai kering.
Goldwin tidak memperdulikan Cain di pinggir sungai dan langsung berlari menuju jembatan, "Cain? kau Cain kan? bagaimana bisa?" tanya Goldwin sambil bolak-balik melihat Cain kecil dan yang ada dihadapannya saat ini sudah dewasa.
"Oh iya ... sekarang kau pulang ke istana untuk mengambil benda yang tersimpan di lemari pusaka nomor 1244! saat aku yang disana memanggilmu ...." tunjuk Cain dewasa menunjuk dirinya yang kecil di pinggir sungai, "Itu akan menyelamatkan kalian saat melakukan misi nantinya!" sambungnya.
"Tidak ada yang bisa membuka lemari pusaka tanpa seijin Raja Leaure atau keturunannya ...." kata Goldwin masih dengan ekspresi bingung.
"Tenang saja! saat kau kesana, lemarinya sudah terbuka ... kau bisa langsung mengambilnya!"
"Kau ... Cain dari berapa tahun yang akan datang?" tanya Goldwin.
"19 tahun yang akan datang!" jawabnya.
"Jadi sudah terjadi ...." kata Felix.
"Ya!" jawab Cain 19 tahun.
"Dengan kau datang begini? berarti aku berhasil kan?!" kata Felix.
"Kau berhasil! tapi kau juga menderita karenanya ...."
"Tidak masalah!" sahut Felix.
"Tadi katanya misi? misi apa?" tanya Goldwin.
"Misi katamu?" tanya Cain 10 tahun yang sudah datang ke jembatan juga dengan pakaian kering seperti semula.
"Bukankah kalian sedang mencari seseorang!" kata Cain 19 tahun.
"Gina?!" Felix langsung menyadari, "Dimana dia disembunyikan? dia masih hidup kan?"
"Kau memang selalu saja memikirkan orang lain dibanding dirimu sendiri ... hahh! aku jauh-jauh datang untuk membujukmu tapi kau malah lebih fokus menyelamatkan orang lain ...." kata Cain 19 tahun.
"Kau sendiri yang memaksaku mencarinya!" kata Felix kesal.
"Kau sedang berbicara dengan siapa?" tanya Cain 10 tahun bingung.
"Aku saat itu masih polos ... lihat saja dia tidak tahu kalau dirinya dari masa depan ada disini ...." kata Cain 19 tahun.
"Masih belum terlambat juga untuk hal yang waktu itu aku minta ... apapun yang terjadi kau hanya perlu menutup mata saja!" kata Cain 19 tahun.
"Kau yakin dia ini Leaure? bukankah hal utama Leaure adalah menyelamatkan nyawa?! dan bahkan jika bukan karena itu, kau itu orang yang seperti itu ... tidak memperdulikan apapun yang penting dapat menolong orang yang butuh pertolongan. Ada apa denganmu di masa depan? apa yang terjadi sampai membuatmu berubah seperti ini?" kata Felix penuh penekanan.
"Hal itu bukanlah perubahan melainkan hal yang memang sudah ada dalam dirinya! tapi baru muncul ... terbukti dari rambut putihnya saat ini ...." kata Goldwin terlihat tidak melepaskan pandangannya dari rambut Cain 19 tahun.
"Ini hanya dugaanku saja ... tapi apa sekarang kalian sedang berbicara dengan diriku dari masa depan?" kata Cain 10 tahun.
"Andai saja aku bisa membuat diriku dari masa lalu bisa melihatku juga pasti aku bisa berbicara dengannya dan bisa membantuku meyakinkanmu ...." kata Cain 19 tahun.
"Entahlah ... sepertinya kau tidak mengenal dirimu sendiri tapi dirimu saat ini masihlah Leaure sejati, bahkan kau sendiri tidak akan kalah dalam adu pendapat dengannya ...." kata Felix.
"Dari lahir sampai sekarang bahkan sampai kapanpun aku tetaplah Leaure ... tidak ada yang bisa mengubah hal itu!" kata Cain 19 tahun.
"Lalu kenapa kau berusaha menghentikanku?!" kata Felix dengan penuh ketegasan.
"Jika melihat sahabatku menderita ... bahkan aku akan melupakan prinsip bahkan jati diriku untuk membuatmu bahagia ...." kata Cain 19 tahun tidak kalah tegas.
"Sudahlah ... kau pulang saja sana!" perintah Felix mulai berjalan pergi dari jembatan.
Cain 19 tahun menghentikan dengan meraih lengan Felix tapi Felix berbalik dan menarik Cain untuk menunduk dan mendorong dada Cain dengan cahaya hijau bersinar sampai tubuh Cain 19 tahun terhempas kebelakang dan perlahan terhisap menghilang.
"Pohon warna-warni!" kata Cain 19 tahun sebelum seluruh tubuhnya menghilang.
"Kau dengar itu!" kata Felix pada Goldwin.
Goldwin mengangguk dan segera menghilang. Felix juga bergegas membangunkan Duarte yang sedang tertidur di pinggir sungai dekat Goldwin tadi.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Cain 10 tahun kebingungan karena tidak bisa melihat dan mendengar dirinya dari masa depan.
"Aku tahu dimana tempat Gina! kita berangkat sekarang!" kata Felix.
Duarte yang masih setengah sadar mengantar Felix dan Cain kembali. Walau sering kehilangan keseimbangan tapi terus saja terbang tidak berhenti karena perintah Felix.
Dengan susah payah akhirnya mereka sampai juga tapi dengan pendaratan yang bisa dikatakan tidak mulus karena Duarte masih sangat mengantuk hampir mengenai atap gedung Kantor Aluias.
Setelah itu mereka berdua langsung kembali ke Mundclariss dengan menggunakan kekuatan Cain untuk menghemat waktu Mundclariss tapi mereka hampir berada di Mundebris 10 jam lebih dikarenakan Felix yang terlalu lama saat menerjemahkan buku. Cain tidak berhasil kembali kewaktu saat ia masuk dan hanya bisa memundurkan 6 jam dan terisisa 4 jam atau 4 hari waktu Mundclariss. Untung saja sudah meninggalkan catatan bahwa mereka akan tinggal di Rumah Daisy jadi tidak perlu dikhawatirkan menghilang selama 4 hari itu. Felix dan Cain mengambil benda atau peralatan yang mungkin dibutuhkan untuk dimasukkan ke dalam tas Cain dan bergegas berlari ke halte bus walau sudah menunjukkan tengah malam.
"Berarti malam ini ...." Felix memandang Cain.
"Ya, gelombang kedua pelatihan osis! pasti saat ini mereka bersiap untuk tidur ...." Cain dengan balik memandang Felix mengerti dengan dugaannya.
"Bagaimana jika ada korban lain yang menghilang? bahkan kita belum menemukan Gina ...." kata Felix terlihat merenung.
"Dengan mendengarmu tadi yang berbicara denganku dari masa depan ... terdengar aku berubah ya?" Cain menepuk bahu Felix, "Tenang saja! saat ini aku belum berubah ... tanpa embel-embel Leaure pun akan aku selamatkan seseorang yang membutuhkan ... entah nanti, tapi sekarang belum ... jadi jangan khawatir! kita pasti bisa menemukan Gina dan mencegah adanya korban baru ...."
"Kuharap seterusnya begitu ... dan kau tidak perlu menentangku dan jauh-jauh ke masa lalu lagi ...." kata Felix dalam hati.
...-BERSAMBUNG-...